
Mery bimbang dengan perasaannya ,
niatnya untuk mengalihkan hati ke Bimo
kini terhalang oleh perasaan Adinda yang
dengan terang - terangan mengaku di depan
kakaknya .
Mery tak bisa berbahagia diatas kesedihan
temannya , jadi dia memutuskan untuk
menjalani apa yang ada dan sedikit demi
sedikit mundur dari perasaan ke Bimo .
Malam ini adalah malam terakhir Bimo
ada di Jakarta , Mery memenuhi janjinya
untuk menemani Bimo jalan-jalan . Bimo mengajak Mery nonton , dengan sembunyi
dia pamit pada kakaknya dan meminta agar kakaknya itu tidak memberitahukan kepergiannya pada Adinda , takut jika akan melukai perasaan temannya itu .
Dengan menggenggam jemari kakaknya
Mery berbisik ," kak Joy ku mohon , cuma
untuk malam ini biarkan aku bersama kak
Bimo , malam ini adalah malam terakhir ku
untuk bersamanya ." menyimpan air
matanya yang hampir jatuh .
Joy menarik Mery kedalam pelukannya .
" Maafkan kakak Mery ,,, kakak tidak tahu
jika kau juga menyukai Bimo ." Mery
menggeleng kemudian melepaskan diri
dari pelukan .
" Kak Joy tidak perlu bicara begitu , aku
tidak apa-apa , cuma satu pintaku kak Joy
jangan bilang ke Dinda jika aku pergi
bersama kak Bimo ." Joy mengangguk .
" Pasti ."
"Aku pergi dulu , kak Bimo sudah
menunggu di bawah ." mengecup punggung telapak tangan kakaknya dan beranjak
keluar dari ruangan .
Andai saja aku tahu jika kau menyukainya
pasti aku tidak akan memberi harapan
pada Adinda .
Joy menyesali perbuatannya , melihat
adik semata wayangnya itu pergi keluar
menghilang dari hadapannya .
Dengan langkah pasti , Mery memantapkan
hatinya untuk membuang perasaan bersalahnya , dia hanya memfokuskan
malam ini hanya untuk kegembiraan
hatinya saja . Dia tidak mau mendengar
apa pun yang di katakan orang , hanya
mendengar bagaimana isi hatinya berbicara .
Sampai di depan Rumah Sakit Mery
melihat mobil Bimo sudah menunggu ,
membuka satu kaca Bimo menampakkan
wajahnya , mengukir sebuah senyuman
indah Bimo menunggu kedatangan Mery .
Mery membalas senyuman Bimo dan
berlari menuju mobil , Bimo membukakan
pintu mobil dari dalam , dia tahu pasti
Mery sewot jika Bimo sampai turun dari
mobil , dia pun mencari jalan pintas
dengan membukakan nya dari dalam .
Tanpa debat Mery langsung masuk
kedalam mobil , " Bisa kita jalan sekarang?."
Mery mengangkat jempolnya .
" Ok bos ." mobil melaju meninggalkan
Rumah Sakit .
" Kita kemana dulu ?." Bimo bertanya
sambil melirik Mery .
" Terserah pak bos saja ." menepikan
mobil , kemudian berhenti .
" Kenapa dari tadi kamu manggil aku
gitu sih ?." Bimo menjewer sebelah
telinga Mery .
" Ampun .. , salah aku dimana sih , kan
malam ini semua biaya kak Bimo yang
tanggung , yaa .. aku panggillah kakak
pak bos ." Mery menutup mulutnya .
Bimo menggeleng kepalanya , tak habis
" Iya .. tapi jangan panggil gitu juga kali
Mer ... ." melepaskan jeweran .
Melanjutkan perjalanan , Bimo ingin
segera sampai di tujuan . Karena mereka
berdua memutuskan untuk nonton , jadi
jarak tempuh mereka tidak begitu jauh ,
serta tidak membutuhkan waktu lama
untuk sampai di bioskop .
" Sampai , di sini kan ?." Mery mengangguk
dengan senyum yang sumringah .
" Sudah lama sekali ya kak kita tidak
pernah nonton , terakhir waktu kita masih
sekolah , itu aja dengan cara sembunyi -
sembunyi ." Mery menahan tawa .
Bimo tidak menjawab , dia langsung
menuju ke loket untuk membeli tiket , agar
bisa segera masuk dan nonton . Mery membuntuti Bimo , melirik tempat penjual makanan ringan yang ada di samping
Mery menarik lengan Bimo .
" Kak , jangan lupa beli cemilannya ."
berbisik pada Bimo , tapi yang di bisikin
tidak menjawab hanya satu deheman
yang mewakili jawabannya .
Setelah mendapatkan tiket dan cemilan ,
Bimo segera mengajak Mery masuk ,
" film apa kak ?." Mery bertanya sambil
memakan pop corn di tangannya .
" Film kesukaan mu ." Mery yang penasaran
berusaha merebut tiket di tangan Bimo ,
namun tidak Berhasil .
Mery yang geram , pura - pura ngambek
tanpa kata Bimo menarik pergelangan
tangan teman kecilnya itu .
" Ngambek nya nanti saja , ayo kita masuk ."
Tanpa bisa membantah Mery pun menuruti
keinginan Bimo , sampai di dalam Mery
mencari dimana tempat duduknya .
Dia kaget ternyata Bimo mengambil
tempat duduk paling belakang .
Mery yang tidak bisa membantah pun
hanya bisa menuruti dan ikut kemauan
kakak kelasnya itu , masih belum
mengetahui pasti film apa yang akan
di tonton nya , Mery masih santai .
Lampu ruangan mulai padam , pertanda jika film akan segera di mulai . Hati Mery mulai
dag dig dug , merasa curiga jika kali ini
Bimo akan mengerjainya .
Semoga bukan film horor .
Meluapkan kekhawatiran nya dengan
memakan pop corn dengan terburu-buru ,
film mulai berputar , menampakkan jika
yang dikhawatirkan Mery terbukti .
" Mampus aku , kak Bimo sengaja kan
memilih film ini , kakak tahu kan jika aku
paling tidak berani dengan horor ." dengan
wajah cemberut yang hampir menangis
Mery geram pada Bimo .
" Jangan salah faham dulu , aku memang
sengaja memilih nya , agar kau kalau takut
bisa langsung memeluk ku , tanpa aku
meminta nya ." menangkup pipi Mery
Bimo berbicara dengan saling menatap .
Film sudah di mulai, tapi kedua insan ini
masih saling menatap , tanpa di sadari
tangkupan tangan Bimo menarik Mery
lebih mendekat .
Pop corn di tangan Mery terjatuh , mengagetkan keduanya , " astaga ."
Mery gelabakan , menutupi rasa malunya .
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Slowwwwwww...
Next ๐.