
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Malam ini , Oma sudah mempersiapkan resepsi pernikahan David dan Joy dengan
sangat sederhana , hanya di hadiri keluarga
Joy , Oma , Anggi dan Andreas saja .
Oma sengaja ingin cepat - cepat menikah
kan mereka berdua , karena tak mau menunggu lama lagi . Melihat perut Joy
yang sudah membesar.
Joy sangat menyayangi Oma , dia tak
mampu menolak kemauan Oma kali ini ,
karena dia tahu ini adalah yang terbaik
untuk anaknya maupun dirinya .
Bagaikan sebuah mimpi , hanya berselang
beberapa jam saja , Joy sudah berubah
statusnya , menjadi nyonya David .
Karena pernikahan Joy kali ini biasa saja ,
tidak membuatnya terlalu lelah .
" Joy maafkan Oma yang memaksamu
menikah secara mendadak seperti ini,
Oma tidak mau kau kelelahan . Kalau
bayimu sudah lahir , Oma janji nanti akan merayakan pernikahan kalian lagi
secara besar-besaran ." Oma menggenggam jemari Joy dan mengelus pucuk rambutnya.
Joy merasa mendapat kasih sayang dari
Oma , segera memeluk Oma sembari
berkata ,
"Sebuah resepsi itu tidak penting Oma,,,
yang terpenting bagi Joy adalah kasih
sayang kaluarga dan doa Oma , agar nanti
Joy bisa melahirkan dengan selamat."
Joy melepaskan pelukannya diganti
dengan Oma yang mencium kedua
pipi Joy.
David yang melihat dua wanita yang
di cintainya ada di depannya, saling mencurahkan isi hati mereka pun merasa terharu , dia pun mendekatinya .
" Oma ,,, Joy sudah lelah , biarkan dia
untuk istirahat , apa Oma tidak berniat
untuk cepat kembali ke Hotel?." bisik David yang ikut memeluk mereka berdua .
Oma segera melepaskan pelukannya dan
mengerti apa maksud dari perkataan David .
" Oma mengerti David , apa mau mu,,
biarkan Oma berpamitan pada Joy dan
ibunya dulu , dan kau bisa melanjutkan
malam pertama mu ." Oma berkata lirih ,
tapi masih bisa di dengar oleh Roy yang
ada di dekat David .
" Bukan malam pertama Oma ,,,, kalau
malam pertama mereka melakukannya
cuma berdua , tapi kalau ini mereka
bertiga ,,, ups' , maaf David aku keceplosan."
David menginjak kaki Roy karena telah
membuatnya malu , Joy pun tak kalah malunya dengan David , dia hanya bisa
menggelengkan kepalanya serta
meletakkan sebelah telapak tangannya
untuk menyentuh keningnya .
Joy menggertakkan giginya dan berucap
lirih pada Roy ," apa mulut mu tidak bisa di kondisikan , hm..."
Roy yang mendapat tatapan menusuk dari
kedua pengantin baru itu , segera mengajak
keluarganya untuk cepat kembali pulang
Oma mendekati ibu Wulan ,
" Ibunya Joy,, sekarang kita sudah keluarga
saya ingin minta ijin pada anda agar
memperbolehkan Joy untuk ikut kami
ke Jakarta besok , saya ingin Joy mendapat
perawatan yang baik menjelang kelahiran
bayinya ."
" Kalau semua baik untuk Joy , saya tidak
bisa menolak, tapi keputusan saya serahkan
pada Joy sendiri ." ibu Wulan tersenyum
memandang putrinya .
" Bagaimana Joy , kau bersedia kan ?,"
Oma menyentuh pipi mulus Joy .
" Tapi,, ibu disini sendirian Oma."
" Ibu tidak sendirian sayang , apa kau lupa?
ibu disini bersama putri ibu yang kedua."
ibu Wulan memeluk pundak Mery .
Joy melihat ibunya yang tidak sedih ,
memutuskan untuk menuruti keinginan
Oma untuk ikut ke Jakarta .
" Kalau begitu Oma pamit untuk kembali
ke Hotel dulu ya sayang ,sampai berjumpa
besok, " Oma kembali mencium pipi Joy ,
dan berbisik," kau jangan mau , kalau
nanti malam David mengajakmu kelelahan,
cuma sekali saja tidak apa-apa."
Joy kaget mendengar pesan Oma , dia
hanya bisa tersenyum kikuk menahan malu.
Oma bersalaman dengan ibu Wulan dan
beranjak pergi meninggalkan rumah Joy,
tapi berhenti pas ditengah pintu dan
kembali menatap Joy , mengacungkan
jari telunjuknya dan berucap ," ingat pesan Oma ,Joy,,, hanya satu." kemudian berlalu
pergi .
Andreas juga pamit untuk kembali ke Hotel,
Anggi menginap di rumah Joy ,dia tidur
bersama Mery .
Malam sudah cukup larut , David mengajak
Joy istirahat , tak ingin berlama-lama lagi
berada di luar , David pun menggandeng
pergelangan tangan Joy .
" Sayang, bukankah malam ini malam
pertama kita , aku sudah tak sabar menantikannya ." goda David pada istrinya.
" Apa kau tak ingat dengan ucapan Roy
tadi ?, hm...malam pertama , kemarin
malam itu apa namanya ." Joy berlalu
masuk kedalam kamarnya , meninggalkan
David yang masih tersenyum mengingat
apa yang mereka lakukan kemarin malam.
-
-
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Jangan lupa ninggalin jejaknya ya π
like , komen n votenya ,,,,biar Author nya
semangat π₯
next βοΈβοΈ