Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Kolam renang ..


Setelah menghabiskan sarapannya Joy


mengajak Mery turun ke lantai bawah,


itu tidak bisa di sebut sarapan karena


saat ini sudah hampir pukul sebelas


siang , bisa dikatakan jika Joy merangkap


antara sarapan dan makan siang nya


menjadi satu .


Karena baru kali ini Mery datang ke


Rumah Oma , Joy igin menunjukkan


pada Mery sebuah kolam renang yang


terdapat di Rumah itu .


Di benaknya pasti Mery suka, karena Joy


mengetahui betapa sukanya Mery


dengan olahraga yang satu ini .


" Mer ,, pasti kau belum tahu , kalau


disini kakak punya kolam renang , "


berjalan tergopoh-gopoh , bersemangat


ingin segera sampai di kolam .


" Sudah tahu kak ." Joy berhenti .


" Dari mana ?." Joy menatap dengan


wajah heran .


Mery menceritakan jika dia mengetahui


nya tadi saat dirinya sedang berada


di balkon kamar kakaknya tadi .


Joy sedikit kecewa ," ya sudah, tidak jadi


kejutan ini namanya ," memasang wajah


cemberut .


" Kakak ,, aku hanya melihat tapi belum


pernah kesana ." mendengar hal itu Joy


langsung semangat , menarik tangan


Mery agar cepat sampai .


πŸ€πŸ€πŸ€


Di Kantor ...


Di dalam ruangan David , Oma sudah


siap menunggu kedatangan cucunya ,


rasa kesal dan amarahnya masih bisa


dibendung, tapi lain jika menyangkut


masalah perusahaan , Oma tidak bisa


tinggal diam .


Beliau tidak ingin terjadi masalah yang


serius dengan perusahaan miliknya ,


Oma tidak ingin kerja keras suaminya


selama ini hancur akibat ulah dari para


musuh yang dari dulu ingin


menghancurkan perusahaannya .


Ceklekk,,,,


Pintu ruangan David terbuka , David


masuk kedalam menuju kearah lurus


tempat Oma duduk sekarang , disebuah


sofa yang di sediakan untuk para tamu


David .


" Oma maaf ." meraih tangan Oma dan


menciumnya .


David memeluk Oma erat ," maafkan


cucumu yang kurang ajar tapi tampan


ini , Oma kan tahu jika aku tidak bisa


berlama - lama jauh dari anakku ."


melepaskan pelukan , meringis saat


menatap Oma .


" Dasar cucu kurang ajar , bisa - bisanya


kau melupakan Oma mu ." menjewer


telinga David .


David tahu jika Oma tak bisa


berlama-lama marah padanya ,


kemarahan Oma akan hilang seketika


jika David sudah mulai manja .


" Omong kosong jika kau tidak bisa jauh


dari anakmu , dia saja belum lahir , itu


cuma alasanmu saja , memangnya aku


tidak mengerti apa tujuan mu dan


bilang saja kalau kau kesana tidak mau


jauh dari ibunya ."


David tertawa tidak bisa menjawab ,


ingin membantah pun percuma karena


memang itulah kenyataannya sekarang .


Roy yang sejak tadi berdiri juga ikut


tertawa , mendengar alasan yang David


berikan bisa dikalah telakkan oleh Oma .


Oma menyuruh seorang pengawal nya


untuk mengambilkan dokumen yang ada


diatas meja David ,


" Lain kali kalau mau kemana-mana


pamit pada Oma , agar oma tidak


khawatir memikirkan kandungan istrimu ,setidaknya memberi kabar kan


bisa , kalian berdua sama saja ."


menerima sebuah dokumen dengan


tangannya .


Oma menyerahkan nya pada David ," ini


bukankah !, ada masalah serius menimpa


perusahaan kita di Inggris ." Roy mendekat .


David mulai membaca isi dari dokumen


yang dia pegang , membaca dengan


seksama dengan di dampingi oleh Roy ,


" Kenapa bisa seperti itu Oma ?." tanya


David dengan menunjuk isi dokumen .


" Itu karena kelengahanmu , musuh kita


bisa masuk dengan mudahnya kedalam


perusahaan kita dan dengan leluasa


menusuk kita dari belakang ."


Oma meminum secangkir teh yang


berada diatas meja , untuk


menghilangkan penuh penat dipikirannya .


David bersandar di kursi dengan satu


tangan memijat pelipisnya , mencari


solusi yang terbaik untuk jalan keluar


dari masalah yang menimpa perusahaan .


" Oma ,, aku tidak harus pergi kesana


kan ? ," menatap Oma yang sedang


tersenyum .


" Pertanyaan itu yang sudah Oma


tunggu- tunggu dan yang pastinya


jawaban nya adalah YA ." Oma menatap


David dan Roy bergantian .


Kedua orang yang ditatap Oma pun


saling pandang , mungkin pemikiran


mereka saat ini sama , ingin melempar


tanggung jawab . Secara sama - sama


malas di perintahkan untuk menangani


perusahaan disana .


" Mampus aku , jangan sampai Oma


menunjukku untuk pargi ke Inggris ."


Roy menelan ludahnya kasar .


Rasanya David enggan untuk


meninggalkan istrinya , dia ingin


menunggu hari H saat kelahiran putranya .


Di lain sisi ada Roy yang juga seperti


David , yang malas melakukan perjalanan


jauh karena saat ini ada Mery di dekatnya .


Tanpa ada satu jawaban yang keluar


dari mulut salah satu dari dua orang


yang ada di depannya , Oma merasa


geram , dengan sedikit membanting


cangkir saat menaruhnya di atas meja


Oma menegaskan .


" Kalian harus segera pergi ke Inggris


secepatnya ." David dan Roy kaget .


" Oma mengapa harus kami berdua ,


tidak bisakah salah satu diantara kami ,


kumohon Oma jangan menyuruhku


kesana ." memasang wajah lesu .


Oma menggeleng-gelengkan kepalanya ,


" permintaan mu itu tidak mungkin ,


karena kau David adalah pemilik


perusahaan , jadi wajib bagimu untuk


datang dan harus kau ingat , apa kau


ingin jerih payah kakekmu dirusak


begitu saja oleh ulah orang - orang


yang tidak menyukai kita ."


David memejamkan matanya dengan menyandarkan punggungnya di kursi ,


tak mampu memilih salah satu antara


keluarga nya atau nasib banyak orang .


" Oh bagaimana ini , aku tidak bisa


egois dan kali ini nasib para karyawan


ku ada di tangan ku ."


Rasanya David tak mampu memilih


sama - sama penting , David ingin


sekali memilih untuk dirinya sendiri


tapi dia juga tidak tega jika harus


menelantarkan nasib para karyawan nya .


Saat ini yang dia inginkan hanyalah


menemani istrinya di saat-saat


terakhir menjelang kelahiran buah cintanya .


Akhirnya David memutuskan untuk


menuruti apa kata Oma ," Kapan aku


harus kesana ?." menegakkan duduknya .


Oma tersenyum lebar ," secepatnya ,


besok juga bisa , lebih cepat lebih baik ."


David kaget , dia tidak menyangka jika


harus berangkat secepat ini .


" Apa ." teriak Roy dan David bersamaan .


" Isss...Oma tidak menerima bantahan."


menggoyangkan jari telunjuknya di


depan dua cucunya .


Oma pun meminta bantuan anak


buahnya untuk berdiri , tanpa bicara


meninggalkan ruangan David .


" Oh ya David , bagaimana keadaan


Joy ?." berhenti di ambang pintu .


" Sangat baik Oma , tadi saat aku


kesini dia masih tidur , dia ingin sekali


menemui Oma kemarin malam ,


tapi aku melarangnya ." menatap Oma


dari jauh .


" Baiklah aku akan menemui nya ."


keluar ruangan .


Selepas kepergian Oma , Roy pindah


tempat duduk , mengubah posisi


terlentang diatas sofa .


" Tidak bisakah kau pergi sendirian ?


aku disini saja , untuk berjaga-jaga


jika Joy membutuhkan bantuan ."


Alih-alih ingin membantu Joy , maksud


Roy sebenarnya adalah sambil


menyelam dia bisa mencicipi air ,


sambil siaga Joy , Roy bisa mendekati Mery .


" Baiklah aku akan pergi kesana sendirian


jika ada sesuatu dengan istriku , aku


akan segera pulang ." Roy menunjukkan


jempol tangannya dengan senyuman


yang lebar .


πŸ€πŸ€πŸ€


Joy kini meninggalkan Mery sendirian


di kolam , dia bersama dengan Oma


di ruang tengah , menceritakan


tentang maksud kepergian nya yang


tiba -tiba .


Tanpa ingin melepaskan pelukannya


Joy masih kangen dengan Oma ,


begitu pula dengan Oma mengelus


rambut cucu menantu kesayangan nya


" Sudah - sudah apa kau sudah memberi makan buyutku ?." Joy mengangguk .


Oma menceritakan tentang


keputusannya yang meminta David


untuk pergi ke Inggris , dia tidak


bermaksud memisahkan Joy dengan


suaminya , ini untuk kebaikan semua.


Dengan rasa berat Joy menyetujui nya ,


tapi di dalam hatinya dia ingin sekali


ditunggu disaat terakhir usia


kehamilan nya , tapi itu adalah pilihan


yang kekanak-kanakan .


Tak berapa lama David kembali ,


karena sudah memasuki waktu jam


makan siang , dia ingin menikmati


makan siangnya bersama dengan


istrinya .


David datang bersama dengan Roy ,


langsung menemui orang yang dia


tuju , berkumpul bersama di ruang


tengah , bercengkrama ria menunggu


para pembantu menyiapkan makanan .


Siratan mata Roy lari kemana-mana ,


mencari sosok yang tidak ada ,


" Kemana gerangan gadis kecilku ."


" Kau mencari Mery ?, dia d kolam ."


melempar satu kacang tepat du kepala


Roy .


David dan Oma tertawa melihat


keusilan Joy pada sepupunya dan


menangkap respon Roy yang benar


seperti dugaan Joy , bahwa Roy datang


memang untuk mencari Mery .


Segera beranjak menuju tempat yang


di katakan Joy , tanpa kata Roy


meninggalkan ruang tengah .


Mery berenang dengan senangnya ,


sudah lama dia tidak merasakan


dingin nya air saat berenang , dulu


dia sering berrenang dengan teman


temannya saat hari libur , kini dia


tidak lagi bisa melakukan olahraga


satu itu .


Roy sampai di kolam renang , berdiri


dengan tangan bersendakap di dada ,


dia memperhatikan Mery ,


" Alamak ,, godaan apalagi ini , rasanya


aku tak kuat lagi untuk berlama-lama


untuk memilikinya ." matanya tak lepas memandang Mery .


Mery yang tak tahu jika ada sepasang


mata yang mengintai nya dari tadi ,


dia masih asik saja berenang , dengan


memakai pakaian yang bukan bikini


tapi masih ketat di tubuh , agar dia


leluasa untuk berenang .


Merasa haus Mery naik keatas , menuju


meja di tempat duduk nya , memakai


handuk untuk menggosok rambutnya .


Masih berdiri , Mery membalikkan


badan , bola matanya menangkap


Roy yang asik memandang nya .


" Hah ,,, sejak kapan orang itu disana ,


apa dia melihat ku berenang dari tadi ?."


salah tingkah memalingkan wajahnya .


Tersenyum pada Mery dengan


melambaikan tangan , " hah pake


senyum lagi ." Roy mengangkat kedua


alisnya .


Seketika Mery melihat tubuhnya ,


nampak dirinya yang memakai


baju renang agak tertutup tapi ketat


menunjukkan lekuk tubuhnya yang


teramat , membuat Roy tersenyum


lebar .


Sadar jika Roy menatap nya dengan


tatapan penuh nafsu , Mery cepat


memakai kimono dan langsung berlari


pergi melewati di samping Roy , tepat


di dekat , Roy menangkap Mery .


" Mau kemana ?." Mery ngos - ngosan .


" Lepaskan,,,. cepat kakak lepaskan !,


kalau nggak aku akan ..." melirik Roy .


Roy malah semakin mengeratkan


pelukannya , " Kak royyy..." Mery


berteriak mendorong Roy kebelakang


dengan tubuhnya .


" Kalau aku tidak mau , kau mau apa ."


tetap di posisi semula .


Dengan penuh tenaga Mery ingin


lepas dari cengkeraman tangan Roy .


" Aaaaaaaa......." teriakan Mery menggema .


Byurrrr.....


Karena posisi yang dekat dengan kolam


kedua orang yang sedang bertikai


tercebur ke dalam kolam .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


Next πŸ€πŸ€πŸ€