Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Apa -apaan ini


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hari ini Anggi malas melakukan setiap


hal , dari pagi hingga siang dia hanya


berduduk di atas ranjang tempat tidurnya,


berbaring berguling guling sampai dia


merasa bosan dengan setiap kegiatannya.


Matanya yang kantuk hilang sekejap


setelah dirinya mendapat surat misterius


yang berisikan foto tentang Andreas


dengan seorang wanita .


Hal itu sekerjap membuat mood Anggi


berubah total , dia menimbang keinginan


di dalam hatinya , ingin melabrak dan


sekaligus mempertanyakan hal itu


langsung pada kekasihnya tapi dia


masih enggan untuk menemui nya .


" Bisa - bisanya dia membodohi ku ,


belum tahu kalau aku sudah kesal ,


rupanya aku harus memberinya


pelajaran , eh tunggu ... siapa wanita


itu , apa dia selingkuhan Andreas ?."


Anggi mondar mandir di dalam kamar.


Tok...tok..tok..


Bersamaan suara ketukan , panggilan


pembantu di rumah nenek menyuruh


Anggi makan .


" Embak Anggi ,,, makan embak !, dari


pagi embak Anggi belum makan , tadi


nenek berpesan pada saya untuk


menyuruh embak Anggi makan ."


Anggi berhenti dengan sorot matanya


menatap pintu ," iya mbok sebentar lagi


aku akan makan ." teriak Anggi masih


di dalam kamar .


Mendengar jawaban yang menegaskan


tanpa menunggu , pembantu itu pergi


untuk mengerjakan pekerjaan nya yang


belum selesai .


Anggi tersadar jika dia belum sarapan ,


cacing di perutnya mulai meraung -raung


ingin segera di beri asupan , di liriknya


sebuah jam berbentuk hello Kitty


yang menempel di dinding sudah


menunjukkan pukul sebelas siang ,


" What ..." Anggi melotot karena kaget ,


" Cepat sekali jam itu berputar , apa tidak


bisa menungguku sarapan dulu , bisa -


bisanya kau meninggalkanku , hah ?."


Anggi mengolok sebuah jam dinding


seperti layaknya orang tak waras .


Dengan kesal di raihnya sebuah handuk


dan dengan cepat dia bersiap untuk


mandi .


Braakkkk.... Anggi membanting pintu .


Rasa lapar yang mengoyak di perut


membuatnya mandi dengan cepat ,


" Iya ,,, iya sebentar lagi aku beri makan ,


kalian bertahanlah dulu ." berbicara


dengan mengelus perutnya .


Tak berapa lama , Anggi keluar dari


kamar mandi , dengan menggosok


rambut basahnya Anggi berjalan


kearah meja riasnya .


Dia hanya memoles wajahnya dengan


sedikit make up agar tidak terlihat


polos , dia berencana ke Toko setelah


selesai makan siangnya .


Drettttt....dretttttt....dretttttt.....


Suara getar di ponsel Anggi , dengan


cepat Anggi segera berdiri untuk


mencari letak ponselnya ,


" Siapa lagi ini ." melihat layar ponsel .


Anggi malas untuk mengangkat


panggilan telponnya , karena tidak


adanya nama siapa yang memanggil


maka di taruhnya kembali ponsel itu


di tepi tempat tidurnya .


" Alah , mungkin orang iseng ."


Anggi hendak keluar dari kamar , tapi


panggilan di ponselnya bergetar kembali ,


dia tak tega untuk meninggalkan nya


dan dengan berat hati Anggi membawa


ponsel itu menuju meja makan .


Panggilan itu berulang hingga lebih dari


tiga kali . Sebuah rasa penasaran yang


memenuhi pikiran , dengan keputusan


akhir Anggi menerima panggilan itu .


Menaruh tepat di depan telinga tanpa


membuka mulutnya , menunggu


sahutan siapa gerangan orang yang


menelfon nya dengan tanpa nama .


" Hallo , apa benar ini nomer Anggi


kekasih Andreas ?."


Suara seorang wanita terdengar


di sebrang sana sedang menyebutkan


nama Andreas yang membuat Anggi


seketika bergetar .


Menghentikan makannya , Anggi


menjawab telepon ," ya anda siapa ?."


dengan nada sinisnya .


Memusatkan perhatian Anggi dengan


seksama mendengarkan .


" Jika kau ingin melihat kelakuan asli


kekasih mu datanglah ke Kantor Andreas


saat jam makan siang ."


Semakin penasaran , amarah Anggi


memuncak ," hey jawab , anda ini siapa ?."


teriak Anggi semakin geram .


Memandang layar ponselnya yang mati ,


Anggi tak mampu mencerna apa maksud


dari wanita yang tadi menelfon nya .


" Apa apaan ini , dia yang menelfon ku


dan dia juga yang mematikannya , tanpa


memberi penjelasan pula ."


Anggi melanjutkan memakan


makanannya , dengan pelan sambil


memikirkan apa yang di bicarakan


wanita yang menelfon nya tadi .


" Apa wanita tadi adalah...."


Segera berdiri dan bergegas masuk


ke dalam kamar , berganti pakaian


dia keluar .


πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah perubahan sikap Anggi yang


berbeda dengan biasanya , Andreas


merasa gusar , ingin meminta


penjelasan tapi sengaja di tunda ,


membiarkan agar kekasihnya itu


tenang terlebih dahulu .


Andreas tahu bagaimana sifat Anggi ,


meskipun di tanya sampai memohon


pun jika dia masih belum tenang ,


jangan berharap untuk membuka


mulut , untuk bertemu saja sulit .


Kini Andreas duduk di sebuah ruangan


tempat kursi sang Direktur berada ,


Andreas di samping membantu David


untuk mengurus perusahaan jika


di butuhkan , dia juga memiliki


perusahaan sendiri .


Dia juga membantu mengurus


perusahaan milik ayahnya , tapi nasib


Andreas berbeda dengan David , dia


masih mempunyai keluarga yang utuh ,


jadi di Kantor nya masih ada ayahnya


yang mengurus perusahaan , Andreas


sendiri hanya membantu disana


karena nantinya perusahaan itu juga


beralih ke tangan Andreas .


Dulu ayahnya dengan ayah David


berteman karib , hingga hubungan


keluarga maupun perusahaan mereka


terjalin baik , sampai seperti layaknya


hubungan keluarga .


Bahkan banyak orang yang mengira


jika mereka mengurus perusahaan


keluarga , tapi nyatanya mereka


mereka memulai perusahaannya


sendiri- sendiri .


Dari pagi Andreas masih resah dengan


pikirannya , niatnya ingin mendengar


suara Anggi ,tapi yang di telfon malah


menolak .


Dengan berat hati , Andreas pun


menahan perasaannya , berniat


menemui kekasihnya saat jam makan


siang tiba , pekerjaan nya pun dikerjakan


nya dengan cepat , agar tak ada yang


membebani saat dia meninggalkan


Kantor .


Andreas yang serius dalam memeriksa


dokumen , tak mendengar jika pintunya


terbuka , dia tak menyadari jika ada


seseorang masuk ke dalam ruangan nya.


" Sayang ,,,,." seorang wanita memeluk


Andreas dari belakang .


Andreas kaget hingga nafasnya


terengah , melihat siapa orang yang


tanpa izin memeluknya , " Lepaskan ,


apa yang kau lakukan ?, bagaimana


kau bisa masuk kemari ?."


Wanita itu tidak menjawab , malah


menyodorkan segelas air putih yang


ada di meja kepada Andreas , karena


melihat Andreas yang terkejut akibat


ulahnya .


Andreas menolak mengakibatkan


air di dalam gelas itu tumpah , yang


lebih sialnya lagi ,, air itu tumpah tepat


mengenai celana Andreas .


" Uppssh..maaf ." dengan wajah nyengir


sambil menutup bibir, wanita itu


meminta maaf pada Andreas .


Mengambil tisu , wanita itu ingin


membantu mengeringkan tumpahan


air yang mengenai celana Andreas .


" Jangan , apa yang kau lakukan ?."


Andreas merasa risih karena yang


terkena air tepat di daerah sensitif nya


yang tak lain di tepi resletingnya .


" Tidak apa Dre , itu kesalahan ku


biarkan aku membantu mengeringkan


nya , itu saja ." dengan wajah penuh rasa


bersalah .


" Tidak sudah cukup ." memegang


tubuh seorang wanita yang sudah


menunduk hendak meniup nya .


Ceklekkk.....


Pintu terbuka muncul Anggi disana ,


dengan wajah syok Anggi melihat


adegan Andreas yang terduduk dengan


seorang wanita yang sedang


mengarahkan kepala ke area khusus


milik nya .


" Oh no.....hemmm..." geram Anggi


di dalam hati .


Dengan melangkah cepat Anggi


menuju tempat Andreas dan


wanita itu terlihat berada ,


" Hey ,,, apa yang kalian lakukan ."


menjambak rambut sang wanita .


" Dasar kau wanita jal*ng , enyah dari


lelaki ku ." mendorong dengan sekuat


tenaga hingga wanita itu tersungkur.


Wanita itu terlihat kaget dengan respon


yang Anggi tunjukkan , merasa kecewa


tidak seperti yang dia harapkan,


tadinya dia pikir Anggi pasti kecewa dan


pergi , ini malah sebaliknya .


" Apa ? ,, ha .. , masih kurang ? pergi


sana , jangan kau ulangi lagi merayu


lelakiku ." teriak Anggi dengan


mengangkat sebuah buku tebal yang


sengaja di gulung .


Dengan cepat wanita itu pergi , tanpa


mengucapkan satu kata pun untuk


membalas .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Gimana lanjut ?????


Next....