
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Joy mulai siuman , dia mulai membuka matanya , dilihatnya sekeliling ruangan .
"Anggi,,, dimana aku sekarang ." suara lirih
Joy menanyakan dimana keberadaannya.
" Joy , kita sekarang berada di Rumah Sakit, apa kau sudah baikkan ? ." tanya Anggi mengkhawatirkan Joy .
Joy mengangguk ," ya aku sudah agak baikkan."
" Apa kau mau buah atau makanan lain ?."
Joy menggelengkan kepalanya," tidak Nggi.."
" Kalau kau tidak mau makan , tidurlah !! kata
dokter kau harus banyak istirahat ." Anggi
membetulkan letak selimut yang dipakai Joy.
Joy yang tak bisa tidur mengingat kejadian
saat di Apartemen tadi sore, dia menangis tanpa bersuara, kenapa dia baru mengetahui jika pemilik Apartemen yang tempatnya berkerja selama beberapa bulan ini adalah David.
Andai dia tahu dari dulu,dia akan menolak untuk bekerja di sana, tapi nasi sudah menjadi bubur , ingin menyesal pun
rasanya percuma.
Joy menangis , dia mengingat betapa kejamnya David yang memaksanya untuk berhubungan badan dengannya saat
di Apartemen , tak cukup hanya sekali David melakukannya , melainkan berkali-kali .
Dia seperti pria baji***n yang tak bisa mengontrol nafsunya .
Joy masih bisa bersyukur , karena tidak
terjadi apa-apa pada kandungannya ,
meskipun kemarin dia sempat mengalami pendarahan .
Dia sempat takut jika terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan pada kandungannya ,
karena dengan perlakuan David yang keterlaluan padanya , tidak menutup kemungkinan jika kandungannya bisa keguguran , karena David melampiaskan nafsunya Berjam- jam tanpa henti.
Anggi yang melihat Joy gelisah , belum
tidur pun mulai bertanya .
" Joy kenapa kau belum juga tidur ,apa kau lapar,,?" Anggi yang mulai beranjak bangun
dari sofa .
Joy yang menoleh kepada Anggi pun menjawab," iya Nggi..."
" Ini makanlah , tadi Andreas membelikanku roti dan cemilan sebelum dia pulang." tawar anggi menyerahkan bungkusan yang berisi
makanan ringan pada Joy .
Anggi yang melihat mata Joy sembab bertekad untuk bertanya pada Joy .
" Joy ,tolong ceritakan yang sejujurnya padaku , ku mohon Joy,,,kata dokter kau tadi pendarahan karena kau mendapatkan ....", Anggi tak bisa melanjutkan ucapannya , bingung harus berkata apa saat bertanya pada Joy.
Hik,,,hik,,,hik,,, suara Joy mulai menangis .
" Sudahlah tidak apa-apa , kalau kau tidak mau menceritakan padaku , aku akan
keluar dulu ." Anggi pamit dan berjalan akan keluar dari ruang inap Joy .
"Tunggu Nggi... duduklah di sampingku ." ucap Joy menunjuk kursi di sebelahnya ,
menyuruh Anggi untuk duduk .
Anggi yang mendengar Joy berbicara padanya pun mengurungkan niatnya untuk keluar dan duduk kembali di kursi yang ada
di samping tempat tidur pasien .
Anggi mengangguk , mengiyakan apa yang
di ucapkan Joy .
" Nggi,,,aku tadi telah di perk*** di dalam Apartemen tempat ku bekerja ." Joy diam sejenak dan Anggi masih diam mendengarkan.
" Lelaki itu Nggi,,, lelaki itu adalah lelaki ******** , dia adalah lelaki yang sama
yang ku jumpai di Bali, dan dialah orang
yang tak pantas untuk disebut ayah dari
anak yang aku kandung ." Joy menangis menahan perih didalam hatinya.
Anggi syok mendengar semua penjelasan yang Joy katakan , **kenapa bisa terjadi kebetulan seperti ini .** batin Anggi seakan
tak percaya .
" Joy ,,,,jadi ayah dari anak yang ada di kandunganmu ini adalah pemilik Apartemen tempat kau bekerja ?. " tanya anggi memastikan . Joy tak kuasa menjawabnya
dia hanya bisa mengangguk.
" Joy ,,,kenapa bisa kebetulan seperti ini , dunia memang begitu sempit ." Anggi berkata karena sedikit frustasi.
" Apa maksut dari ucapanmu Nggi? ."
"Joy .., apa kau tahu , siapa pemilik Apartemen itu ? kalau dia adalah temannya Andreas . " joy mengangguk.
" Joy..kau ingat Nenek pernah bercerita padamu tentang rencana perjodohan Oma Ratih yang ingin menjodohkanmu dengan cucunya ." Joy mengangguk.
" Joy...kau tahu siapa cucunya Oma Ratih?"
Joy menggeleng .tidak mengerti apa yang dibicarakan anggi.
" Joy.. cucu Oma Ratih itu adalah David Alexander pemilik Apartemen itu , dan,,,
dia adalah ayah dari anak yang kau
kandung . Dan,,,betapa sempitnya dunia ini , karna kau akan di jodohkan , dengan ayah
dari anak yang kau kandung , dan,,,, kau sekarang berbaring di Rumah Sakit tak lain karena perbuatan bejat dari ayah anakmu atau bisa di katakan calon suamimu , AKU TAK BISA PERCAYA. semua ini" ,ucap Anggi panjang lebar karena merasa frustasi
dengan menekan kalimat terakhir pada ucapannya.
Anggi merasa tidak percaya dengan
kebetulan yang Joy alami , ** apa ini yang
namanya jodoh ** Anggi berbicara sendiri
di dalam hatinya .
Joy yang mendengar semua ucapan Anggi
padanya hanya bisa menggelengkan kepalanya , tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Ini tidak mungkin ,,ini tidak mungkin...aku tidak mau,,,Anggi ..." teriak Joy histeris.
Melihat Joy menangis histeris , Anggi berusaha untuk menenangkannya .
Anggi segera memeluk Joy serta menepuk punggungnya agar Joy lebih tenang .
Joy yang merasa agak baikkan akhirnya
tertidur .
_
_
_
**************""""ππππππ
Ayo KK ninggalin jejaknya yang banyak yaπ€π€π€π€
next βοΈβοΈβοΈ