
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Joy yang melihat Oma datang bersama Andreas, segera memeluknya .
" Oma ,,, sejak kapan Oma datang ke Jogja?
Joy sangat merindukan Oma." Joy mengambilkan sebuah kursi , dan mempersilahkan Oma untuk duduk .
" Oma baru saja sampai Joy, Andreas yang
mengajakku ke sini , katanya dia ingin
mengajakku untuk menemui wanita yang
di sukai David . Tapi dia malah mengajakku
kesini ." Oma melihat sekeliling di
dalam Toko , mencari keberadaan wanita
yang di maksudkan Andreas .
Mendengar ucapan Oma, Joy merasa
tegang .
** Apa yang dimaksud Oma adalah aku?
kau jangan GE-ER Joy ,,, mungkin ada wanita
lain yang disukai David .** batin Joy menebak .
Anggi mendekati Joy , ingin ikut bicara
di tengah pembicaraan Oma dan Joy ,
" Oma,,, wanita yang di sukai cucu Oma sekarang ada di depan Oma , apa David
tidak memberitahu Oma kalau nama
wanita yang akan di jadikannya istri
adalah Joyyana ." Anggi memeluk Joy dari belakang dan mengelus perut Joy untuk
menunjukannya pada Oma .
Oma membelalakkan matanya , setelah
mendengar penjelasan dari Anggi .
" Apa itu benar Joy? ." Oma merasa tidak
percaya bila tidak mendengar langsung
dari mulut Joy .
Joy tidak bisa menjawabnya , karena dia tidak tahu menahu tentang rencana David yang akan melamarnya .
" Benar Oma,,, coba Oma tanya pada Joy ,
siapa ayah dari anak yang di kandungnya
sekarang , jawab Joy!! ." ucap Anggi lagi menengahi pembicaraan Oma dan Joy .
Oma menggenggam jemari Joy dan
menatap wajahnya tajam , mencari
kebenaran yang di sembunyikan Joy
Joy hanya diam seribu bahasa,
" Joy,,, ini anak siapa ?." suara Oma pelan menyentuh perut buncit Joy .
Joy tak langsung menjawabnya , dia berfikir sejenak , ** mungkinkah ini waktunya untuk
ku berterus terang kepada Oma.**
" A,, anak David Oma ." jawab Joy lirih , dengan kepala menunduk tak mampu menatap Oma .
Mendengar pengakuan langsung dari mulut
Joy , membuat Oma merasa gembira sekaligus senang karena semua keinginannya sekarang hampir terpenuhi.
Oma yang selama ini menginginkan David
untuk cepat menikah , agar Oma bisa mempunyai cucu buyut , kini bisa terwujud
secara bersamaan .
Joy yang selama ini ingin Oma jodohkan
dengan David , ternyata sudah menjalin
sebuah hubungan dengan David di belakang Oma .
" Benarkah Joy?, kenapa saat di Jakarta
kau tidak memberitahukan pada Oma ,
lihatlah perutmu sudah sebesar ini kalian
masih belum menikah , kalian menunggu
apalagi Joy??." Oma senang sekaligus
jengkel , karena melihat perut Joy yang
sudah besar.
Semua percakapan mereka bertiga tak
luput dari tangan usil Andreas , yang
dengan sengaja merekamnya , untuk
nanti ditunjukkan pada david .
Oma menyuruh salah satu pengawalnya untuk segera menghubungi David .
" David kau dimana sekarang , Oma ingin
lalu mematikan telfonnya .
Oma menatap mata Joy tajam dan berkata
" Dengarkan Oma Joy , kau harus
secepatnya menikah dengan David ,
agar nanti jika anakmu sudah lahir dia
akan mempunyai keluarga yang utuh ."
" Oma benar Joy,,, ." imbuh Anggi .
" Tapi Oma,, aku tidak akan menikah
dengan orang yang tidak mencintaiku ,
lagian Oma , David tidak pernah ingin melamar ku , jadi kenapa aku harus
menikah dengannya ." Joy menghabiskan
segelas minumannya , untuk melegakan
emosinya .
" Apa maksud dari perkataan mu Joy,,,
David sangaaat mencintaimu , beberapa
bulan ini dia sudah seperti orang gila, saat
kau meninggalkannya , dia sudah
mencarimu kemana - mana tapi tidak juga
menemukanmu , sekarang kau bicara
seperti itu." Anggi merasa emosi dengan
ucapan Joy .
Oma yang mendengarkan ucapan Anggi
pada Joy , memberi keputusan.
" Sudah- sudah biar Oma saja yang urus ,
Joy ,,, apa kau masih mempunyai keluarga?
maaf jika Oma bertanya begitu padamu."
" Masih ada Oma ,"
Joy yang melihat ibunya di ambang pintu , baru keluar dari dapur Toko segera
mendekatinya , mengajak duduk bersama
dan memperkenalkan pada Oma .
" Oma perkenalkan ini ibukku , kami baru
di pertemukan saat kami di Rumah Sakit ,
saat aku di Jakarta ." ibu Wulan dan Oma saling berjabat tangan .
ibunya Joy masih tidak mengerti dengan
situasi di dalam Tokonya , memandang
Joy ,Oma dan Anggi secara bergantian
mencari sebuah penjelasan apa maksud
dari yang mereka bicarakan .
Oma yang mengetahui ketidak mengertian
ibunya Joy , mencoba untuk membuka
suara ,
" Begini , bolehkah kita bicara tapi tidak
di sini , karena tidak pantas jika kita membicarakan masalah keluarga kita
di Tempat seperti ini ."
Oma sengaja ingin mengajak bicara ibu kandung Joy secara langsung sekaligus
ingin membicarakan masalah pernikahan
Joy dan David .
" Baiklah, mari kita ke rumah saya saja."
" Joy kau harus ikut ibu ke rumah , banyak
yang harus kau jelaskan pada ibu, Joy!!!."
Ibu Wulan mengambil tas dan berpamitan
pada pegawainya , dan masuk kedalam
mobilnya bersama Joy menuju kembali
kerumahnya , sedangkan Oma mengikuti
dari belakang .
_
_
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Nextโ๏ธโ๏ธ