
" Maaf." ucap Joy saat dia berdiri dari
pangkuan Rudi.
" Tidak apa-apa Joy , aku tahu kau tidak
sengaja ." ucap Rudi , melepas
kecanggungan diantara keduanya.
Joy merasa tidak enak hati karena duduk
di pangkuan Rudi, dia kembali ketempat
nya semula.
Tanpa suara , rasa canggung menengahi
perasaan mereka.
" Om Rudi..." panggil seorang anak kecil
berlari mendekati mereka.
Joy memandangi anak itu, hal yang sama
pun di lakukan oleh anak di depannya.
" Siapa Tante cantik ini Om ?" tanya
keponakan Rudi .
"Tante ini , teman Om ." ucap Rudi pada
keponakan nya , dan anak itu membentuk
bibirnya menyerupai huruf O.
" Terus di sini ada dedeknya ya Tante ?"
menunjuk perut buncit Joy .
Joy tersenyum dan mengangguk ," iya
sayang." mencubit pipi gembul
keponakan Rudi.
" Kapan dedeknya keluar Tante ? ."
" Belum waktunya sayang ." Joy beberapa
kali mencubit pipi gembul anak itu ,
merasa gemas dengan pertanyaan dan
suara lucunya .
" Kapan Tante? ." Joy ingin menjawab,
tapi seorang wanita paruh baya
mendekati mereka.
" Sisi tidak boleh bertanya begitu , itu
tidak sopan." ucap wanita itu pada cucunya.
Wanita itu tersenyum pada Joy , dan
selanjutnya menatap putranya , dengan
tatapan penuh tanda tanya.
Rudi memperkenalkan Joy dengan
mamanya , keduanya pun berbincang
dan mulai akrab ,tapi perbincangan
mereka terputus , karena keponakannya
merengek minta pulang.
Rudi terpaksa pulang dan meninggalkan
Joy sendirian, karena Joy menolak
tawaran Rudy yang mengajaknya pulang
bersamanya.
Lumayan lama Joy berada di Taman, tak
terasa sinar sang surya sudah mulai
menghangatkan tubuhnya , Joy pun
bergegas pulang, dengan membawa
kantong yang di terimanya dari orang misterius.
Sebelum beranjak dari duduknya, Joy
merasa haus dan membuka kantong
plastik di tangannya untuk mengambil
satu botol air mineral. Dia melihat satu
persatu isi di dalamnya.
Di sana terdapat roti isi , cemilan dan
dua botol air mineral yang berukuran
sedang , Joy terdiam memikirkan
sesuatu , dia teringat saat dirinya
bersama dengan David di dalam satu
mobil , saat mereka berada di Bali .
Joy tersenyum sendiri ,
**Mungkin kah itu kau , Al....?." batin Joy.
Dia berdiri dan kembali pulang.
*******
Didalam mobil David masih memantau
istrinya dari jarak lumayan jauh, dia
memandang setiap gerak gerik istrinya.
" Joy , aku akan bersabar menanti kau
untuk memaafkanku ,dan bersedia
untuk membuka hatimu kembali."
gumam David yang sendiri didalam
mobil.
Joy sampai didalam Rumah " kak Joy
dari Taman ? ." tanya Mery , yang duduk
di ruang tengah sedang asyik menonton TV.
" Iya , tadi aku ingin mengajakmu tapi
kau malah susah di bangunkan." Joy
ikut duduk di sebelah Mery .
" Aku tadi mengantuk kak ." masih
menonton televisi di depannya.
Mery tiba -tiba teringat sesuatu.
"Oh iya kak , tadi ada kurir yang
mengantarkan kue untuk kakak ." Joy
kaget dan mulai penasaran.
" Kue ?." menatap Mery .
" Iya kak , aku sudah menyuruh mbok
Imah untuk menaruhnya di dalam
lemari pendingin ." Joy segera berdiri.
" Kak Joy , jangan tanyakan dari siapa
karena aku tidak tahu, kakak baca sendiri
karena ada amplop di dalamnya, " Mery
berbicara dengan Joy , yang sudah
melangkahkan kakinya menuju tempat
kue itu disimpan.
Joy mengambil kue yang masih utuh
terbungkus kotak, kemudian menaruhnya
diatas meja makan.
" Ini Non , susunya ." mbok Imah
meletakkan segelas susu di atas meja.
" Iya mbok terima kasih." ucap Joy, dengan
tangan yang melanjutkan membuka
kotak di depannya.
Joy melihat isi di dalam kotak itu , satu
kue coklat yang berbentuk mobil .
**Mobil ?." batinnya.
Dia kemudian mengambil isi didalam
๐น๐น๐น
Maaf,,, karena aku memberimu kue
berbentuk mobil tidak yang lain.
Karena hanya itu yang yang selalu
mengingatkanku tentang bagaimana
kenangan indah terukir di antara kita,
ALEX โฅ๏ธ
๐น๐น๐น
Belum juga Joy sadar dari rasa
bingungnya , dia sudah di kagetkan
oleh bel pintu yang berbunyi , dia melihat
kearah Mery yang berlari keluar.
" Kak Joy , ada orang yang mengirim
bunga lagi untukmu." ucap Mery yang
berjalan masuk dengan membawa satu
buket bunga mawar putih di tangannya,
bunga yang sama persis dengan bunga
yang di terimanya semalam.
Mery meletakkan bunga ditangannya
ke atas meja." dari siapa kak kuenya ?." melihat kearah kue dan tanpa permisi mengambil coklat diatasnya dengan menggunakan jari telunjuknya.
" Mery , ini kue kakak ." Joy memukul
jari Mery dengan pelan .
" Kak Joy pelit ." Mery menjulurkan lidahnya.
" Bukan pelit sayang , tapi kakak masih
bingung siapa yang mengirim nya.
" Tidak usah bingung kak , langsung
di makan saja." mengambil pisau dan
akan memotongnya , tapi Joy lebih dulu
menutup kembali kotak kuenya .
" Kak Joy ..." rengek Mery .
" Tidak ya tidak Mery..." Joy menaruh
kembali di dalam lemari pendingin.
Joy mengamati kembali bunga yang
baru di terimanya , dia mengambil
isi amplop dan membacanya .
๐น๐น๐น
***Bunga ini mewakili perasaanku , yang
slalu putih dan suci hanya untukmu.
ALEX โฅ๏ธ
๐น๐น๐น***
Joy mengumpulkan semua pemberian
dari pria misterius yang bernama Alex,
dia melupakan jika suaminya sendiri
bernama Alex.
***
David kembali di sebuah Rumah
tempatnya singgah untuk sementara ini , kedatangannya di sambut oleh Roy , yang sudah menunggunya dari tadi .
" Dari mana kau David ?, jangan bilang
kalau dari membuntuti istrimu." David
yang ditanya tidak menjawab , hanya
" Hmmm." dan kembali ke kamarnya.
" David tunggu, ada yang ingin aku
bicarakan padamu ." David menghentikan
langkahnya.
" Apa ?." berbalik arah mendekati Roy .
Melihat David yang kearahnya, Roy
segera membuka suara ,
" Orangku sudah menyelidiki nya ,
mereka mengatakan jika Joy kemari
untuk mengurus rumah Mery yang akan
di jual." David terlihat syok.
" Apa maksudmu ?, menjual rumah Mery,"
David mengusap wajahnya.
" Omong kosong apa ini Roy , apa dia
kekurangan uang sampai dia menjual
rumah ?, " Roy diam tidak menjawab.
" Ataukah dia bermaksud menjualnya,
dan pergi jauh dariku ? , katakan Roy
jelaskan apa maksud dari semua ini ."
David meletakkan kedua tangannya
di pinggang.
" Mungkin kau salah faham David, bisa
saja Joy ada maksud lain." Roy berusaha
menenangkan David.
" Aku tidak mau tahu , bagaimana pun
caranya kau harus menggagalkannya."
Roy yang tidak bisa berdebat jika David
sudah mulai marah ,
" David aku belum mengatakan padamu,
pria yang bersama Joy kemarin itu adalah
teman SMA nya , dia bernama Rudi . Dia
adalah orang yang Joy mintai bantuan
untuk menjual kan rumah Mery .'
" Teman SMA ?, berarti mereka
sebelumnya sudah saling mengenal dan
menjalin hubungan ?." David mulai naik
pitam. Roy tidak bicara , takut jika
menambah amarah David.
" Aku harus segera kembali bersama Joy ,
aku tidak mau jika Joy kembali dengan
pria itu." berjalan tergesa-gesa berjalan
keluar.
" Silahkan , jangan minta bantuanku
jika Joy semakin marah padamu ."
ucapan Roy menghentikan langkah
David.
David melirik sekilas kearah Roy ,
kemudian mengeluarkan nafasnya
dengan kasar , untuk mengurangi
rasa amarah didalam hatinya David
meninju dinding yang tidak bersalah.
_
_
Mana like dan votenya โ๏ธ
jangan lupa ninggalin jejaknya ya ๐
Next โ๏ธ