Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Keadaan David


Setelah mendengar apa yang Joy katakan,


Roy segera mendatangi mereka di Kantin.


Dari jauh dia melihat mereka duduk satu meja , Roy melambaikan tangan saat


melihat Anggi yang menatapnya.


" Makan apa Tante , apa aku boleh


duduk ?." tanya Roy , mengambil kursi


kemudian mendudukinya .


" Duduklah Roy , kalau kau kesini Joy


bersama siapa ?." ibu Wulan terlihat bingung.


" Joy yang menyuruhku kemari Tante ,


dia ingin istirahat ." ucap Roy saat melihat buku menu .


Mereka bertiga menikmati makanannya,


tinggal Roy yang sedang menunggu


makanannya yang belum datang , Anggi


tiba-tiba mendapat telepon dari Andreas,


kemudian dia pamit untuk mengangkatnya.


🏡️"Hallo Dre, ada apa ?, aku sekarang di


Kantin ." menjawab telepon dari kekasihnya.


πŸ€" Kalau begitu aku akan segera kesana."


kata Andreas di sebrang sana.


🏡️" Jangan !, sebentar lagi aku sudah


selesai , kau lihat Joy saja dia sendirian


di ruangan nya." pinta Anggi , Andreas


menurutinya .


πŸ€" Baiklah , aku akan ketempat Joy ."


Andreas mematikan telfonnya.


Anggi kembali ke kursinya dan


melanjutkan makanannya.


" Telepon dari siapa Nggi ?." tanya Roy


penasaran.


" Andreas , dia mau kesini tapi aku


melarangnya ." meminum air putih di


depannya.


" Kenapa ?." Roy memandang Anggi .


" Aku memintanya untuk melihat Joy ."


menyudahi acara makannya.


" Iya kau benar , tidak baik jika


meninggalkan Joy sendirian, ." ucap ibu


Wulan yang merasa sedikit lega.


🌷🌷🌷


Setelah mematikan telfonnya , Andreas segera ke kamar tempat Joy di rawat.


di depan kamar dia mendengar Joy


menangis .


Andreas segera membuka pintu dan


masuk kedalam .


" Andreas , cepat tolong David !, dia


terluka parah ." Joy teriak histeris , saat


melihat Andreas masuk .


Andreas segera pergi untuk mencari


Dokter dan perawat untuk menolong


David .


Joy tidak bisa berbuat apa-apa, untuk


duduk saja dia kesakitan, apalagi turun


dari ranjangnya, dia tidak bisa.


Andreas datang dengan membawa


seorang dokter dan beberapa perawat ,


untuk bisa membawa David ke UGD.


Joy hanya bisa memandang kepergian


segerombolan perawat membawa David


pergi .


🌷🌷🌷


Setelah selesai makan di Kantin, ibu


Wulan ingin kembali ke Kamar putrinya.,


di perjalanan menuju kamar Joy , Anggi


melihat Andreas berjalan cepat


mengikuti beberapa perawat yang


sedang membawa pasien.


" Tante ke kamar Joy duluan , Anggi


mau ke Andreas dulu ." kata Anggi


menunjuk arah Andreas, ibu Wulan mengangguk melanjutkan berjalan.


" Anggi kamu mau kemana?." tanya Roy


melihat kepergian Anggi .


Yang di tanya tidak menjawab ," dia mau


menghampiri Andreas ." ibu Wulan bantu


menjawabnya.


Mereka sampai di depan kamar Joy , ibu


Wulan masuk ke dalam , diikuti dengan


Mery di belakangnya, tapi tangan Mery


di cekal oleh Roy .


" Kau duduk di sini saja bersamaku."


menunjuk satu kursi di sampingnya.


Mery pun menurutinya ," mengapa kau


sepertinya takut sekali denganku ?."


bertanya dengan menghadap ke arah Mery.


Mery menunduk tak mau bicara.


" Kalau kau tetap begitu , aku akan bicara pada mamaku jika kau sudah melihatku mandi." bisik Roy di telinga Mery .


Mery kaget dengan apa yang di dengarnya.


" Aku tidak pernah melihat kak Roy


mandi ." Mery berusaha membela diri.


" Lalu kau berada di kamar mandiku


pada waktu itu apa namanya."


" A,,aku numpang di toilet kak Roy saja ."


ucap Mery gugup.


" Tapi kau sudah melihatku telanjang." Roy dengan nada menggoda .


" Aku tidak melihat." Mery berpaling , tidak berani menatap Roy .


" Lalu , kenapa kau pingsan." Roy


menyentuh wajah Mery , menolehkan


agar memandangnya .


" Tatap mataku dan jawablah dengan


jujur." Roy berbicara dengan melihat wajah gadis manis yang ada di depannya.


Mery menatap manik mata Roy yang


sedari tadi memandang nya , jantungnya


semakin deg degan tak beraturan ,


karena mata mereka saling bertemu.


" Ayo katakan , aku ingin mendengar


suaramu ." Mery ingin menunduk, tapi


Roy mencegahnya .


" Aku,, aku,,." Roy semakin gemas dengan


Mery , yang malu jika dia menggodanya.


Tanpa permisi dulu , dengan cepat Roy


mencium bibir mungil Mery . Mery kaget


dengan kedatangan bibir Roy yang


menciumnya , dia terpaku tak bisa


karena ini adalah ciuman pertama baginya.


Pertemuan bibir mereka terjadi sesaat ,


karena telfon milik Roy berbunyi , dengan


terpaksa Roy mengakhirinya. Tepat pada


saat itu , Mery mendorong tubuh Roy dan pergi masuk ke kamar Joy .


" Ada apa Dre,,, kau menelfonku ." suara


malas Roy saat mengangkat telfon,


ternyata dari Andreas.


" Kau di mana sekarang ?, cepatlah kemari


aku sekarang di UGD bersama dengan


David , aku tunggu." bicara beberapa


kata lalu menutup telfonnya , tanpa


menunggu jawaban dari Roy .


" Apa - apaan ini Andreas , memangnya


dia siapa , sudah menggangguku


sekarang menyuruhku seenaknya."


kesal Roy berbicara sendiri.


Roy masuk kedalam kamar Joy , pamit


pada tantenya , " Tante Roy tinggal ke UGD


dulu , aku mau menyusul Andreas."


melihat tantenya dan Joy bergantian .


Belum sempat ibu Wulan menjawab, Joy


mendahuluinya ,


" Kau cepatlah kesana Roy , dan beritahu


aku bagaimana keadaan David sekarang,


dan cepat tangkap wanita ****** itu ,


karena dia sudah berniat membunuh


aku dan juga bayiku ." ucap Joy dengan


mata berair.


Roy Kaget ," Apa kau bilang , wanita ****** ?


maksudmu Rosa ?." Joy mengangguk.


" Jadi tadi Rosa kemari ?." Roy bertanya dengan wajah terkejut.


"Iya , dia mau mencelakai ku tapi David


menghalanginya ." teriak Joy , dengan


menunjuk sebuah pisau yang ada di


bawah meja .


Ibu Wulan yang kaget dengan apa yang


menimpa putrinya segera memeluknya.


" Tenangkan dirimu Joy , David pasti


selamat." mengeratkan pelukan nya.


Joy masih menangis , sedangkan Roy


segera keluar menuju UGD , tapi dia


masih menyempatkan melirik Mery .


🌷🌷🌷


Di UGD,,,


Sekarang David sedang mendapat


perawatan lukanya , dengan Andreas


yang ada di luar ruangan , sedang khawatir


dengan keadaan temannya.


" Dre,, kenapa David bisa terluka ?."


Anggi duduk di samping Andreas.


" Aku juga tidak tahu , aku datang David


sudah seperti itu."


" Di kamar Joy ?." tanya Anggi , Andreas


mengangguk.


Tak berapa lama Dokter keluar dari


ruang tempat David di tangani .


" Apa anda keluarga pasien ?." seorang


Dokter bertanya pada Andreas.


" Ya Dokter ." berdiri di hadapan dokter.


" Untung luka pasien tidak cukup parah ,


jadi kita tidak perlu mengoperasinya ,


tapi pasien harus menginap di Rumah


Sakit agar mendapatkan perawatan,


untuk memulihkan lukanya ."


" Kami akan menunggu pasien sadar


untuk memindahkannya di ruang rawat ,


sekarang anda boleh masuk ." Setelah


selesai menjelaskan dokter pergi meninggalkan Andreas dan Anggi di


depan UGD .


Andreas mengajak Anggi masuk


kedalam, belum juga Andreas sampai


di dekat David , dia sudah mulai siuman.


" Dimana aku ?." ucap David lirih


memegangi kepalanya .


Andreas berjalan cepat mendekati David,


" Kau sudah sadar David ? , bagaimana


keadaanmu , apa sudah baikan ?."


" Mengapa aku ada di sini ? ." David


bertanya dengan wajah bingung .


" Apa kau lupa , tadi aku menemukanmu sudah tergeletak di kamar Joy ." David


tiba -tiba teringat tentang kejadian di kamar


Joy .


" Andreas kau cepat panggil dokter ." ucap


Anggi.


Anggi mendekat pada David ", apa kau


sudah ingat dengan Joy , David ?, " David


menatap Anggi tajam .


" Kenapa aku harus tidak ingat , dia


istriku." Anggi tersenyum ," sekarang


jawab aku , kenapa Joy bisa masuk


ke Rumah Sakit ." tanya Anggi dengan


suara lirih .


David mengingat - ingat kejadiannya , dia mengusap mukanya dengan kasar,


" Astaga , aku mempe***** nya ." jawab


David lirih tapi masih bisa didengar oleh Anggi .


Dengan cepat Anggi mengambil bantal


yang ada di ranjang sebelah , kemudian


memukulkannya pada David.


" Pedebah sialan ,kau pantas menerimanya kenapa kau mengulanginya lagi , haaa?


kau slalu saja membuat Joy ku terluka ." Anggi memukul David berulang Kali,


sampai Andreas datang untuk menahan


tangannya.


_


_


Gimana di lanjut πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Mana dukungannya , author udah


capek nulis , buat yang udah like, komen


n votenya author ucapin tanks kiyuuu😘


salam cinta dari author 😘😘😘


Next πŸ€