
πππππππππ
Siang ini Nenek menjenguk Joy
ke Rumah Sakit dengan di temani
Oma Ratih .
Setelah mendengar kabar Joy masuk
rumah sakit Oma Ratih langsung ingin
mendatangi Joy ,ingin mengetahui
keadaan nya.
Nenek dan Oma Ratih sangat menyayangi
Joy , mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa Joy.
" Joy selanjutnya kau jangan bekerja lagi , Nenek tidak mengijinkanmu ." kata Nenek marah pada Joy.
Joy mengangguk ," baik Nek !!."
" Kau tidak boleh kelelahan Joy," Oma Ratih
mengelus rambut Joy.
" Sekarang bagaimana keadaanmu dan bayi yang ada di kandunganmu ?" Oma kawatir.
" Aku sudah baikkan , dia kuat Oma ,,,nenek,," ucap Joy mengelus perutnya.
Joy memandang Oma Ratih dalam diam ,
dia memikirkan bagaimana jika Oma Ratih
tau jika yang dikandungnya adalah cucu buyutnya . Sebenarnya dirinya masih menyimpan rasa cinta untuk David tapi dia merasa dikhianati , sehingga membuatnya sangat membenci David apalagi dengan perlakuan David kemarin yang dengan
kejam memper**** nya.
Karena faktor kehamilan atau pengaruh hormon mengakibatkan emosi Joy sekarang labil , tak bisa berfikir jernih dengan apa yang di inginkannya.
Sebenarnya dia belum di perbolehkan
pulang , tapi dia memaksa ingin pulang
tidak mau berlama lama lagi di Rumah Sakit.
Sesampainya Joy dirumah, dia segera
masuk ke dalam kamarnya , dia ingin mengemasi barang-barangnya dan ingin meninggalkan rumah Nenek tanpa berpamitan dulu padanya.
" Anggi aku ingin ke kamar dulu untuk istirahat , kau boleh kembalikan ke Toko."
kata Joy pamit ke kamar pada Anggi .
"Istirahatlah aku akan kembali ke Toko dulu, mungkin nanti aku akan pulang agak malam, apa ada sesuatu yang kau inginkan?,"
" Tidak ada" jawab Joy masuk ke dalam kamar.
Tak berapa lama Mery pulang dari sekolah.
Mery yang baru pulang terkejut melihat
Joy sudah pulang dari rumah sakit,
dengan penuh tanda tanya di hatinya saat melihat Joy mengemasi pakaiannya.
"Kak Joy mau kemana? ." dengan memberanikan diri Mery pun bertanya.
" Mery,,, sekarang aku tidak bisa bercerita padamu , aku ingin pergi secepatnya dari sini ." jawab Joy masih melanjutkan berkemas .
"Karena kakak tidak mau jika lelaki itu mengetahui keberadaan kak Joy disini ? ."
" Sekarang kau mau tetap di sini atau ikut denganku ?." tanya Joy pada Mery .
" Aku akan ikut kemana kak Joy pergi ."
jawab Mery , lalu ikut mengemasi pakaiannya.
dia hanya membawa beberapa pasang pakaian dan buku tabungan yang berisikan uang yang kumpulkannya saat masih membantu ibu Dita dulu dan uang yang
diberi Om Bram untuk Mery, dan tak lupa ia bawa kartu ATM pemberian Andreas dari hasil ia bekerja di Apartemen David
beberapa bulan ini.
Malam ini Joy makan malam bersama
hanya bertiga dengan Mery dan Nenek . Karena merasa lelah , setelah makan Joy pamit untuk istirahat di kamarnya.
Anggi belum pulang , merasa keadaan rumah cukup sepi , Joy bertekad untuk pergi diam-diam tanpa pamit pada Nenek , jika Nenek mengetahuinya pasti Nenek akan menghalanginya.
Joy mengajak Mery pergi malam ini juga , malam ini Joy dan Mery naik taksi menuju Stasiun , Joy tak tahu mau pergi kemana malam ini, yang ada di fikirannya hanyalah
dia harus cepat meninggalkan Jakarta agar bisa pergi jauh dari David.
Malam hari Anggi baru pulang ke Rumah Nenek dengan di antarkan oleh Andreas , karena sepulang dari Toko Andreas
mengajaknya jalan.
Sampai di rumah Nenek mereka berdua
berbincang dulu di depan rumah .
" Anggi,, bagaimana keadaan Joy ? katamu dia memaksa untuk pulang? ."
" Iya, katanya dia bosan di Rumah Sakit ,
Joy ingin beristirahat dirumah saja",
" Bagaimana dengan kandungannya ? sepertinya kemarin dia sempat pendarahan."
" Untung saja kandungannya baik baik saja,"
" Bagaimana rencana Joy selanjutnya ,
apakah Joy ingin berhenti atau masih ingin meneruskan bekerja di sana?." tanya
Andreas pada Anggi,
Anggi yang mendengar pertanyaan Andreas tiba -tiba hatinya menjadi marah,
" Dia akan berhenti , Joy tidak akan pernah bekerja pada lelaki ******** itu." Anggi
sadar jika dia sudah keceplosan dengan
ucapannya , dia merubah sikapnya yang
tadi agar Andreas tidak curiga padanya .
" Sudahlah cepatlah pulang sekarang ini sudah malam ." teriak Anggi menjawab pertanyaan Andreas .
Andreas yang bingung dengan sikap dan perkataan Anggi , akhirnya memutuskan untuk pulang .
Di dalam mobil Andreas masih memikirkan ucapan Anggi , siapa yang di sebut ******** oleh Anggi? apakah David? apakah Anggi mengenal David? , semua pikiran itu memenuhi otak Andreas ,dia memutuskan besok pagi dia harus mempertanyakan nya pada Anggi.
Anggi yang baru pulang , segera menuju
ke kamar Joy, dia ingin mengetahui bagaimana keadaan temannya .
Dan betapa kagetnya dia saat melihat kamar Joy kosong.di bukanya lemari Joy , terlihat baju Joy tinggal sedikit, dimeja terlihat ada sepucuk surat , pasti itu surat dariJoy batin Anggi , dia pun segera mengambilnya dan
membacanya .
Ternyata benar Joy telah pergi.
_
_
_
ππππππππ
jangan lupa like,komen n vote nya yaπππ
Next##