Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Apa ini ?


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Sebuah mobil Limousine berhenti didepan


gerbang sebuah Rumah mewah bak


istana , menunggu sepasang pintu


gerbang untuk terbuka . Para pengawal


yang berjaga di depan rumah pun


segera membukakan gerbang , setelah


tahu mobil siapa yang datang .


Setelah pintu gerbang berhasil terbuka ,


mobil pun masuk kedalam halaman


rumah yang luas dan berhenti tepat


di depan pintu , yang sudah berdiri


beberapa orang pembantu yang sudah


siap sedari tadi menyambut kedatangan tuannya .


Mery takjub dengan keadaan yang terjadi


di Rumah David , dia tidak pernah sekali


pun datang ke Rumah itu . Pemandangan


Rumah yang megah , serta pengawal dan


pembantu yang berjajar rapi hendak


menyambut kedatangan mereka ,


melengkapi keterkejutan Mery .


" Kak apa ini benar Rumah kak David ?."


memandang para pengawal dan pembantu


David dari dalam mobil .


" Ya benar , apa kau ingin Rumah seperti


ini." mengubah tempat duduk di sebelah


Mery .


" Hah ,ti,, tidak ..." kaget dan gugup


dengan kedatangan Roy yang tiba-tiba


ada di sebelahnya .


Mery waspada , dia segera menjaga


jarak aman , takut jika Roy berbuat


apa-apa bila sudah ada di dekatnya .


" Aku tidak akan berbuat apa-apa


padamu , kau tenang saja dan perlu


kau ingat aku tidak akan berbuat


mesum padamu jika kau tidak


mengijinkan nya ." Roy mengangkat


kedua alisnya saat bertukar pandang


dengan Mery .


" Huh..., kata - kata yang tidak bisa di


pegang ." mendorong dada bidang Roy


saat pintu sudah terbuka , dan segera


keluar menghindarinya .


Roy tertawa dan ikut turun bersama


Mery ," kalau kau tak nyaman tinggal


disini , kau bisa tinggal di Apartemenku ."


berbisik mendekatkan bibirnya d telinga


Mery . Lagi - lagi sikap Roy membuat


Mery salah tingkah .


" Apa sih kak ." menyikut perut Roy .


Joy turun dari mobil di bantu David ,


" Selamat datang kembali nyonya ,"


sapa seorang kepala pembantu saat


melihat Joy yang baru keluar dari mobil.


" Terimakasih Bi , Oma sudah tidur ?."


melihat kearah dalam Rumah .


" Sudah nyonya , dari tadi sore dan kami


tidak memberitahukan perihal


kepulangan nyonya dan tuan ." ingin


mengambil alih untuk membantu Joy


tapi di larang oleh David .


" Lepaskan aku David !, aku bisa berjalan


sendiri ."


Joy mengajak Mery masuk kedalam ,


kemudian menyuruh salah satu pembantu


untuk segera menyiapkan kamar , untuk


Mery istirahat . Dengan suara pelan


dia masuk kedalam Rumah , tidak ingin


membuat Oma terbangun .


Para pembantu mengikuti Joy dan Mery


dari belakang , " nyonya kami sudah


menyiapkan makanan untuk nyonya dan


tuan , silahkan ." menunjuk ke sebuah


meja makan yang sudah tersedia berbagai


makanan kesukaan Joy .


" Terimakasih Bi , bibi tau saja kalau aku


sudah lapar , " mengelus lengan sang


kepada pembantu .


" Tolong panggilkan David dan Roy ya Bi'..


pasti mereka masih di luar , ayo Mery


kita duduk duluan ." Menggambil tempat


duduk untuk didudukinya , dan menunjuk


satu kursi untuk Mery .


Mery terpaku melihat makanan yang


tersedia banyak di atas meja , dia


sempat berpikir dan berbicara di dalam


hati tentang makanan yang di suguhkan


di Rumah suami kakaknya ini .


" Apa setiap hari kak Joy menikmati


makanan seperti ini , apa semua ini


harus dihabiskan ?."


Mery masih terdiam , setengah melamun


tidak mendengar apa yang Joy ucapkan


padanya ," Mery ... ayo cepat duduk ."


melempar sebutir anggur pada Mery dan


mengenai tepat di pipinya .


" Isssttt..."


Dengan memegangi pipinya yang terkena


lemparan dari Joy , Mery pun segera


duduk , dia malu karena ketahuan sedang


melamun oleh kakaknya .


Roy yang datang bersama dengan David


tiba-tiba tertawa cekikikan , kemudian


mengambil tempat duduk tepat di dekat


Mery , tanpa menunggu dipersilahkan


oleh sang tuan rumah , Roy mengambil


makanan yang tersedia di atas meja .


" Makan yang banyak , aku lebih suka


gadis yang gemuk dari pada kurus


yang terlihat hanya tulang yang


terbungkus kulit ." memindahkan nasi


keatas piring Mery .


" Makan ini , akhir- akhir ini kau terlihat


kurus ." mengambil dua potong ayam


goreng dan banyak sayuran di taruhnya


di atas piring Mery lagi .


Joy menaruh kedua tangannya di atas


meja , enggan untuk mengambil


makanan untuknya maupun membantu


mengambilkan makanan untuk suaminya ,


Roy pada Mery .


" Kau juga ingin di perlakukan begitu


sayang ?." David menyentuh jemari


istrinya , Joy menggeleng .


Mendapat penolakan dari Joy , David


malah mengambil piring istrinya ,


mengambil


Tapi David berbeda dengan Roy , tanpa


kata maupun bualan , dia mengambilkan


makanan serta menyuapkan langsung


ke bibir Joy .


Awalnya Joy menolak , lama kelamaan


dia pun menuruti suaminya sampai


makanan di piringnya pun habis .


" Lahap sekali , pasti my boy ingin


di suapi papa ya .." mengelus perut Joy .


Joy pun tersenyum melihat tingkah


lucu David ," sudah sekarang gantian


aku yang mengambilkan nasi untukmu ."


Joy hendak mengambil piring tapi


di tolak oleh David ," tidak usah , kau


masuklah kedalam kamar , pasti my boy


lelah ." Joy mengangguk .


Joy meninggalkan meja makan dan


menuju ke kamar yang sudah beberapa


hari di tinggalkan nya . Dia tak lupa


berpamitan pada Mery dan menyuruh


pembantu untuk mengantarkan Mery


ke kamar tamu .


Belum sampai jauh Joy melangkah ,


dia sudah kembali lagi ," Roy kau tidur


dimana ?." seketika Roy menghentikan


acara makan nya .


" Malam ini aku akan tidur disini ,"


melihat Joy sekilas dan melanjutkan


memakan sisa nasi di piringnya .


Joy ingin melarang , tapi David lebih dulu


menjelaskan jika Roy punya satu kamar


di Rumah ini , yang biasa Roy gunakan


jika lembur masalah kerjaan dengan David .


Tanpa ingin berdebat , Joy meninggalkan


meja makan dan menuju kamarnya ,


ingin segera melepas kelelahan yang


memenuhi dirinya .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di lain tempat Anggi yang mendapat


ciuman mendadak dari Andreas , telah


membuatnya tidak bisa tidur dengan


nyenyak , rasa cinta dan marah masih


memenuhi di hati dan pikirannya .


Pukul 03.00 pagi , Anggi tiba -tiba


terbangun dan mendudukkan dirinya,


mengambil satu gelas air diatas meja


dekat tempat tidurnya , kemudian


dengan cepat meminumnya sampai


habis .


" Aku harus mencari tahu siapa wanita


itu ." berbicara sendiri , dan kembali


menidurkan tubuhnya .


Rasa kantuknya yang teramat membuat


nya berhasil kembali tertidur dengan


pulasnya .


****


Pagi - pagi Anggi di bangunkan oleh


suara ketukan pintu dan teriakan sang


nenek yang tidak henti hentinya


berkumandang di telinga Anggi .


Dengan mata yang masih terpejam ,


Anggi terpaksa bangun dan berjalan


kearah pintu .


" Ada apa Nek ?." menggaruk rambutnya


yang tidak gatal , dengan mata yang


di paksa untuk terbuka .


" Ini ada surat untuk mu , tadi ada pak pos


kesini ." menyerahkan amplop pada Anggi .


Menerima pemberian Nenek dengan


kesadaran yang belum terkumpul


penuh ," amplop ?, dari siapa ini Nek ?."


melihat kepergian Neneknya .


" Lihat saja sendiri Anggi , disitu pasti


ada alamat pengirimannya ." pergi menjauh.


Anggi menutup pintu dan kembali


ketempat tidurnya , membolak - balikkan


amplop mencari nama dari pengirim


surat ," tidak ada , lalu siapa yang


mengirimkannya ?." melempar amplop


ke atas meja dan kembali tidur .


Rasa malas dan kantuk membuat nya


ingin kembali melanjutkan tidurnya ,


mata yang terpejam tapi pikiran nya


masih penasaran dengan isi dari surat


yang tidak tercantum nama sang


pengirim . Akhirnya Anggi memutuskan


untuk kembali bangun , mengambil


surat yang telah dibuangnya di atas meja tadi .


Dengan penuh hati - hati dia membuka


isi amplop , " Hah , apa ini ?." terkejut


yang ada didalam amplop bukanlah


surat , melainkan beberapa foto .


Anggi pun segera mengeluarkan semua


isi didalamnya , melihat satu persatu


foto yang sekarang ada di tangannya .


"Kurang ajar , ternyata wanita ini yang


bersama Andreas tadi malam ,


Andreas .... kau harus menerima


pelajaran , rupanya kau tidak bisa


di tinggal sebentar saja ."


Geram Anggi yang berbicara di dalam


hati , bersamaan dengan suara ponsel


yang ingin segera di angkat .


Anggi melihat siapa orang yang sepagi


ini menghubunginya , ternyata adalah


Andreas , seketika Anggi mematikan


ponselnya dan membanting nya diatas


kasur , malas untuk berbicara .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


Next πŸ€