Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Keadaan David 2


David POV


Kini aku pulang ke Indonesia bersama


dengan Roy di sampingku , setelah


kecelakaan yang menimpaku seminggu


yang lalu .


" Roy ,kata dokter ingatanku ada yang


hilang , apa kau mengetahuinya." tanyaku


saat di dalam mobil.


" Aku tidak tahu David , kau yang


merasakannya ." Roy sibuk dengan telfon genggamnya.


" Tapi aku masih mengenalimu , Oma


juga , apalagi masalah perusahaan ,


aku masih hafal betul seluk-beluk nya ."


aku melihat arah jendela mobil .


" Baguslah , kalau Joy ." Roy menoleh


kearah ku .


" Joy ? , siapa dia ? apa kau mengenalnya,


kenapa kau tanyakan itu padaku ?." Roy


terkejut .


Belum sempat Roy buka mulutnya ,


mobil yang kami naiki sudah masuk


di gerbang Rumah Oma.


Aku mulai turun dan seseorang


mengejutkanku , aku disambut dengan


pelukan seorang wanita yang entah


siapa , aku tidak mengenalnya.


Dia memanggil namaku , dan juga


mengatakan bahwa dia adalah istriku .


Kegilaan apa lagi ini , mana mungkin aku


mempunyai istri , menikah saja belum.


Kepalaku mulai sakit , Roy segera


mengajakku ke atas menuju kamarku.


Di sana aku melihat keadaan kamarku


yang sudah berubah , seperti bukan


kamarku sendiri.


Aku berjalan menuju balkon untuk


melihat pemandangan di luar , tapi


belum sampai aku di balkon ada


seseorang masuk ke kamarku, dengan


terpaksa aku menoleh kearahnya.


Ternyata dia adalah wanita yang tadi


mengaku sebagai istriku , dia berbicara panjang lebar di depanku .


Matanya menatapku dengan berbeda ,


ada debaran yang muncul di jantungku


saat mata kami bertemu .


"Apa ini , aku tak kuasa menatap matanya"


ucapku dalam hati.


Tiada angin maupun hujan , wanita itu


mendadak menciumku , aku terpaku


saat bibirnya menyentuh bibirku ,


aku terbuai dengan kelembutan bibirnya,


sampai aku tak sadar jika aku membalas


ciumannya .


Ciuman kami semakin dalam , aku sangat


menikmatinya , karena ada sesuatu di


dalam hatiku yang seakan mencegah


untuk mengakhirinya .


Tangan yang tadi digunakan untuk


menarik wajahku , sekarang berpindah


memelukku , aku merasakan


kenyamanan di dalam pelukannya .


Suatu kehangatan yang sangat ku


rindukan tapi aku tak mengerti itu apa ,


menjadikan aku membalas pelukannya.


Sebuah kekonyolan Roy , menghentikan


ciuman kami , menimbulkan rasa


kecanggungan diantara kami berdua .


Disaat dia keluar dari kamarku terbesit


rasa kecewa di dalam hatiku .


***


Setelah kejadian Roy yang memalukan ,


Joy kemudian pamit pada David.


" Maaf membuatmu canggung , aku


kebawah dulu ." Joy tersenyum , meninggalkan David sendiri dikamar.


David tidak menjawab , karena ada


rasa kecewa di dalam hatinya.


Joy keluar dari kamarnya menuju ke


dapur , disana dia berpapasan dengan


Roy .


" Enak nih , siang - siang makan bibir


segar ." goda Roy , mendekati Joy yang


sedang membuat susu.


" Gimana rasanya , manis atau asem ."


" Pingin tau aja , atau pengen tau banget."


Joy balik menggoda Roy , tangannya


mengisi air kedalam gelas.


" Tinggal jawab saja susah banget sih ."


Roy kesal .


" Bilang saja kalau kamu pengen ,


seharusnya tadi kamu masuknya agak


lama , jangan keburu masuk ." Joy


pergi meninggalkan Roy di dapur, dan berjalan menuju kolam.


Roy mengikuti sepupunya ," memangnya


kenapa kalau aku masuk nya


terburu-buru ?." duduk di depan Joy.


" jadinya kamu cuma melihat adegan


pembuka ,tidak melihat adegan utama ."


Joy meminum susu yang di buatnya.


Roy di buat kesal dengan perkataan Joy ,


dia meremas rambutnya " kau ini , tidak


bisa mengerem perkataan mu apa ?."


dengan nada marah.


" Jadi orang itu sana cari pasangan ,


jangan jadi jomblo berkarat , sana pergi,


ganggu orang saja ." Roy pergi dengan


perasaan kesal .


***


Di meja makan Joy sedang menanti kedatangan David , dia sengaja memasak


makanan kesukaan suaminya .


" Joy kenapa David belum datang juga ?


coba kau panggil dia , mungkin dia


ketiduran ." kata Oma yang sudah


menunggu David terlalu lama.


Joy hampir berdiri dari duduknya ,


" Aku sudah di sini Oma ." David berjalan


turun di anak tangga .


" Kenapa kau lama sekali." tanya Oma


pada David , yang menggambil duduk


tepat di depan Joy .


" Maaf aku tadi ketiduran saat aku sedang


berendam ." Oma menggeleng ," kau slalu


saja begitu ."


dia duga David balas memandangnya .


Oma yang mengetahui hal itu pun


berkata ," cepat dimakan , nanti


makanannya dingin ."


Joy segera mengambil nasi , dia merasa


malu karena tertangkap basah oleh Oma ,


yang sedang main mata dengan David.


Tak lupa Joy juga mengambilkan nasi


untuk suaminya ," David apa kau mau


rendang?." David memandang wajah


cantik didepannya.


" David ,, Joy bertanya padamu." David


kaget " i,,iya aku mau ." Joy tersenyum


segera mengambil dengan sendok dan


menaruh di piring David .


David makan dengan lahapnya , tanpa


dia sadari dia sudah menambah nasinya


sampai tiga kali .


" David apa masakannya enak ?." David


mengangguk, tak mampu menjawab


karena mulutnya penuh makanan.


" Itu hasil masakan istrimu ." ucapan Oma


membuat David tersedak .


Joy menyodorkan segelas air putih pada


David , dia menerima nya kemudian meminumkannya.


**


Selesai makan Joy duduk di ruang tengah


bersama Oma , melihat David yang


sudah siap untuk keluar .


" Kau mau kemana David ?." tanya Oma


mengamati penampilan cucunya, dari


atas sampai bawah.


" Mau keluar , Oma tidak usah khawatir


nanti aku pulangnya ke Apartemen."


berlalu keluar rumah.


Belum juga Oma menjawab perkataan


David , dia sudah tak terlihat .


" Joy kau yang sabar , pasti nanti David


akan mengingatmu kembali ."


menggenggam jemari Joy .


***


Di sebuah Diskotik , tempat David


sekarang , menikmati suasana malam


dengan banyak wanita di sana .


David duduk di depan bartender ,


menikmati segelas wine dan


memandang setiap penjuru di sana .


Tatapannya berhenti pada seorang


wanita, dia mulai main mata dengan


wanita itu . Merasa ada harapan , wanita


itu mendekat .


" David apa kau rindu padaku ?."


bergelayut mencium leher David .


" Kau jangan seperti ini Rosa ."


mendorong wanita di depannya, ternyata


adalah Rosa .


Sebenarnya David sudah mulai berg*****


tapi mendapatkan perlakuan dari Rosa ,


dia menjadi muak dan refleks


mendorongnya , membuat Rosa pergi


menjauh darinya.


Roy yang baru tiba , duduk di sebelah


David , " kau sudah lama ?." meminum


minumannya.


" Lumayan." David menoleh ke sana kemari.


" Mencari apa ?, wanita ?." tanya Roy yang


melihat gelagat aneh pada temannya.


" Ya , tapi aku tak berselera ."


" Pulanglah , yang di rumah kau pasti


sangat berselera ." Roy tahu jika David


tak mampu tidur dengan wanita lain,


semenjak kejadian Rosa yang menjebaknya.


" Itu tidak mungkin Roy , aku tidak


mengenalnya." meminum habis sisa


wine di gelasnya.


" Omong kosong, kau bilang tidak


mengenalnya ," Roy menggeleng merasa


tidak percaya.


" Lalu tadi siang apa , tidak mengenal


tapi kalian berciuman , berpelukan pula ."


olok Roy yang mulai kesal .


David diam , memejamkan mata


memikirkan tentang tadi siang saat dia


saling memang** t dengan wanita yang


mengaku sebagai istrinya.


David yang mulai bosan , pulang


ke Apartemennya , belum sampai masuk


dia sudah malas , akhirnya dia memutar


balik langkahnya menuju keluar dari area Apartemen . Dan kembali ke Rumah Oma .


Sampai di Rumah Oma , David masuk


kedalam kamarnya, David yang sudah


setengah mabuk , mendapati seorang


wanita yang sedang tidur di ranjangnya.


David berjalan perlahan mendekati


tempat tidurnya, berbaring tepat di


sebelah istri yang tidak di kenalnya.


David tidur membelakanginya istrinya,


memendam g****h yang sudah mulai


muncul saat di Diskotik tadi .


Joy yang dari tadi pura - pura tidur


mencoba menggoda David , dipeluknya


David dari belakang .


Joy mendekatkan kepalanya dileher


David , berhembus nafas hangat Joy


tepat di bawah telinga suaminya , dia


sengaja mengeluarkan suara dengkuran


halus bercampur desahan kecil untuk


lebih menggoda suaminya .


David mengeratkan giginya , merasa


tak kuat lagi untuk menahan sesuatu


di bawah sana .


--


_


nyicil up , jangan lupa ninggalin


jejaknya ya 😊😊,


mana yang sedih jika David hilang


ingatan , walaupun ingatannya hilang


tapi masih sayang kok sama Joy .


mumpung masih malem , ngehalu


bareng yuk🤪🤪🤪✌️


Next