Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Berdua


Mery bimbang dengan perasaannya ,


niatnya untuk mengalihkan hati ke Bimo


kini terhalang oleh perasaan Adinda yang


dengan terang - terangan mengaku di depan


kakaknya .


Mery tak bisa berbahagia diatas kesedihan


temannya , jadi dia memutuskan untuk


menjalani apa yang ada dan sedikit demi


sedikit mundur dari perasaan ke Bimo .


Malam ini adalah malam terakhir Bimo


ada di Jakarta , Mery memenuhi janjinya


untuk menemani Bimo jalan-jalan . Bimo mengajak Mery nonton , dengan sembunyi


dia pamit pada kakaknya dan meminta agar kakaknya itu tidak memberitahukan kepergiannya pada Adinda , takut jika akan melukai perasaan temannya itu .


Dengan menggenggam jemari kakaknya


Mery berbisik ," kak Joy ku mohon , cuma


untuk malam ini biarkan aku bersama kak


Bimo , malam ini adalah malam terakhir ku


untuk bersamanya ." menyimpan air


matanya yang hampir jatuh .


Joy menarik Mery kedalam pelukannya .


" Maafkan kakak Mery ,,, kakak tidak tahu


jika kau juga menyukai Bimo ." Mery


menggeleng kemudian melepaskan diri


dari pelukan .


" Kak Joy tidak perlu bicara begitu , aku


tidak apa-apa , cuma satu pintaku kak Joy


jangan bilang ke Dinda jika aku pergi


bersama kak Bimo ." Joy mengangguk .


" Pasti ."


"Aku pergi dulu , kak Bimo sudah


menunggu di bawah ." mengecup punggung telapak tangan kakaknya dan beranjak


keluar dari ruangan .


Andai saja aku tahu jika kau menyukainya


pasti aku tidak akan memberi harapan


pada Adinda .


Joy menyesali perbuatannya , melihat


adik semata wayangnya itu pergi keluar


menghilang dari hadapannya .


Dengan langkah pasti , Mery memantapkan


hatinya untuk membuang perasaan bersalahnya , dia hanya memfokuskan


malam ini hanya untuk kegembiraan


hatinya saja . Dia tidak mau mendengar


apa pun yang di katakan orang , hanya


mendengar bagaimana isi hatinya berbicara .


Sampai di depan Rumah Sakit Mery


melihat mobil Bimo sudah menunggu ,


membuka satu kaca Bimo menampakkan


wajahnya , mengukir sebuah senyuman


indah Bimo menunggu kedatangan Mery .


Mery membalas senyuman Bimo dan


berlari menuju mobil , Bimo membukakan


pintu mobil dari dalam , dia tahu pasti


Mery sewot jika Bimo sampai turun dari


mobil , dia pun mencari jalan pintas


dengan membukakan nya dari dalam .


Tanpa debat Mery langsung masuk


kedalam mobil , " Bisa kita jalan sekarang?."


Mery mengangkat jempolnya .


" Ok bos ." mobil melaju meninggalkan


Rumah Sakit .


" Kita kemana dulu ?." Bimo bertanya


sambil melirik Mery .


" Terserah pak bos saja ." menepikan


mobil , kemudian berhenti .


" Kenapa dari tadi kamu manggil aku


gitu sih ?." Bimo menjewer sebelah


telinga Mery .


" Ampun .. , salah aku dimana sih , kan


malam ini semua biaya kak Bimo yang


tanggung , yaa .. aku panggillah kakak


pak bos ." Mery menutup mulutnya .


Bimo menggeleng kepalanya , tak habis


" Iya .. tapi jangan panggil gitu juga kali


Mer ... ." melepaskan jeweran .


Melanjutkan perjalanan , Bimo ingin


segera sampai di tujuan . Karena mereka


berdua memutuskan untuk nonton , jadi


jarak tempuh mereka tidak begitu jauh ,


serta tidak membutuhkan waktu lama


untuk sampai di bioskop .


" Sampai , di sini kan ?." Mery mengangguk


dengan senyum yang sumringah .


" Sudah lama sekali ya kak kita tidak


pernah nonton , terakhir waktu kita masih


sekolah , itu aja dengan cara sembunyi -


sembunyi ." Mery menahan tawa .


Bimo tidak menjawab , dia langsung


menuju ke loket untuk membeli tiket , agar


bisa segera masuk dan nonton . Mery membuntuti Bimo , melirik tempat penjual makanan ringan yang ada di samping


Mery menarik lengan Bimo .


" Kak , jangan lupa beli cemilannya ."


berbisik pada Bimo , tapi yang di bisikin


tidak menjawab hanya satu deheman


yang mewakili jawabannya .


Setelah mendapatkan tiket dan cemilan ,


Bimo segera mengajak Mery masuk ,


" film apa kak ?." Mery bertanya sambil


memakan pop corn di tangannya .


" Film kesukaan mu ." Mery yang penasaran


berusaha merebut tiket di tangan Bimo ,


namun tidak Berhasil .


Mery yang geram , pura - pura ngambek


tanpa kata Bimo menarik pergelangan


tangan teman kecilnya itu .


" Ngambek nya nanti saja , ayo kita masuk ."


Tanpa bisa membantah Mery pun menuruti


keinginan Bimo , sampai di dalam Mery


mencari dimana tempat duduknya .


Dia kaget ternyata Bimo mengambil


tempat duduk paling belakang .


Mery yang tidak bisa membantah pun


hanya bisa menuruti dan ikut kemauan


kakak kelasnya itu , masih belum


mengetahui pasti film apa yang akan


di tonton nya , Mery masih santai .


Lampu ruangan mulai padam , pertanda jika film akan segera di mulai . Hati Mery mulai


dag dig dug , merasa curiga jika kali ini


Bimo akan mengerjainya .


Semoga bukan film horor .


Meluapkan kekhawatiran nya dengan


memakan pop corn dengan terburu-buru ,


film mulai berputar , menampakkan jika


yang dikhawatirkan Mery terbukti .


" Mampus aku , kak Bimo sengaja kan


memilih film ini , kakak tahu kan jika aku


paling tidak berani dengan horor ." dengan


wajah cemberut yang hampir menangis


Mery geram pada Bimo .


" Jangan salah faham dulu , aku memang


sengaja memilih nya , agar kau kalau takut


bisa langsung memeluk ku , tanpa aku


meminta nya ." menangkup pipi Mery


Bimo berbicara dengan saling menatap .


Film sudah di mulai, tapi kedua insan ini


masih saling menatap , tanpa di sadari


tangkupan tangan Bimo menarik Mery


lebih mendekat .


Pop corn di tangan Mery terjatuh , mengagetkan keduanya , " astaga ."


Mery gelabakan , menutupi rasa malunya .


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Slowwwwwww...


Next ๐Ÿ˜.