
☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Visual
Nama ; Joyyana,. umur 25 tahun.
Nama ; David Alexander, Umur ; 30 tahun
***
Andreas mengendarai mobilnya menuju alamat yang di berikan oleh Joy pada
Anggi dengan kecepatan tinggi,
Anggi mengawatirkan keadaan Joy karena saat mereka berbicara di via telepon tadi suara Joy terdengar sangat lemah .
Andreas sedikit mengurangi kecepatan mobilnya saat sudah mendekati alamat
yang di tuju .
Anggi menunjuk seseorang yang tergeletak
di pinggir jalan dan menyuruh Andreas untuk menghentikan mobilnya .
Anggi melihat seseorang yang mirip
dengan Joy , kemudian dia mendekatinya.
" Dre ,,,hentikan mobilnya , di sana ,,,itu disana,,orang itu seperti Joy ? ayo kita
cepat turun ." teriak anggi menunjuk seseorang yang tergeletak di pinggir jalan .
Mereka berdua turun dari mobil menghampiri
Joy yang pingsan di tepi jalan..
" Joy,,,,bangun Joy,,," teriak anggi menggoyang tubuh Joy.
" Ku mohon Joy bangunlah jangan membuat ku takut,,,," Anggi menangis melihat Joy yang tak kunjung bangun.Tangis Anggi semakin kencang Ketika manik matanya melihat ada darah yang mengalir di kaki Joy .
Melihat Anggi yang menangis histeris, Andreas segera menggendong joy memasukkan nya kedalam mobil yang
di ikuti oleh Anggi. Selanjutnya mereka membawa Joy ke Rumah sakit.
Sampai di Rumah Sakit ,Joy di bawa
keruang UGD , agar menerima perawatan.
" Anggi tenangkan dirimu, Joy sudah mendapat penanganan yang tepat,
dia akan baik baik saja." ucap Andreas menenangkan Anggi.
" Tapi Dre,,, apa kau tidak melihat ada darah di kaki Joy tadi, aku takut jika kandungan nya kenapa- napa," ucap Anggi yg masih menangis.
" Kita do'akan saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan kandungan Joy ," kata Andreas dengan memeluk anggi.
Merasa Anggi sudah sedikit tenang ,
Andreas mengajaknya untuk duduk
di kursi tunggu.dengan jemarinya masih menggenggam tangan Anggi .
" Dre ,,,Aku kasian dengan kisah hidup Joy,
kau tahu Joy adalah seorang temanku
yang ku anggap sudah seperti saudaraku sendiri , aku mengenalnya saat kami masih
di bangku SMP, Joy di besarkan di Panti Asuhan. Dia tidak tahu, entah dia yatim
piatu atau tidak orang tuanya menaruhnya
di Panti Asuhan., hidupnya sedikit berubah saat Neneknya Mery mengangkatnya
sebagai anak, dia sempat merasakan hangatnya keluarga, tapi semua itu sirna karena keluarga Mery mengalami kecelakaan ,dan hanya Mery yang selamat.
Mungkin karena merasa berhutang Budi
atau karena hanya Mery keluarga nya sekarang dia rela merawat Mery. " Anggi menceritakan kehidupan pahit Joy
kepada Andreas.
" Ya , Mery adalah cucu ibu angkat Joy"
" Tentang kehamilan Joy,?"
" Aku tak tahu siapa ayah dari anak yang dikandung oleh Joy, dia tidak pernah menceritakannya padaku ." jawab Anggi.
" Itu terjadi saat kami berlibur ke Bali pada akhir tahun kemaren." lanjut cerita Anggi.
Percakapan mereka terhenti karena pintu ruang UGD sudah terbuka dan keluarlah seorang dokter,
" Bagaimana keadaan nya dok?" tanya
Anggi pada seorang dokter wanita yang
baru keluar dari ruang UGD.
" Maaf mana suami pasien?" tanya dokter tersebut.
" Suaminya ,,,, keluar kota dok , sekarang
dia masih dalam perjalanan , tapi saya saudaranya, kalau ada apa-apa bisa
berbicara dengan saya ." jawab Anggi bohong , karena bingung harus menjawab apa pada dokter.
" Kalau begitu anda ikut ke ruangan saya ." perintah dokter pada Anggi, selanjutnya mereka pergi keruangan dokter wanita tersebut.
" Kandungannya baik baik saja ,tapi sepertinya pasien baru mendapatkan kekerasan s*******, tolong bilang ke suaminya agar jangan terlalu kasar saat mengajaknya berhubungan , karena bisa membahayakan kandungannya." kata dokter menjelaskan.
" Apa maksud penjelasan dokter saya tidak mengerti."
" Saya akan jelaskan, pasien tadi sempat mengalami pendarahan untung saja kandungannya tidak keguguran , dan pendarahannya terjadi mungkin karena
saat berhubungan terlalu kasar , untuk
waktu dekat pasien tidak boleh
berhubungan terlebih dahulu." .kata dokter wanita itu menjelaskan lebih detail nya.
" Ba,,baik dok,,, nanti akan saya beritahukan pada suaminya ." ucap Anggi gugup karena syok dengan penjelasan dokter.
Anggi keluar dari ruangan dokter , berjalan menuju ruang UGD, dan menghampiri Andreas yang sedang duduk di kursi
tunggu.
" Andreas kau bisa pulang duluan, aku
akan tetap disini menemani Joy ." ucap
Anggi menyuruh Andreas pulang .
Sebenarnya dia ingin menanyakan kebenarannya pada Joy tentang apa yang
di katakan oleh dokter tadi.
"Aku tidak apa-apa, aku akan tetap disini bersama mu", kata Andreas yang berat meninggalkan Anggi di Rumah Sakit menunggu Joy sendirian.
" Kau pulanglah, kalau tidak aku akan
marah padamu",
"Baiklah, tapi setelah kuurus perpindahan kamar Joy ." kata Andreas yang di balas anggukan oleh Anggi.
Setelah Joy dipindahkan keruang rawat, Andreas pun bersedia pulang . sebelum dia meninggalkan Rumah Sakit dia sempat membelikan Anggi makanan ringan dan minuman untuk Anggi .
Tak berapa lama kepergian Andreas , Joy akhirnya siuman . Dilihatnya sekeliling ruangan saat dirinya baru membuka
matanya.
"Anggi ,,,, dimana aku sekarang?." suara lirih Joy terdengar bergetar.
***
**
*
##############🥀🥀🥀🥀🥀
Maaf ya kalau visual nya kurang cakep,itu artis idola aku ya😁😁😁jangan lupa votenya
jejaknya mana sayang😊😊
Next~~