
ππππππππππ
Hari ini sangat melelahkan sekali ,
di Kantor David di suguhkan dengan setumpuk pekerjaan yang beberapa hari
ini terbengkalai.
Beberapa hari David di kantor tidak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan tuntas, karena kondisi kesehatan David yang tidak stabil , terkadang mood nya berubah
tiba -tiba.
Pagi ini di Kantor David merasa tubuhnya lebih sehat , dia ingin menyelesaikan
semua pekerjaannya yang sempat
tertunda , tanpa mau di ganggu siapa pun .
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat hingga David tak menyadari jam yang ada
di pergelangan tangannya sudah
menunjukan pukul lima sore , sudah waktunya dia untuk pulang .
Kini David ingin pulang lebih awal dari biasanya . Di telusurinya jalanan ibukota dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang ke sebuah Apartemen mewah miliknya .
Dalam kesendiriannya di dalam mobil terlintas sebuah ingatan tentang apa yang
di katakan Andreas tadi pagi , tentang seorang ART yang bekerja di Apartemen
nya , yang belum pernah di lihatnya atau pun mengetahui siapa dia .
Dia mulai penasaran dengan ART barunya yang selalu meninggalkan sekuntum mawar putih di Dapur Apartemennya,
David sampai di area Apartemen , dia memarkirkan mobilnya di area parkir Apartemen , David melangkahkan kakinya untuk berjalan cepat menuju ke Apartemen miliknya .
Sesampainya di depan pintu , David segera menekan nomor password untuk membuka
pintu masuk , tak butuh waktu lama terbukalah pintu Apartemennya .
David dengan cepat masuk dan mencari sosok ART barunya.
Apartemen David terlihat sepi , kakinya melangkah masuk memeriksa setiap kamar di dalam Apartemennya , dia mencari
seseorang yang ternyata sudah tidak ada ,
langkah kakinya berhenti pada ruangan terakhir yaitu di sebuah Dapur , dan manik matanya pun menatap pada sekuntum mawar putih yg berada di atas gelas yang berisikan air ,
" Siapakah kau,,, ." batin David kecewa ,
karena tidak menemukan yang dia cari
dia terduduk di kursi yang ada di meja
dapur dengan memandang sekuntum bunga mawar yang ada di depannya .
***
Langit mulai petang Joy sudah sampai
di rumah , dengan di tangannya membawa dua bungkus kantong belanjaan , karena Nenek tadi berpesan padanya agar nanti
dia mampir ke Mini market untuk
berbelanja kebutuhan harian dan tak lupa
Joy membeli susu hamil untuknya.
"Joy , bagaimana kabarmu? kau dari mana?"
.pertanyaan seseorang di Ruang tamu yang mengagetkannya , saat dirinya baru masuk
ke dalam rumah , ternyata adalah Oma Ratih
yang sedang duduk berbincang dengan
Nenek .
" Oma !! Joy baik Oma , Joy dari berbelanja, Oma sudah lama datangnya? " Joy kaget ,
dia menjawab , lalu bertanya pada
Oma Ratih sambil meletakkan barang belanjaannya dulu di atas meja makan.
" Anggi dan Mery belum pulang Nek? ."
tanya Joy saat duduk di kursi yang berada
di sebelah Nenek setelah bersalaman pada Nenek dan Oma.
"Sudah , tapi mereka keluar lagi dengan Andreas katanya mereka mau nonton, memangnya kamu nggak di ajak? ." jawab Nenek sambil bertanya balik pada Joy.
" Nggak tu nek,,,, mereka nggak bicara
apa-apa pada Joy ,"
" Biarkan saja mereka , Joy di sini saja
temani Oma ." kata Oma sambil menaruh secangkir teh yang sudah di minumnya.
" Joy,, Oma sangat kecewa karena kamu menolak perjodohan yg Oma buat"
" Mau bagaimana lagi Oma ,tapi Joy sudah menganggap Oma seperti Oma Joy sendiri." ucap Joy sambil menyuguhkan roti bakar yang di belinya saat pulang tadi.
" Bagaimana pekerjaanmu Joy? kau jangan terlalu lelah ," ucap Nenek menasehati.
" iya nek ,Joy akan menjaga baik- baik kesehatan Joy, terimakasih sudah mengawatirkan Joy ."ucap Joy sambil memeluk nenek.
****
Di cafe...
Setelah mereka bertiga puas nonton , selanjutnya mereka mampir ke Sebuah
Cafe , untuk mengisi perut mereka yang
keroncongan. Mereka asik mengobrol menunggu kedatangan makanan yang mereka pesan.
" Kak Anggi , emangnya kak Joy bekerja di mana sih? ." tanya Mery pada Anggi yang sedang asik dengan telfon genggam nya.
" Membantu membersihkan Apartemen
yang jarang di tempati, lebih tepatnya di Apartemen milik temannya Andreas ."
jawab Anggi sambil menepuk punggung Andreas.
Andreas pun mengangguk.
"Oh ya,, Anggi temanku berterima kasih tentang bubur yang tadi pagi ."
" Andreas kau keliru,bukan aku yang membuatnya ."
" Iya, ,, aku sudah tahu , kau bisa titip berterima kasih pada Joy dengan mu." Andreas.
" Terserah kau saja, memangnya pemilik Apartemen itu temanmu yang mana?" tanya anggi saat makanan mereka sudah datang.
" Temanku David , cucu Oma Ratih yang pernah datang ke Toko bunga Nenek tempo
hari." jawab Andreas disela menikmati makanannya.
Anggi sempat berfikir lama , mendengar nama Oma Ratih seperti dia pernah mendengarnya . Mery yang tidak mengenal atau pun mengetahui siapa yang dibicarakan mereka berdua , hanya bisa mendengar saja tidak ikut bicara.
"Oma Ratih temannya Nenek yang biasa ke rumah ?", tanya Anggi pada Andreas dengan keterkejutannya.
"iya ." jawab Andreas singkat.
" Ini tidak mungkin, kenapa bisa kebetulan seperti ini "ucap anggi yg masih kaget.
" Apa maksudmu kebetulan Anggi ?." tanya
Andreas yang tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Anggi.
***
***
******************πΉπΉπΉπΉπΉ
Terimakasih yang udah vote ,like dan komen.
bila ada kata yang berantakan harap maklum yaππmasih pemula
Next~~