Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Bertemu


Di Apartemen Isabella bingung mau


apa , dia berusaha sebisa mungkin untuk


membantu apa yang dia bisa , menemani


calon mertua memasak Isabella tak berani


berbicara , sebelum ibunda Roy yang


lebih dulu mengajaknya bicara .


Bagai sebuah pintu yang tidak akan


terbuka jika tidak mengetuknya , seperti


itulah perumpamaan seorang tamu ,


layaknya Isabella yang takut menimbulkan pemikiran negatif tentang nya , dia


berusaha menjaga sikap didepan calon


ibu mertuanya .


Sepasang calon mertua dan menantu itu


berkutat di dapur , memasak dan sesi


tanya jawab pun terjadi bersamaan


disana , ada dua orang sedang duduk


bersantai di meja makan mengamati


kedua orang itu .


" Lihat deh Tan , tu bunda akrab sekali


sama calon menantunya , Tante percaya


kalau mas Roy beneran memilih wanita


itu sebagai istrinya ? ." berbicara sambil memakan kacang .


" Kita tidak tahu apa yang ada di fikiran


orang , jadi kita tidak boleh menilai orang


itu dari luarnya , kita hanya bisa melihat


dan melihat , itu saja tidak lebih , karena


hanya mereka yang tahu dan yang akan


menjalani nya ." ikut melihat kearah dapur .


Wulan berusaha berfikir bijak , sebisa


mungkin dia membimbing Adinda agar


tidak ikut campur dalam urusan orang


dewasa .


" Tante mudah bilang begitu , tapi aku tak


rela Tante jika mas Roy menikah dengan


wanita itu , mas Roy itu sukanya sama


Mery Tan , karena permintaan bunda yang


berlebihan saja membuat mas Roy


memilih wanita itu ." Wulan menatap


keponakan nya .


" Apa yang kau bicarakan Adinda ,


kenapa kau bawa - bawa nama Mery ,


dan jelaskan pada Tante apa permintaan


bundamu ." mendengar permintaan


tantenya , Dinda segera menggeser kursinya .


Dinda berbicara lirih setengah berbisik


pada tantenya , dia menjelaskan tentang


hubungan kakaknya dan Mery yang terjalin


secara sembunyi-sembunyi , Adinda tahu


karena Mery pernah bercerita padanya .


Adinda juga menceritakan jika dirinya


sempat mendengar perdebatan antara


kakak dan bundanya itu yang menyinggung


masalah perjodohan , bundanya tidak


akan pernah setuju jika kakaknya itu


memilih seorang wanita yang terlalu


muda .


Malah ada satu hal yang membuatnya


kaget , yaitu bundanya mematok berapa


usia wanita yang pantas dijadikan istri


oleh putranya .


" Sampai segitunya Rani , apa dia sudah


gil* , bisa - bisanya dia memaksakan


kehendaknya seperti itu ." Wulan geram


setelah mendengarkan penjelasan Adinda .


Adinda manggut-manggut , setuju dengan


pendapat tantenya . Wulan menggenggam


jemari keponakan nya , sembari menahan


agar tidak terbawa emosi .


"Tenanglah biar nanti aku yang


menasehati nya , serahkan semuanya pada


Tante ."


" Iya Tan ."


Adinda mengarahkan mukanya pada


arah belakang tantenya , memberikan


isyarat jika ada orang dibelakang .


Isabella datang membawa hasil masakan


dan menaruhnya diatas meja .


" Wah ... ."


Air liur Adinda seketika encer , menelan


ludah Adinda tak kuasa menahan ingin


segera memakannya .


" Usap air liurmu Din , ini belum semuanya


tuh lihat disana masih banyak masakan


bundamu , belum juga kepiting asam


manis kesukaan mu ." Adinda berdiri ,


berlari ke dapur .


Kembali dengan membawa piring ditangan


Adinda siap untuk menyantap , Wulan


tersenyum melihat keponakan nya yang


satu ini , selalu saja lapar jika sudah


berhadapan dengan makanan .


🌺🌺🌺


Di Rumah Sakit


Mery datang untuk menggantikan Anggi ,


semalam Anggi bermalam menemani


Joy di Rumah Sakit bersama dengan


Andreas , sebuah rasa bersalah Anggi


ingin menebusnya dengan menjaga dan menemani temannya itu dikala


membutuhkan bantuan .


Diluar ruangan ada dua orang penjaga yang selalu stay untuk berjaga dan memeriksa


siapa saja yang akan masuk kedalam .


Mery sempat kaget dengan ketatnya


penjagaan , sampai - sampai dia juga


ikut diperiksa ketika akan memasuki


ruangan kakaknya .


" Heh apa apaan kalian ini , apa kalian


tidak tahu siapa aku , yang didalam itu


adalah kakakku , kalian jangan


keterlaluan ." sewot Mery karena tubuhnya


disentuh untuk diperiksa .


Bimo ingin melarang sang penjaga tapi


tangannya sudah di cegah oleh penjaga


yang lain , dia tidak bisa bertingkah


melihat Mery diperiksa .


" Maaf nona , kami hanya menjalankan


perintah untuk menjaga keamanan nyonya


kami ." ucap salah satu pengawal saat


melepas cekalan tangannya pada Bimo .


Setelah pemeriksaan Mery selesai berganti


dengan Bimo , Bimo diam saat diperiksa


karena dia mengerti jika itu adalah tugas


mereka .


Setelah selesai diperiksa Mery dan Bimo


dipersilahkan untuk masuk ,"silahkan


maaf atas ketidak nyamanan nya ."


membantu membukakan pintu untuk


Mery dan Bimo .


Masih bingung Mery siap mempertanyakan


pada kakaknya jika sudah didalam nanti


Awas ya aku aduin perbuatan kalian


pada kak Joy ku .


Berjalan masuk kedalam , Mery


menggandeng lengan Bimo .


" Kak , kemarin tidak seperti ini deh ,


kok berubah ya ." berbisik pada Bimo .


Tanpa bicara Bimo hanya memanggutkan kepalanya , " sudah ikutin saja , mungkin


ini perintah Oma ." jawab Bimo enteng .


Saat Mery masuk dengan Bimo , Joy


sendirian tiada orang yang menemani .


" Kalian kesini bersama ?." tanya Joy


yang masih tetap diatas ranjang .


Mery tersenyum langsung berlari


berhambur memekuk kakaknya , serasa


lama sekali tidak bertemu , padahal baru


semalam mereka berpisah .


Bimo dan Mery menyalami Joy , kemudian


Bimo mendekati sofa untuk mencari


tempat untuk duduk , sedangkan Mery


memilih duduk didekat kakaknya .


" Makin kesini hubungan kalian semakin


baik yah ." Joy menggoda .


Astaga kak Joy nih , bisa nggak sih


di rem dikit mulutnya .


Mery malu jika di singgung soal hubungan


kedekatannya , berusaha mengalihkan


pembicaraan Mery mencari topik .


" Kak Anggi kemana kak ?." pura - pura


melihat sekeliling ruangan .


Joy memukul lengan Mery ,"dasar anak


udik , pake belokin pembicaraan ,


memangnya kakak tidak tahu ."


Mery melirik Bimo , memeriksa apakah


Bimo mendengar pertanyaan kakaknya


barusan , sambil membelakangi Bimo


Mery menghadap kakaknya .


" Kak Joy jangan bahas itu disini , plisss


aku malu ada Bimo , ussssst ... ." Mery


menaruh jari telunjuk nya dibibir , memberi


isyarat agar Joy tidak membahas nya .


Joy tertawa , berbicara tapi tidak


mengeluarkan suara , " BIARIN ."


Membuang ketegangan Joy mengalihkan


pembahasan , " Bimo kuliah dimana ?."


Bimo mendongakkan kepalanya , membenarkan duduknya mencoba fokus


dengan orang yang mengajaknya bicara .


" Saya kuliah di Inggris kak di Universitas


kedokteran , untuk mengisi liburan


semester saya jalan-jalan kesini ,


memanfaatkan sisa waktu untuk bersama


dengan ... " Bimo tak melanjutkan


ucapannya , dia tersenyum malu karena


Mery sudah menatap nya .


Joy memandang Mery dan Bimo secara


bergantian ," kenapa gak dilanjutin , apa


nunggu aku yang melanjutkannya ?."


goda Joy , Bimo menahan tawa .


" Tidak usah di lanjutkan orangnya saja


sudah tersenyum ." Mery menggigit bibir .


Lagi dan lagi Bimo berhasil mengejutkan


Mery dengan sedikit plesetan yang


membuatnya baper , hatinya meleleh


dan terbang akibat perkataan Bimo yang


selalu dan selalu langsung mengenai


isi hati Mery .


" O .. iya aku tahu ." Joy menutup mulut


dengan telapak tangannya untuk menahan


tawa .


" Sebentar lagi Mery kan sudah lulus


SMA , bagaimana jika kamu mengajaknya


kuliah disana yang sama-sama di jurusan


kedokteran juga , iya kan Mer dulu kau kan


pernah bilang jika ingin mengambil


jurusan itu ." imbuh Joy membuat Bimo


sumringah .


" Benarkah itu Mery , jika benar aku akan


mencarikanmu tempat yang tak jauh


dari tempatku ." ucap Bimo semangat .


Entah hari ini nasib sial Mery atau apa ,


dari pagi dia harus menelan rasa malu


yang berulang kali , tidak dengan Oma ,


Bimo , malah sekarang ditambah dengan


ulah usil kakaknya , Mery tak bisa


membantah tudingan dan godaan atas


dirinya , mau tidak mau dia harus


menghadapinya .


Tak berapa lama pintu terbuka , ada empat


orang wanita datang menjenguk joyyana ,


wajahnya senang siapa yang datang


mereka adalah orang-orang yang tinggal


di Apartemen Roy semalam .


Satu persatu masuk ke dalam ruangan


terakhir Isabella masuk dibarisan paling


akhir , keduanya terkejut melihat siapa


yang datang , Joy menyapa dan memperkenalkan Mery pada Isabella .


Sepintas Isabella terkejut , tak menyangka


dia bertemu disini dengan orang yang


membuatnya penasaran pada sosok


wanita yang bernama Mery . Menatap


intens dari atas sampai bawah Isabella


mengamati gadis muda yang barusan


bersalaman dengannya .


Oh ini rupanya yang bernama Mery ,


memangnya apa sih kelebihannya


sampai - sampai adiknya Roy


membandingkannya dengan ku .


Merasa tak puas jika mengscroll sekali


Isabella mengamati berulang kali . hal


yang sama Mery lakukan , mencari


kelebihan dan kekurangan untuk


membandingkan antara satu sama lain .


" Dor .. ." Adinda memukul keduanya


secara bersamaan , keduanya menatap


Adinda .


" Sudah siap beradu , siapa diantara


keduanya yang bakal menjadi kakak


iparku ." seru Adinda mengejek .


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Muter2 mulu ,, bingung q ..


jejak n hadiahnya dong , biar gak


muter 🀭, dihhh author nya malak


πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Next 😍