Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Terjual..


Joy berdiri dari duduknya , " David ayo


kita pulang !." berjalan duluan , mendekati


tempat motor terparkir.


" Baiklah sayang." berjalan mengikuti


di belakang istrinya.


David naik keatas motor , dengan Joy


berboncengan . Dia menambah kecepatan


motornya , agar mereka cepat sampai.


Diatas motor, David tersenyum bahagia


karena seorang wanita yang sangat di


cintai nya sudah mau memaafkannya,


juga kembali padanya.


Sesekali David menoleh ke belakang,


tak puas rasanya jika mereka harus


pulang secepat ini.


" Sayang aku kedinginan." rayu David ,


Joy mengeratkan pelukannya, David


tersenyum sumringah merasakan


kembali kehangatan yang selama ini


pergi.


" Sayang , aku suka bibir manismu .' ucap


David , dengan mengelap sisa ciuman


mereka tadi , dengan menggunakan lidahnya.


" Kau jangan mulai merayuku David ini


di jalan , lihatlah kearah depan." omel


Joy yang melihat David yang berulang


kali melirik padanya.


" Boleh aku minta lagi sayang ?." semakin


ingin menggoda istrinya.


" permintaanmu konyol sekali David."


Joy mulai kesal.


David menggeser tangan Joy agak


kebawah , alhasil Joy menyentuh


sesuatu di bawah sana yang sudah mulai


tegang .


" David kau mulai lagi." ucap Joy karena terkejut.


" Kenapa sayang , apa kau tidak merindukannya ?." David menatap


kedepan dengan senyum terukir di bibirnya.


" Menurutmu ?.' Joy menarik tangannya.


Perbincangan mereka terjadi di sepanjang


jalan.David tidak menyadari jika sudah


sampai didepan rumah Mery.


" Kenapa cepat sekali sampai." gumam


David menghentikan motor yang di


naikinya.


Joy menggelengkan kepalanya, berjalan


meninggalkan David . Mery muncul ,


saat dia mendengar suara motor yang


berhenti di depan rumah nya. Dia berdiri


di depan pintu , menatap sepasang suami


istri yang baru masuk pagar.


Joy menyerahkan bungkusan di


tangannya pada Mery ," terimakasih kak."


ucapnya dan kembali masuk ke dalam Rumah.


Joy tidak ikut masuk, dia berdiri diam


menanti David keluar dari Garasi.


" Terimakasih David , kau bisa pulang


sekarang ." ucap Joy saat David


mendekatinya.


" Sayang , apa aku tidak bisa menjenguk


my boy ?." David memelas .


" Tidak ada , cepat kau pulang sana ." Joy


mendorong David.


David berbalik memegang kedua tangan


istrinya , " kalau begitu , bolehkah aku


menyentuhnya ?." bisik David dengan


menunjuk kearah perut Joy .


" Hanya menyentuh." ucap Joy menegaskan.


Merasa mendapat persetujuan, David


mulai menyusupkan tangannya kedalam


perut istrinya, meraba setiap permukaan


tempat anak mereka bersemayam.


Tangan David mulai nakal , sedikit demi


sedikit naik keatas ," kak Joy ..." teriak


Mery yang baru keluar , mengagetkan


mereka berdua.


Joy dan David salah tingkah , menahan


malu . Joy berjalan kearah Mery , " ada


apa Mer..?." berusaha seperti tidak terjadi


apa- apa.


Mery menyerahkan satu box martabak


pada Joy " aku tidak mau martabak asin


kak." dan kembali masuk ke dalam rumah.


Joy memandang box di tangannya,


dia memikirkan sesuatu ," ini untukmu."


menyerahkan box itu pada David ,


kemudian beranjak masuk kedalam meninggalkan David sendirian .


" Sayang ," mencekal tangan istrinya.


Joy menoleh , seketika melangkahkan


kakinya kearah David, tanpa bicara Joy


mengecup bibir David ," pulanglah."


dengan perlahan melepaskan tangannya


dari cekalan David.


Merasakan sesuatu yang menyentuh


bibirnya, dengan cepat David menarik


kembali istrinya, mengambil sebuah


ciuman yang telah di curi .


Dengan cepat jemari David mendekap


kedua pipi istrinya, mel***t habis bibir


yang telah menggoda naluri nya. Joy


berusaha melepaskan diri karena


kehabisan nafas , namun itu percuma .


Joy mengarahkan tangannya pada


pinggang suaminya , berusaha mencubit


tapi tubuh kekar David membuat joy


tak bisa menemukan sesuatu yang bisa


dia cubit .


Tidak ada cara lain, Joy segera meremas


sesuatu di bawah sana , dengan cepat


David mengakhiri ciumannya , dan Joy


pun berjalan cepat masuk kedalam rumah.


David tersenyum sendiri, melihat tingkah


lucu istrinya , selanjutnya dia kembali


pulang dengan di penuhi rasa suka cita


di dalam hatinya.


" David kau masih waras kan ?." Roy


yang berbeda.


David tidak menjawab, berjalan menuju


kamarnya setelah meletakkan.


sebungkus martabak di depan Roy .


" Apa ini David ?." mengambil sesuatu


yang di letakkan David di atas meja.


" Makanlah , itu dari Mery ." ucap David


yang sudah tidak terlihat batang hidungnya.


Roy membukanya , mengambil sepotong


martabak dan memasukkan pada


mulutnya. Menikmati satu gigitan demi


gigitan dengan membayangkan wajah


imut Mery .


πŸ€πŸ€πŸ€


Keesokan harinya...


Joy duduk di teras , menikmati segelas


susu dengan ditemani roti bakar


kesukaan nya , dia menanti kedatangan


Rudi , yang akan datang bersama calon


pembeli rumah Mery .


Drrrt....drrrt...drrrt....


Ponsel Joy bergetar , menandakan jika


ada yang menghubunginya. Dengan cepat


dia mengambilnya ," hallo Rud..." jawabnya


saat menggangkat ponsel nya.


" Joy aku nanti kesana agak siangan ,


karena harus mengurus surat tanda


jadinya." ucap Rudi .


" Maksudmu ?."


Joy bertanya, tapi manik matanya


mengarah pada sosok David yang sedang


di atas balkon sedang melambaikan


tangan padanya.


" Mereka sudah meninjau Rumah Mery ,


dan mereka langsung bersedia untuk


membelinya , dan aku sekarang mau


mengurus surat jual belinya ."


Joy terkejut ," apa kau tidak bercanda ?,"


" Tidak Joy , aku mengatakan yang sebenarnya . Maaf Joy aku sudahi


dulu perbincangan kita , aku mau


mengurusnya dulu , nanti jika sudah


selesai , aku akan kesana."


Setelah berpamitan , Rudi mematikan


ponselnya . Joy melihat David yang


berjalan kearahnya , terukir senyum manis


di wajahnya , membuat Joy terpesona


dengan ketampanan wajah suaminya.


" Sayang, kau jangan memandang ku


seperti itu , nanti aku tidak tahan ingin


menerkam mu ."


David duduk di dekatnya , membuyarkan


lamunan Joy , satu kecupan di hadirkan


David pada kening istrinya.


Joy tersenyum tapi kemudian hilang ,


" Apa kau tidak punya pekerjaan David?."


memandang wajah tampan suaminya.


" Pekerjaan ku sekarang adalah mengajak


istriku kembali pulang." mengambil satu


potong roti bakar yang ada di atas meja.


" Pulanglah , siapa yang mengurus


perusahaan , jika kau berada disini.,"


" Sudah ada Andreas yang mengurusnya,


jika kau mau kembali , aku akan segera


pulang."


Joy tidak menjawab , dengan tenang


dia menghabiskan susunya.


" Sayang apa kau mau berjalan- jalan


lagi ." David menggenggam jemari


istrinya.


" Untuk saat ini tidak David , siang ini


Rudi akan kemari." David melepaskan


genggaman tangannya.


" Rudi ??."


" Ya , Rudi akan datang kemari untuk


mengurus jual beli rumah ini." Joy


masuk kedalam rumah dengan


membawa gelas kosong yang sudah


dia habiskan isinya.


****


Rudi sudah tiba , dengan membawa


amplop besar di tangannya, joy


mengajak nya masuk kedalam.


" Ini suratnya sudah jadi Joy , sebentar


lagi orangnya akan tiba ." menyerahkan


pada Joy.


Joy dan Mery saling melempar pandang,


ada segurat rasa berat di hati Mery , dan


Joy menyadarinya ." Mer.. belum


terlambat , surat ini belum di tanda


tangani ." mengelus punggung Mery .


Mery mengangguk.


Tok..tok..tok.. Suara pintu terketuk .


Rudi keluar, di ikuti Joy dan Mery


bersamaan , " Apa anda tuan Aldo ?."


tanya Rudi pada orang yang berdiri


di depan pintu.


Orang itu mengangguk," iya benar tuan ,


tapi saya hanya orang suruhan , yang


sebenarnya pembeli adalah tuan saya ,


Tuan Aditya ." menunjuk orang yang baru datang.


Joy dan Mery mendekat, ingin tahu


siapa orang yang sudah bersedia


membeli Rumahnya.


Datang seorang pria tampan , tapi


wajahnya tidak asing lagi bagi


mereka , Joy masih tidak percaya jika


pria itu yang telah membelinya.


" Roy......" teriak Joy kencang ,


mengagetkan semuanya.


_


_


Jangan lupa ninggalin jejak ya πŸ₯°


maaf ya author lama up-nya πŸ™πŸ™πŸ™


next...