Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Pelakor ?


Keesokan harinya..


David bangun dari tidurnya, setelah membersihkan diri dan bersiap ,


dia keluar dari kamarnya dan turun


kelantai bawah , berjalan menuju meja makan untuk sarapan dengan Oma .


" Kau akan pergi ke Kantor, sepagi ini ?."


tanya Oma saat David baru duduk di kursi meja makan.


David mengambil sepotong roti kemudian


mengoleskan selai kacang diatasnya.


"Tidak Oma , aku akan mencari Joy ." bola mata David melihat kearah seorang


pembantu yang mengantarkan segelas


susu masuk kedalam kamar tamu.


David mulai curiga, dia segera berdiri


dan berjalan menghampiri kamar yang


di masuki oleh pembantu tadi .


" David kau mau kemana ?, selesaikan


sarapanmu ." ucap Oma melihat David


meninggalkan meja makan.


Di depan pintu kamar tamu, David berdiri kemudian membuka pintu , " Joy ,,." teriak


David seraya mendapati istrinya di dalam sana.


Joy sempat menoleh pada David , lalu


kembali berpaling memandang arah


taman.


David menghampiri istrinya yang sedang duduk di kursi yang berada di balkon


kamar tamu ,"Joy , apa kau dari tadi malam


di sini?." duduk di sebelah istrinya .


Joy masih diam tidak menjawab


pertanyaan dari suaminya , dia meminum


segelas susu hamil yang di berikan oleh


pembantu tadi , kemudian meletakkan


kembali gelas kosong keatas meja.


Joy berdiri dari duduknya , setelah


melihat kearah luar , ingin tahu siapa


yang pagi ini datang ke rumah Oma .


"David, kau diam disini saja jangan keluar!." perintah Joy pada suaminya, kemudian


dia berjalan keluar.


David yang tidak mengerti , hanya bisa


menurut, tak mau jika nanti Joy bertambah marah padanya.


Joy melangkahkan kakinya ke ruang tamu,


menyambut siapa yang datang .


Prok,,prok,,prok,,,


Joy bertepuk tangan pelan ," rupanya kau


sudah berani datang kemari hah...?, tak


sabar untuk menjadi nyonya rumah disini."


orang itu hanya diam , tetap berdiri karena


tidak ada yang mempersilahkan duduk


padanya.


Oma yang mendengar keributan , segera keluar ke ruang tamu. Melihat siapa yang


sepagi ini bertamu kerumahnya .


Disana berdiri seorang wanita dengan


menggandeng anak laki-laki di sebelahnya.


Oma melihat anak laki-laki itu, dari atas


sampai bawah.


*apa anak ini yang dikatakan Joy


semalam , yang katanya dia anak David,


kenapa tidak ada kemiripan sama sekali.*


" Ajak anak itu ke Taman ." perintah Oma


pada salah satu pembantu.


"Baik, nyonya besar." seorang pembantu


mengajak keluar anak laki-laki itu, seperti


apa yang diperintahkan Oma .


Joy melihat kedatangan Oma , yang mendekatinya ." silahkan duduk." Oma mempersilahkan duduk pada wanita itu.


Melihat Joy yang masih tetap berdiri ,


dengan penuh kelembutan Oma


menyentuh pergelangan tangan Joy,


" Joy kau juga duduklah !, tidak baik


membiarkan tamu tetap berdiri , kita bicarakan baik-baik."Joy duduk dengan


cemberut .


" Jadi kau yang bernama Sofia?, semalam


Joy sudah menceritakan semuanya


padaku , sekarang katakan padaku apa


mau mu ." ternyata yang bertamu adalah Sofia , cinta pertama David .


Oma menoleh pada sorot mata Joy , kemudian menggelengkan kepalanya


sedikit , seakan mengatakan tenangkan dirimu biarkan Oma yang mengurusnya.


Joy pun mengangguk pelan.


" Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk


merusak rumah tangga David , Oma,,


sudah lama aku menyembunyikan anak


itu dari David , tapi sekarang dia selalu


mempertanyakan sosok Daddy nya ,


karena itulah aku memutuskan untuk


mempertemukannya dengan David."


Sofia menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.


" Jadi sekarang kau mau menyerahkan


anak itu pada David atau kau yang ingin


kembali pada David , katakan dengan jelas."


Joy diam masih setia mendengarkan ,


tapi di dalam lubuk hatinya yang paling


dalam tersimpan keinginan untuk


menjambak rambut panjang wanita yang


ada di depannya.


" Maaf Oma , aku tidak bisa menyerahkan


anakku pada David, aku tidak bisa


berpisah dengannya." Sofia mulai


menangis .


" Aku tidak tahu, bila David sudah menikah


dia memandang Oma dan Joy bergantian.


" Maafkan aku jika ucapan ku ini menyakiti


hatimu, tapi jujur aku katakan padamu


dari dulu sampai sekarang perasaanku


tak berubah , aku masih sangat mencintai David ." berbicara dengan sorot matanya


mengarah pada Joy.


" Dan jika ada kesempatan , aku akan


kembali padanya , aku yakin pasti David


juga masih menyimpan secuil rasa


cintanya padaku , karena dulu kami


saling mencintai ."


Di dalam kamar David mendengar


semuanya , dia merasa emosi dan segera


keluar dari kamar.


"Itu dulu Sofia , tapi tidak untuk sekarang." teriak David saat berjalan mendekati


ketiga wanita yang berada di ruang tamu . Mereka pun menoleh bersama .


" Sekarang aku sudah tidak mencintaimu


lagi , hanya joy yang ada di hatiku."


memeluk istrinya dari samping.


Sofia menggeleng tak percaya dengan


apa yang di dengarnya ," tidak mungkin ,


kau berbohong padaku kan David ? kau


takut dengan istrimu kan?." menangis


tangannya memukul dada bidang David.


" Itu kenyataan Sofia , untuk anakmu


aku akan melakukan tes DNA dengan nya,


memastikan jika dia benar anakku atau


bukan ." Sofia marah , tangannya


mendorong David .


" Kau g*** David , aku tidak pernah


sekalipun berhubungan dengan pria lain selain dirimu , memangnya aku ini wanita


murahan ." pergi meninggalkan rumah Oma.


David tersenyum melihat kepergian Sofia ,


kemudian berkata pada istrinya," kau


senang kan sayang?, sekarang kau sudah


memaafkan aku kan?." memandang wajah


istrinya dan melukis senyum semanis


mungkin di bibirnya.


"Belum ." ucap Joy singkat , melepaskan


tangan David dari pundaknya.


Meninggalkan David diruang tamu


bersama Oma , kemudian melangkahkan


kakinya untuk berjalan menuju meja makan.


David akan mengejar tapi di halangi oleh


ucapan Oma ,"David jujurlah pada Oma ,


apakah kau pernah tidur dengan wanita itu?."


" Aku tidak tahu Oma , disana tidak hanya


aku , ada banyak teman-teman ku .Kami


tidur di villa bersama ." David menjelaskan.


" jika terbukti anak itu adalah anakmu


bagaimana? , apa kau akan menikahi nya?."


"Tidak Oma , aku tidak mau membuat Joy


lebih terluka lagi .' melihat keluar rumah .


" Selamat pagi Oma,,," sapa Roy yang baru


masuk ke dalam rumah Oma .


" Hai David , dimana Joy ?."mendekati .


" Joy di meja makan , Roy ada yang ingin


aku perintahkan pada mu." mengajak Roy


ke ruang kerjanya.


"Hai Joy , apa tidurmu nyenyak ?," Joy


melihat sekilas kearah orang yang mengajaknya bicara.


" Makanlah yang banyak agar keponakanku kuat dan cepat tumbuh besar , agar bisa


menjewer telinga Daddy-nya bila dia


berbuat nakal ." Joy membentuk jarinya


menyerupai huruf O , yang artinya baiklah.


**


Di ruang kerja ..


" Roy kau sudah tahu kan tentang


masalahku kemarin ?." Roy mengangguk.


"Jadi aku butuh bantuanmu, tolong kau


urus tentang rencana tes DNA antara aku


dan anaknya Sofia , untuk membuktikan


anak itu anakku atau buka."


" Baiklah , jika itu mau mu ,, aku akan


melaksanakannya , sekarang bagaimana


keadaan Joy ?."


" Dia masih ngambek padaku , semalam


saja dia tidur di kamar tamu.," Roy


menahan tawa nya .


" Sepertinya kau senang , bila aku


menderita ." matanya menatap Roy yang masih tertawa .


" Kau memang pantas mendapatkan Nya."


menepuk pundak David.


" Kalau kau sudah selesai , aku akan


sarapan dulu dengan keponakanku." ucap


Roy keluar dari ruang kerja David.


_


_


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Udah capek" begadang , mana


dukungannya 😊😊😊😊😘


jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊🀩


Next πŸ€