
๐น๐น๐น๐น
Tengah malam Joy terbangun dari tidurnya,
karena ulah tangan usil dari suaminya ,
" Sudah David !!, kumohon biarkan aku tidur
aku sangat mengantuk , besok kita akan ke
Jakarta , kita harus bangun pagi-pagi."
" Apa kau tidak kasian padaku ?." Joy bicara
dengan masih memejamkan matanya
karena rasa kantuknya yang teramat .
" Satu kali saja sayang,,,,." David menggigit
lembut telinga Joy .
" Dari tadi kau sudah bilang satu kali ,tapi
ini sudah ketiga kali ,,, aaaah , terserah
kaulah ! ,aku malas berdebat denganmu."
" Terimakasih sayang ..." David segera
melakukannya lagi , tapi kali ini dengan
sangat pelan dan hati-hati .
"kau yang tenang di sana ya sayang , papa
mengunjungi mu lagi , kau memang jagoan
papa ." David berbisik di perut buncit Joy ,
seakan dia berbicara dengan anaknya yang
berada didalam perut istrinya .
Joy membiarkan David melakukan aksinya
dan melanjutkan tidurnya , tapi dia masih
bisa merasakan setiap perlakuan dari suaminya , walaupun seperti sebuah mimpi
yang nyata dan sangat menyenangkan .
*****
Pagi ini dirumah Joy ibu dan Mery sarapan bersama di meja makan , tapi yang berbeda
kali ini adalah , mereka sarapan di temani
oleh Anggi bukan dengan Joy .
Ibu Wulan telah melarang Mery agar tidak
membangunkan Joy dan suaminya ,
mereka bertiga sarapan dengan tenang
tidak membuat keributan , agar tidur Joy
tidak terganggu .
" Mery,,, setelah sarapan ajaklah nak Anggi
untuk bermain ke rumah Adinda , karena
Tante mau ke toko dulu ." ibu Wulan bersiap
akan berangkat ke Toko.
" Iya Tante ," Mery melanjutkan makannya.
" Nak Anggi Tante tinggal dulu ya, nggak apa
kan di rumah sama Mery ?, mungkin Joy
masih lama bangunnya , nak Anggi ikut
Mery saja ke rumah Adinda disana ada Roy,
kalau bosan bisa keToko Tante juga nggak
apa - apa ."
Anggi tersenyum dan berkata, " iya Tante terimakasih ."
****
Di meja makan Roy dan adik beserta mamanya berkumpul untuk menikmati sarapan .Hari ini papa Roy tidak ikut sarapan
karena sudah berangkat ke Jakarta sedari
tadi , untuk mengurus masalah sekolah milik
keluarganya yang ada di Jakarta .
Saat acara sarapan pagi , mama Pita ingin membicarakan tentang pernikahan joy
yang begitu mendadak .
" Roy mengapa kau tidak memberitahukan
pada kami , jika ayah dari bayi yang di kandung Joy adalah bos mu?." mama pita
menghentikan makannya dan menatap putranya .
," Ma,, Roy saja baru tahu , kalau wanita
yang di cari- cari David ada disebelah
rumah Roy ,dan dia sepupu Roy pula ."
" jadi?"
" jadi ,, apa ma,,?,"
" Roy , ceritakan pada mama tentang Joy
sejelas- jelasnya, kau pasti mengetahuinya
kau tahu Roy , mama sangat menyayangi
Joy , " Roy melirik adiknya yang sudah
selesai sarapannya .
dengan tatapan tajam kakaknya yang
mengisyaratkan agar dirinya segera pergi
dari sini .
Dinda segera meninggalkan meja makan
dan berjalan keluar rumah, dia pun duduk
di teras rumah .
"Ma , Roy akan ceritakan tapi mama jangan bertanya apapun pada Joy ." Mama mengangguk .
" David dan Joy bertemu saat mereka
sedang liburan masing-masing di Bali .
waktu itu mereka sedang mabuk , David
akan bertanggung jawab , tapi karena ulah
Rosa yang menimbulkan kesalahpahaman
menjadikan Joy meninggalkan David ."
" Rosa!, siapa dia ?." mama Pita masih setia
mendengarkan .
"Seorang model yang menyukai David ."
" Terus?". mama Pita semakin penasaran.
" Maksud mama apa?, David itu sudah mencari Joy kemana - mana dari beberapa bulan belakangan ini , tapi tidak juga menemukannya ."
Roy menjelaskan pada mamanya, tapi
pandangannya beralih pada suara orang
yang bercakap diluar rumahnya .
Roy berjalan keluar mencari sumber suara,
" Hai Nggi , bagaimana kabarmu?, apa Andreas belum kesini , katanya tadi dia
mau mengajakmu berjalan- jalan ."
Bibir Roy bicara pada Anggi , tapi bola matanya mencuri pandang pada seorang gadis yang kemarin sempat pingsan di
kamar mandinya.
" Seperti yang kau lihat kabarku baik, apa
tadi Andreas menghubungi mu ?."
" Ya , kapan kalian kembali ke Jakarta?."
Roy balik bertanya.
" Mungkin besok." Anggi melambaikan
tangannya, melihat Andreas keluar dari
mobilnya .
" Hey Dre , ayo masuk !, " Roy mengajak
temannya masuk , dan diikuti mereka
bertiga di belakangnya .
" Duduklah." ajak Roy pada temannya.
"Kalian nanti mau berjalan- jalan kemana?,"
" Aku tidak tahu terserah Anggi saja ,
kemarin dia sempat bilang padaku , ingin mengunjungi candi Borobudur."
Anggi mendudukkan tubuhnya di sebelah
Andreas ," bagaimana jika jalan- jalannya
berlima pasti seru."
" Tidak,, aku tidak bisa ikut, maaf kak , aku
masih ada urusan." Mery menolak jika dia
berada satu mobil dengan kakaknya Adinda.
" Kau jangan bohong Mery,,, aku tidak menerima penolakan ." Mery hanya bisa
mengangguk tak berdaya ," baiklah kak."
Andreas yang tak melihat sosok temannya
yang sudah pengantin baru pun bertanya,
" Roy , dimana David ?."
" Apa kau ini lupa Dre, dia sekarang sudah
menikah, pastinya dia sekarang masih
tidur manis dengan istri barunya ."
Mendengar jawaban Roy , Andreas hanya
bisa menggelengkan kepalanya,
memaklumi David yang sekarang sedang
pengantin baru .
" Hus,,, jaga bicaramu ." Anggi menyenggol
lengan Roy , manik matanya melirik dua
gadis disebelahnya .
_
_
๐น๐น๐น
Mana jejaknya KK๐
next โ๏ธโ๏ธ