
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Joy masuk kedalam kamarnya, diikuti oleh David dibelakangnya , dia mendudukkan dirinya diatas kasur dan meminta tolong
pada suaminya untuk mengambilkan
sebuah tas miliknya , yang dari tadi berbunyi.
Joy mengangkat sebuah telfon genggam yang ada didalam tas miliknya ,tertulis nama Oma Ratih di layar depan , segerandia menekan tombol merah dan meletakkan
di sebelah telinganya .
" Hallo Oma ! maaf , Joy baru mengetahui
kalau Oma menelfon ."
"Iya sayang tidak apa-apa, kau sudah membuka lemari pakaianmu ?, lihatlah
disana ada sebuah kado berwarna merah."
Joy berjalan mendekati lemari pakaian dan membukanya, tangannya mengambil sebuah kado yang di katakan Oma . Dia pun kembali duduk di atas kasur tempat tidurnya .
" Iya Oma , Joy sudah mengambil kadonya ,
terimakasih Oma atas kadonya ." Joy memandangi kado pemberian Oma .
David yang baru keluar dari kamar mandi,
melihat istrinya sedang berbicara dengan
Oma , segera menghampirinya dan duduk
dibelakang dengan tangan yang memeluk
mesra istri yang baru dinikahinya itu .
David meletakkan kepalanya diatas pundak
istrinya , sesekali dia menggigit kecil telinga beserta leher jenjang Joy .Posisi David yang dekat dengan bibir Joy , membuatnya bisa mendengar apa yang di bicarakan Joy dan Oma .
" Joy apa kau sudah membuka kadonya?."
" Belum Oma ."
"Bukalah Joy !, pakailah untuk malam ini ,
David pasti akan menyukainya ,tapi ingat
pesan Oma Joy , hanya sekali kau
mengerti ?."
David kaget dan mengerti dengan apa
yang Omanya katakan , mengambil telfon genggam yang berada di tangan istrinya,
mengambil alih berbicara dengan Oma .
"Oma,,, ini malam pertamaku , kenapa Oma masih menggangguku , aku sudah mengerti kalau Joy sedang hamil , bisakah Oma tak mengganggu kami ."
" Oma tidak mau David, jika nanti terjadi sesuatu dengan calon cucu buyut Oma ."
David tak mau berdebat lagi dengan Oma ,
segera di matikan sambungan telfonnya.
Joy yang mendengar perdebatan antara
nenek dan cucu itu , hanya bisa menggelengkan kepala , tanpa mau ikut bicara .
Mengingat apa yang di perintahkan Oma
tadi , Joy segera membuka kado yang
di bawanya . David ikut penasaran dengan isi kado pemberian dari Omanya .
Joy mengambil isi dari kado pemberian
Oma dan mengangkatnya , ternyata adalah
sebuah lingerie berwarna merah maroon
yang panjangnya selutut dan bentuknya sedikit longgar .
Joy terkejut dan segera menyimpan
kembali kado itu di dalam lemari , tapi
di halangi oleh tangan David .
"Pakailah Joy , setidaknya untuk malam ini , apa kau mau menolak pemberian Oma?,
biar nanti ku katakan Oma , jika kau tak menyukai kadonya ."
Dengan terpaksa Joy menuruti apa kata
David , dan hendak masuk kedalam kamar
pergelangan tangannya sudah lebih dulu
di genggam oleh suaminya ,
" Sayang , kenapa harus di kamar mandi ?
di sini saja , apa yang membuatmu malu
padaku , kita kan sudah suami istri."
Huh...Joy mengeluarkan nafasnya kasar ,
berjalan mendekati suaminya , meletakkan kedua tangannya di pipi David .
"Dengarkan aku David , aku sekarang sudah sangat lelah sekali ,bisakah kau jangan
menggangguku lagi ,kumohon !." David tak menjawab , malah memeluk pinggang Joy .
Joy tak mau menambah panjang perdebatan mereka , mendekatkan diri dan berkata pada suaminya ,
"David,, lepaskan aku !, aku akan mengganti pakaianku disini , cepat kau matikan lampu kamarnya ." ucap Joy lirih ,agar tak terdengar orang lain di dalam rumahnya .
David segera mematikan lampu kamar, dan menyalakan lampu kecil di sebelah tempat tidur Joy , sorot matanya tak berkedip saat melihat gerakan istrinya , yang di sinari cahaya remang lampu kecil saat berganti pakaian .
Joy terlihat begitu s**y , saat dia memakai
lingerie pemberian Oma , dia berjalan mendekati tempat tidurnya , tak perduli
dengan tatapan suaminya yang seakan
ingin menerkamnya , dia sudah tahu
bagaimana selanjutnya nanti , jika dia
memutuskan untuk menuruti kemauan
suaminya dengan memakai lingerie saat
tidurnya malam ini .
Sebenarnya Joy merasa risih karena baru
kali ini dia memakainya , tapi apa mau dikata
toh ini adalah pemberian Oma dan juga
keinginan suaminya , dengan terpaksa
malam ini Joy memakainya , karena malam ini adalah dimana malam pengantin mereka.
Joy naik keatas tempat tidur, dia duduk di samping suaminya yang sejak tadi dengan
setia menunggunya .
David menggeser tubuhnya, mendekatkan
posisi tidurnya dengan letak duduk Joy sekarang .
" Sayang,, aku sangat merindukanmu , bisakah kita mulai sekarang ?." ucap David
ditelinga Joy , dengan tangannya yang nakal
berjalan kesana kemari .
" Kau jangan bicara seperti itu ! , kemarin
malam kau sudah tidur di sini , rasanya kita
sejak kemarin tidak pernah berpisah,
kenapa kau bisa bicara soal rindu , omong
kosong apa itu David ?."
" Bilang saja kalau kau mau.... mmmh."
Joy tak bisa meneruskan ucapannya karena
sudah mendapatkan serangan dari bibir David.
-
-
-
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Mana dukungan nya ,,,,like n votenya ππ
jangan lupa ninggalin komen yang positif y
πππππ
Next βοΈβοΈ