Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Aduh perutku ..


Kebosanan mendera di saat rasa


penasaran Joy menunggu temannya ini


untuk mengingat tentang keberadaan


sebuah amplop yang akan di tunjukkan padanya .


Membuang rasa itu Joy mengingat sesuatu


bahwa di saat kedatangannya tadi dia


mendengar perbincangan Nenek dan


karyawan nya jika hari ini pesanan


rangkaian bunga harus siap semuanya .


Sebuah bayangan Joy muncul diatas kepala saat dirinya dulu bekerja di sini , keinginan untuk menghias bunganya pun bangkit .


Bosan menunggu Joy mengajak temannya


ini untuk masuk kedalam Toko , " sudah


Nggi , nanti saja kalau fotonya dah


ketemu baru kau tunjukkan padaku , yuk


kita kedalam saja aku sudah lama tak menyentuh bunga , apa masih bagus ya rangkaian ku ."


Joy berdiri melepas celmek yang


dipakainya untuk menghalangi air


menyiprat ke bajunya di saat tadi dia


menyiram bunga .


Merasa tak sabar untuk memenuhi


hasrat nya yang sudah lama tak menyentuh bunga bunga untuk di jadikan nya rangkaian buket yang indah , Joy masuk kedalam Toko sendiri .


Meninggalkan seorang Anggi yang masih


asik dengan pikirannya , mengupas rasa


penasaran dimana dia menaruh amplop


yang berisikan foto wanita simpanan Andreas .


" Dimana ya ,, mmm,,, aku menaruhnya ."


menutup rapat-rapat mulutnya .


" Ya sudahlah , nanti juga ketemu


sendiri ." menyusul Joy masuk kedalam Toko .


Disana duduklah Mery yang dengan


tangan tangkasnya menghias tumpukan


bunga mawar menjadi ratusan bunga


yang telah terbungkus plastik yang siap


di kirim ke tuannya .


" Wah,,, sudah hampir selesai ini ,


beruntung nya aku yang datang terlambat , upss,, ." Anggi menutup mulut seraya ingin menggoda Mery .


Mery yang mendengar ujaran dari orang


yang baru masuk itu pun merasa tak


terima , dia melempar lirikan yang siap


menerkam , layaknya harimau yang


kelaparan .


" Astaga Mery , bola matamu hampir


copot , sebentar aku ambil wadah agar


tidak jatuh ." Anggi meringis , ejekannya


rupanya berhasil .


Joy yang asik memberi pita di tangkai


bunga pun ikut mendaratkan tatapan nya


pada seorang Mery ,


Tapi tidak ikut menimpali , karena dia


tahu jika mereka berdua cuma bercanda .


Anggi ikut duduk diatas sebuah tikar


yang siap untuk melakukan tugasnya ,


dia tak puas dengan respon yang Mery


berikan , Anggi ingin mengupas semua


hal yang berhubungan dengan gadis


remaja ini .


" Joy kau tahu tidak Mery itu ada


hubungan dengan sepupumu ? ." Anggi


berkata dengan mata melirik Mery serta senyum yang mengejek .


" Ya ," respon biasa yang Joy berikan .


Dia menjawab dengan tidak menoleh


pada yang mengajak nya bicara , dia


terlalu fokus dengan setangkai bunga di


tangannya .


Anggi terkejut dengan respon yang


temannya berikan , berniat memberi


kejutan malah dirinya sendiri yang jadi


terkejut .


" Apa kau tidak kaget Joy ?." Joy


menggeleng ," tidak , malah aku tadi


melihat mereka berciuman secara


langsung di Kolam ." jawab Joy enteng .


Anggi melongo , merasa tak percaya


karena yang dia tahu Mery sangat takut


jika kakaknya itu tahu bila dia dekat


dengan pria .


" Astaga Mery sekarang kau sudah


semakin berani ya , aku salut padamu ."


memukul bahu Mery .


" Aww, sakit kak , mana ada aku seperti itu


kak Joy yang salah faham , tadi itu aku


cuma tercebur ke kolam kok ." sambil


menggosok bahunya yang sakit Mery


membela diri .


" Yang kebetulan berbarengan dengan


kak Roy , karena dia yang memelukku dari


belakang dan kami tercebur bersama ."


" Salah faham dari mana sih , la aku lihat


sendiri kau juga menikmatinya ."


Percekcokan saling membantah pun


terjadi , Joy yang sudah mulai emosi


dan Mery yang semakin bersikukuh


dengan pembelaan diri nya .


" Buahahhahh..." Anggi tertawa puas ,


melihat perdebatan antara dua kakak


beradik ini .


" Mengapa jadi bahas masalah aku sih ,


ini gegara kak Anggi yang sengaja


tu kan dia tertawa senang , huh ngeselin ."


gerutu Mery di dalam hati .


" Bukan seperti itu kak , ini sudah keluar


dari jalur , kenyataan aku tidak seperti yang


kalian pikirkan , titik ."


Mery berusaha meluruskan jalan pikir


Joy dan Anggi , sebisa mungkin dia


membela diri , karena sesungguhnya


kejadiannya bukan seperti yang mereka


lihat .


" Sudah jangan berdebat , nikahkan saja


mereka berdua Joy , saat di Surabaya


mereka sudah berani sekamar berdua .'


Joy menaruh bunga yang ada di tangannya ,


menggeser posisi duduknya hingga


menghadap tepat di depan Mery .


" Apa itu benar Mer ?." tanya Joy dengan


ketus .


Sebuah tatapan yang siap menghunus


keluar dari mata indah Joy , kalimat Anggi


membuatnya bagai terkena sebuah


hantaman , langsung menorehkan luka


tatkala sebuah rasa kecewa .


Joy sangat menyayangi Mery , dia tak


mau hal yang di alaminya kini menimpa


pada adiknya , sebuah keadaan yang


membuat nya hamil sebelum menikah , walaupun Mery bukan adik kandung yang sebenarnya .


Joy sangat mengharuskan Mery untuk


menjaga diri , bukan tidak memperbolehkan


Mery untuk menjalin hubungan dengan


setiap pria , hanya saja Joy ingin menjaga


kehormatan Mery sampai dia menikah .


Rasa kecewa yang mendalam , membuat


hati Joy terguncang , denyutan kencang


terasa penuh di perutnya .


" Tidak kak , kak Anggi cuma asal bicara ,


kami di dalam kamar tidak melakukan


apa - apa , ku mohon kakak percaya


padaku ." menangkupkan kedua tangannya .


Joy menggigit bibir bawahnya , menahan


rasa sakit di perutnya yang semakin


mengkoyak .


" Asal bicara dari mana , kau saja keluar


kamar dengan baju yang berantakan dan


aku juga lihat bibirmu monyong penuh


dengan ,,."


" Cukup ." teriak Joy yang sudah tak bisa


menahan rasa sakitnya .


Ketiganya kaget , Julia yang sedari tadi


cuma diam segera berdiri , dengan kecepatannya dia merangkul Joy dari belakang .


Keringat bercucuran keluar dari kening


putih wanita hamil ini , dia sudah tak


mampu bicara lagi , kesadarannya kini


sudah berkurang .


" Joy ,"


" Kakak ."


Sahut Mery dan Anggi bersamaan , " kita


harus cepat membawa Joy ke Rumah Sakit


pasti dia mau melahirkan ."


Pernyataan Julia membuat Mery dan


Anggi semakin ketakutan , Nenek masuk


mendengar kegaduhan .


" Ada apa ini ."


Nenek Melati yang baru datang pun


merasa ikut terkejut , terlihat Joy yang


sudah tak sadarkan diri dengan mata yang terpejamkan serta ada darah bercampur dengan air ketuban keluar mengenai


rok nya .


" Astaga apa yang terjadi , kenapa Joy


bisa seperti ini , Anggi kau hubungi


Rumah sakit secepatnya dan kau Mery


telfon suaminya ."


Kebingungan dan rasa takut memenuhi


pikiran Melati , tadi dia menyanggupi saat


temannya titip untuk menjaga cucu


menantunya , tapi kalau sudah begini bisa berbuat apa .


Anggi berhasil menghubungi Rumah


Sakit terdekat , tinggal menunggu


ambulans datang . Mery masih mondar


mandir karena telfonnya belum juga tersambung .


Lima belas menit sudah berlalu , suara


ambulance pun terdengar , " syukurlah ."


kecemasan sedikit terobati , bantuan


sudah datang .


Tiga orang perawat datang menghampiri , mengangkat tubuh lemas Joy yang


sudah tak berdaya untuk dipindahkan


ke atas kereta dorong .


Dengan penuh hati - hati membawa


Joy ke mobil ambulans , Nenek Melati


ikut menemani Joy di dalam ambulans ,


pintu mobil tertutup dan segera


meninggalkan area Toko .


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


jejaknya mana ,, di lanjutin gak nih ..


buat yang sudah mensuport novel


ini q ucapkan banyak terima kasih,


salam cinta dari author ๐Ÿ˜˜


Next ๐Ÿ€