Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Astaga


Setelah suaminya kembali ke Kantor ,Joy


merasa bosan berada di dalam rumah


dia mengajak Mery ke Taman untuk


menikmati pemandangan bunga yang


bermekaran .


Mereka berdua memilih duduk diatas kursi tepat di bawah pohon mangga yang


rindang , ingin merasakan betapa sejuknya udara siang ini meskipun cuacanya sangat panas .


Karena kelebatan daun pohon mangga


yang menutupi sinar matahari untuk


menembus bagian bawahnya .


Untuk melengkapi suasana siang ini


yang mendukung , dia meminta seorang


pembantu untuk menyiapkan semangkuk


buah semangka yang siap di makan .


Sambil memasukkan potongan buah


semangka kedalam mulutnya , Joy


mengajak Mery bicara .


" Mery kali ini kakak menegaskan padamu , agar kau menjaga jarak dari Roy ."


menyuapkan sepotong buah semangka ke mulut Mery .


Mery hanya mengangguk dengan pipi yang menggembul karena mulutnya penuh


dengan buah semangka hasil dari suapan kakaknya yang potongannya terlalu besar .


" Kakak tahu kalau kau juga ada perasaan


pada Roy , tapi sekarang kakak hanya ingin


kau fokus pada sekolah dan masa depanmu,


maaf kali ini aku harus tegas padamu


karena bagaimanapun sekarang hanya


kakaklah keluarga mu dan aku sangat


menyayangimu Mery ."


Joy tersenyum menatap saat mery


mengangkat tangannya , menolak


pernyataan bahwa Joy mengatakan jika


dia punya perasaan pada Roy .


Joy meraih telapak tangan Mery dan


menggenggamnya , " sudah kau tidak


perlu berbohong , kakak sudah tahu


semuanya , meskipun aku tidak tahu


sendiri , tapi banyak mata yang bilang


padaku Mery ," mencubit pipi putih Mery .


" Omo,,,Omo,, kenapa kak Joy bisa


beranggapan kalau aku menyukai kak Roy


sih ,, apa sikapku terlalu mencolok ya ,


hemm memang sih ada benarnya yang


di katakan kak Joy , bahwa sekarang aku


harus fokus pada satu yaitu masa


depanku ," membalas senyuman kakaknya .


Dengan bibirnya yang tersenyum pikiran


Mery melayang merutuki kepolosan nya


yang dengan mudahnya menjatuhkan


hatinya pada seorang pria yang belum


lama di kenalnya .


" Eits , aku masih lugu bisa - bisanya


menyukai pria yang sudah berpengalaman


pasti aku akan di makan dan yang pasti


selanjutnya akan di buang , dasar bodoh ."


Sambil melamun , Mery mengunyah pelan makanan di mulut nya , " aaaa,, buka


mulutmu lagi , makanlah semangka ini agar bisa menyegarkan otakmu , biar terhindar


dari virus Roy ."


" ha , virus Roy ? kak Joy ini aneh ,


memangnya kak Roy itu bakteri apa ."


Dari pintu utama terlihat Oma berjalan


kearah Taman , kali ini Oma terlihat


rapi dengan pakaian yang tidak begitu


resmi tapi masih memperlihatkan aura


kemewahan nya .


Penampilan nya sudah menjelaskan jika


beliau akan keluar karena ada sebuah tas


" Oma mau pergi ?." Oma tersenyum


mengangguk .


" Ya ,, ke Rumah melati , apa kau mau


ikut Joy ?, dari kemarin dia menanyakanmu."


" Tentu Oma , jikalau diperbolehkan karena


aku sangat merindukan nenek Melati , Oma bersedia kan menungguku sebentar , aku


mau bersiap dulu ." berusaha berdiri dengan


di bantu Mery .


" Ayo Mery kita bersiap , kau juga mau ikut


kan ?."


" Jangan tergesa-gesa , Oma akan


menunggumu ," Joy mengangkat tangannya


dengan bentuk jari telunjuk yang disatukan


dengan jempolnya hingga membentuk


huruf O .


" Dasar anak ini masih tak berubah ,


sudah tahu bayi yang di kandungnya


sudah hampir lahir , masih saja ceroboh ."


Oma menyuruh pengawalnya untuk


menyiapkan mobil , agar jika Joy sudah


keluar mereka bisa langsung berangkat .


Joy tak ingin merepotkan Oma untuk


menunggunya , dia bersiap secepat


mungkin agar bisa segera berangkat .


Mobil sudah terparkir di depan Rumah


dengan Oma sudah di dalamnya , " ayo


Mer cepetan , Oma sudah menunggu kita ."


" Iya kak iya , kak Joy hati - hati jalannya ."


" Ih kak Joy nih , Oma kan dari tadi


memang sudah menunggu , kan Oma


yang sudah bersiap duluan ." membantu kakaknya berjalan .


Seorang pengawal membantu membukakan


pintu mobil di kursi belakang , agar Joy


bisa duduk di sebelah Oma . Sedangkan


Mery kebagian duduk di kursi depan


di sebelah supir .


☘️☘️☘️


Di dalam mobil ..


" Oma ada perlu ke Rumah nenek Melati ?


tumben saja berkunjung kesana ."


" Tidak , Oma hanya ingin mengajakmu


jalan - jalan kesana , kau juga sudah lama


tidak ke Rumah Melati kan ?." Joy


merangkul lengan Oma .


Joy senang mendengar apa yang


di ucapkan Oma barusan , dari kecil


dia tidak pernah merasakan bagaimana


rasanya punya Oma ,


" Joy bagaimana menurutmu jika kita


menikahkan Mery dan Roy secepatnya ?."


Joy kaget melepaskan rangkulan .


" Tidak mungkin Oma , Mery masih


sekolah , sekarang saja dia belum lulus


SMA , bagaimana dengan masa depannya."


Mery diam , dia merasa tak punya hak


untuk membantah apapun yang jadi


keputusan kakaknya nanti .


" Astaga mimpi apa aku semalam ,


sampai Oma bicara seperti itu , MENIKAH


apa aku harus menikah dengan kak Roy


secepat ini , tidak ,, tidak ,, tidak kkk."


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Next 🍀.. jangan lupa jejaknya y


salam cinta dari author 😘