
Joy dan Mery menoleh bersamaan pada
orang yang baru datang langsung
mencabut kunci kontak motor mereka.
" Daviddddd..." teriak Joy kaget , saat mendapati David lah yang mengambil
kuncinya.
" Hmm." memandang Joy dengan tatapan
tajam .
Roy yang baru datang, segera menarik
lengan Mery , mengajak nya menjauh
dari sepasang suami istri yang saling
melempar pandang.
" Kita tinggalkan mereka berdua, " bisik
Roy pada Mery , dan Mery pun
menurutinya , mereka berdua masuk ke dalam rumah Mery .
" David, dari kapan kau tahu aku disini?."
Joy bertanya, masih dengan rasa terkejutannya .
"Dari kau sampai di sini sayaaang." jawab
David dengan wajah datar.
" Apa kau bilang? apa kau membuntutiku,
David?." teriak Joy .
David tidak menjawab pertanyaan yang
Joy berikan , malah naik keatas motor .
David mengambil kendali dan menarik
Joy pelan untuk duduk di belakangnya.
" Duduklah , katakan padaku kau mau
kemana, aku akan setia mengantarkanmu
kau jangan marah , anggap saja aku ini
ojol yang gratis , karena kau tidak perlu
membayarnya." ucapan David berhasil membuat Joy duduk di belakangnya.
Merasa Joy sudah duduk dengan nyaman,
David mulai menyalakan motor
mengarungi jalan bersama istrinya.
" Pegangan sayang , nanti kau akan
jatuh ." ucap David, sengaja menarik
lebih kencang gasnya agar Joy mau
perpegangan padanya.
Joy hanya diam, dia tidak mau bicara
tapi di dalam lubuk hatinya , dia merasa
senang bisa berboncengan dengan
David.
" Sayang kau boleh marah padaku, tapi
kau jangan menjauh dariku." Joy masih
tak mau membuka suaranya , tapi
tangannya memeluk pinggang David.
" Kau tidak menjawab ucapanku juga
tidak apa-apa , aku sangat senang bisa
bersama denganmu kembali."
David menarik pergelangan tangan Joy
yang ada di pinggang nya , agar
melingkar di perut nya , Joy berusaha
melepaskan , tapi tangan David sudah
menggenggam erat kedua tangan Joy.
" Biarkan seperti ini , sudah lama aku
tidak merasakan pelukanmu ." Joy
tersenyum mendengar rayuan suaminya.
" Anggap saja kita baru menjalin sebuah
hubungan , kita akan mulai dari awal
dan sekarang aku akan memanggil mu
Yana ." David masih menguasai motornya.
Mendengar ucapan David , tiba -tiba Joy
teringat akan nama orang misterius
yang beberapa kali mengirim hadiah
padanya.
Joy teringat, jika orang itu mengirimkan
kue , bunga , dan cemilan. Semua itu
memang berkaitan dengan bertemunya
dirinya dengan David.
" Al..." ucap Joy lirih , tapi masih bisa
didengar oleh David.
David menepikan motornya, dia turun
dan berbalik menatap istrinya.
" Apa kau sudah mengetahui nya?."
menatap Joy dalam - dalam.
Joy menganggukkan kepalanya,
" Iya , kenapa kau usil mengirim hadiah
padaku ?." ucap joy ketus .
David tersenyum , mendapati istrinya
sudah mau berbicara dengannya.
David langsung menyentuh kedua pipi istrinya.
" Tanpa perlu aku memberi tahu, kau
sudah mengetahui nya."
" Jangan sentuh- sentuh , " Joy menarik
tangan David yang menyentuh pipinya.
" Iya maaf sayang , aku terlalu bahagia,
sekarang katakan padaku, kau mau
kemana ?." David tersenyum memandang
istrinya. Tapi Joy masih jual mahal .
" Aku mau jalan - jalan , dan mencari
martabak." ucap Joy dengan mode cuek.
" Ok , ayo kita berangkat." David naik
keatas motor , dan Joy ikut duduk
di boncengan , mereka melanjutkan
perjalanan nya .
***
Roy dan Mery duduk di ruang tengah ,
mereka sedang asik menonton TV.
" Mer , kamu tinggal di sini cuma berdua dengan Joy ?." Roy melihat sekeliling
ruangan didalam Rumah Mery .
" Tidak kak biasanya ada mbok Imah,
tapi beliau sekarang menjenguk
temannya di Rumah Sakit." Mery
berjalan kearah dapur untuk
mengambilkan Roy minuman.
Roy mengikuti Mery , mery tidak tahu
jika dibelakangnya ada Roy , alhasil
saat dia menutup pintu lemari es,
wajahnya hampir bertemu dengan
wajah Roy .
" Astaga." ucap Mery kaget , mendorong
Roy yang terlalu dekat dengannya.
Roy yg melihat wajah Mery yang merona,
mendekati Mery lebih dekat , memepet
tubuh Mery sampai terpojok di pintu
lemari es.
" Kau mau apa kak ?." berusaha sekuat
tenaga mendorong dada Roy yang
memepetnya.
" Aku mau menghukum gadisku yang
sudah mulai nakal." bisik Roy di dekat
telinga Mery , sampai nafas Roy yang
hangat lolos masuk kedalam telinga
Mery .
Roy yang awalnya cuma ingin menggoda
Mery , sekarang berbalik dirinya yang
mulai tergoda , karena pergerakan Mery
yang sangat dekat dengannya membuat
sesuatu di dalam diri Roy mulai bangkit .
Roy tiba -tiba menjauhkan tubuhnya,
" Mery maaf , aku kembali dulu ." Roy
berlari keluar rumah dan kembali
ke Rumah yang di singgahi nya.
**Bodoh , kenapa malah aku yang
tergoda , ini juga kenapa harus bangkit
sekarang sih , untung saja mery tidak
menyadari nya ." gerutu batin Roy .
Roy sekarang mandi dibawah guyuran
shower , setelah menuntaskan sesuatu
yang bergejolak di dalam dirinya.
Mengumpat dirinya yang dengan
mudahnya tergoda dengan Mery .
Mery menonton TV sendirian, dia
tersenyum sendiri, memikirkan tentang
Roy yang menggoda nya dan tiba -tiba
kabur ,
** Memangnya aku tidak tahu apa ,
kalau dia sudah mulai berga***h." Batin
Mery .
Sebenarnya Mery sudah tahu jika
Roy mulai berga***h , karena keadaan
mereka tadi yang terlalu dekat.
***
Kini Joy dan David berada di sebuah
Cafe yang menyediakan menu martabak,
mereka berdua memesan minuman untuk teman saat menikmati martabak manis .
" Yana , bisakah kita mulai dari awal?."
ucap David yang mulai menyentuh
jemari Joy .
Joy masih diam , menikmati segelas
jus alpukat kesukaan nya,
" Yana , kenapa kau tidak menjawabku?."
menatap manik mata Joy,
Joy meletakkan jus diatas meja , mengeluarkan nafas kasarnya.
"Al,, kau mau kita memulai dari awal ?."
David pun tersenyum dan mengangguk.
joy menarik nafasnya dalam-dalam.
" jika kau mau kita memulai dari awal,
terus dia ini apa bagimu , yang kau
ucapkan tadi itu mustahil, kita sudah
akan mempunyai bayi Al...apa kau lupa,
hmm?." Joy menyentuh perutnya ,
karena dia mulai kesal dengan
gombalan David.
" Apa jangan-jangan kau mulai
amnesia lagi ." melihat Joy kesal,
David malah tertawa.
" Mana mungkin aku melupakannya,
dia my boy Yana , dia benih cinta kita berdua ." menyenggolkan kakinya
di kaki Joy .
Joy agak mendekatkan wajahnya pada
David , karena mereka terhalang oleh
meja.
" Aku tidak mau melihatmu David ,
karena kau selalu saja memaksakan
keinginanmu, apa kau tidak bisa
berkata baik baik." menendang kaki
David yang dari tadi menyenggol kakinya.
Melihat pesanan martabak manis Joy
sudah datang , Joy segera menikmatinya.
" Apakah itu enak sayang." David melihat
Joy makan dengan sangat menikmati.
" Hmmm..." Joy tidak bisa di ganggu,
karena dari kemarin dia menginginkan nya.
David menelan ludahnya, saat menatap
Joy menjilat coklat yang ada di atas
bibirnya ,
" Yana bisakah kau mengusapnya
dengan tisu ," David menunjuk coklat
yang masih tersisa di bibir Joy .
Joy menghentikan makannya, menelan
habis martabak yang ada di dalam
mulutnya , Joy diam menatap David
tajam , dengan sengaja Joy mengeluarkan
lidahnya , menjilat dengan pelan dan
penuh ga***h sisa coklat di atas bibirnya.
Melihat kelakuan Joy , David mengepalkan
tangannya, " Yana ku mohon kau jangan
membangkitkan ga***h yang sudah
ku simpan selama ini ." gumam David
sedikit geram.
Joy tertawa karena berhasil menggoda
suaminya.
_
_
Bagaimana di tambahin up nya???
buat Joy dan David , di pisahkan apa
disatukan??
jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊
like dan votenya..
kritik , komen dan sarannya author
akan slalu setia mendengarkan.
Next