
Tetap di rumah David menimang putranya
demi memuaskan rasa rindunya dengan istri yang sudah menghilang entah kemana, sudah dua Minggu tiada kabar dia dapat.
Rasanya hatinya sudah hancur tapi saat memandang wajah putranya seakan rasa sakit itu sedikit berkurang.
Hari- hari David marah dan marah pada anak buahnya karena pencarian yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil. David
bosan jika harus mendengar permintaan
maaf dari anak buahnya karena belum bisa menemukan istrinya.
Hari ini anak buah David menghadap tidak dengan tangan kosong, melainkan mereka
juga membawa seorang wanita bersama mereka, wanita itu diikat dan mulutnya di perban agar tidak bisa mengeluarkan suara.
David yang mendengar hal itu pun langsung cepat menyuruh anak buahnya untuk membawa wanita itu masuk ke dalam ruang kerjanya.
David menunggu beberapa saat hingga
wanita itu dibawa masuk. Anak buah mendorong wanita itu hingga tersungkur di belakang David, David pun menoleh, berjongkok dan meraih wajah wanita itu untuk mengetahui siapa wanita itu sebenarnya.
"Kurang ajar, ternyata kau Rosa." Mendorong kembali muka Rosa kemudian David berdiri.
Rosa tertawa terbahak-bahak, melihat raut wajah David yang hancur akibat ditinggalkan oleh istrinya, Rosa merasa puas.
"Hahaha, rasakan kau David, apa yang kurasakan selama ini sekarang kau juga merasakannya, hahaha .. ." Rosa tertawa
puas sekencang - kencangnya.
Mendengar Rosa menertawakannya David menoleh tidak terima.
"Kau sudah gila Rosa, apa yang kau bicarakan kau sudah ngelantur." David berusaha terlihat tenang di depan seorang model yang pernah menjadi wanitanya itu.
Rosa berusaha berdiri, meskipun dengan bersusah payah tapi akhirnya dia bisa berdiri tegak juga.
"Sekarang bagaimana nasibmu David, sudah menderita apa belum? Kau memiliki
segalanya tapi kau tidak bisa bereaksi
dengan siapa pun, dan orang yang bisa membuatmu bereaksi dia sekarang sudah
mati, hahaha .. dan selamanya kau akan kesepian, kau punya dia tapi percuma." Rosa menunjuk junior David dan melanjutkan tertawa.
Rosa mengetahui jika dulu dirinya lah yang meracuni David sehingga membuat David
tidak bisa bernafsu jika tidak dengan wanita yang tidur bersamanya saat itu, tapi David menolak dan menjauhinya, malah tidur
dengan joyyana yang menjadi istrinya kini.
Sekarang Rosa menyayangkan David, andai
dia dulu tidur bersamanya tidak mungkin
terjadi seperti ini.
David marah saat Rosa mengatakan jika istrinya sudah meninggal, yang dia tahu hanyalah istrinya itu sekarang sedang
di sekap itu saja.
Mendengar penuturan David, Rosa semakin terbahak-bahak.
"David, David.. kau ini bodoh atau pura - pura tidak tahu sih, istrimu itu sudah mampus
saat dia diculik dia berusaha memberontak
dan mobil yang dia tumpangi sudah masuk kedalam jurang dan meledak bersama penumpangnya dan semua penumpangnya hangus."
David lemas, antara percaya atau tidak
dengan perkataan yang Rosa ucapkan.
"Pasti kau tidak mempercayai omonganku
tapi kau tidak bisa tidak percaya dengan foto
ini dan tanyakan pada Anggi apa benar ini pengawal dan mobil yang terakhir istrimu naiki."
David merampas paksa ponsel di genggaman Rosa, melihat dengan seksama memang benar itu adalah wajah istrinya, David mengelus foto yang terdapat wajah cantik istrinya itu.
Segera mengirimkan foto itu pada ponselnya dan mengembalikan dengan cara tidak baik pada Rosa, hal itu malah membuat wanita itu tertawa, merasa menang telah berhasil membuat David menderita.
David dengan cepat menghubungi Anggi dan menanyakan benar tidaknya apa yang dikatakan oleh Rosa, jika mobil terakhir yang bersama istrinya seperti yang di foto itu.
Semenit Anggi berfikir, karena sudah dua minggu kejadian itu terjadi, sedikit sedikit Anggi pasti lupa. Melihat satu persatu orang yang ada di foto, Anggi berusaha mengingat.
"Sepertinya memang benar David, itu adalah orang yang membawa Joy pergi dan pengawal itu pula yang mengusirku." Jawaban Anggi membuat David semakin lemas.
"Sudah ku bilang, kalau kau masih tidak percaya, sekarang suruh anak buahmu untuk memeriksa dalaman jurang yang curam itu, dan pasti disana mereka menemukan tulang istrimu yang hangus, hahaha .. ."
David menyuruh anak buahnya untuk membawa Rosa keluar dari ruang kerjanya, mencari bukti sendiri David ingin mencari kebenaran keadaan istrinya.
Tanpa pengawal maupun supir, David ingin mencari tempat keberadaan jurang seperti yang dikatakan oleh Rosa.
Oma mengetahui kepergian cucunya, beliau menyuruh anak buahnya untuk membuntuti David dari belakang, dan membantu jika dibutuhkan.
Mobil David berhenti tepat di tepi jurang tempat terjadinya kecelakaan mobil yang ditumpangi oleh joyyana.
David perlahan turun, melihat kearah bawah dan ternyata benar ada bangkai mobil di sana yang sudah tidak berbentuk melainkan sudah hitam karena hangus.
David terperosok duduk di tanah, hatinya
remuk membayangkan saat istrinya
menangis meminta tolong saat kecelakaan terjadi. David menangis tersedu-sedu, tak
bisa berbuat apa-apa ataupun menolong istrinya itu.
Anak buah suruhan Oma datang menghampiri David, memberi bantuan jika tuannya itu membutuhkan.
David menyuruh anak buahnya dan Oma untuk mengangkat bangkai mobil yang sudah hangus itu, agar bisa mengevaluasi siapa saja korban dari kecelakaan yang menimpa istrinya.
๐น๐น๐น
Setelah kejadian tadi siang, David kembali
ke rumah nya. Semua kerangka korban kecelakaan sudah dibawa ke Rumah Sakit, David hanya menunggu hasilnya dari Rumah.
Saat duduk - duduk di ruang tengah sambil menggendong putranya, David dikejutkan dengan kedatangan Roy, yang dengan santainya mencari keberadaan Mery.
"Mery di rumah David?." Melihat setiap sudut rumah, Roy hendak masuk lebih kedalam.
"Kau mau apa, jangan ganggu gadis itu!
Seperti wasiat dari Joy, aku akan membawa gadis itu ke Inggris." David berdiri menatap penuh menantang pada Roy.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi, Mery akan tetap disini, tetap tinggal di Indonesia ini." Kecam Roy, melawan omongan David.
"Hahaha, sudah berani kau sekarang, memangnya siapa kau."
Tawa David membuat Roy tertantang.
"Aku akan menikahinya, kau siapa juga berani mengaturnya." Ucap Roy sambil menunjuk muka David.
David menelak jemari Roy yang ada tepat
di depan mukanya.
"Kau hanya kakak ipar David, ingat itu." Imbuh Roy.
"Jika sebuah sebutan kakak ipar membuatku remeh, maka aku akan menikahinya juga, agar kau tidak bisa lagi memilikinya." Pungkas David membuat Roy terdiam tak bisa berkutik.
Dikamar Mery syok saat mendengar apa yang barusan dikatakan oleh kakak iparnya, yang menyebutkan akan menikahinya, hal itu semakin membuatnya takut.
Mery terperosok terduduk di lantai, ketakutan dan gemetaran membuatnya tak berani keluar.
"Hal bodoh apalagi ini yang menimpa hidupku, oh tuhan jangan kau beri cobaan serumit ini, huhuhu โฆ ." Tangis Mery mengunci pintu.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
gimana d tambah lagi gakkk
Next ๐