Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Fikiran Mery


Berada satu ruangan dengan wanita


yang sudah di nobatkan akan menjadi


calon istri dari pria sempat mengisi


hatinya , membuat hati Mery panas


kegerahan , rasanya ingin sekali dia cepat


keluar dari sana .


Tapi ..


Terlalu mencolok seperti dia tak suka


akan kehadiran wanita itu , padahal


sebenarnya dia ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh tentangnya , mengulik


sisi apa yang membuat Roy sampai


menjatuhkan pilihannya pada si wanita .


Sambil tetap tenang , Mery memperhatikan


Isabella dari jauh , mencuri pandang untuk


mengamati lebih detail , Mery fokus


menilai .


Wajah oval kulit putih dengan polesan


tipis membuat wajah Isabella terlihat


cantik luar biasa di mata Mery .


Pantesan kak Roy langsung kesem - sem


laaa .. wajahnya saja cantik begini , lihat


saja body nya , hemm .. sangat pas


apalagi tatanan rambutnya , kalah jauh


aku .


Mery diam berkecamuk dengan fikirannya


menilai penampilan Isabella yang sangat


terlihat sempurna Mery minder membandingkan dengan dirinya .


Dasar kak Roy buaya , tidak bisa lihat


body mont*k dikit langsung loncat .


Keramaian canda tawa didalam ruangan


Joy , tak membuat Mery terusik atas


kesibukan hati dan pikirannya , yang


dari tadi dalam diam dia memperhatikan


Isabella .


Keterdiaman Mery membuat Wulan


penasaran .


" Mer .. Mery .. duh ni anak ." panggil Wulan


yang memperhatikan dari tadi Mery hanya


diam .


Adinda tertawa mengetahui temannya itu kepergok melamun , dia tahu jelas apa


yang membuat Mery tak memfokuskan


jika diajak bicara dari tadi .


" Sudah lah Tan , pasti fikiran Mery sedang


melayang sibuk mengoreksi kak Isabella ,


iya kan Mer ?." melempar Mery dengan


buah leci yang telah diambilnya dari meja


kecil disebelah ranjang kakak sepupunya .


Seketika semua orang memandang Mery ,


raut ingin bertanya apa yang dituduhkan


oleh Adinda , apa benar adanya .


" Aish .. ."


Mery terperanjat kaget , menggosok


pelipisnya yang terkena lemparan leci oleh Adinda .


Adinda menjulurkan lidah , mengejek


Mery yang tertangkap basah telah


memperhatikan calon kakak iparnya dari


tadi , merasa malu Mery pamit pada semua yang ada di ruangan untuk menyusul


Anggi ke Ruang NICU .


" Malu nih ye .. ." goda Adinda menjadi


saat melihat temannya itu ingin melarikan


diri agar tidak ketahuan .


" Apaan sih Din , aku hanya ingin melihat


dedek bayi apa tidak boleh ." mendekati


Bimo kemudian menarik tangannya agar


ikut bersamanya , " yuk ! ."


Bimo tersenyum pada semua orang yang


ada di ruangan , sebuah pertanda pamit


meninggalkan kamar . Semua orang


mengangguk membalas senyuman Bimo .


Bimo dan Mery keluar bersama lalu tak


berapa lama Adinda berdiri .


" Aku ikut ." mengambil tas dan mengantungkannya dibadan .


" Semua aku ikut Mery yah ." melambaikan


tangan sebelum berjalan keluar .


ramai akibat ulah Adinda , Joy kecewa


mendapati sepupunya itu akan pergi lagi


Joy berusaha mencegah agar gadis itu


tetap tinggal di ruangan nya , tak ingin


suasana sepi .


" Disini saja dek , kakak masih rindu kamu


lho , masa kakaknya ditinggal lagi ." langkah


Adinda terhenti .


" Kak Joy , aku kan juga kangen sama


keponakanku , lihat deh si ganteng sudah


pergi aku kan ingin mengejarnya ." ucap


Adinda manja .


" Iya deh iya , Sono pergi kejar tuh si


ganteng kamu , awas jangan rusuh ."


Dinda langsung berlari keluar .


🌹🌹🌹


Di Ruang NICU


Anggi bersama dengan Andreas duduk


didepan sebuah ruangan yang berlapis


kaca , yang menunjukkan apa isi didalam ruangan itu , sambil bersandar di pundak Andreas Anggi melepas lelah .


"Dre kamu tidak ke Kantor , apa papa kamu


tidak mencarimu jika kamunya tetap disini ,


pulanglah biarkan aku disini menemani


Joy ." masih merasakan kenyamanan kehangatan pundak kekar kekasihnya .


" Aku akan tetap disini menemanimu ,


tidak ada pekerjaan penting kok di Kantor ."


Anggi mengangkat kepalanya beralih


menghadap pada Andreas .


" Tidak boleh , kau harus pulang sekarang


ini paksaan , kamu ingin aku marah ?."


Anggi cemberut .


Andreas langsung memeluk kekasihnya


mengelus punggung dengan pelan


sembari membujuk sang pujaan hati .


" Sayang kita disini bersama , pulang


juga harus bersama , aku tidak mau jika


kita pulang sendiri - sendiri , jadi jika kamu


tetap disini maka aku juga akan tetap


menemanimu disini , mengerti ?."


mengeratkan pelukannya .


Anggi merajuk .


Dari jauh Mery dan Bimo melihat


pemandangan dua insan yang sedang


bermesraan , Bimo yang tadinya berjalan


sedikit berjauhan dengan Mery sekarang


lebih merapatkan jalannya .


" Mau ?." suara lirih Bimo menawarkan .


Dengan sigap siku Mery mengarah pada


perut Bimo ,"jangan macam-macam ."


Bimo menggosok perutnya yang sakit .


" Sakit Mer , siapa yang macam-macam


aku cuma bilang kamu mau kesana


nggak , itu disana ada dua sejoli kan


tidak enak jika kita mengganggu mereka ."


Mery menggigit bibirnya , menahan malu


telah berburuk sangka pada Bimo .


" Maaf ... , sakit ya ." meringis sambil


menyentuh perut Bimo , mencari dimana


letak yang sakit .


Mendapat sentuhan Bimo malah nyengir


pura - pura merintih agar Mery bersimpati .


" Aww .. sakit sekali , mungkin sebuah


pelukan bisa membuatnya lebih baikan ."


Mery terkejut dengan respon Bimo , merasa


gemas telah dipermainkan Mery mencubit


perut Bimo yang sakit .


" Nakal ." mendorong Bimo dan berjalan


duluan .


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Yang sudah ngasih jejak n hadiah


makacih banyak , kalian terlove dah


salam cinta dari author 😘😘😘


Next 😍😍😍