
Seminggu kemudian...
Sudah seminggu ini hubungan Joy dan
David semakin renggang , semenjak
percekcokan nya pada saat itu , membuat
kesalahpahaman David pada istrinya.
Berulang kali David mendekati istrinya,
ingin minta maaf tapi Joy menjauhinya,
semua itu sengaja Joy lakukan karena
ingin memberi pelajaran pada suaminya,
sembari menunggu hasil tes DNA keluar.
Sudah seminggu ini juga David pisah
ranjang dengan istrinya , Joy selama ini
tidur dikamar tamu ,dia tidak mau kembali
ke kamar bersama suaminya, sampai hasilnya keluar.
Sebelumya Joy sudah menjelaskan rencananya pada Oma , sehingga perihal
keputusan Joy ingin pisah ranjang dengan
suaminya , Oma tidak menghalanginya.
Seperti biasa hari ini David pergi ke Kantor,
tanpa ada Joy yang biasa memakaikan
dasi untuknya , atau pun memberikan kecupan selamat pagi padanya , saat ini hidup David terasa hampa, tanpa belaian
kasih dari seseorang yang dia cintai.
Sebelum berangkat David menyempatkan
diri untuk sarapan pagi bersama , agar
dia bisa melihat wajah istrinya.
Didalam satu meja David memulai sarapannya hanya berdua saja dengan istrinya , tanpa kehadiran Oma yang biasa menemani mereka sarapan .
Oma sudah pamit pada Joy jika beliau
sarapan agak terlambat , tapi David tidak
mengetahuinya.
Kali ini Joy ingin menjahili suaminya ,
pagi ini dia sengaja memoles wajahnya
agar terlihat lebih cantik dan juga
memakai baju rumah seperti biasa tapi
lebih terbuka .
Joy berjalan dari kamar tamu menuju
meja makan menghampiri suaminya
yang sedari tadi sudah duduk disana.
Joy sengaja duduk di depan David , dan menyibakkan rambutnya memperlihat
leher jenjangnya yang putih menggoda
di mata David .
Di atas meja makan , tak ada percakapan
di antara keduanya, David hanya bisa
melihat istri yang sangat ia rindukan .
David terpesona oleh penampilan Joy
pagi ini , hanya dengan melihat bibir
Joy yang berwarna merah merona saja,
sudah bisa membuatnya mulai berg***** .
Apalagi saat David melihat Joy berdiri
untuk mengambil selai yang jauh darinya
tapi dekat di depan David , yang memperlihatkan tangan mulus Joy yang
tanpa menggunakan lengan baju di
tambah lagi dengan belahan dada Joy
yang agak terbuka membuat David tak
kuasa untuk menahannya.
" Cukup Joy hentikan pertikaian kita
aku tak bisa untuk menahannya lagi , ini sudah seminggu sayang , kau jangan memperlakukan aku seperti ini ." ucap
David mengusap wajahnya kasar.
" Kalau kau bisa mempercepat hasilnya
keluar , ini tidak akan berlarut-larut ." ucap
Joy santai menikmati makanannya.
" Sayang,,,, dia sangat merindukanmu,
untuk kali ini kau bisa kan memberikan
toleransi padanya." menunjuk sesuatu
di bawah sana.
" Sekali tidak , ya tidak ."
" Tapi , apakah kau tega padanya sayang ."
ucap David dengan wajah memelas .
" Kau kembali saja keatas , kau bisa
bermain solo di sana ." mendengar ucapan
istrinya David ingin membalas tapi di
urungkannya, karena melihat sosok Oma
yang baru keluar dari kamarnya.
Tanpa berfikir terlalu lama, David segera
pergi kembali ke kamarnya , meninggalkan
Joy sendirian di meja makan.
" Dimana David ,Joy?." tanya Oma , yang
baru duduk di kursinya .
" Keatas Oma ." Joy menikmati makanannya.
Melihat dandanan Joy yang tidak seperti biasanya Oma pun berkata," David keatas
mungkin tak tahan melihat kau berdandan
seperti ini , kau sengaja menggodanya
Joy ?."
Joy tidak menjawab, dia hanya tersenyum
karena Oma sudah mengetahui kejahilannya.
David yang sudah siap dengan penampilan
barunya , segera turun untuk pamit pada
Oma , Joy yang sudah menyelesaikan sarapannya pun sengaja berdiri untuk
menghindari bertatap muka dengan David.
Joy berjalan keluar rumah , saat David
masih didalam bersama Oma .
David akan berangkat ke kantor , saat baru masuk kedalam mobil sorot matanya
milik istrinya yang menyilang kan kakinya memperlihatkan paha putihnya yang
lagi - lagi menggoda iman David .
" Hentikan , kau tunggu saja di mobil .'
ucap David pada supirnya yang akan
melajukan mobil.
David turun dari mobil , dengan segera menghampiri istrinya yang sedang duduk
di kursi Taman .Melihat David yang
berjalan mendekatinya , Joy pun berdiri menatap manik mata suaminya yang menatap tajam padanya.
Tanpa aba- aba , atau pun menunggu ijin
dari pemiliknya , David segera mencium
bibir istrinya , dengan satu tangannya
memegang belakang kepala Joy , menekan
agar bisa memperdalam ciumannya.
Dan satu tangan lainnya memegang
pinggang Joy , yang sudah mulai berisi.
Cukup lama ciuman itu terjadi , para pembantu dan tukang kebun yang ada
disana , segera meninggalkan tempat itu.
Mereka tahu diri serta tidak mau mengganggu majikan nya .
Oma melihat adegan cucunya dari dalam,
berinisiatif untuk menghubungi David,
agar bisa menuntaskan ciuman mereka .
David yang merasa terganggu pun melepaskan bibirnya dari bibir Joy ,
melihat siapa yang berani mengganggunya.
David yang mengetahui jika yang menghubunginya adalah Oma , dengan
segera memalingkan wajahnya kearah
jendela kamar Oma ,di sana terpampang
Oma yang sedang menatapnya dengan
sorot mata horor .
Dengan segera David berangkat ke Kantor,
meninggalkan Joy di kursi taman
sendirian, yang sebelumnya David sudah membisikkan pada Joy .
"Nanti malam aku akan mengunjunginya."
tangan David menyentuh perut buncit Joy .
Joy tak mampu menjawab ucapan yang
di bisikan oleh suaminya , dia masih
syok atas ciuman yang diberikan oleh
suaminya tadi.
***
Siang hari Joy menghubungi Roy , menanyakan tentang hasil tesnya.
" Roy , kau sekarang dimana?." teriak Joy
karena Roy tak kunjung menjawab telfonnya.
" Masih di Kantor , pasti kau
menghubungiku hanya untuk menanyakan
soal tes DNA itu kan." dengan nada meremehkan.
" Tepat sekali , ." jawab Joy singkat.
" Hasil tesnya sudah keluar, bagaimana
rencanamu selanjutnya?." diam menunggu
jawaban Joy.
" Apa kau sudah membukanya? ."
" Sudah , tadi bersama David ,kalau
punyamu aku belum membukanya."
" Bagaimana hasilnya Roy cepat katakan
padaku , untuk punyaku kau simpan saja
dulu , berikan padaku nanti saat makan
malam , aku akan memberikan kejutan
pada David ."
"Hasilnya negatif Joy ,, anak itu bukan
anak David." Joy kaget , meskipun dia
sudah menduganya .
" Benarkah Roy , aku menyesal sudah
pisah ranjang dengan David selama ini."
teramat senangnya Joy sampai
keceplosan bicara pada Roy , tentang masalah nya dengan David.
" Apa kau bilang Joy , pisah ranjang ."
Roy terkejut dengan apa yang di ucapkan
Joy padanya.
Joy merutuki kebodohannya, bingung
harus menjawab apa pada pertanyaan
Roy padanya.
" Joy kau masih mendengarku kan ?
aku sudah menduganya, sikap David
berubah drastis selama satu Minggu
ini ." Joy tak mau berlama-lama bicara
dengan Roy , takut jika nanti bisa menjurus
kemana - mana , akhirnya Joy mengakhiri
sambungan teleponnya.
Tak lupa Joy juga mengundang Rendi
untuk makan malam bersama , sekaligus
memperkenalkan pada suaminya.
_
_
Sedikit lagi terungkap , untuk yang
sudah like , komen dan votenya author
ucapin terimakasih banyak ,
Mendapat dukungan dari kalian
author seneng pake banget .
jangan lupa ninggalin jejaknya ya πππ
Next,