Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Pertikaian


Mendapati sikap Mery yang sangat berubah membuat David curiga jika gadis itu sudah terkena hasutan, dia tak ingin Mery sampai


ikut dalam hasutan itu dan menolak untuk melanjutkan sandiwara bertunangan dengannya.


Kepergian Mery yang sangat terburu-buru membuat David ingin mengikutinya, berlari keluar seraya ingin menawarkan jasa untuk mengantarkan adik iparnya itu David malah menemukan kejadian tak terduga yang membuatnya terkejut dan ingin menjadi mata-mata.


Saat dicari Mery sudah ada di luar rumah berjalan cepat ke arah pagar, David hendak membuka pintu tapi dia menangkap pemandangan di luar rumah yang terdapat sosok misterius sedang bercengkrama


dengan adik iparnya.


David mengurungkan niatnya dan memilih untuk tetap diam di dalam rumah sambil


masih mengintai dari balik kaca jendela.


Dibalik tirai David memperhatikan setiap gerak-gerik dari gadis itu.


Mery terseret masuk ke dalam mobil, David yang mengetahui hal itu khawatir dan memutuskan untuk mengikuti dari belakang kemana mobil itu membawa adik iparnya sekaligus calon tunangannya.


Dengan cepat David mengendarai mobilnya dan menguntit kemana mobil yang membawa Mery itu pergi. Di jalan David tak ingin melepaskan intaiannya, sambil masih mengintai dia tetap waspada berada di belakang mobil dengan jarak yang tidak jauh.


Sampai di pegunungan saat mobil yang Mery tumpangi itu berhenti dari kejauhan mobil


yang David naiki pun ikut berhenti. Gemas dan pikiran kotor membuat David ingin turun dari mobil untuk mendobrak pintu mobil


didepannya agar hal buruk tidak bisa terjadi pada Mery..


David belum tahu siapa orang yang membawa Mery, kenapa Mery diam dan mau saja saat pengemudi mobil itu membawanya pergi, hal itu membuat David semakin penasaran.


David sudah membuka pintu mobilnya sedikit, dia hendak turun tapi mobil di depannya


sudah mulai jalan, David pun mengurungkan niatnya dan mengikuti mobil itu kembali.


Ketertinggalan David membuatnya kehilangan jejak Mery dan Roy, sampai dia memutuskan untuk mencari keberadaan Mery dengan


lokasi di dalam ponsel yang terdapat pada ponsel milik Mery yang telah disadapnya.


Sampai akhirnya dia menemukan jika Mery sekarang sedang berada di pantai dan David pun menuju kesana. Dicarilah Mery sampai David mengitari pantai, tapi tidak ditemukan batang hidung gadis itu.


Lama David mencari hampir putus asa,


karena tidak adanya sinyal membuat dia tidak bisa konek mencari keberadaan Mery menggunakan ponsel data lokasi yang sudah dipasang untuk menyadap tempat keberadaannya.


David geram dia hendak menuju mobil tapi matanya tak sengaja melihat sosok yang


sudah dicarinya sedari tadi sedang tertawa riang di dalam toko pakaian, sepertinya dia sangat gembira tidak ada raut wajah terpaksa yang Mery tunjukkan saat ini, bahkan yang terlihat dia sangat menikmati waktu-waktu berdua dengan orang misterius itu.


Pandangan David tak lepas sedikit pun dari gerak gerik Mery didalam Toko, dia mencoba melangkahkan kakinya tuk mendekati tempat Mery berdiri. Rasa penasaran itu semakin memenuhi dirinya, hingga langkah David terhenti tepat di depan pintu saat menyadari siapa orang yang bersama calon tunangannya.


David yang melihat itu sangat kaget membuat rasa lelahnya menjadi kesal, karena dia menemukan Mery sekarang bersama dengan seorang lelaki yang sangat dibencinya.


"Kurang ajar, ternyata orang itu Roy." Mengepalkan kelima jarinya dengan pandangan penuh kedepan.


Gelak tawa Mery dan Roy semakin membuat amarah dalam tubuh David berapi-api. Tanpa menunggu lagi didatanginya sepasang muda-mudi itu dengan langkah lebarnya,


David ingin meluapkan rasa kekesalannya.


Adanya keberadaan David belum mereka sadari, sampai saat di dekat mereka pun


masih tidak tahu. Hingga ucapan dan pukulan David datang bersamaan barulah mereka menyadarinya.


"Rasakan ini."


Bukkk ..


Satu pukulan terbang bebas ke pipi mulus


Roy, pria itu langsung tersungkur. Mery yang syok menghadapi Roy yang bersamanya mendapat serangan yang tiba-tiba, dia belum tahu jika orang yang memukul Roy adalah David.


Mery marah bercampur ketakutan.


lagi pukulannya, dipukulinya temannya itu dengan membabi buta, Mery tak terima.


"Hentikan, hentikan, hentikan …!." Teriak mery ketakutan, sambil memukul punggung David agar menghentikan pukulan.


Ditariknya baju David dengan kuat hingga


pria itu menghentikan pukulannya, David membalikkan badan. Menghentakkan tangan Mery yang memegang bajunya hingga


terlepas.


Mery yang terkejut menghentikan tangisannya. Terpaku saat menyadari yang memukul Roy ternyata kakak iparnya.


"Kak David." Ucap Mery lirih mematung.


"Biarkan aku memukulnya," menatap Mery


yang sedang mematung.


Roy merintih lalu pingsan, Mery memalingkan wajahnya menatap Roy yang tergeletak di pasir.


Rasa terkejut itu hilang dan berubah menjadi takut saat melihat wajah Roy yang sudah mengeluarkan darah, dia tak mau mendengar perkataan kakak iparnya lagi, dia tak suka jika ada perkelahian.


Mery seketika berlari kepada Roy. Mery berjongkok di tepi Roy yang sedang


tergeletak, merangkul tubuh pria itu dan meletakkan kepala Roy diatas pangkuannya.


"Kak Roy, bangun kak!." Mery menangis


histeris, tak memandang kakak iparnya sedikit pun, yang dia pikirkan hanyalah keadaan Roy saat ini.


David tak terima jika Mery lebih membela musuhnya dan meniadakan keberadaannya, bahkan perkataannya pun tidak dianggap. Langsung saja dia menggapai lengan gadis itu.


"Kau membelanya?." Menarik lengan Mery


agar berdiri, Mery menolak.


Membuang ucapan David yang ditujukan untuknya, Mery tak suka jika kakak iparnya itu memukuli Roy, dia sudah lelah dengan ke egoisan kakak iparnya itu.


"Huhuhuhuhu, salah dia apa kak, sampai kak David tega memukulinya hingga babak belur seperti ini." Mengelus wajah Roy tak tega dengan apa yang dia lihat.


Roy tak bisa berkata dengan matanya yang terpejam dia tak sadarkan diri, karena mendapat pukulan dari David yang sangat tiba-tiba membuat pria itu tidak bisa membalasnya.


David menarik Mery kuat dan memaksanya hingga berdiri. Akibat pergerakan dari David yang memaksa Mery membuat Roy sedikit membuka mata.


Dengan setengah sadar Roy melihat kejadian itu hanya diam saja karena tubuhnya yang kesakitan tidak bisa menolong Mery.


Mery berdiri didekat David tapi pandangannya masih pada Roy. David memaksa agar Mery mengalihkan perhatiannya dan menatap dirinya.


"Kau belum sadar kesalahan orang ini, dia sudah berani membawa calon tunanganku." Bentak David dengan percaya diri.


Seketika Mery menatap kakak iparnya dengan wajah syok, tidak percaya dengan apa yang


di dengarnya bahwa saat ini kakak iparnya itu mengatakan jika dirinya adalah calon tunangannya.


'Apa yang ku dengar ini hanya sebuah sandiwara, apa memang kak David mau menjadikanku sebagai pengganti kak Joy?.'


dalam keterdiaman Mery gelisah hati.


Tanpa menunggu David langsung menarik


dan menyeret gadis itu agar meninggalkan tempat itu.


🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞


Ayoyoooo...othornya lagi Ling Lung..πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ