Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Masih di Surabaya 2


" Maaf." ucap Joy saat dia berdiri dari


pangkuan Rudi.


" Tidak apa-apa Joy , aku tahu kau tidak


sengaja ." ucap Rudi , melepas


kecanggungan diantara keduanya.


Joy merasa tidak enak hati karena duduk


di pangkuan Rudi, dia kembali ketempat


nya semula.


Tanpa suara , rasa canggung menengahi


perasaan mereka.


" Om Rudi..." panggil seorang anak kecil


berlari mendekati mereka.


Joy memandangi anak itu, hal yang sama


pun di lakukan oleh anak di depannya.


" Siapa Tante cantik ini Om ?" tanya


keponakan Rudi .


"Tante ini , teman Om ." ucap Rudi pada


keponakan nya , dan anak itu membentuk


bibirnya menyerupai huruf O.


" Terus di sini ada dedeknya ya Tante ?"


menunjuk perut buncit Joy .


Joy tersenyum dan mengangguk ," iya


sayang." mencubit pipi gembul


keponakan Rudi.


" Kapan dedeknya keluar Tante ? ."


" Belum waktunya sayang ." Joy beberapa


kali mencubit pipi gembul anak itu ,


merasa gemas dengan pertanyaan dan


suara lucunya .


" Kapan Tante? ." Joy ingin menjawab,


tapi seorang wanita paruh baya


mendekati mereka.


" Sisi tidak boleh bertanya begitu , itu


tidak sopan." ucap wanita itu pada cucunya.


Wanita itu tersenyum pada Joy , dan


selanjutnya menatap putranya , dengan


tatapan penuh tanda tanya.


Rudi memperkenalkan Joy dengan


mamanya , keduanya pun berbincang


dan mulai akrab ,tapi perbincangan


mereka terputus , karena keponakannya


merengek minta pulang.


Rudi terpaksa pulang dan meninggalkan


Joy sendirian, karena Joy menolak


tawaran Rudy yang mengajaknya pulang


bersamanya.


Lumayan lama Joy berada di Taman, tak


terasa sinar sang surya sudah mulai


menghangatkan tubuhnya , Joy pun


bergegas pulang, dengan membawa


kantong yang di terimanya dari orang misterius.


Sebelum beranjak dari duduknya, Joy


merasa haus dan membuka kantong


plastik di tangannya untuk mengambil


satu botol air mineral. Dia melihat satu


persatu isi di dalamnya.


Di sana terdapat roti isi , cemilan dan


dua botol air mineral yang berukuran


sedang , Joy terdiam memikirkan


sesuatu , dia teringat saat dirinya


bersama dengan David di dalam satu


mobil , saat mereka berada di Bali .


Joy tersenyum sendiri ,


**Mungkin kah itu kau , Al....?." batin Joy.


Dia berdiri dan kembali pulang.


*******


Didalam mobil David masih memantau


istrinya dari jarak lumayan jauh, dia


memandang setiap gerak gerik istrinya.


" Joy , aku akan bersabar menanti kau


untuk memaafkanku ,dan bersedia


untuk membuka hatimu kembali."


gumam David yang sendiri didalam


mobil.


Joy sampai didalam Rumah " kak Joy


dari Taman ? ." tanya Mery , yang duduk


di ruang tengah sedang asyik menonton TV.


" Iya , tadi aku ingin mengajakmu tapi


kau malah susah di bangunkan." Joy


ikut duduk di sebelah Mery .


" Aku tadi mengantuk kak ." masih


menonton televisi di depannya.


Mery tiba -tiba teringat sesuatu.


"Oh iya kak , tadi ada kurir yang


mengantarkan kue untuk kakak ." Joy


kaget dan mulai penasaran.


" Kue ?." menatap Mery .


" Iya kak , aku sudah menyuruh mbok


Imah untuk menaruhnya di dalam


lemari pendingin ." Joy segera berdiri.


" Kak Joy , jangan tanyakan dari siapa


karena aku tidak tahu, kakak baca sendiri


karena ada amplop di dalamnya, " Mery


berbicara dengan Joy , yang sudah


melangkahkan kakinya menuju tempat


kue itu disimpan.


Joy mengambil kue yang masih utuh


terbungkus kotak, kemudian menaruhnya


diatas meja makan.


" Ini Non , susunya ." mbok Imah


meletakkan segelas susu di atas meja.


" Iya mbok terima kasih." ucap Joy, dengan


tangan yang melanjutkan membuka


kotak di depannya.


Joy melihat isi di dalam kotak itu , satu


kue coklat yang berbentuk mobil .


**Mobil ?." batinnya.


Dia kemudian mengambil isi didalam


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Maaf,,, karena aku memberimu kue


berbentuk mobil tidak yang lain.


Karena hanya itu yang yang selalu


mengingatkanku tentang bagaimana


kenangan indah terukir di antara kita,


ALEX โ™ฅ๏ธ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Belum juga Joy sadar dari rasa


bingungnya , dia sudah di kagetkan


oleh bel pintu yang berbunyi , dia melihat


kearah Mery yang berlari keluar.


" Kak Joy , ada orang yang mengirim


bunga lagi untukmu." ucap Mery yang


berjalan masuk dengan membawa satu


buket bunga mawar putih di tangannya,


bunga yang sama persis dengan bunga


yang di terimanya semalam.


Mery meletakkan bunga ditangannya


ke atas meja." dari siapa kak kuenya ?." melihat kearah kue dan tanpa permisi mengambil coklat diatasnya dengan menggunakan jari telunjuknya.


" Mery , ini kue kakak ." Joy memukul


jari Mery dengan pelan .


" Kak Joy pelit ." Mery menjulurkan lidahnya.


" Bukan pelit sayang , tapi kakak masih


bingung siapa yang mengirim nya.


" Tidak usah bingung kak , langsung


di makan saja." mengambil pisau dan


akan memotongnya , tapi Joy lebih dulu


menutup kembali kotak kuenya .


" Kak Joy ..." rengek Mery .


" Tidak ya tidak Mery..." Joy menaruh


kembali di dalam lemari pendingin.


Joy mengamati kembali bunga yang


baru di terimanya , dia mengambil


isi amplop dan membacanya .


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


***Bunga ini mewakili perasaanku , yang


slalu putih dan suci hanya untukmu.


ALEX โ™ฅ๏ธ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน***


Joy mengumpulkan semua pemberian


dari pria misterius yang bernama Alex,


dia melupakan jika suaminya sendiri


bernama Alex.


***


David kembali di sebuah Rumah


tempatnya singgah untuk sementara ini , kedatangannya di sambut oleh Roy , yang sudah menunggunya dari tadi .


" Dari mana kau David ?, jangan bilang


kalau dari membuntuti istrimu." David


yang ditanya tidak menjawab , hanya


" Hmmm." dan kembali ke kamarnya.


" David tunggu, ada yang ingin aku


bicarakan padamu ." David menghentikan


langkahnya.


" Apa ?." berbalik arah mendekati Roy .


Melihat David yang kearahnya, Roy


segera membuka suara ,


" Orangku sudah menyelidiki nya ,


mereka mengatakan jika Joy kemari


untuk mengurus rumah Mery yang akan


di jual." David terlihat syok.


" Apa maksudmu ?, menjual rumah Mery,"


David mengusap wajahnya.


" Omong kosong apa ini Roy , apa dia


kekurangan uang sampai dia menjual


rumah ?, " Roy diam tidak menjawab.


" Ataukah dia bermaksud menjualnya,


dan pergi jauh dariku ? , katakan Roy


jelaskan apa maksud dari semua ini ."


David meletakkan kedua tangannya


di pinggang.


" Mungkin kau salah faham David, bisa


saja Joy ada maksud lain." Roy berusaha


menenangkan David.


" Aku tidak mau tahu , bagaimana pun


caranya kau harus menggagalkannya."


Roy yang tidak bisa berdebat jika David


sudah mulai marah ,


" David aku belum mengatakan padamu,


pria yang bersama Joy kemarin itu adalah


teman SMA nya , dia bernama Rudi . Dia


adalah orang yang Joy mintai bantuan


untuk menjual kan rumah Mery .'


" Teman SMA ?, berarti mereka


sebelumnya sudah saling mengenal dan


menjalin hubungan ?." David mulai naik


pitam. Roy tidak bicara , takut jika


menambah amarah David.


" Aku harus segera kembali bersama Joy ,


aku tidak mau jika Joy kembali dengan


pria itu." berjalan tergesa-gesa berjalan


keluar.


" Silahkan , jangan minta bantuanku


jika Joy semakin marah padamu ."


ucapan Roy menghentikan langkah


David.


David melirik sekilas kearah Roy ,


kemudian mengeluarkan nafasnya


dengan kasar , untuk mengurangi


rasa amarah didalam hatinya David


meninju dinding yang tidak bersalah.


_


_


Mana like dan votenya โœŒ๏ธ


jangan lupa ninggalin jejaknya ya ๐Ÿ˜Š


Next โ˜€๏ธ