
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Sinar matahari mulai muncul, menyinari
alam semesta , memberi semangat pada
siapa saja yang memulai kehidupan di pagi hari.
Tidak dengan dua orang yang sedang berada
di dalam kamar yang bernuansa putih.
Mereka sedang tertidur nyenyak didalam pelukan satu sama lain, Joy yang merasa nyaman berada didalam pelukan hangat
David , membuatnya malas untuk membuka mata, begitu juga dengan David yang
enggan melepaskan pelukan tangannya
pada tubuh halus yang ada di depannya .
Hawa dingin pagi membuat mereka semakin mengeratkan pelukan satu sama lain, Joy merubah posisi tidurnya , yang tadi membelakangi David merubah menjadi menghadapnya. Jari mungil Joy menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua .
Gerakan tubuh Joy membuat David sedikit tersadar membuka matanya , seulas senyum terukir di bibirnya , setelah melihat siapa
yang tidur bersamanya , kemudian David kembali tertidur dengan semakin
mengeratkan pelukannya.
'Terimakasih tuhan , akhirnya kau
pertemukan aku dengan Yana ku lagi'. Batin David dengan mata terpejam nya , dan tangannya mengeratkan pelukan.
Kulit mereka saling menempel tanpa
pembatas apapun , Joy terbangun karena dikagetkan dengan sesuatu yang mengeras
di bawah sana , begitu juga dengan David
yang di kagetkan dengan pergerakan kecil
di dalam perut Joy,
Satu tangan Joy meraba dada bidang David
dan yang satunya meraba sesuatu yang mengganjal dibawah sana dengan matanya yang masih tertutup.
"Apa ini , rasanya gulingku tidak keras begini, mengganggu tidurku saja." gumam Joy lirih dengan mata yang tertutup rapat.
David yang mendapat remas*n lembut pada juniornya , sedikit mendesah dan berbisik
pada Joy.
" Uh,,, ihssss ..Joy , apa kau berusaha menggodaku?." Joy membelalakkan
matanya setelah mendapat bisikan dari
David, seketika mendongakkan kepalanya
dan menatap David.
Tanpa berbicara, Joy menelan ludahnya
dengan kasar , merutuki apa yang telah dilakukannya tadi. Joy segera melepaskan tangannya yang menyentuh tubuh David.
" Apa yang tadi malam masih kurang
sayang? , aku sangat senang jika bisa melanjutkannya lagi ." bisik David lagi
di telinga Joy , dengan nafasnya yang
hangat mengenai telinga Joy.
Joy merinding dan mendorong tubuh
David untuk sedikit menjauh dari tubuhnya.
" A .. astaga, David kau dari semalam tidur
di sini ? bagaimana kalau ada orang yang tahu?." Joy tergagap dan mengacak
rambutnya , lalu berfikir bagaimana jika
ada orang yang memergoki mereka sekarang sedang tidur bersama.
Rasa takut langsung memenuhi otaknya.
"Tidak apa-apa kalau orang mengetahuinya,
aku akan langsung menikahi mu ," bisik
David dengan tangan yang masuk kedalam selimut , akan memeluk tapi langsung
dicekal oleh Joy.
"Hentikan David!!, apa kau sudah gila? cepat kau keluar dari kamarku ." ucap Joy menghentikan tangan David yang meraba bagian tubuh atasnya.
Tok,tok,,tok ...
Suara orang mengetuk pintu kamar Joy .
Mereka berdua tersentak kaget dan saling menatap.
"Kak Joy .. apa kau sudah bangun?, aku sarapan duluan ya? aku sudah lapar .. "
Ternyata yang mengetuk pintu kamarnya
adalah Mery .
" Huh .. ." Suara Joy mengeluarkan nafas beratnya, sedikit lega ternyata bukan ibunya yang mengagetkannya tadi.
"Kak Joy? ." ulang Mery memanggil kakaknya, karena tak mendengar sahutan dari Joy.
"Iya Mery, kau sarapanlah duluan, aku baru bangun nanti aku akan segera kesana ."
Joy menjawab agar Mery cepat pergi dari depan kamarnya.
Setelah Joy mendengar suara langkah kaki menjauh dari kamarnya, selanjutnya dia menatap David tajam, sorot matanya seperti mengartikan kau harus cepat pergi dari kamarku.
Joy melihat dibawah tempat tidurnya,
tercecer pakaian mereka berdua , Joy
segera mengambil baju tidurnya dan memakainya asal, setelah itu dia pergi
masuk kedalam kamar mandi dan meninggalkan David sendirian di atas kasur tempat tidur Joy.
David yang melihat Joy akan masuk ke
dalam kamar mandi, segera melompat
dari kasur dan berlari ikut masuk ke dalam kamar mandi juga dengan Joy.
Joy kaget, pintu yang terdorong muncul
mengunci pintu.
" Apa yang kau lakukan disini David? cepat keluar dari kamar mandiku, aku mau mandi."
tegas Joy berusaha membuka pintu.
Joy mengusir David saat melihatnya ikut masuk kedalam kamar mandi , tapi David
tak menggubris perkataan Joy malah
dengan cepat David mengunci pintunya.
" Joy,, ku mohon bantu aku menidurkannya sebentar,,, saja ."
Joy mengacak rambutnya frustasi karena melihat David dengan wajahnya yang memelas .
Joy berkacak pinggang dengan jengkel dan berkata, "Bagaimana cara menidurkannya David? aku tak mengerti apa yang kau
maksud, aku tak tahu bagaimana caranya ."
Joy kehabisan akal dengan permintaan
konyol David.
David mendekati Joy , dengan perlahan
tangan David menggenggam kedua
tangannya dan mengangkatnya keatas, menyesap leher jenjang Joy, ." ihssst,,, "
Joy meringis geli , merasakan sentuhan
bibir lembut David di lehernya.
" Aku akan mengajarimu bagaimana cara menidurkannya ." bisik David di telinga Joy.
Dan selanjutnya mencium bibirnya , dengan tangan David yang satunya membuka baju
tidur Joy . Joy tak bisa melawan dengan
semua perlakuan David ,
Merasa tak mendapatkan penolakan dari
Joy, kemudian David pun melakukannya lagi
di dalam kamar mandi.
***
Di dalam rumahnya , Roy bingung mencari keberadaan David, dia mencari David di
dalam kamar tidur maupun di kamar
mandinya juga tidak ada.
Roy segera mengambil telfon genggam
disaku celananya, dengan cepat berusaha menghubungi David. Beberapa kali Roy menelfon , tapi telfonnya tidak diangkat oleh David.
" Kemana perginya David? setidaknya
beritahu aku dulu agar aku tidak mengkhawatirkannya , bagaimana nanti aku menjawab jika mama bertanya padaku ."
Roy berkacak pinggang bingung , harus mencari David dimana lagi.
Sesaat kemudian Roy mencoba
menghubungi David lagi dan akhirnya
David mengangkatnya.
" Hallo David , kau dimana sekarang? aku mencari di kamarmu kau tidak ada?."
tanya Roy saat David mengangkat telfonnya.
" Roy, kau bisa bantu aku? sekarang aku
ada di kamar Jo ." Roy membelalakkan matanya, kaget mendengar jawaban David.
" Roy kau mendengarku kan? ."David
bertanya pada Roy yang tak menyahuti permintaannya.
" Iya ,,iya,, kau tunggu saja aku akan menjemputmu ." David mematikan
sambungan telfonnya setelah mendengar jawaban Roy yang akan segera datang menjemputnya.
David duduk di atas kasur , melihat Joy yang baru keluar dari pintu kamar mandi dengan memakai kimono berjalan kearah lemari pakaian , dan kemudian kembali masuk kedalam kamar mandi.
" Kau bisa berganti pakaian disini sayang,,,
tak usah malu , kita kan sudah melakukan
nya berkali-kali, lagi pula aku sudah melihat seluruh bagian tubuhmu dan juga
sebaliknya , kau juga sudah melihat milikku semuanya ." goda David yang melihat wajah malu Joy yang tak berani menatapnya .
" Sssttt ."Joy meletakkan jari telunjuk
di depan bibirnya menyuruh David untuk diam .
" Apa kau bisa mengecilkan sedikit suaramu David? , nanti ibu mendengar ." Joy
memelototi David dan dia pun berlalu
masuk ke dalam kamar mandi.
David tersenyum melihat tingkah laku Joy ,
yang menurutnya lucu dan menggemaskan.
_
_
_
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Maaf nggak bisa up banyak ππ
jangan lupa ninggalin jejak like , kritik
dan sarannya, author akan setia mendengarkan π,
jangan lupa vote y KKπ₯°π₯°π₯°
Next*****