Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Perasaan David,,


Untuk meredam rasa sakit dihatinya ,


malam ini Joy tidur di kamar tamu.


Dia tidak mau melihat wajah suaminya,


yang mengingatkan nya pada kejadian


tadi siang.


Joy ke dapur untuk mengambil air minum,


" Ada yang bisa saya bantu nyonya?."


tanya seorang pembantu.


" Tidak kau tidurlah, aku hanya ingin


mengambil air putih saja." setelah


mendengar perintah Joy , pembantu itu


pamit untuk kembali ke kamarnya, dan


meninggalkan Joy sendirian di dapur.


Tepat saat Joy akan kembali ke kamar


tamu , di sebelah tangga dia berpapasan dengan suaminya.


Saat melewati tepat di depan suaminya ,


Joy diam menunduk tanpa melirik sedikit


pun pada suaminya,


Dalam hati David , dia ingin menyapa


istrinya , tapi mulutnya tak mampu


mengeluarkan suara , hanya mampu


melihat punggungnya yang jauh


meninggalkannya .


David berjalan mendekati arah kamar


tempat Joy tidur sekarang , langkahnya


berhenti tepat di depan pintu.


Tangannya terangkat seakan ingin mengetuknya , tapi dia urungkan.


Dia kembali ke kamarnya dengan


perasaan hampa.


"Perasaan apa ini , aku tak bisa


mengingatnya , tapi hatiku sakit saat


dia marah padaku, apalagi jika dia


menjauhiku ." batin David.


Di kamar David tak bisa tidur , hingga


pagi menjelang dia baru bisa memejamkan matanya .


***


Seperti biasa setiap pagi mereka sarapan


bersama , dalam diam Joy terpaksa menikmati makanannya.


" Joy apa makanannya tidak enak ? ."


tanya Oma saat melihat Joy yang tidak


berselera dengan makanan di depannya.


" Enak Oma , tapi aku saja yang sedang


malas untuk makan." memaksakan diri


untuk menghabiskan makanannya.


" Kau bisa mengatakan pada mereka,


jika kau menginginkan sesuatu." menunjuk


pada seorang pembantu yang


menyuguhkan segelas jus pada Joy .


" Iya Oma , aku mengerti." melihat sekilas


pada David yang baru duduk di depannya.


" David kenapa wajahmu pucat sekali."


mengamati wajah cucunya.


" Aku tidak apa-apa Oma , aku hanya


kurang tidur ." memandang istrinya.


" Kalau begitu, hari ini kau tidak usah


ke Kantor , kau istirahatlah di rumah dulu." Oma menegaskan.


" Baik , nyonya besar." David menggoda


Omanya , berharap Joy bisa melihatnya,


tapi itu percuma.


Di meja makan Joy diam tanpa


mengeluarkan suara , seperti tiada


orang bersamanya.


" Joy , ada yang Oma mau bicarakan


padamu , " Oma mengagetkan Joy .


" Iya Oma ada apa ?." mengangkat


wajahnya mengarah ke sumber suara.


" Untuk lima hari kedepan Oma akan


tinggal di Inggris, karena David tidak bisa


mengurus perusahaan yang ada di sana,


jadi untuk sementara waktu Oma yang


akan mengurus nya ." Joy mengangguk.


" Oma cuma mau berpesan , kau harus


menjaga dengan baik kandunganmu ."


menatap pada Joy .


" Dan kau David ,kau belum sembuh


benar , kau jangan terlalu terbebani


dengan pekerjaan kantor , sementara


serahkan pekerjaanmu pada Roy ."


berganti pada David.


" Dan Oma hampir lupa untuk mengatakan


padamu Joy , agar mengingatkan David


untuk meminum obatnya." Joy tak


menjawab malah menatap David , dan


David pun sama .


" Oma akan berangkat sebentar lagi,


kalian tidak usah mengantarkan ku .


David Oma titip Joy padamu ."


" Iya Oma ." jawab David , yang saling


menatap dengan Joy .


Oma sebenarnya tahu , perihal


kerenggangan hubungan Joy dengan


cucunya, tapi Oma tidak bisa berbuat


banyak , karena keadaan David yang


belum juga mengingat istrinya.


Setelah Oma meninggalkan meja makan,


tinggallah mereka berdua di sana.


" Hari ini aku tidak akan pergi ke Kantor."


ucap David saat Joy menyelesaikan


makanannya.


" Terserah ." meninggalkan David sendiri.


Lagi - lagi ucapan Joy teramat menusuk


dihatinya , Joy berjalan keluar rumah


menuju Taman belakang , tanpa Joy tahu David mengikutinya.


Joy mulai duduk di kursi yang tersedia


di sana , kemudian David juga duduk


di sampingnya.


" Aku minta maaf , atas kejadian kemarin


saat di Kantor , dan sekali lagi aku minta


maaf padamu karena aku belum juga


mengingatmu ." Joy kaget , dia diam tak menggubris perkataan David .


" Kau pernah mengatakan padaku jika


kita bisa berteman , bisakah kau


memaafkanku dan berteman denganku ,


agar aku tidak merasa bersalah padamu."


Joy masih tidak mau bicara.


David bingung harus berbicara apa


lagi agar Joy mau bicara padanya.


" Joy,, bisakah kau menceritakan padaku


bagaimana kita bisa bertemu dan


mengajariku dengan pelan - pelan ,


untuk bisa mencintaimu kembali ." Joy


kaget , segera menoleh pada David.


" Apa kau bilang ?." Joy menggeleng ,


merasa tidak percaya dengan apa yang


di dengarnya .


Melihat Joy merespon ucapannya , segera


David melanjutkannya .


ada di jantungku , kumohon padamu


untuk sedikit memaklumi kondisiku


saat ini." mulai menyentuh jemari Joy .


Joy refleks menarik tangannya dari genggaman David , kemudian menatap


wajah David yang sudah duduk di sampingnya .


" Aku tidak mengerti apa mau mu David ,


kau sudah membolak-balikkan hatiku ,


dan juga mempermainkan cintaku .,"


ucap Joy dengan ketus .


" Pertama kau menerima ciumanku , saat


tidur kau juga memelukku , tapi kenapa ?


dengan mudahnya kau bermesraan


dengan wanita lain." Joy mulai


meneteskan air matanya .


Melihat Joy menangis , David ingin


sekali memeluknya , tapi keinginan itu


ditahannya .


"Saat di Kantor yang aku bayangkan


bukan Rosa , tapi dirimu ." ucap David


lirih .


" Sungguh aku tidak bermaksud untuk


membohongimu ." David mulai menyentuh


sebelah pipi halus istrinya , dan


mendekatkan sedikit demi sedikit


wajahnya pada wajah istrinya .


Belum sempat bibir David bertemu


dengan bibir milik Joy , telapak tangan


Joy lebih dulu menutup bibir David ,


untuk menghalanginya.


" Aku tak mau berharap banyak darimu ,


dan aku juga tak mau berbagi bibir


dengan wanita ****** itu ." mendorong


wajah David agar lebih jauh , kemudian


kembali ke kamarnya.


Di dalam kamar Joy menerima telepon


dari Rendi , yang mengabari bahwa


dia akan berangkat nanti siang .


" Hallo kak Rendi , maaf aku baru bisa


mengangkatnya ." kata Joy saat menerima


telfon dari Rendi .


" Joy , aku hanya ingin berpamitan


denganmu ." ucap Rendi di sebrang sana.


" Mendadak sekali kak , aku akan sangat


merindukanmu , sering - seringlah


menelfonku ." Joy berbicara dengan nada


manja.


" Pasti adikku tersayang , aku tutup dulu


telfonnya."


" Iya aku juga menyayangimu ." Joy


mengakhiri percakapannya dengan Rendi,


dia tidak tahu sedari tadi sudah ada


David yang mendengarkan semua


pembicaraan mereka di via telepon.


David yang marah karena dibakar api cemburu , segera mendekati istrinya.


" Kau menolak ciumanku mentah-mentah,


tapi di belakangku kau berhubungan


dengan pria lain ." mencengkeram kedua


pergelangan Joy , dan memojokkan Joy


ketembok .


Joy tak mengerti dengan apa yang


dikatakan David padanya .


" Omong kosong apa yang kau katakan,


lepaskan tanganku." meronta , berusaha


sekuat tenaga untuk bisa lepas dari


cengkraman tangan David .


"Aku tidak akan melepaskanmu , sebelum


mengajarimu bagaimana menjadi istri


yang baik , karena kau menolakku."


mencium leher Joy .


" David kau tidak waras , lepaskan aku,,,


lepaskan , ." teriak Joy tapi David seakan


tidak mendengarnya , karena sudah


di rasuki amarah.


Dengan satu kali langkah , David sudah


bisa memindahkan Joy , menjadi


berbaring di tempat tidur.


" David lepaskan aku, aku sangat membencimu ." David tak menggubrisnya.


Diciumnya Joy secara paksa , dengan


tangan yang masih memegang kedua


tangan Joy .


Joy tak bisa berbuat apa-apa, karena


tenaganya kalah jauh dengannya ,


dengan hati yang teramat sakit , joy


terpaksa menerima perlakuan David


padanya .


David yang emosi mendapat penolakan


dari joy , tidak bisa menggunakan hati nuraninya ,dia melampiaskan amarahnya


dan hasratnya secara bersamaan .


Sampai dia tidak sadar bahwa telah


memp*****a istrinya.


" David , kau kurang ajar." Joy menangis, dengan sekuat tenaga dia memukul dada


bidang suaminya .


David yang sudah selesai , segera melepaskan diri dari Joy dan segera


masuk ke kamar mandi .


Setelah selesai membersihkan diri David keluar dari kamar mandi , dia melihat Joy


yang menangis , dia baru menyadari


kesalahan yang sudah di perbuatnya.


" Joy maaf, aku dibutakan oleh amarahku."


mendekati istrinya.


" Cepat pergi dari kamarku." bentak Joy .


David menyesal tapi tidak beranjak dari sana.


" Cepat pergi." teriak Joy keras.


David pun menurutinya , tapi belum


sampai dia membuka pintu , dia dikejutkan


dengan teriakan Joy .


" David , perutku ,,, perutku sangat sakit ,


aaaa,,,, tolong aku David ." teriak Joy


merintih kesakitan memegangi perutnya.


" Joy maafkan aku , aku akan segera


membawamu ke Rumah Sakit."


menggendong Joy , dan membawanya


keluar dari kamar.


_


_


Maaf Author lupa ngirim , jadi telat


up nya ๐Ÿคญ, masih greget sama cerita


Joy apa mau di ganti sama cerita Anggi


atau Mery ,hayo๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ


Seperti biasa author mau dukungannya


jangan lupa ninggalin jejaknya ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜


untuk like, koment ,dan votenya โœŒ๏ธโœŒ๏ธ


untuk yang udah ngedukung , author


ucapin banyak terima kasih bwanyaaak๐Ÿ˜Š


Salam cinta dari author ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Next ๐Ÿ€