Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Surabaya..


Akhirnya sampai juga Joy di Surabaya,


dengan di temani Anggi dia masuk


ke sebuah Cafe dekat dengan Bandara ,


mereka menunggu kedatangan Mery .


" Nggi , kita tunggu Mery di sini dulu ya?."


ucap Joy yang mulai duduk.


" Terserah , aku ikut saja ." Anggi duduk


mengambil handphone di dalam tasnya.


" Nggi kamu mau mengabari Andreas ?."


Anggi mengangguk.


" Jangan Katakan padanya , kalau kau


sekarang bersamaku ." Anggi menyatukan


jari jempol dan telunjuknya membentuk


huruf O " beres ..." ucapnya.


Seperti biasa Joy memesan segelas jus


apukat kesukaan nya pada seorang


pegawai di Cafe itu ,


" Joy , aku mau ke Toilet sebentar ya ."


ucap Anggi saat mulai berdiri .


" Jangan lama-lama." Anggi berjalan


meninggalkan Joy " iya ,"


Pesanan Joy tiba , " terimakasih ,"


pegawai itu mengangguk " sama -sama ,"


kemudian pergi meninggalkan Joy .


Joy segera menikmati jus yang ada


di atas meja .


Anggi masuk kedalam Toilet umum yang


ada di dalam Cafe , kemudian mengangkat


telfonnya.


🏡️" Hallo Dre ." Anggi mulai berbicara.


πŸ€" Anggi kau jadi ke Surabaya?." sahut


Andreas.


🏡️" Iya Dre , pagi tadi aku sudah


berangkat , maaf tidak mengabarimu


dulu ." berbicara dengan suara lirih,


takut jika nanti ada yang mendengarnya.


πŸ€" Apa kau ke sana bersama Joy ?."


Anggi diam.


πŸ€" Jika kau tidak menjawab tidak


apa-apa , aku hanya mau mengatakan


jika saat ini David juga kesana ." Anggi


syok mendengar ucapan Andreas .


🏡️" Sejak kapan ?."


πŸ€" Sejak tadi pagi mereka berangkat , mungkin sekarang sudah akan sampai."


🏡️" Benarkah ?." Anggi mematung


karena kaget.


πŸ€" Kenapa aku harus berbohong


padamu sayang , saat ini aku berada


di Kantor David mereka sekarang


membuatku sibuk karena harus


mengurus pekerjaan mereka."


🏡️" Mereka ?, "


πŸ€" David ke Surabaya dengan Roy , dan


mereka meminta bantuan padaku untuk


mengurus pekerjaan mereka untuk


sementara waktu."


🏡️" Kalau begitu kita lanjutkan nanti ,


aku mau ke Toilet dulu ." Anggi mengakhiri


sambungan teleponnya dan kembali


tempat Joy berada.


Anggi bingung memikirkan , apakah dia


harus jujur pada Joy atau harus berpura


pura tidak tahu , membiarkan mereka


bertemu.


πŸ€πŸ€πŸ€


Mery yang baru turun dari pesawat ,


segera mencari keberadaan Joy . Dia


berjalan keluar dari Bandara menuju


Cafe tempat Joy sekarang berada.


" Mery ,,," suara seseorang memanggil


saat Mery belum keluar dari Bandara.


Mery berbalik mencari sumber suara,


menoleh kesana kemari tapi tidak juga


menemukan nya .


Sampai sebuah tangan yang melingkar


di bahunya membuat dia terkejut.


Mery tak bisa bicara , memandang intens


wajah seseorang yang merangkul


bahunya mengajaknya berjalan menuju


tempat yang lebih sepi.


Deg,, deg,, deg,,,


detak jantung Mery tak beraturan.


" Mery kau jangan takut, aku hanya ingin


minta bantuanmu." ucap seseorang yang


memojokkan nya di tembok , dia


memandang wajah orang yang berada sangat dekat dengan wajahnya.


" Kak,,, Roy,,," Mery terbata karena wajah


mereka terlalu dekat.


" Sekarang Joy dimana ?." Mery tak


sanggup bicara , dia hanya menunjuk


sebuah Cafe yang terletak tidak jauh


dari tempat mereka berdiri sekarang.


Roy menoleh " Joy di sana ?" Mery


mengangguk.


" Kau jangan bicara pada Joy jika


bertemu denganku dan David , aku butuh bantuanmu untuk menyatukan mereka.."


ucap Roy melihat situasi sekeliling


mereka.


" Kau bisa pergi sekarang , maaf aku


telah membuatmu kaget ." Roy menatap


wajah Mery dan mencium sekilas bibir


manis gadis itu , sebelum melangkah


jauh meninggalkannya.


Mery masih mematung tak bisa bergerak,


karena tidak terfikir olehnya bisa bertemu


dengan pria yang telah mencuri ciuman pertamanya.


Mery memandang punggung Roy yang


sebuah halusinasi tapi terasa nyata


di dalam dirinya , dia menyentuh bibirnya.


* Apa ini mimpi , dia mencuri ciuman ku


lagi dan aku diam saja , kebodohan apa


ini ?." batin Mery.


dengan jantungnya yang berdebar.


Lamunan Mery hilang karena bunyi


telepon di dalam tasnya, tertera nama


'kak Joy cantik ' di sana , tanpa berfikir


lama dia segera mengangkat nya .


" Mery , kau di mana , apa kau sudah


berada di Bandara ?." ucap Joy dengan


nada khawatir.


" Iya kak ." jawab Mery berjalan keluar


Bandara.


" Kak Joy maaf , aku akan segera kesana."


imbuhnya berlari menuju Cafe ,dia


tersenyum saat masuk ke dalam Cafe


dan menemukan orang yang dia cari.


" Kau baru saja turun ?." Joy menatap


Mery yang ada di depannya.


" Tidak kak , aku baru saja dari Toilet."


Mery terpaksa berbohong.


" Duduklah kau pasti lelah , dan pesanlah makanan juga." menunjuk kursi didepannya.


" Kak Joy sebentar lagi apa kita langsung


ke Rumahku ?."


" Kita lihat saja nanti." Joy menghabiskan


makanannya.


Mereka berbincang di Cafe menunggu


kedatangan teman Joy yang akan


membantu menjualkan Rumah Mery .


Joy melambaikan tangannya , setelah


melihat seseorang yang sudah lama di


tunggunya masuk kedalam Cafe ,


lelaki itu terlihat terkejut saat mendapati


Joy yang berbadan dua.


" Hai Rudi , bagaimana kabarmu ? lama


kita tidak bertemu ." Joy berdiri saat


temannya berjalan mendekat dan


kemudian memeluknya.


Joy melepaskan pelukannya dan


mempersilahkan Rudi duduk di sebelahnya.


" Kau sudah menikah Joy ?." Rudi


bertanya dengan nada kecewa melihat


kearah perut Joy yang membesar.


" Iya , ." jawabnya singkat.


" Lalu dimana suamimu ?." melihat seluruh


isi dalam Cafe.


Mery dan Anggi saling memandang, diam


secara bersamaan beralih menatap wanita


yang ada di samping mereka.


Joy menghirup nafasnya dalam ,


" Suamiku sedang keluar negri , aku tidak


mau merepotkannya ." Joy menunduk


memikirkan tentang hubungannya


dengan suaminya saat ini.


Rudi mengangguk mengerti.


Mery mengalihkan pembicaraan,


" Setelah ini kita kemana ?." mengelap


bibirnya dengan tisu.


" Kita lihat rumahnya saja dulu , karena


besok mereka akan melihatnya." Rudy menjawab.


" Kita akan kesana bersama sama naik


mobilku saja ." Rudi memandang ketiga


wanita di depannya secara bergantian.


" Baiklah itu bagus sekali , kita tidak


repot- repot naik taksi , asyik dompetku aman ." mendengar ucapan Joy mereka


tertawa bersama .


Joy berdiri dari duduknya," Ayo kita


berangkat sekarang , aku sudah lelah


ingin segera sampai disana ." berjalan


menuju kasir.


" Joy biar aku saja ." mendahului Joy


yang akan membayar makanan mereka.


" Apa ini Rudi ,kau mau membayar


makanan kami ?." tanpa menjawab


Rudi segera mengeluarkan sebuah kartu


dan menyerahkannya pada pegawai kasir.


" Baiklah , kalau itu maumu , aku senang


sekali ." Joy tersenyum menepuk


punggung Rudi .


Setelah membayarkan makanan mereka,


Rudi kembali ke meja, " Ayo Joy ."


mengajak Joy berjalan keluar dari Cafe


dengan menggandeng pergelangan tangannya , memuju ke parkir tempat


Rudi menitipkan mobilnya.


Joy tak tahu , jika setiap adegan yang


di lakukannya di Cafe , tak luput dari


pandangan David , yang memperhatikan


dia dari jauh .


David mengepalkan tangannya , ingin


rasanya dia menghajar lelaki yang


memeluk dan sekarang menggandeng


tangan istrinya .


Tapi keinginan itu di halangi oleh Roy ,


agar David tidak membuat keributan


dan menggagalkan rencana mereka.


_


_


Bagaimana perasaan David ? dan


bagaimana kelanjutannya ,Joy kembali


ke pelukan David atau malah bersama Rudi ?


Terus setia membaca , dan jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊 untuk


like ,komen dan vote .


salam cinta dari author 😘😘😘😘


Next πŸ€