
Mereka membawa Joy ke Rumah Sakit
agar cepat mendapatkan perawatan ,
karena melihat Joy yang sudah pingsan.
Oma yang tidak mengerti duduk permasalahannya pun segera bertanya
pada Anggi ," Anggi kenapa Joy bisa
seperti ini ?."
" Aku tidak tahu Oma ,Joy tiba -tiba saja
histeris setelah mendapat telepon dari
Roy , yang mengabari tentang David ."
cerita Anggi dengan wajah gusarnya .
" David , apa yang terjadi dengannya ?."
tanya Oma dengan wajah kaget .
Anggi mengangkat kedua pundaknya ,
karena dia tidak tahu menahu .
Mobil yang di kendarai Andreas sampai
di Rumah Sakit , disana mereka
disambut oleh banyak perawat , untuk
membawanya ke Ruang UGD , agar
cepat mendapatkan perawatan.
Anggi yang sedang menangis ketakutan
tidak bisa duduk diam , dia berjalan
kesana kemari dengan hati yang
dipenuhi rasa gelisah .
" Anggi duduklah , Joy pasti baik-baik
saja ." Andreas mencoba menenangkan.
" Tidak Dre,, kau tidak tahu Joy tadi
menangis kesakitan , aku takut terjadi
sesuatu dengan bayinya , sebaiknya
sekarang kau telfon Roy , tanyakan apa
yang terjadi dengan David." ucap Anggi
sedikit ketus .
Tanpa disuruh untuk kedua kali , Andreas
segera menghubungi Roy . Hal yang
sama pun dilakukan oleh Oma , beliau
menghubungi orang kepercayaannya
untuk mencari tahu tentang keadaan
David .
Seorang Dokter baru keluar dari ruangan
UGD , setelah memeriksa keadaan Joy .
" Maaf siapa keluarga pasien ?."
"Saya Dok ." jawab Anggi yang dekat
dengan pintu ruangan.
Oma yang sedang berbicara dengan
seseorang pun mendekat , setelah
mendengar pertanyaan Dokter .
" Pasien sekarang sudah mulai sadar ,
saran saya untuk saat ini tolong jangan
membuat pasien terlalu emosi atau pun
memberi kabar yang bisa membebani
fikirannya ."
" Dan tadi pasien hanya kram yang
berlebihan , karena hatinya sedang
terguncang ." Anggi mengangguk masih
mendengarkan .
" Sekarang pasien sudah bisa
dipindahkan ke Ruang perawatan ,
karena sekarang dia butuh istirahat
untuk menghilangkan kram yang terjadi
diperutnya ." Dokter melanjutkan
menjelaskan.
" Lalu bayinya Dok ?." Anggi spontan
bertanya .
" Bersyukur , pasien tidak mengalami
pendarahan , yang bisa berakibat fatal
pada keduanya ."
"Tadi saya sudah menyuntikkan obat
penguat kandungan agar bayinya bisa
lahir tepat pada waktunya , karena usia kandungan pasien belum genap sembilan bulan." Anggi lega mendengar jawaban Dokter.
Dokter yang sudah selesai menjelaskan
pun pergi meninggalkan ruangan yang
bertuliskan kata UGD.
Andreas yang baru saja selesai berbicara
dengan Roy , mendekati Anggi .
" Roy sekarang akan terbang ke Inggris."
Andres mengatakan dengan suara yang lirih.
Anggi mendekatkan diri pada Andreas
tanpa mengeluarkan suara karena ingin
tahu .
" David mengalami kecelakaan , mobilnya
terbakar saat perjalanan menuju Bandara."
" Sekarang bagaimana keadaannya?."
Anggi.
" Aku belum tahu , nanti Roy akan
mengabariku ."
Pembicaraan mereka terputus , karena
seorang perawat keluar dari ruang UGD,
menyuruh salah satu keluarga pasien
untuk segera mengisi data , agar bisa
cepat memindahkan pasien ke ruang
perawatan.
" Aku pergi kesana dulu untuk mengisi
formulir data Joy , agar cepat di pindah
ke kamar pasien." Andreas mengikuti
perawat tadi.
" Andreas aku ikut denganmu , Oma
masuk temani Joy ." berjalan di belakang
Andreas.
Oma masuk keruang dimana Joy
mendapat pertama , Oma mendekati
cucu menantunya itu , kemudian duduk
di dekatnya.
" Joy tenangkan dirimu , yakinlah David
pasti baik-baik saja ." mengusap wajah
Joy yang sudah di penuhi air mata.
" Iya Oma , David sudah berjanji padaku
jika dia pasti pulang , dia akan kembali
untukku ." berusaha duduk , tapi Oma
melarangnya.
" Oma , apa Roy belum mengabari lagi?."
tanya Joy dengan wajah cemas.
Oma menggeleng.
Anggi masuk bersama dengan perawat
yang akan memindahkan Joy ke kamar
pasien.
" Roy sekarang berangkat ke Inggris
untuk menjemput David , kau tenang
saja tidak terjadi apa-apa padanya."
ucap Anggi agar Joy lebih tenang.
Joy dipindahkan oleh seorang perawat
dengan Anggi yang mengikuti di
***
Akhirnya sampai juga Roy di sebuah
Rumah Sakit tempat David di rawat.
Kemarin Roy di hubungi oleh orang
kepercayaan David yang berada
di Inggris , memberi kabar jika CEO
mereka mengalami kecelakaan , saat
berangkat ke Bandara.
Beruntung David bisa diselamatkan
sebelum mobilnya terbakar , karena
orang yang bertabrakan dengannya
ikut hangus terbakar bersama mobil
dengan yang yang ditumpangi nya.
Tapi David kini masih belum sadarkan
diri , setelah Dokter mengoperasinya .
Roy masuk kedalam ruangan Dokter
yang menangani David.
Kedatangan Roy ke sana untuk meminta
izin pada dokter untuk memindahkan perawatan David ke Indonesia , tapi
dokter menolak . Dokter memperbolehkan
Roy membawa David , bila keadaan nya
sudah cukup baik , tidak kritis seperti
saat ini.
***
Seminggu kemudian...
Joy sekarang berada di Rumah Oma,
karena tiga hari yang lalu dia sudah
diperbolehkan pulang .
Kini dia sedang menanti kedatangan
suaminya , yang kata Roy hari ini Dokter
sudah mengijinkan David di bawa pulang
karena kondisinya sudah mulai membaik.
" Oma , jam berapa David datang ?." Joy
gelisah keluar masuk Rumah Oma.
" Duduklah di sini Joy , mungkin mereka
masih di Bandara." menunjuk sebuah
kursi di sampingnya.
Tidak lama kemudian , sebuah mobil memasuki gerbang rumah , Joy berjalan keluar rumah , melihat siapa yang datang.
Seorang pria berbadan tinggi dan tampan
turun dari mobil , melangkahkan kakinya
menuju Rumah Oma , dengan Roy berjalan
di belakangnya.
Joy menatap haru dengan kedatangan
pria yang sangat dicintainya dan dia
sudah menantikan kedatangannya belakangan ini.
" David ." Joy berhambur memeluk
suaminya , tapi yang dipeluk tidak membalas.
" Maaf nona aku tidak mengenalmu ."
ucap David , mendengar itu Joy cepat
melepaskan pelukannya.
Joy menatap David dengan
keterkejutannya , mencari apa maksud
dari kata yang diucapkan oleh suaminya .
" David , apa kau sedang bercanda ?,
aku Joy , istrimu ." tatapan Joy beralih
pada Roy untuk meminta penjelasan ,
tapi dia hanya menunduk.
" Istri ?." David bingung , memandang Roy
dan Oma secara bergantian.
Manik mata Joy mulai berkaca-kaca,
" Roy ajak David masuk kedalam ." perintah
Oma , kemudian mendekati Joy ,
" Joy , Oma minta maaf , Oma tak sanggup mengatakannya padamu , jika David sekarang sedang kehilangan ingatannya ,
tapi Oma tidak tahu ingatan yang mana
yang hilang . " Oma kaget .
" Karena Dokter mengatakan ingatan
yang hilang hanya sebagian ." memeluk
Joy , agar bersabar.
Joy lalu menyadari , ternyata ingatan
David yang hilang adalah ingatan
tentang bersamanya.
Dengan memantapkan hatinya Joy
segera mendatangi David dikamarnya .
Joy masuk ke kamarnya tanpa bicara,
melihat David yang sedang berdiri di
depan jendela kamarnya , kemudian
Joy mendekatinya .
" Meskipun sekarang kau tidak
mengingatku , aku berjanji akan
membuatmu mengingatku kembali ."
berdiri di depan David.
" Jika itu masih tak bisa , aku akan
mengukir lembaran baru cinta kita."
David diam mendengarkan Joy berbicara
di depannya.
Mata mereka bertemu , David menatap dengan wajah datar tanpa perasaan ,
lain dengan Joy yang menatapnya dengan
penuh cinta .
Setelah puas berbicara , Joy
mencengkeram kedua sisi kepala
David , mendekatkan pada wajahnya,
dengan cepat Joy mencium bibir lembut
David , melepas kerinduan yang selama
ini di pendamnya .
Awalnya David tak membalas ciuman
dari wanita yang mengaku sebagai
istrinya ini , tapi gejolak di dalam hatinya
seakan sangat menginginkannya.
David membalas ciuman Joy , tanpa dia sadari kedua tangannya memeluk Joy .
Ciuman itu terjadi cukup lama , sampai
kedatangan Roy yang tanpa mengetuk ,
memisahkan bibir keduanya.
" Maaf aku tak sengaja , kalian bisa
lanjutkan ." ucap Roy menutup pintunya
kembali.
David dan Joy kikuk , merasa sangat malu
karena Roy memergokinya. keduanya
menjadi salah tingkah , tak mampu
menatap satu sama lain.
_
_
jangan lupa ninggalin jejaknya ya ๐๐
kritik dan saran nya juga , yang
positif aja , biar Author nya nggak Lola
Buat yang udah like , komen n vote
author ucapin terimakasih banyaaak
sampai tumpah hati author ๐คฉ
Next