Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Cafe


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Lampu Bioskop sudah mulai menyala ,


menandakan jika film yang diputar sudah selesai , penonton satu persatu berganti untuk keluar .


Joy hanya duduk diam di kursinya,


menunggu penonton sepi baru dia akan


keluar . Tatapan Joy sekarang mengarah


pada Andreas yang sudah senantiasa


bersekongkol dengan David untuk merencanakan tempat duduknya.


" Awas kau Andreas , nanti kau akan menerima akibatnya , Karena menjebakku."


batin Joy kesal.


Semenjak Joy hamil , perasaannya sensitif


dia cepat sekali marah , sifatnya kadang menjadi angkuh maupun kejam .


Joy sendiri bingung dengan perasaannya.


" Sudah jangan sentuh aku David." Joy mengibaskan tangan David saat hendak memeluk pinggangnya.


" Sayang,,,kau jangan seperti itu , kau tahu


kan jika aku tak bisa jauh darimu ." ucap


David , yang sengaja di buat wajah


memelas agar Joy luluh padanya.


" Hentikan sandiwaramu David !! Aku sudah


hafal dengan tingkah mu , sekarang kau


memelas , selanjutnya kau pasti .......",


" Aaah ,,,aku sudah malas meladeni mu ,


sekarang aku ingin memberi pelajaran


pada Andreas ." Joy berjalan mendekati Andreas.


Mery melambaikan tangannya pada Joy


dan menunjuk arah pintu , seakan mengatakan jika nanti mereka akan


bertemu di luar dan Joy menganggukkan kepalanya.


Andreas merasa tak enak hati dengan


tatapan tajam Joy yang mengarah padanya.


Anggi yang tak tahu menahu pun tidak merasa curiga dengan tatapan Joy .


" Joy filmnya tadi bagus ya? , sayangnya tempat kita tidak bersebelahan."ucap Anggi


saat Joy ada di depannya.


" I , iya Nggi, filmnya bagus banget , sampai


membuatku ingin menontonnya kembali ,


tapi tidak dengan para lelaki menyebalkan


ini ." Joy mengajak Anggi keluar Bioskop,


yang sebelumnya sudah menonjok perut


Andreas terlebih dahulu.


David yang melihatnya terkidik ngeri


dengan kemarahan Joy pada Andreas.


Joy berjalan keluar Bioskop dengan Anggi ,


dia menceritakan jika masalah tiket itu


sudah diatur Andreas dan David.


Anggi yang mendengarnya merasa


bersalah karena yang mengajak Andreas adalah dirinya .


Diluar mereka bertemu dengan Mery dan Adinda , yang mengajaknya mencari Cafe


untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai lapar.


Mereka pun berjalan menuju sebuah Cafe terdekat yang di ikuti tiga lelaki dibelakang


nya .


" Kak Joy , itu siapa ? yang bersama


dengan kakaknya adinda , apa kak Joy


mengenalnya? ." tanya Mery sambil


berbisik takut jika orang di belakangnya


mendengar.


" Dia itu calon suami kak Joy mu ." jawab Anggi juga berbisik tapi bisa di dengar


oleh Joy.


Joy yang mendengarnya hanya diam ,


karena kesal tak bisa menonton film yang


sudah di incarnya .


Mereka masuk kedalam sebuah Cafe dan duduk di meja yang sama .


Mereka mulai memesan makanan , tapi


Joy hanya memesan dua es krim coklat


kesukaannya .


" Joy ,, kau jangan banyak-banyak makan


es krim , itu tidak baik untuk kandunganmu


kau harus mengisi perutmu dengan


makanan yang bergizi , agar anak kita


tumbuh sehat nanti sayang,," ucap David


dengan tangannya memegang tangan Joy


yang ada dimeja.


Mery dan Adinda kaget mendengar ucapan


David , mereka langsung menatap pada


Joy seakan ingin bertanya tapi Joy sudah


mengedipkan matanya mengartikan bahwa


nanti dia akan menjelaskannya.


Mery paham dengan tatapan Joy , dan


mencegah Adinda yang akan mempertanyakannya.


Joy melepaskan tangannya yang sempat digenggam David , karena es krim yang di


pesannya sudah datang.


Joy segera memakan es krimnya dengan sangat menikmatinya , tak cukup satu mangkuk es krim yang dia habiskan , dia


pun melanjutkan mangkuk yang kedua .


Ketiga lelaki di depannya hanya bisa


menelan ludah saat Joy menyendok kan


es krim ke mulutnya.


" Joy apa tidak kedinginan anak yang ada


diperutmu, jika kau menghabiskan es krim sebanyak itu?." tanya Roy memandang mangkuk Joy yang sudah kosong.


" Tenang saja kak ! , kak Joy sudah biasa


kok lihat aja di dalam rumahnya nanti pasti ada banyak stok es krim di sana , aku saja suka jika bermain kesana bisa makan


es krim sepuasnya. " kata Adinda yang


ikut menjawab pertanyaan kakaknya.


" Apa benar yang dikatakan Adinda , Joy?"


tanya David kaget.


" Sudahlah pak Bos jangan kawatir , kak


kok, katanya nggak apa-apa asal dalam


batas wajar ,itupun untuk memperbaiki


mood kak Joy yang sering berubah." jelas


Adinda lagi di sela makannya yang di


angguk i oleh Mery.


" Joy selanjutnya kau mau kemana ?."


" Sebenarnya aku keluar ingin membeli


susu , karena persediaan di rumahku sudah habis." Joy saat mengelap bibirnya.


" Kak Joy aku pamit jalan - jalan dulu ya,


nanti aku akan pulang bersama Adinda."


Mery berdiri dari duduknya.


" Iya , pulangnya nanti jangan kemalaman."


"Roy aku bisa minta tolong padamu ,


tolong ikutlah bersama mereka , kau bisa kan?." pinta Joy sedikit memohon.


" Baiklah ," Roy berjalan mengikuti Mery


dan Adinda yang sudah menjauh.


" Aku akan menemanimu berbelanja ,


sayang ,,,." kata David saat menyerahkan sebuah kartu pada pegawai Cafe untuk


membayar semua makanan yang mereka pesan.


" Kau tidak usah repot-repot David kau


pulang saja , aku akan berbelanja dengan Anggi."


" Tapi sayang,, aku bisa membantu untuk


membawakan belanjaan mu ." David membujuk Joy dengan wajah yang mulai


memelas.


" Joy ,,, kita kan bisa pergi berempat , biar nanti kita tak kerepotan membawa barang


belanjaannya.," Anggi menengahi.


" Terserah kau saja ." Joy meninggalkan


meja dan berjalan keluar menuju tempat


belanja perlengkapan makanan ,karena sekarang mereka berada di Mall.


David tersenyum pada Anggi , tanda terima


kasih telah membujuk Joy untuknya.


Mereka berjalan mengikuti langkah kaki


Joy menuju tempat perlengkapan makanan.


Joy mengambil barang-barang yang dia butuhkan , sedangkan David mendorong


sebuah troli , begitupun yang terjadi


dengan Anggi dan Andreas.


" Anggi berapa hari kau akan tinggal di


Jogja ?, sekarang kau menginap di mana ?."


tanya Joy di sela memilih barang yang dia


perlukan.


" Aku ijin pada Nenek tiga hari Joy , kau tau


kan bagaimana keadaan Nenek,"


" Untuk menginap aku belum tahu, mungkin


di hotel",


" Bagaimana jika kau menginap di rumahku"


Joy menawarkan.


" Benarkah !! , dengan senang hati Joy ,"


Anggi memeluk Joy.


" Tapi,,, tidak dengan Andreas , ok ?." tegas


Joy dengan sedikit becanda.


" Aku sudah memesan Hotel , Joy, ."


Andreas menambahkan.


Setelah selesai berbelanja mereka pulang


menaiki mobil Andreas , karena mobil


David di pakai Roy bersama Mery dan


Adinda tadi.


Mereka tidak langsung pulang melainkan


berkeliling Jogja terlebih dahulu.


" Joy bagaimana selanjutnya hubungan


kalian ?, sebentar lagi keponakanku akan


segera lahir , apa kau masih ingin sendiri?."


tanya Anggi saat mereka berempat ada


di dalam mobil.


" Apa maksudmu Nggi, tanyakan saja pada


teman kekasihmu ." jawab Joy asal.


Anggi melirik sadis pada David , karena


merasa dibohongi oleh David , ternyata Joy


belum di lamar oleh David.


" Kau jangan menatapku seperti itu Anggi,


aku sudah melamar Joy , Joy saja yang


melupakannya." kata David merasa tak


enak hati dengan tatapan Anggi.


" Apa kau bilang David ? , kapan kau


melamar ku?." Joy bingung , merasa tak


pernah mendapat lamaran dari David.


" Apa kau lupa sayang , tadi pagi kita


berdua baru bangun tidur saat di dalam


kamarmu ,aku mengatakannya ." jawab David


yang lupa jika ada orang selain mereka berdua di dalam mobil.


" Tunggu, apa maksud dari kita bangun


tidur berdua di dalam kamar . Apa kalian


kemarin tidur bersama ?." Anggi menatap


kedua orang yang sedang berdebat di depannya.


🌻🌻🌻🌻🌻


_


_


Maaf ya up nya lama πŸ™πŸ™,


jangan lupa ninggalin jejak like , dan votenya


biar Author semangat untuk nulis 😊


Dan jangan lupa kritik dan sarannya ya πŸ€—πŸ€—


next β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ