
ππππππππππ
Hari ini Anggi malas melakukan setiap
hal , dari pagi hingga siang dia hanya
berduduk di atas ranjang tempat tidurnya,
berbaring berguling guling sampai dia
merasa bosan dengan setiap kegiatannya.
Matanya yang kantuk hilang sekejap
setelah dirinya mendapat surat misterius
yang berisikan foto tentang Andreas
dengan seorang wanita .
Hal itu sekerjap membuat mood Anggi
berubah total , dia menimbang keinginan
di dalam hatinya , ingin melabrak dan
sekaligus mempertanyakan hal itu
langsung pada kekasihnya tapi dia
masih enggan untuk menemui nya .
" Bisa - bisanya dia membodohi ku ,
belum tahu kalau aku sudah kesal ,
rupanya aku harus memberinya
pelajaran , eh tunggu ... siapa wanita
itu , apa dia selingkuhan Andreas ?."
Anggi mondar mandir di dalam kamar.
Tok...tok..tok..
Bersamaan suara ketukan , panggilan
pembantu di rumah nenek menyuruh
Anggi makan .
" Embak Anggi ,,, makan embak !, dari
pagi embak Anggi belum makan , tadi
nenek berpesan pada saya untuk
menyuruh embak Anggi makan ."
Anggi berhenti dengan sorot matanya
menatap pintu ," iya mbok sebentar lagi
aku akan makan ." teriak Anggi masih
di dalam kamar .
Mendengar jawaban yang menegaskan
tanpa menunggu , pembantu itu pergi
untuk mengerjakan pekerjaan nya yang
belum selesai .
Anggi tersadar jika dia belum sarapan ,
cacing di perutnya mulai meraung -raung
ingin segera di beri asupan , di liriknya
sebuah jam berbentuk hello Kitty
yang menempel di dinding sudah
menunjukkan pukul sebelas siang ,
" What ..." Anggi melotot karena kaget ,
" Cepat sekali jam itu berputar , apa tidak
bisa menungguku sarapan dulu , bisa -
bisanya kau meninggalkanku , hah ?."
Anggi mengolok sebuah jam dinding
seperti layaknya orang tak waras .
Dengan kesal di raihnya sebuah handuk
dan dengan cepat dia bersiap untuk
mandi .
Braakkkk.... Anggi membanting pintu .
Rasa lapar yang mengoyak di perut
membuatnya mandi dengan cepat ,
" Iya ,,, iya sebentar lagi aku beri makan ,
kalian bertahanlah dulu ." berbicara
dengan mengelus perutnya .
Tak berapa lama , Anggi keluar dari
kamar mandi , dengan menggosok
rambut basahnya Anggi berjalan
kearah meja riasnya .
Dia hanya memoles wajahnya dengan
sedikit make up agar tidak terlihat
polos , dia berencana ke Toko setelah
selesai makan siangnya .
Drettttt....dretttttt....dretttttt.....
Suara getar di ponsel Anggi , dengan
cepat Anggi segera berdiri untuk
mencari letak ponselnya ,
" Siapa lagi ini ." melihat layar ponsel .
Anggi malas untuk mengangkat
panggilan telponnya , karena tidak
adanya nama siapa yang memanggil
maka di taruhnya kembali ponsel itu
di tepi tempat tidurnya .
" Alah , mungkin orang iseng ."
Anggi hendak keluar dari kamar , tapi
panggilan di ponselnya bergetar kembali ,
dia tak tega untuk meninggalkan nya
dan dengan berat hati Anggi membawa
ponsel itu menuju meja makan .
Panggilan itu berulang hingga lebih dari
tiga kali . Sebuah rasa penasaran yang
memenuhi pikiran , dengan keputusan
akhir Anggi menerima panggilan itu .
Menaruh tepat di depan telinga tanpa
membuka mulutnya , menunggu
sahutan siapa gerangan orang yang
menelfon nya dengan tanpa nama .
" Hallo , apa benar ini nomer Anggi
kekasih Andreas ?."
Suara seorang wanita terdengar
di sebrang sana sedang menyebutkan
nama Andreas yang membuat Anggi
seketika bergetar .
Menghentikan makannya , Anggi
menjawab telepon ," ya anda siapa ?."
dengan nada sinisnya .
Memusatkan perhatian Anggi dengan
seksama mendengarkan .
" Jika kau ingin melihat kelakuan asli
kekasih mu datanglah ke Kantor Andreas
saat jam makan siang ."
Semakin penasaran , amarah Anggi
memuncak ," hey jawab , anda ini siapa ?."
teriak Anggi semakin geram .
Memandang layar ponselnya yang mati ,
Anggi tak mampu mencerna apa maksud
dari wanita yang tadi menelfon nya .
" Apa apaan ini , dia yang menelfon ku
dan dia juga yang mematikannya , tanpa
memberi penjelasan pula ."
Anggi melanjutkan memakan
makanannya , dengan pelan sambil
memikirkan apa yang di bicarakan
wanita yang menelfon nya tadi .
" Apa wanita tadi adalah...."
Segera berdiri dan bergegas masuk
ke dalam kamar , berganti pakaian
dia keluar .
πππ
Setelah perubahan sikap Anggi yang
berbeda dengan biasanya , Andreas
merasa gusar , ingin meminta
penjelasan tapi sengaja di tunda ,
membiarkan agar kekasihnya itu
tenang terlebih dahulu .
Andreas tahu bagaimana sifat Anggi ,
meskipun di tanya sampai memohon
pun jika dia masih belum tenang ,
jangan berharap untuk membuka
mulut , untuk bertemu saja sulit .
Kini Andreas duduk di sebuah ruangan
tempat kursi sang Direktur berada ,
Andreas di samping membantu David
untuk mengurus perusahaan jika
di butuhkan , dia juga memiliki
perusahaan sendiri .
Dia juga membantu mengurus
perusahaan milik ayahnya , tapi nasib
Andreas berbeda dengan David , dia
masih mempunyai keluarga yang utuh ,
jadi di Kantor nya masih ada ayahnya
yang mengurus perusahaan , Andreas
sendiri hanya membantu disana
karena nantinya perusahaan itu juga
beralih ke tangan Andreas .
Dulu ayahnya dengan ayah David
berteman karib , hingga hubungan
keluarga maupun perusahaan mereka
terjalin baik , sampai seperti layaknya
hubungan keluarga .
Bahkan banyak orang yang mengira
jika mereka mengurus perusahaan
keluarga , tapi nyatanya mereka
mereka memulai perusahaannya
sendiri- sendiri .
Dari pagi Andreas masih resah dengan
pikirannya , niatnya ingin mendengar
suara Anggi ,tapi yang di telfon malah
menolak .
Dengan berat hati , Andreas pun
menahan perasaannya , berniat
menemui kekasihnya saat jam makan
siang tiba , pekerjaan nya pun dikerjakan
nya dengan cepat , agar tak ada yang
membebani saat dia meninggalkan
Kantor .
Andreas yang serius dalam memeriksa
dokumen , tak mendengar jika pintunya
terbuka , dia tak menyadari jika ada
seseorang masuk ke dalam ruangan nya.
" Sayang ,,,,." seorang wanita memeluk
Andreas dari belakang .
Andreas kaget hingga nafasnya
terengah , melihat siapa orang yang
tanpa izin memeluknya , " Lepaskan ,
apa yang kau lakukan ?, bagaimana
kau bisa masuk kemari ?."
Wanita itu tidak menjawab , malah
menyodorkan segelas air putih yang
ada di meja kepada Andreas , karena
melihat Andreas yang terkejut akibat
ulahnya .
Andreas menolak mengakibatkan
air di dalam gelas itu tumpah , yang
lebih sialnya lagi ,, air itu tumpah tepat
mengenai celana Andreas .
" Uppssh..maaf ." dengan wajah nyengir
sambil menutup bibir, wanita itu
meminta maaf pada Andreas .
Mengambil tisu , wanita itu ingin
membantu mengeringkan tumpahan
air yang mengenai celana Andreas .
" Jangan , apa yang kau lakukan ?."
Andreas merasa risih karena yang
terkena air tepat di daerah sensitif nya
yang tak lain di tepi resletingnya .
" Tidak apa Dre , itu kesalahan ku
biarkan aku membantu mengeringkan
nya , itu saja ." dengan wajah penuh rasa
bersalah .
" Tidak sudah cukup ." memegang
tubuh seorang wanita yang sudah
menunduk hendak meniup nya .
Ceklekkk.....
Pintu terbuka muncul Anggi disana ,
dengan wajah syok Anggi melihat
adegan Andreas yang terduduk dengan
seorang wanita yang sedang
mengarahkan kepala ke area khusus
milik nya .
" Oh no.....hemmm..." geram Anggi
di dalam hati .
Dengan melangkah cepat Anggi
menuju tempat Andreas dan
wanita itu terlihat berada ,
" Hey ,,, apa yang kalian lakukan ."
menjambak rambut sang wanita .
" Dasar kau wanita jal*ng , enyah dari
lelaki ku ." mendorong dengan sekuat
tenaga hingga wanita itu tersungkur.
Wanita itu terlihat kaget dengan respon
yang Anggi tunjukkan , merasa kecewa
tidak seperti yang dia harapkan,
tadinya dia pikir Anggi pasti kecewa dan
pergi , ini malah sebaliknya .
" Apa ? ,, ha .. , masih kurang ? pergi
sana , jangan kau ulangi lagi merayu
lelakiku ." teriak Anggi dengan
mengangkat sebuah buku tebal yang
sengaja di gulung .
Dengan cepat wanita itu pergi , tanpa
mengucapkan satu kata pun untuk
membalas .
πππππππππ
Gimana lanjut ?????
Next....