
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Menaiki sebuah lift , Wulan ditemani
Rani dan putrinya menuju Ruangan
VVIP , dimana tempat kalangan orang
elit dirawat , dari semalam dia belum
kemana pun .
Sesampainya dari Bandara , dia langsung
menuju ke Rumah Sakit , tak sabar ingin
mengetahui keadaan putrinya .
Betapa bahagianya saat tiba di sana
dia mendengar kabar jika putrinya sudah
keluar dari masa kritis ,
Tak ingin kehilangan yang kedua kali ,
Wulan bermalam di Rumah Sakit , ingin
selalu menemani putri semata wayangnya .
Andai keluarga dari suami putrinya itu
tidak mengajak tinggal di Jakarta , pasti
Wulan sangat gembira bisa tetap
berkumpul dengan anak dan cucunya
di Jogja .
Tapi mau bagaimana lagi , jika seorang
putri sudah berkeluarga , maka hak
milik sudah berpindah pada suaminya .
Hati Wulan sesungguhnya berat , harus
merelakan kepergian putri yang belum
lama dipersatukan dengan nya , tapi
itu sudah takdir , dia harus ikhlas
asalkan putrinya itu bahagia .
πππ
Tiba di depan kamar VVIP , Wulan
mendengar suara kegaduhan , hatinya
ingin tahu ada apa didalam sana .
" Rani , seperti suara Roy , apa aku yang
salah dengar ?." mempercepat langkah
lalu membuka pintu .
" Iya embak itu pasti Roy , aku hafal
suaranya ." mengikuti .
Ceklekkk...
Pintu terbuka , terpampang disana
seorang pria yang sedang mencengkeram
kerah seseorang , beradu mulut serta
hendak baku hantam .
" Astaga kak Roy ." suara lirih Adinda
saat menutup mulut .
Terlihat Mery yang sedang melerai , tapi
tak digubris oleh Roy , percekcokan
terjadi diantara ketiganya .
Joy yang tak bisa berbuat apa-apa
hanya bisa pasrah dan diam diatas
ranjang rawat , ingin ikut melerai tak
mungkin dia lakukan , luka di perutnya
masih menganga terbungkus perban ,
jika dia ngotot mengeluarkan suara
perih yang menghujam pasti dia rasakan .
Menatap dalam diam adalah satu hal
yang mau tidak mau harus dia lakukan .
Wulan syok dengan apa yang dilihatnya ,
dia tak habis pikir dengan dua anak
muda di depannya ini .
Bisa - bisanya membuat kegaduhan
didalam kamar yang didalamnya ada
orang sakit , merasa murka karena
teriakan Mery tidak di dengar Roy .
" Hentikan !."
bersamaan dengan kakinya melangkah .
Suara itu membuat Roy tersadar dari
kalap yang terjadi akibat rasa cemburu
dengan hadirnya lelaki bersama Mery .
Roy melepaskan cengkraman tangannya
seketika menoleh karena mendengar
suara tantenya yang sudah mendekat .
" Tante , aaaaa." terkejut dengan tarikan
ditelinga yang di berikan oleh jari seorang
ibu yang jengkel akibat keributan di kamar
putrinya .
" Lepasin Tan , aaa ." memegang tangan
Tantenya yang masih menempel erat
di telinganya .
" Dasar anak nakal , sudah berkumis
masih harus diajarkan tata krama , disini
ada kakakmu sedang sakit , bukannya
diam malah buat gaduh , hmm ."
melepaskan dengan muka yang masih
emosi .
" Maaf Tan , maaf ." menggosok telinganya
yang sudah memerah .
Adinda yang berada di belakang
bundanya tertawa puas cekikikan .
" Syukurin , wekk." menjulurkan lidah
saat bertatapan dengan kakaknya .
Mery mengambil tas kecil miliknya yang
berada di atas meja di dekat ranjang
tempat Joy berbaring .
" Kak keluar dulu ." memeluk kakaknya ,
Joy mengangguk ," ya , bersama siapa ,
Bimo ?." Mery tersenyum ," iya ."
" Bimo ayo kita keluar dari sini , disini
tak aman bagimu ada buaya sombong
yang sedang kebakaran jenggot ." menarik lengan Bimo kemudian mengajaknya keluar .
" Tante saya keluar dulu , titip kak Joy ."
pamit Mery saat berada di dekat Wulan .
" Iya Mer , hati - hati di jalan ." jawab Wulan .
Saat berpapasan dengan Adinda , Mery
sempatkan untuk berbicara ," nanti
pulangnya minta di anterin kakakmu ,
aku pulang duluan , aku mau berduaan
dengan Bimo ."
Kalimat Mery barusan berhasil membuat
hati Bimo terbakar api cemburu , dia
bergegas mengikuti tapi tarikan tangan
seorang wanita yang sudah melahirkannya
itu berhasil mencegah .
" Hee,,, mau kemana , tetap di sini ,
banyak sekali yang harus mas jelaskan
pada bunda ." wajah pasrah Roy tak bisa
berkutik , hatinya yang tersiksa harus
melihat orang yang dicintainya pergi
bersama laki - laki lain .
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Gimana nihhh ,, bahas Mery apa nyari
tersangka nya dulu π€πππ
Nyicil dikit gpp , nanti di lanjut lagii
jangan lupa jejaknya ya π
like , komen , vote dan hadiah nya biar
tambah semangat author up nya π₯°
Langsung aja rame otw up .
Next π