Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Gara gara Martabak..


Joy dan Mery menoleh bersamaan pada


orang yang baru datang langsung


mencabut kunci kontak motor mereka.


" Daviddddd..." teriak Joy kaget , saat mendapati David lah yang mengambil


kuncinya.


" Hmm." memandang Joy dengan tatapan


tajam .


Roy yang baru datang, segera menarik


lengan Mery , mengajak nya menjauh


dari sepasang suami istri yang saling


melempar pandang.


" Kita tinggalkan mereka berdua, " bisik


Roy pada Mery , dan Mery pun


menurutinya , mereka berdua masuk ke dalam rumah Mery .


" David, dari kapan kau tahu aku disini?."


Joy bertanya, masih dengan rasa terkejutannya .


"Dari kau sampai di sini sayaaang." jawab


David dengan wajah datar.


" Apa kau bilang? apa kau membuntutiku,


David?." teriak Joy .


David tidak menjawab pertanyaan yang


Joy berikan , malah naik keatas motor .


David mengambil kendali dan menarik


Joy pelan untuk duduk di belakangnya.


" Duduklah , katakan padaku kau mau


kemana, aku akan setia mengantarkanmu


kau jangan marah , anggap saja aku ini


ojol yang gratis , karena kau tidak perlu


membayarnya." ucapan David berhasil membuat Joy duduk di belakangnya.


Merasa Joy sudah duduk dengan nyaman,


David mulai menyalakan motor


mengarungi jalan bersama istrinya.


" Pegangan sayang , nanti kau akan


jatuh ." ucap David, sengaja menarik


lebih kencang gasnya agar Joy mau


perpegangan padanya.


Joy hanya diam, dia tidak mau bicara


tapi di dalam lubuk hatinya , dia merasa


senang bisa berboncengan dengan


David.


" Sayang kau boleh marah padaku, tapi


kau jangan menjauh dariku." Joy masih


tak mau membuka suaranya , tapi


tangannya memeluk pinggang David.


" Kau tidak menjawab ucapanku juga


tidak apa-apa , aku sangat senang bisa


bersama denganmu kembali."


David menarik pergelangan tangan Joy


yang ada di pinggang nya , agar


melingkar di perut nya , Joy berusaha


melepaskan , tapi tangan David sudah


menggenggam erat kedua tangan Joy.


" Biarkan seperti ini , sudah lama aku


tidak merasakan pelukanmu ." Joy


tersenyum mendengar rayuan suaminya.


" Anggap saja kita baru menjalin sebuah


hubungan , kita akan mulai dari awal


dan sekarang aku akan memanggil mu


Yana ." David masih menguasai motornya.


Mendengar ucapan David , tiba -tiba Joy


teringat akan nama orang misterius


yang beberapa kali mengirim hadiah


padanya.


Joy teringat, jika orang itu mengirimkan


kue , bunga , dan cemilan. Semua itu


memang berkaitan dengan bertemunya


dirinya dengan David.


" Al..." ucap Joy lirih , tapi masih bisa


didengar oleh David.


David menepikan motornya, dia turun


dan berbalik menatap istrinya.


" Apa kau sudah mengetahui nya?."


menatap Joy dalam - dalam.


Joy menganggukkan kepalanya,


" Iya , kenapa kau usil mengirim hadiah


padaku ?." ucap joy ketus .


David tersenyum , mendapati istrinya


sudah mau berbicara dengannya.


David langsung menyentuh kedua pipi istrinya.


" Tanpa perlu aku memberi tahu, kau


sudah mengetahui nya."


" Jangan sentuh- sentuh , " Joy menarik


tangan David yang menyentuh pipinya.


" Iya maaf sayang , aku terlalu bahagia,


sekarang katakan padaku, kau mau


kemana ?." David tersenyum memandang


istrinya. Tapi Joy masih jual mahal .


" Aku mau jalan - jalan , dan mencari


martabak." ucap Joy dengan mode cuek.


" Ok , ayo kita berangkat." David naik


keatas motor , dan Joy ikut duduk


di boncengan , mereka melanjutkan


perjalanan nya .


***


Roy dan Mery duduk di ruang tengah ,


mereka sedang asik menonton TV.


" Mer , kamu tinggal di sini cuma berdua dengan Joy ?." Roy melihat sekeliling


ruangan didalam Rumah Mery .


" Tidak kak biasanya ada mbok Imah,


tapi beliau sekarang menjenguk


temannya di Rumah Sakit." Mery


berjalan kearah dapur untuk


mengambilkan Roy minuman.


Roy mengikuti Mery , mery tidak tahu


jika dibelakangnya ada Roy , alhasil


saat dia menutup pintu lemari es,


wajahnya hampir bertemu dengan


wajah Roy .


" Astaga." ucap Mery kaget , mendorong


Roy yang terlalu dekat dengannya.


Roy yg melihat wajah Mery yang merona,


mendekati Mery lebih dekat , memepet


tubuh Mery sampai terpojok di pintu


lemari es.


" Kau mau apa kak ?." berusaha sekuat


tenaga mendorong dada Roy yang


memepetnya.


" Aku mau menghukum gadisku yang


sudah mulai nakal." bisik Roy di dekat


telinga Mery , sampai nafas Roy yang


hangat lolos masuk kedalam telinga


Mery .


Roy yang awalnya cuma ingin menggoda


Mery , sekarang berbalik dirinya yang


mulai tergoda , karena pergerakan Mery


yang sangat dekat dengannya membuat


sesuatu di dalam diri Roy mulai bangkit .


Roy tiba -tiba menjauhkan tubuhnya,


" Mery maaf , aku kembali dulu ." Roy


berlari keluar rumah dan kembali


ke Rumah yang di singgahi nya.


**Bodoh , kenapa malah aku yang


tergoda , ini juga kenapa harus bangkit


sekarang sih , untung saja mery tidak


menyadari nya ." gerutu batin Roy .


Roy sekarang mandi dibawah guyuran


shower , setelah menuntaskan sesuatu


yang bergejolak di dalam dirinya.


Mengumpat dirinya yang dengan


mudahnya tergoda dengan Mery .


Mery menonton TV sendirian, dia


tersenyum sendiri, memikirkan tentang


Roy yang menggoda nya dan tiba -tiba


kabur ,


** Memangnya aku tidak tahu apa ,


kalau dia sudah mulai berga***h." Batin


Mery .


Sebenarnya Mery sudah tahu jika


Roy mulai berga***h , karena keadaan


mereka tadi yang terlalu dekat.


***


Kini Joy dan David berada di sebuah


Cafe yang menyediakan menu martabak,


mereka berdua memesan minuman untuk teman saat menikmati martabak manis .


" Yana , bisakah kita mulai dari awal?."


ucap David yang mulai menyentuh


jemari Joy .


Joy masih diam , menikmati segelas


jus alpukat kesukaan nya,


" Yana , kenapa kau tidak menjawabku?."


menatap manik mata Joy,


Joy meletakkan jus diatas meja , mengeluarkan nafas kasarnya.


"Al,, kau mau kita memulai dari awal ?."


David pun tersenyum dan mengangguk.


joy menarik nafasnya dalam-dalam.


" jika kau mau kita memulai dari awal,


terus dia ini apa bagimu , yang kau


ucapkan tadi itu mustahil, kita sudah


akan mempunyai bayi Al...apa kau lupa,


hmm?." Joy menyentuh perutnya ,


karena dia mulai kesal dengan


gombalan David.


" Apa jangan-jangan kau mulai


amnesia lagi ." melihat Joy kesal,


David malah tertawa.


" Mana mungkin aku melupakannya,


dia my boy Yana , dia benih cinta kita berdua ." menyenggolkan kakinya


di kaki Joy .


Joy agak mendekatkan wajahnya pada


David , karena mereka terhalang oleh


meja.


" Aku tidak mau melihatmu David ,


karena kau selalu saja memaksakan


keinginanmu, apa kau tidak bisa


berkata baik baik." menendang kaki


David yang dari tadi menyenggol kakinya.


Melihat pesanan martabak manis Joy


sudah datang , Joy segera menikmatinya.


" Apakah itu enak sayang." David melihat


Joy makan dengan sangat menikmati.


" Hmmm..." Joy tidak bisa di ganggu,


karena dari kemarin dia menginginkan nya.


David menelan ludahnya, saat menatap


Joy menjilat coklat yang ada di atas


bibirnya ,


" Yana bisakah kau mengusapnya


dengan tisu ," David menunjuk coklat


yang masih tersisa di bibir Joy .


Joy menghentikan makannya, menelan


habis martabak yang ada di dalam


mulutnya , Joy diam menatap David


tajam , dengan sengaja Joy mengeluarkan


lidahnya , menjilat dengan pelan dan


penuh ga***h sisa coklat di atas bibirnya.


Melihat kelakuan Joy , David mengepalkan


tangannya, " Yana ku mohon kau jangan


membangkitkan ga***h yang sudah


ku simpan selama ini ." gumam David


sedikit geram.


Joy tertawa karena berhasil menggoda


suaminya.


_


_


Bagaimana di tambahin up nya???


buat Joy dan David , di pisahkan apa


disatukan??


jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊


like dan votenya..


kritik , komen dan sarannya author


akan slalu setia mendengarkan.


Next