
Roy turun duluan dari mobil Rudi ,dan
dengan cepat membukakan pintu untuk
Mery , " terimakasih kasih kak." ucap
Mery saat akan keluar .
" Saya pergi dulu pak Aditya , titip salam
untuk Joy ." ucap Rudi didalam mobil,
yang memperlihatkan wajahnya.
Roy mengangguk dan Mery pun tersenyum
" Iya kak hati - hati di jalan." Mery melambaikan tangan pada Rudi , mobil
Rudi pun menjauh.
Roy dan Mery saling bertukar pandang,
" Apa yang kita pikirkan sama ?." Roy
bertanya dengan menunjuk mobil Rudi
yang sudah menghilang.
" Apa maksud kak Roy , kalau kak Rudi
suka dengan kak Joy ?." Roy mengangkat
kedua alisnya tanpa mengeluarkan suara, Mery tersenyum dan berlalu menuju pagar,
belum juga pagar terbuka .
" Maryyy." suara seseorang memanggil ,
Mery menoleh .
Seorang pria datang menghampiri Mery
tanpa bicara dan langsung memeluknya.
Roy yang geram hampir saja menarik
pria yang memeluk mesra gadis
pujaan hatinya , jika saja pria itu tidak
melepaskan diri dari pelukannya.
Mery terlihat syok , diam tak menolak
pelukan itu.
" Mery aku sangat merindukanmu , aku
pulang seminggu yang lalu , tapi saat
kucari kau di sini , kata pembantumu
kau tidak tinggal lagi disini." ucap
pria yang tadi memeluk Mery .
" Mas Bimo ." ucap Mery sedikit berteriak
saat menyadari siapa pria yang memeluknya .
Bimo tersenyum dan mengangguk, Roy
memandang dua orang yang ada
depannya secara bergantian.
" Ayo masuk ." ajak Mery .
Tanpa memperdulikan Roy , Mery
menggandeng Bimo , mengajaknya
untuk masuk kedalam rumah.
Roy merasa bertambah geram , Karena
Mery mengabaikannya malah dengan
entengnya menggandeng pria asing
dan mengajaknya masuk kedalam
rumah.
Roy berjalan mengikuti dari belakang ,
tidak mau meninggalkan mereka
hanya berdua saja.
" Oh iya aku lupa , kak Roy kenalkan
ini mas Bimo dia kakak kelas aku dulu ."
Mery memperkenalkan Bimo pada Roy
saat mereka sudah ada di ruang tamu.
Dan mereka saling bersalaman.
Mery meninggalkan mereka berdua
di ruang tamu untuk membuat kan
minum . Roy menatap tajam pada Bimo
dan begitu pula sebaliknya.
" Jadi kau sudah kenal lama dengan
Mery ?." Roy bertanya dengan nada datar.
" Iya kau sendiri ?." Bimo balik bertanya.
Roy bingung harus menjawab apa ,ingin
marah tapi dia belum mengikat Mery .
Roy menyesal kenapa tidak dari dulu
dia menjalin hubungan yang pasti dengan Mery .
" Aku ..aku juga sama dengan mu." Roy
menjawab asal.
"Hahaha." Bimo tertawa meremehkan ,
" Kau tahu siapa aku ?, aku bukan sekedar
kakak kelasnya saja , aku dan Mery dulu sudah hampir berpacaran , andai saja
aku tidak kuliah ke luar negeri,"
tegas Bimo .
" Mery tak mau menjalin hubungan ,
dia masih ingin fokus sekolah , dan
dia tak mau menjalin hubungan dengan
jarak jauh , tapi perasaan kami masih
terjaga sampai sekarang ." imbuh Bimo.
Roy kaget dengan apa yang di dengarnya,
ternyata dia kalah telak dengan Bimo ,
Roy menyadari bahwa pria yang ada
di depannya adalah saingan barunya .
Roy sempat merasa minder , karena
saingannya ini masih terlihat muda
dan sepadan dengan Mery , tapi untuk
urusan tampang masih lebih tampan
dirinya.
" Kita lihat saja siapa dari kita yang
akan memenangkan hati Mery ." ucap
Roy datar , yang tidak mau kalah.
" Kita akan bersaing secara adil , tidak
perlu dengan kekerasan , siapa yang
lebih dulu bisa menjadi kekasihnya."
imbuh Roy.
Bimo menanggapi ucapan Roy dengan
wajah jengahnya , dia sangat yakin jika
Mery masih menyimpan perasaan
untuknya.
Mery keluar dari dalam dengan membawa
nampan berisikan minuman dan cemilan,
Roy dan Bimo berdiri saat melihat Mery .
" Biar aku bantu ." ucap Roy dan Bimo
bersamaan. Mery tertegun , menghentikan
langkahnya.
Roy dan Bimo salah tingkah mereka
menggaruk rambutnya yang tidak gatal ,
untuk mengurangi rasa malunya.
" hahaha." Mery tertawa renyah , merasa
jika tingkah dua orang pria yang sudah
dekat dengannya ini seperti anak yang
berlomba memperebutkan sesuatu.
" Sudah tidak perlu di bantu , ini kan
cuma minuman aku bisa sendiri." Mery meletakkan yang di bawanya diatas
meja . Roy dan Bimo saling lempar
pandang.
Mery memberikan teh kepada Roy dan
Bimo untuk meredakan kecanggungan
diantara mereka bertiga.
" Di minum kak ." Mery duduk di kursi
yang berbeda , tidak ingin membuat
kesalahpahaman antara mereka bertiga.
Roy dan Bimo pun meminum teh
yang Mery berikan.
Mery mendengar suara mobil berhenti
di depan rumahnya , dia penasaran dan
keluar, seseorang turun dan mendekat.
" Nona apa benar ini rumah nona
Joy ?." tanya seorang kurir dengan
menyodorkan selembar kertas keterangan alamat .
" Iya benar , ada apa ya ?." Mery menjawab
dan balik bertanya.
" Saya di tugaskan untuk mengantarkan barang , karena nona Joy sudah
berbelanja di toko kami ."
Mery membaca kertas yang bertuliskan
nama dan alamat yang memang atas
nama Joyyana .
" Iya benar memang ini alamat dan nama kakak saya , " Mery mengembalikan
kertas keterangan alamat pada sang
kurir .
kurir itu pun kembali ke mobil
untuk mengambil barang dan membawanya
ke depan rumah Mery. Setelah selesai
kurir itu meminta tanda tangan pada
Mery sebagai bukti jika barang sudah
diterima .
Merasa Mery keluar terlalu lama , Roy
memutuskan untuk mengikuti keluar
rumah .
" Ini ada apa Mery ?." tanya Roy saat
melihat banyak barang .
" Ini milik kak Joy , aku tidak tahu apa
isi di dalamnya." jawab Mery berusaha
mengangkat barang .
" Biarkan aku saja yang mengangkat ,
ini pasti kelakuan David, Joy tidak
mungkin berbelanja sebanyak ini."
alih sebuah kardus berukuran lumayan
besar yang tadi akan di angkat Mery .
" Aku bantu ." Bimo tak mau kalah
mengangkat kardus lainnya .
Roy melirik Bimo , yang ingin ikut
membantu , Bimo hanya mengangkat
sudut bibirnya , seakan mengatakan
jika persaingan mereka sudah dimulai.
Mery menggeleng kan kepalanya,
melihat tingkah dua pria yang seperti
anak kecil yangtak bosan bosannya
berebut mainan.
πππ
Setelah menyelesaikan makanannya ,
David mengajak istrinya untuk sekedar
berjalan di tepi laut . menikmati udara
panas dan angin yang sepoi-sepoi
dengan bergandengan tangan.
Joy berhenti , dia memandang hamparan
laut luas yang sangat indah menurutnya ,
dia memejamkan matanya , merasakan
hantaman udara yang mengenai tubuhnya.
" Sayang , apa kau masih ingin
jalan - jalan?." tanya David dengan
menatap wajah Joy .
Tapi Joy tidak menjawab, dia hanya
berdehem ria " hmmm." karena Joy
tidak mau di ganggu.
" sayang jika melihat laut aku teringat
saat kita ..." David tidak meneruskan
ucapan nya .
Joy membuka matanya, menoleh dengan
cepat menatap suaminya.
" Kau teringat apa David ?." ucap Joy
penasaran dan sedikit berteriak.
David tertawa jahil , dengan lembut
memeluk istrinya , bibirnya sejajar
dengan letak telinga Joy .
" Aku teringat saat kita di dalam mobil ."
bisik David , dan menggigit kecil
telinga Joy sebelum dia melepaskan
pelukannya .
" Kau jangan mulai David , aku tidak
mengerti dengan apa yang kau bicarakan."
Joy mulai salah tingkah , menutupi
rasa malunya .
David sangat suka jika melihat Joy
yang tersipu malu , dia malah lebih
bersemangat untuk menggoda istrinya.
" Apa perlu aku yang ingatkan sayang."
Mendengar ucapan David Joy bertambah
rasa malunya , " tidak usah ." Joy berlalu
pergi , David pun ikut di belakangnya.
Joy duduk di sebuah kursi di bawah
pohon kelapa dan David duduk
di sampingnya.
" Jujur sayang saat di mobil aku sangat
bahagia , karena aku melakukannya
dalam keadaan sadar ." joy mencubit
perut David.
" Cukup , aku tidak mau dengar." Joy
memanyunkan bibirnya.
" Sayang aku minta maaf .."
Karena David tidak melanjutkan
perkataan nya Joy pun penasaran.
" Maaf kenapa ?."
" Maaf karena aku melakukannya lagi
saat kita di apartemen."
" David cukup !." teriak Joy , yang
syok dengan permintaan maaf yang
konyol dari suaminya.
David tertawa lepas karena merasa
geli bercampur sakit saat perutnya
berulang kali kena cubitan dari jari
mungil istrinya.
" Baiklah , aku tidak mengatakan nya
lagi , tapi sayang..." David kembali tidak
melanjutkan ucapannya.
" Huh , tapi apalagi ? ." tanya Joy
menahan rasa kesalnya.
" Tapi kita sangat menikmati dimana
saat kita bertemu yang sudah beberapa
bulan terpisah . " Joy menoleh , dia
merasa bingung , kapan dia berpisah
dengan David.
" Saat aku masuk ke kamarmu ." bisik
David lirih , dan langsung mendapat
jambakan rambut dari tangan Joy .
Joy yang marah bercampur malu , dia
emosi dan hendak berdiri , tapi david
menghalanginya dengan menggenggam
pergelangan tangan Joy .
" Di sini dulu , ada yang ingin aku
tunjukan padamu ." Joy kembali duduk.
David merogoh sakunya , dia mengambil
kotak kecil dan bersimpuh di hadapan
istrinya yang sedang duduk.
" Sayang , aku belum pernah melamarmu
secara pribadi , maukah kau menjadi
istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku,
kita akan melangkah bersama
dengan anak anak kita nanti ." David
memberikan sebuah kotak kecil yang
berisi sebuah cincin berlian , dia
menatap Joy , menunggu Jawaban
darinya.
Huh....Joy mengeluarkan nafas kasarnya.
" David kau ini lucu , kau meminta aku
menjadi istrimu ? , apa kau lupa jika
kita sudah suami istri." David kaget
dengan jawaban yang Joy berikan,
dia pun menahan tawanya.
" Dan dengarkan aku dulu , kau bertanya
padaku , maukah aku menjadi ibu dari
anakmu , apa kau tidak lihat aku
sekarang sedang mengandung anakmu,
kau baru terbentur dimana David ?."
David tertawa terbahak-bahak.
Joy menggelengkan kepalanya.
Joy menyodorkan tangannya di depan
David ," Pakaikan , kau kan sudah
melamarku , sekarang cepat sematkan
cincin itu di jariku ." Joy berbicara dengan
suara yang manja .
Tanpa menunggu lagi , David segera memakaikan cincin di jari manis istrinya ,
" Terimakasih telah menerima lamaranku ." David mengecup kening istrinya.
Saat akan turun ke bibir , Joy lebih
dulu menghalangi nya ,
" Stop !, ini di tempat umum , kau jangan
mulai lagi ." David menahan tawanya
dia mengusap raut wajahnya dengan kasar.
" David , kita kan sudah selesai drama
lamarannya , ayo kita pulang ." ajak
Joy .
" Baiklah , tapi..." ucapan David terhenti
karena Joy mengecup bibirnya sekilas ,
berdiri kemudian meninggalkan David.
David merasa hatinya berbunga-bunga,
dia berlari mengejar Joy yang sudah
mulai jauh meninggalkannya , dia merasa
sudah jika Joy sudah memaafkan nya .
**"Aku berjanji , ini akan menjadi
kemarahan mu yang terakhir padaku
Joy , selanjutnya tidak akan ada lagi
kata Joy yang berpisah dengan David.**
Batin David.
_
_
ππππ
Maaf Author telat up,,,
besok author usahain bisa up
teratur lagi....
jangan lupa ninggalin jejaknya ya πππ
Next....