
Setelah suaminya kembali ke Kantor ,Joy
merasa bosan berada di dalam rumah
dia mengajak Mery ke Taman untuk
menikmati pemandangan bunga yang
bermekaran .
Mereka berdua memilih duduk diatas kursi tepat di bawah pohon mangga yang
rindang , ingin merasakan betapa sejuknya udara siang ini meskipun cuacanya sangat panas .
Karena kelebatan daun pohon mangga
yang menutupi sinar matahari untuk
menembus bagian bawahnya .
Untuk melengkapi suasana siang ini
yang mendukung , dia meminta seorang
pembantu untuk menyiapkan semangkuk
buah semangka yang siap di makan .
Sambil memasukkan potongan buah
semangka kedalam mulutnya , Joy
mengajak Mery bicara .
" Mery kali ini kakak menegaskan padamu , agar kau menjaga jarak dari Roy ."
menyuapkan sepotong buah semangka ke mulut Mery .
Mery hanya mengangguk dengan pipi yang menggembul karena mulutnya penuh
dengan buah semangka hasil dari suapan kakaknya yang potongannya terlalu besar .
" Kakak tahu kalau kau juga ada perasaan
pada Roy , tapi sekarang kakak hanya ingin
kau fokus pada sekolah dan masa depanmu,
maaf kali ini aku harus tegas padamu
karena bagaimanapun sekarang hanya
kakaklah keluarga mu dan aku sangat
menyayangimu Mery ."
Joy tersenyum menatap saat mery
mengangkat tangannya , menolak
pernyataan bahwa Joy mengatakan jika
dia punya perasaan pada Roy .
Joy meraih telapak tangan Mery dan
menggenggamnya , " sudah kau tidak
perlu berbohong , kakak sudah tahu
semuanya , meskipun aku tidak tahu
sendiri , tapi banyak mata yang bilang
padaku Mery ," mencubit pipi putih Mery .
" Omo,,,Omo,, kenapa kak Joy bisa
beranggapan kalau aku menyukai kak Roy
sih ,, apa sikapku terlalu mencolok ya ,
hemm memang sih ada benarnya yang
di katakan kak Joy , bahwa sekarang aku
harus fokus pada satu yaitu masa
depanku ," membalas senyuman kakaknya .
Dengan bibirnya yang tersenyum pikiran
Mery melayang merutuki kepolosan nya
yang dengan mudahnya menjatuhkan
hatinya pada seorang pria yang belum
lama di kenalnya .
" Eits , aku masih lugu bisa - bisanya
menyukai pria yang sudah berpengalaman
pasti aku akan di makan dan yang pasti
selanjutnya akan di buang , dasar bodoh ."
Sambil melamun , Mery mengunyah pelan makanan di mulut nya , " aaaa,, buka
mulutmu lagi , makanlah semangka ini agar bisa menyegarkan otakmu , biar terhindar
dari virus Roy ."
" ha , virus Roy ? kak Joy ini aneh ,
memangnya kak Roy itu bakteri apa ."
Dari pintu utama terlihat Oma berjalan
kearah Taman , kali ini Oma terlihat
rapi dengan pakaian yang tidak begitu
resmi tapi masih memperlihatkan aura
kemewahan nya .
Penampilan nya sudah menjelaskan jika
beliau akan keluar karena ada sebuah tas
" Oma mau pergi ?." Oma tersenyum
mengangguk .
" Ya ,, ke Rumah melati , apa kau mau
ikut Joy ?, dari kemarin dia menanyakanmu."
" Tentu Oma , jikalau diperbolehkan karena
aku sangat merindukan nenek Melati , Oma bersedia kan menungguku sebentar , aku
mau bersiap dulu ." berusaha berdiri dengan
di bantu Mery .
" Ayo Mery kita bersiap , kau juga mau ikut
kan ?."
" Jangan tergesa-gesa , Oma akan
menunggumu ," Joy mengangkat tangannya
dengan bentuk jari telunjuk yang disatukan
dengan jempolnya hingga membentuk
huruf O .
" Dasar anak ini masih tak berubah ,
sudah tahu bayi yang di kandungnya
sudah hampir lahir , masih saja ceroboh ."
Oma menyuruh pengawalnya untuk
menyiapkan mobil , agar jika Joy sudah
keluar mereka bisa langsung berangkat .
Joy tak ingin merepotkan Oma untuk
menunggunya , dia bersiap secepat
mungkin agar bisa segera berangkat .
Mobil sudah terparkir di depan Rumah
dengan Oma sudah di dalamnya , " ayo
Mer cepetan , Oma sudah menunggu kita ."
" Iya kak iya , kak Joy hati - hati jalannya ."
" Ih kak Joy nih , Oma kan dari tadi
memang sudah menunggu , kan Oma
yang sudah bersiap duluan ." membantu kakaknya berjalan .
Seorang pengawal membantu membukakan
pintu mobil di kursi belakang , agar Joy
bisa duduk di sebelah Oma . Sedangkan
Mery kebagian duduk di kursi depan
di sebelah supir .
☘️☘️☘️
Di dalam mobil ..
" Oma ada perlu ke Rumah nenek Melati ?
tumben saja berkunjung kesana ."
" Tidak , Oma hanya ingin mengajakmu
jalan - jalan kesana , kau juga sudah lama
tidak ke Rumah Melati kan ?." Joy
merangkul lengan Oma .
Joy senang mendengar apa yang
di ucapkan Oma barusan , dari kecil
dia tidak pernah merasakan bagaimana
rasanya punya Oma ,
" Joy bagaimana menurutmu jika kita
menikahkan Mery dan Roy secepatnya ?."
Joy kaget melepaskan rangkulan .
" Tidak mungkin Oma , Mery masih
sekolah , sekarang saja dia belum lulus
SMA , bagaimana dengan masa depannya."
Mery diam , dia merasa tak punya hak
untuk membantah apapun yang jadi
keputusan kakaknya nanti .
" Astaga mimpi apa aku semalam ,
sampai Oma bicara seperti itu , MENIKAH
apa aku harus menikah dengan kak Roy
secepat ini , tidak ,, tidak ,, tidak kkk."
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Next 🍀.. jangan lupa jejaknya y
salam cinta dari author 😘