
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Malam ini David berada didalam kamar
tamu di rumah Roy , sedang gelisah ingin rasanya dia bertemu dengan Joy ,
walaupun hanya sekedar memandang
wajahnya.
DAvid membuka pintu jendela , alangkah senangnya saat manik matanya
menangkap pemandangan sosok wanita yang sangat ia rindukan , sedang duduk sendirian di kursi taman di depan
rumahnya.
David segera keluar dari rumah Roy , kemudian dengan sembunyi-sembunyi masuk ke halaman rumah Joy.
David mendekati Joy dan langsung
menutup matanya , perlakuan David
membuat Joy kaget dan joy spontan
berteriak kepada David, dan ingin
melepaskan tangan David yang menutup matanya.
Joy terkejut mendapati orang yang sempat membuatnya kaget tadi adalah David , Joy segera ingin cepat pergi meninggalkannya . Tapi David dengan cepat bisa mencegahnya.
Sempat ada percekcokan diantara
keduanya , namun akhirnya David dapat meluluhkan hati Joy dan dia bisa menjelaskan tentang kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka, dan akhirnya David bisa mencium Joy untuk meluapkan rasa rindunya saat ini.
Ciuman mereka terganggu oleh suara panggilan dari ibunya Joy.
" Joy,,,apa itu kau ? ayo cepat masuk ini
sudah malam ." ibu Joy berjalan mendekati mereka.
Joy yang takut ketahuan ibunya, jika dia sekarang sedang berdua di taman dengan seorang lelaki, segera menyembunyikan David di belakang kursi yang ia duduki
saat ini.
" Iya Bu, ini aku Joy , aku tak bisa tidur
jadi aku membuat segelas susu hangat
dan menikmati nya di sini, ." Joy menjawab saat ibunya berjalan mendekat.
" Baiklah, kalo sudah habis cepat masuk, udara malam tak baik untuk kesehatan kandunganmu, ibu masuk dulu ." ibu Wulan beranjak pergi.
Dan Joy pun menyusulnya masuk kedalam rumah.
David yang di tinggal sendirian di taman , akhirnya memutuskan untuk kembali
masuk ke rumah Roy , tapi langkah kakinya berhenti saat matanya melihat sebuah jendela yang terbuka dan David pun mendekatinya .
David melihat isi dalam ruangan , terdapat foto Joy diatas nakas sebelah tempat tidur serta terdengar suara seseorang di dalam kamar mandi .
David tersenyum mengangkat sedikit
ujung bibirnya, karena dia tahu kamar
siapa yang dia lihat , David memutuskan untuk segera memasuki kamar lalu dia
cepat bersembunyi dibalik lemari agar
tidak ada orang yang mengetahuinya.
Joy keluar dari kamar mandi , dia berjalan kearah pintu lalu menguncinya, selanjutnya Joy membuka lemari pakaian untuk mengambil baju tidur untuk akan
dipakainya .
Tapi niatnya di urungkan karena Joy melihat jendelanya masih terbuka , Joy segera menutupnya dan segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang tadi diambilnya.
Joy melempar BH yang dipakainya tadi
ke keranjang baju kotor , karena Joy tidak
bisa tidur jika masih memakainya. Semua gerak-gerik Joy tak lepas dari pandangan David .
David yang tak sengaja melihat Joy
berganti pakaian , hanya bisa menelan
ludah saat dirinya melihat kemolekan
tubuh Joy . Akibatnya junior David dengan refleksnya menegang,
Joy yang sudah selesai berganti pakaian segera mematikan lampu kamar dan menyisakan satu lampu kecil di atas
Joy membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menyelimuti tubuhnya.
Di atas kasur Joy berulang kali bergerak merubah posisi tidurnya , Joy masih tak
bisa tidur karena bayinya masih terus bergerak di dalam perutnya.
David yang melihat Joy gelisah , segera mendekati kasur Joy , dia ikut berbaring
di sebelah Joy , akibatnya Joy kaget karena ada orang yang tiba-tiba berbaring di dekatnya.
" David bagaimana kau bisa masuk kedalam kamarku? ." Joy berkata saat merasakan
David yang berbaring di sampingnya.
" Ussst,,,,,jangan keras-keras , aku masuk lewat jendelamu yang terbuka." David meletakkan jari telunjuknya di bibir Joy,
dan menunjuk sebuah jendela yang
di bukanya tadi .
" Kenapa kau sejak tadi gelisah , apakah
kau sedang merindukan aku ." goda David pada Joy yang mulai salah tingkah.
" Kau jangan GE-ER , aku tak bisa tidur karena dia bergerak terus ." Anggi mengelus perutnya.
Mendengar ucapan Joy , David segera pandangannya turun ke perut Joy dan hendak menyentuh nya.
" Tunggu, sejak kapan kau berada di
kamarku? ." Joy menyadari , jika dari tadi
David sudah berada didalam kamarnya maka tidak menutup kemungkinan jika David
melihat nya berganti pakaian.
"Jangan kau bilang, kau melihatku berganti pakaian tadi?." kata Joy yang tangannya
masih memegang tangan David yang hendak menyentuh perutnya.
"Semua itu tak penting , yang terpenting sekarang adalah aku ingin menyentuh
perutmu agar bisa menenangkannya,
mungkin dia merindukan kehadiran ayahnya ." ucap David membaringkan Joy untuk membelakanginya dan mengelus perutnya.
David takjub merasakan pergerakan kecil didalam perut Joy ,dia terharu kini di dalam perut Joy telah tumbuh seorang bayi karena ulahnya, David bahagia karena sebentar
lagi dia akan menjadi seorang ayah.
Mendapat sentuhan David , bayi yang ada dikandungan Joy menjadi tenang, mungkin benar apa yang di katakan David ,jika bayinya merindukan kedatangan ayahnya.
Joy yang juga merindukan sentuhan David , hanya bisa diam dan merasakan saat David menyentuh perutnya.
David yang sejak tadi sudah bergairah,
dan di rasanya Joy tidak memberikan perlawanan saat dia menyentuh
perutnya , David pun melanjutkan gerakan tangannya keatas meraba sesuatu yang
tidak terbungkus di sana yang sudah mulai membesar mungkin karena hormon kehamilannya.
David mengecup leher belakang Joy dan berbisik."Joy aku sangat merindukanmu, aku sudah tak bisa menahannya, bolehkah aku menjenguk anakku dan menyatukan kita berdua sekarang ." Joy yang masih terbuai
akan sentuhan tangan David, tak mampu berbicara hanya bisa mengangguk ,
David yang mendapat persetujuan dari Joy , langsung menyatukan tubuh mereka, dan malam ini menjadi malam panjang
pertemuan mereka . Dan juga pertemuan
junior David yang sudah dua bulan ini menjomblo.
Setelah lama pergulatan mereka ,David pun tertidur di kamar Joy karena kelelahan
belum sempat kembali ke kamarnya.
-
-
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
ayo jejaknya mana,,,,,
like,komen n votenya y😊🥰🥰
boleh kritik dan sarannya, akan author dengarkan , Author padamu😘😘😘😘
next~~~~