
David POV
Kini aku pulang ke Indonesia bersama
dengan Roy di sampingku , setelah
kecelakaan yang menimpaku seminggu
yang lalu .
" Roy ,kata dokter ingatanku ada yang
hilang , apa kau mengetahuinya." tanyaku
saat di dalam mobil.
" Aku tidak tahu David , kau yang
merasakannya ." Roy sibuk dengan telfon genggamnya.
" Tapi aku masih mengenalimu , Oma
juga , apalagi masalah perusahaan ,
aku masih hafal betul seluk-beluk nya ."
aku melihat arah jendela mobil .
" Baguslah , kalau Joy ." Roy menoleh
kearah ku .
" Joy ? , siapa dia ? apa kau mengenalnya,
kenapa kau tanyakan itu padaku ?." Roy
terkejut .
Belum sempat Roy buka mulutnya ,
mobil yang kami naiki sudah masuk
di gerbang Rumah Oma.
Aku mulai turun dan seseorang
mengejutkanku , aku disambut dengan
pelukan seorang wanita yang entah
siapa , aku tidak mengenalnya.
Dia memanggil namaku , dan juga
mengatakan bahwa dia adalah istriku .
Kegilaan apa lagi ini , mana mungkin aku
mempunyai istri , menikah saja belum.
Kepalaku mulai sakit , Roy segera
mengajakku ke atas menuju kamarku.
Di sana aku melihat keadaan kamarku
yang sudah berubah , seperti bukan
kamarku sendiri.
Aku berjalan menuju balkon untuk
melihat pemandangan di luar , tapi
belum sampai aku di balkon ada
seseorang masuk ke kamarku, dengan
terpaksa aku menoleh kearahnya.
Ternyata dia adalah wanita yang tadi
mengaku sebagai istriku , dia berbicara panjang lebar di depanku .
Matanya menatapku dengan berbeda ,
ada debaran yang muncul di jantungku
saat mata kami bertemu .
"Apa ini , aku tak kuasa menatap matanya"
ucapku dalam hati.
Tiada angin maupun hujan , wanita itu
mendadak menciumku , aku terpaku
saat bibirnya menyentuh bibirku ,
aku terbuai dengan kelembutan bibirnya,
sampai aku tak sadar jika aku membalas
ciumannya .
Ciuman kami semakin dalam , aku sangat
menikmatinya , karena ada sesuatu di
dalam hatiku yang seakan mencegah
untuk mengakhirinya .
Tangan yang tadi digunakan untuk
menarik wajahku , sekarang berpindah
memelukku , aku merasakan
kenyamanan di dalam pelukannya .
Suatu kehangatan yang sangat ku
rindukan tapi aku tak mengerti itu apa ,
menjadikan aku membalas pelukannya.
Sebuah kekonyolan Roy , menghentikan
ciuman kami , menimbulkan rasa
kecanggungan diantara kami berdua .
Disaat dia keluar dari kamarku terbesit
rasa kecewa di dalam hatiku .
***
Setelah kejadian Roy yang memalukan ,
Joy kemudian pamit pada David.
" Maaf membuatmu canggung , aku
kebawah dulu ." Joy tersenyum , meninggalkan David sendiri dikamar.
David tidak menjawab , karena ada
rasa kecewa di dalam hatinya.
Joy keluar dari kamarnya menuju ke
dapur , disana dia berpapasan dengan
Roy .
" Enak nih , siang - siang makan bibir
segar ." goda Roy , mendekati Joy yang
sedang membuat susu.
" Gimana rasanya , manis atau asem ."
" Pingin tau aja , atau pengen tau banget."
Joy balik menggoda Roy , tangannya
mengisi air kedalam gelas.
" Tinggal jawab saja susah banget sih ."
Roy kesal .
" Bilang saja kalau kamu pengen ,
seharusnya tadi kamu masuknya agak
lama , jangan keburu masuk ." Joy
pergi meninggalkan Roy di dapur, dan berjalan menuju kolam.
Roy mengikuti sepupunya ," memangnya
kenapa kalau aku masuk nya
terburu-buru ?." duduk di depan Joy.
" jadinya kamu cuma melihat adegan
pembuka ,tidak melihat adegan utama ."
Joy meminum susu yang di buatnya.
Roy di buat kesal dengan perkataan Joy ,
dia meremas rambutnya " kau ini , tidak
bisa mengerem perkataan mu apa ?."
dengan nada marah.
" Jadi orang itu sana cari pasangan ,
jangan jadi jomblo berkarat , sana pergi,
ganggu orang saja ." Roy pergi dengan
perasaan kesal .
***
Di meja makan Joy sedang menanti kedatangan David , dia sengaja memasak
makanan kesukaan suaminya .
" Joy kenapa David belum datang juga ?
coba kau panggil dia , mungkin dia
ketiduran ." kata Oma yang sudah
menunggu David terlalu lama.
Joy hampir berdiri dari duduknya ,
" Aku sudah di sini Oma ." David berjalan
turun di anak tangga .
" Kenapa kau lama sekali." tanya Oma
pada David , yang menggambil duduk
tepat di depan Joy .
" Maaf aku tadi ketiduran saat aku sedang
berendam ." Oma menggeleng ," kau slalu
saja begitu ."
dia duga David balas memandangnya .
Oma yang mengetahui hal itu pun
berkata ," cepat dimakan , nanti
makanannya dingin ."
Joy segera mengambil nasi , dia merasa
malu karena tertangkap basah oleh Oma ,
yang sedang main mata dengan David.
Tak lupa Joy juga mengambilkan nasi
untuk suaminya ," David apa kau mau
rendang?." David memandang wajah
cantik didepannya.
" David ,, Joy bertanya padamu." David
kaget " i,,iya aku mau ." Joy tersenyum
segera mengambil dengan sendok dan
menaruh di piring David .
David makan dengan lahapnya , tanpa
dia sadari dia sudah menambah nasinya
sampai tiga kali .
" David apa masakannya enak ?." David
mengangguk, tak mampu menjawab
karena mulutnya penuh makanan.
" Itu hasil masakan istrimu ." ucapan Oma
membuat David tersedak .
Joy menyodorkan segelas air putih pada
David , dia menerima nya kemudian meminumkannya.
**
Selesai makan Joy duduk di ruang tengah
bersama Oma , melihat David yang
sudah siap untuk keluar .
" Kau mau kemana David ?." tanya Oma
mengamati penampilan cucunya, dari
atas sampai bawah.
" Mau keluar , Oma tidak usah khawatir
nanti aku pulangnya ke Apartemen."
berlalu keluar rumah.
Belum juga Oma menjawab perkataan
David , dia sudah tak terlihat .
" Joy kau yang sabar , pasti nanti David
akan mengingatmu kembali ."
menggenggam jemari Joy .
***
Di sebuah Diskotik , tempat David
sekarang , menikmati suasana malam
dengan banyak wanita di sana .
David duduk di depan bartender ,
menikmati segelas wine dan
memandang setiap penjuru di sana .
Tatapannya berhenti pada seorang
wanita, dia mulai main mata dengan
wanita itu . Merasa ada harapan , wanita
itu mendekat .
" David apa kau rindu padaku ?."
bergelayut mencium leher David .
" Kau jangan seperti ini Rosa ."
mendorong wanita di depannya, ternyata
adalah Rosa .
Sebenarnya David sudah mulai berg*****
tapi mendapatkan perlakuan dari Rosa ,
dia menjadi muak dan refleks
mendorongnya , membuat Rosa pergi
menjauh darinya.
Roy yang baru tiba , duduk di sebelah
David , " kau sudah lama ?." meminum
minumannya.
" Lumayan." David menoleh ke sana kemari.
" Mencari apa ?, wanita ?." tanya Roy yang
melihat gelagat aneh pada temannya.
" Ya , tapi aku tak berselera ."
" Pulanglah , yang di rumah kau pasti
sangat berselera ." Roy tahu jika David
tak mampu tidur dengan wanita lain,
semenjak kejadian Rosa yang menjebaknya.
" Itu tidak mungkin Roy , aku tidak
mengenalnya." meminum habis sisa
wine di gelasnya.
" Omong kosong, kau bilang tidak
mengenalnya ," Roy menggeleng merasa
tidak percaya.
" Lalu tadi siang apa , tidak mengenal
tapi kalian berciuman , berpelukan pula ."
olok Roy yang mulai kesal .
David diam , memejamkan mata
memikirkan tentang tadi siang saat dia
saling memang** t dengan wanita yang
mengaku sebagai istrinya.
David yang mulai bosan , pulang
ke Apartemennya , belum sampai masuk
dia sudah malas , akhirnya dia memutar
balik langkahnya menuju keluar dari area Apartemen . Dan kembali ke Rumah Oma .
Sampai di Rumah Oma , David masuk
kedalam kamarnya, David yang sudah
setengah mabuk , mendapati seorang
wanita yang sedang tidur di ranjangnya.
David berjalan perlahan mendekati
tempat tidurnya, berbaring tepat di
sebelah istri yang tidak di kenalnya.
David tidur membelakanginya istrinya,
memendam g****h yang sudah mulai
muncul saat di Diskotik tadi .
Joy yang dari tadi pura - pura tidur
mencoba menggoda David , dipeluknya
David dari belakang .
Joy mendekatkan kepalanya dileher
David , berhembus nafas hangat Joy
tepat di bawah telinga suaminya , dia
sengaja mengeluarkan suara dengkuran
halus bercampur desahan kecil untuk
lebih menggoda suaminya .
David mengeratkan giginya , merasa
tak kuat lagi untuk menahan sesuatu
di bawah sana .
--
_
nyicil up , jangan lupa ninggalin
jejaknya ya 😊😊,
mana yang sedih jika David hilang
ingatan , walaupun ingatannya hilang
tapi masih sayang kok sama Joy .
mumpung masih malem , ngehalu
bareng yuk🤪🤪🤪✌️
Next