Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Rendi


Siang hari di Toko Bunga..


Seperti biasa Anggi menjalani rutinitasnya


dengan menjaga toko bunga dengan di temani oleh Lusi . Dia kini menyiram


bunga, serta memeriksa bunga yang sudah layu dan membuangnya , dia di kejutkan


dengan bunyi suara mobil yang mengerem


mendadak di depan tokonya.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat didepan Toko , sepasang


kaki jenjang milik seorang wanita yang


cantik dengan rambut tergerai dan hidung


mancung , turun dari mobil .


Wanita itu berjalan dengan hati - hati


menuju Toko bunga . Dia mulai membuka


kaca matanya , mencari sosok temannya


" Anggi , ." ucapnya dan berjalan masuk , setelah menemukan yang dia cari.


Yang mempunyai nama pun menoleh,


" Joy ?." berhambur memeluk seseorang


yang memanggilnya, ternyata adalah Joy.


" Maafkan aku , karena baru bisa mampir


kesini sekarang ." membalas pelukan sahabatnya.


" Tidak apa , ayo kita duduk di sana !." mengajak Joy ke tempat bersantai di


depan Toko.


" Joy yang sabar ya ,, aku akan slalu ada


untuk mu , kau bisa mengeluarkan keluh


kesahmu padaku ."


" Terimakasih Nggi, pasti Andreas yang memberitahu mu ."


" Iya ,, Andreas tahu dari Roy , terimakasih


Mbak Lusi ." ucap Anggi saat Lusi menyuguhkan dua gelas teh untuknya


dan Joy .


" Iya , bagaimana kabarmu Joy ?."


tersenyum menatap Joy.


"Seperti yang mbak Lusi lihat , aku sehat ."


" Kalau begitu mbak tinggal kedalam


dulu ya,," Joy mengangguk kemudian masuklah Lusi kedalam Toko.


Anggi menatap iba pada sahabatnya,


" Joy selanjutnya bagaimana


keputusanmu, jika anak itu adalah benar


anak David ." tangannya menggenggam


jemari Joy.


" Aku akan mempertahankan rumah


ku Nggi , kata David dia tidak akan pernah


kembali pada wanita itu , aku tidak mau


jika nanti anakku menjalani hidup


sepertiku , merasa kesepian tanpa


keluarga ." manik mata Joy mulai berkaca-kaca.


Anggi mengelus pundak Joy ," kau benar


Joy , pasti dia akan membutuhkan sosok


Daddy nya , lagipula David sangat mencintaimu ." memberi semangat pada Joy.


Joy mengangkat ujung bibirnya keatas,


merasa senang bila mengingat saat


David mengatakan cinta padanya.


"Kau kenapa Joy ?, senyummu sangat


mencurigakan , " bertanya dengan


pandangan yang menggoda Joy.


Joy merasa malu ," Apa dih Nggi , kau ini


jangan berfikiran yang aneh , aku tidak


hanya tersenyum apa tidak boleh."


" Boleh, kenapa juga tidak boleh . Aku kan


cuma bertanya karena tidak biasanya kau


tersenyum seperti itu ." mendekatkan


wajahnya ke telinga Joy .


" Hayo , kau pasti sedang memikirkan


David kan ." bisiknya.


Joy merasa malu karena Anggi terus menggodanya , mereka tertawa bersama


di depan Toko , sampai satu suara menghentikan tawa mereka .


" Permisi apa di sini menjual bunga mawar


putih ?." seorang pembeli bertanya pada Anggi .


Joy melihat pembeli itu kemudian mendekatinya ,seorang pria yang bertubuh tinggi tegap bak binaraga , kulitnya putih bersih , wajahnya tampan berhidung mancung seperti orang yang dia kenal.


Joy tak asing dengan suaranya.


* kalau aku tidak salah , suara ini seperti


suara ,,,


"Kak Rendi ?." ucap Joy saat mengingat


siapa yang ada di depannya , orang itu


menoleh karena Joy memanggilnya.


" Joy ,,, kau kah ini ? ." tidak mengiyakan


malah bertanya balik pada Joy.


Joy memeluk seorang pria yang ada di


depannya , dan pria itu pun membalasnya,


seperti melepas rindu yang lama sudah


terpendam .


Anggi yang tak mengenal orang itu pun


hanya bisa memandang tanpa bicara.


Joy melepaskan pelukannya dan


mengajak duduk pria itu.


" Anggi kenalkan dia kak Rendi , kami


dulu satu panti asuhan , dia seperti kakak


bagiku ." Joy memperkenalkan mereka


berdua , mereka saling berjabat tangan.


" Kak Rendi beruntung karena ada orang


tua yang mau mengadopsi nya , jadi kami berpisah ." Joy masih ingin menceritakan pada Anggi.


" Kau jangan bicara begitu Joy ,


bagaimana kabarmu ?, sepertinya


sekarang kau sudah menikah , aku turut bahagia atas pernikahanmu , selamat ."


Rendi mengulurkan tangannya , Joy pun membalasnya dengan senyuman di bibirnya.


anda mau mencari bunga mawar putih ?." Rendi mengangguk .


" Tapi sayangnya mawar putih nya besok


baru bisa datang ." Anggi menangkupkan


kedua telapak tangannya .


" Iya tidak apa-apa , besok saya akan


kembali lagi kesini ." ucap Rendi dengan terukir senyum di bibirnya.


Sinar matahari sudah mulai panas ,


menunjukkan jika hari sudah mulai siang,


Rendi mengajak Joy dan Anggi untuk


makan siang bersama, tapi ditolak


secara halus oleh Anggi.


Menjadikan Joy hanya pergi berdua saja


dengan Rendi .


***


Di sebuah cafe...


Joy duduk berdua dengan Rendi di meja


yang sama , mereka menikmati makan


siang bersama , untuk merayakan


pertemuan mereka yang sudah lama


berpisah .


" Joy selama ini apa kau tinggal di


Jakarta ?." Rendi bertanya di sela


menikmati makanannya.


" Tidak kak, aku tinggal di Surabaya."


Joy mengambil gelas di atas meja


kemudian meminumnya.


" Kak Rendi sendiri , tinggal dimana?."


Joy memandang orang yang ada di depannya.


" Aku pindah ke Inggris , orang tua


angkatku di pindah tugaskan kesana ,


kemarin aku baru kembali ke Indonesia."


" Pantesan aku tidak bertemu lagi ,


dengan kakak ." mereka bercanda bersama.


Rendi pamit ke toilet sebentar, pada Joy.


Tanpa dia sadari dompetnya terjatuh ,


kemudian Joy memungutnya , dia hendak


menaruhnya keatas meja tapi diurungkan,


karena melihat di sana terpajang sebuah


foto Rendi dengan seorang wanita .


Yang membuat Joy Kaget adalah wanita


yang bersama Rendi di foto itu. Tak lain


adalah Sofia , yang kemarin datang


ke rumah Oma.


Joy sempat muncul rasa penasaran di


hatinya , ada hubungan apa antara Sofia


dengan pria yang sudah di anggapnya


kakak itu .


Tak lama , Rendi pun kembali ketempat duduknya. Joy menatap Rendi lekat , ingin


bertanya tapi di urungkannya , takut jika


nanti membuat Rendi salah faham padanya.


" Joy kau belum menceritakan kepadaku


tentang pernikahan mu , sudah berapa


usia kandunganmu?." Joy di kagetkan


dengan pertanyaan Rendi padanya,


karena dari tadi Joy hanyut dalam rasa penasarannya pada hubungan Sofia


dan Rendi .


" Kandunganku sudah berusia hampir


delapan bulan kak , jika ada waktu luang


aku akan perkenalkan suamiku pada


kakak." Rendi mengangguk ," baiklah,


aku akan senang sekali."


Joy mengembalikan dompet Rendi yang


jatuh ." Kak ini dompetmu terjatuh , maaf


aku tak sengaja melihat foto seorang


wanita di dompet kakak . apa dia pacar


kakak ." Joy meringis malu dengan


pertanyaan nya yang menggoda Rendi.


" Dia temanku ,,, " perkataan Rendi


terpotong oleh bunyi telfonnya yang berbunyi.


" Joy maaf aku mau mengangkat telfon


dulu ." Joy tersenyu mengiyakan.


***


Disisi lain David yang geram dengan informasi yang diberikan oleh orang


suruhannya , yang sengaja dia tugaskan


untuk mengawal dan mengawasi istrinya


dari jauh , orang itu memberikan sebuah


foto hasil jepretannya , pada David saat


Joy berpelukan dengan seorang lelaki .


Tapi sayangnya wajah lelaki itu tidak jelas.


David merasa cemburu , dengan


terburu-buru dia keluar Kantor , ingin


cepat menemui istrinya , untuk mempertanyakan tentang kebenaran


foto yang diambil oleh orang suruhannya itu.


_


_


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Sampai sini dulu besok up lagi 😊


Author usahain cepet up nya ,


seperti biasa jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊😊😘, buat yang udah like , komen


dan votenya author ucapin banyak


terimakasih 😘😘😘😘


Next πŸ€