Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
oh selai ..


Roy mematung melihat Mery yang berlari


masuk ke dalam kamar nya , bibirnya


kaku tak mampu bicara , karena saat ini otaknya masih di penuhi bayangan


kotor akibat ulah tubuh molek Mery ,


hasil dari pikiran kotornya yang membuat


sesuatu di bawah sana menegang dan


mau tidak mau dengan terpaksa mengharuskannya untuk segera


ke kamar mandi .


Didalam ruang ganti Mery mengoceh


sendiri mengingat tentang kebodohannya,


kini dia memutar otak bagaimana caranya


dia besok bisa bertatap muka dengan Roy


tanpa ada rasa malu yang ikut menyertai .


" Apa aku besok pura - pura lupa aja ya ?


ah ..itu tidak mungkin , pasti kak Roy


tau .'" berjalan mondar mandir kesana


kemari di dalam ruang ganti .


" hemm..ahaa.. aku besok diam saja


nunggu bagaimana respon kak Roy , toh


mau malu juga percuma itu sudah


terlanjur terjadi , menyesal juga tidak akan


merubah segalanya ." menjentikkan


jarinya dengan senyum yang sumringah .


Keluar dari ruang ganti Mery merebahkan


tubuhnya di atas tempat tidur yang


dari tadi ingin dia rasakan , menutup


tubuhnya dengan selimut tebal tapi


masih menyisakan kepalanya agar dia


bisa bernafas dengan leluasa , Mery


berguling guling diatas tempat tidur .


Pikiran nya kini melayang entah kemana ,


masih memikirkan tentang Roy , matanya


tak sanggup untuk menahan kantuk


tapi hati dan pikiran nya kini sedang


memberontak , kalut dengan kegelisahan .


Pukul 02.00 dini hari Mery masih terjaga


dalam kesadarannya , hingga rasa lapar


yang teramat ikut menggelitik di dalam


perutnya , para cacing yang ada di


perut pun berdemo ingin segera diberi makan .


" Keluar nggak ya ..? , tapi kalau nanti


aku ketemu kak Roy bagaimana ?."


mendudukkan dirinya .


Mery menghitung jarinya , mencari


sebuah jawaban akhir atas keinginan


sang perut yang ingin cepat di isi ,


" keluar , nggak , keluar, nggak ... keluar


nggak ya.."


Mery bingung , dia masih tak sanggup


jika harus bertemu Roy sekarang , mau


ditaruh dimana nanti mukanya , karena


Mery blum pernah sekalipun dilihat


seorang laki-laki saat dirinya setengah


telanjang , apalagi sengaja bu*il didepan


teman laki - lakinya .


Dengan berfikir keras Mery pun pasrah


jika kali ini dia harus bertatap muka


dengan pria yang melihat nya cuma


memakai handuk tadi .


" Terserah deh ..jika nanti ketemu kak


Roy , yang terpenting sekarang urusan


perut yang harus didahulukan ." berusaha


turun dari tempat tidur .


Akhirnya Mery memasang mode masa


bodo di pikirannya , dia berpendapat


kalau Roy pasti sudah tertidur , tidak


mungkin juga mereka akan bertemu .


Mery pun memutuskan untuk keluar ,


dengan penuh hati - hati dia membuka


pintu dengan perlahan , memeriksa


keadaan di luar kamar , takut jika ada


orang yang memergokinya, kalau dia


pagi sekali sudah mencari makanan .


Dengan langkah yang dibuat tanpa


mengeluarkan suara , Mery menuju


dapur , " sepi , huh ...." mengeluarkan


nafas lega , karena tidak ada nya


orang yang masih terjaga .


Langkah pertamanya adalah membuka


lemari pendingin yang ada di dapur ,


sebelum membukanya Mery mengamati


lemari pendingin yang ada di depannya,


menurut Mery ukuran nya terlalu besar


untuk ukuran rumah tangga biasa , tapi


ini lain di sini pemilik nya adalah Sultan .


" Ihh.. Kulkas segini gedenya buat apa ?


ini mah buat masukin orang juga muat , hahaha." mengoceh dengan menatap


lemari pendingin sebelum dia membukanya .


Mery membuka pintu kulkas dan matanya


yang jelalatan mencari sesuatu yang


dapat dimakan .


" Terserah , sultan mah bebas , mereka


kan kaya mau membeli apa pun juga


bisa , apalagi kalau mereka mau


memborong semua kulkas juga tidak


apa-apa , eh ,, bukan kaya ya ,, tapi sangat


kaya , hahaha ."akhirnya Mery mengambil


satu biji anggur dan memasukkannya


kedalam mulut .


***


Masih dengan Roy di dalam kamar


mandi , kini dia mandi yang kedua


kalinya , setelah acara penuntasannya


dari sebuah hasrat yang tiba-tiba muncul


tanpa kemauan nya .


" Isssshh... , bisa - bisanya gadis kecil itu menggoda imanku , tapi bodynya boleh


juga lumayan seksi ." sambil melilitkan


handuk di pinggang ,Roy membayangkan


kulit putih mulus Mery dan lekukan


tubuhnya , apalagi di tambah dengan rambutnya yang basah menambah


lebih mantep jika di bayangkan .


" Huhhhhh.. , aku tidak boleh


memikirkan nya lagi , bisa gawat nanti ."


mengambil kaos dan memakainya .


Roy yang juga merasa lapar , segera


keluar kamar menuju dapur , bermaksud


mencari makanan sama seperti Mery


untuk mengisi perut nya yang keroncongan .


Jika sudah malam dan semua penghuni


juga sudah pada tidur , para pembantu


akan mematikan lampu utama dan


hanya menyalakan lampu yang tidak


begitu terang tapi itupun di ruang


tengah , membuat keadaan dalam rumah


menjadi agak gelap , itu salah satu


perintah dari Oma .


Roy hafal dengan setiap sudut Rumah


Oma , hal itu membuatnya bisa cepat


mencari letak dapur walaupun di


kegelapan .


" Siapa itu ?."


Langkahnya terhenti saat sorot matanya


menangkap satu cahaya terang di dapur ,


dengan mengendap - endap Roy


mendekati sebuah cahaya yang


membuatnya penasaran , dan ternyata


itu dari sebuah lemari pendingin yang


terbuka .


Dan semakin membuatnya ingin tahu


siapa yang masih terlalu pagi mencari


makanan dan juga dengan beraninya


tanpa ijin . Tidak mungkin ada


perampok yang mencuri di Rumah Oma ,


karena penjagaan yang ketat membuat


orang asing tidak bisa masuk kedalamnya .


Kini Roy berdiri tepat di depan lemari


pendingin , menunggu sosok yang


Roy tertawa tanpa mengeluarkan suara ,


karena dia mendapatkan pemandangan


orang yang sempat mengusik pikirannya


kini sedang asik mengoceh sendiri


di ambang pintu kulkas .


" Ternyata tikus kecil nya adalah Mery ,


ada - ada saja tingkah gadis ini ."


mengintip apa yang di lakukan Mery .


Mery masih tidak menyadari jika ada


Roy yang sedari tadi mendengarkan


ocehan nya , dia masih asik memakan


buah anggur dan apel secara bergantian .


" mmm.. aku ambil satu boleh kali ya ,


nanti aku akan bilang ke kak Joy kalau


aku memakanmu karena lapaaarrr..."


berbicara pada cake coklat di tangannya .


Mery menggigit cake coklat yang tadi


diambilnya , " Hem... enak , ini cake nya


yang memang enak , apa perutku saja


yang lapar , haha.." Roy menahan tawa .


Merasa masih lapar Mery pun mengambil


cake coklat itu lagi , kemudian dia berdiri


ingin mengambil ice cream , karena tadi


matanya juga menangkap pemandangan


ice cream disana .


Dengan satu ice cream di tangan , Mery


pun menutup pintu kulkas , " eee kodok ."


Mery kaget hingga ice cream nya jatuh


karena melihat Roy yang berdiri di sana


tanpa suara .


" Sudah puas berkicau nya ?," bertatap


pandang dengan Mery .


" Astaga ,, berarti dari tadi aku berbicara


ada kak Roy di sini ? ampunnn dah .."


Mery menunduk , tak sanggup


berhadapan dengan Roy .


Belum hilang rasa malunya dengan


kejadian tadi di balkon , sekarang malah


ditambah lagi dengan tertangkapnya


basah dirinya yang mengambil makanan


diam - diam .


" Apa sih , memangnya aku burung apa


berkicau ." memanyunkan bibirnya


beranjak menjauh dari Roy .


Belum sempat Mery pergi Roy sudah


berhasil menangkap pergelangan tangan


Mery ," tunggu kau mau kemana ."


" Tunggu , tunggu dia menarik tanganku ,


mau apalagi nih orang , hemm ,, aku


harus cepat menjauh darinya ." jantung


Mery semakin dag dig dug tak beraturan .


Menarik tangan Mery dan mengajaknya


duduk di meja makan , " kau tetap harus


disini !." mendudukkan Mery di kursi .


" Duduk ?, dia menyuruhku duduk disini


dan sekarang malah pergi ke dapur ,


apa kak Roy mau memasakkan makanan


untukku ?, hemm,, itu tidak mungkin ."


melihat arah Roy yang menuju dapur .


Sementara Mery duduk diam di kursi


Roy mencari sesuatu di dapur , dari


kejauhan Mery melihat gerak gerik


Roy membuka setiap laci di sana .


Tak berapa lama Roy pun kembali


dengan roti dan selai di tangan .


" Makanlah ." menaruh di depan Mery .


Mery melihat roti di depannya lalu


berganti pada Roy , " roti ?,jadi kak Roy


pergi ke dapur hanya untuk mengambilkan


roti ini untukku ?, kenapa tidak dari tadi


sih,,,." ocehan Mery didalam hati .


" Cepat dimakan !, apa kau menunggu


aku suapi ?," mengambil tempat duduk


di dekat Mery .


Mery gelagapan dan langsung


mengambil satu roti kemudian


mengoleskan selai strawberry diatasnya .


Mery hendak memasukkan roti yang


diolesi nya tadi ke dalam mulut , masih


di depan bibir sudah di ambil duluan


oleh Roy ," ini untukku , kau ambillah


lagi , aku kan yang lapar ." tanpa ada


rasa bersalah Roy memakan roti milik


Mery .


" Apa - apaan ini , bilang saja kalau


mau minta dioleskan rotinya ."


Mery yang kesal memberikan tatapan


tajam tajam pada Roy dengan bibir


yang dibuat manyun , Roy membalas


tatapan Mery dengan tak mau kalah ,


" Apa kau tak terima , aku mengambil


rotimu ? , apa mau aku cium sekarang ."


melihat bibir Mery .


Dengan cepat Mery mengambil roti


yang lain , " Ogah ." menggigit dengan


kasar satu potong roti di tangannya .


Roy yang lapar memakan rotinya


dengan cepat , hal itu membuatnya


tersedak dan secara refleks Mery


langsung berlari ke dapur mengambilkan


air untuk Roy .


Mery datang dengan membawa segelas


air di tangannya , menyodorkan pada


Roy ," minumlah kak !." mengambil


gelas ditangan Mery dan segera


meminumnya .


Air di gelas sudah habis diminum Roy ,


sedangkan Mery masih tetap berdiri


di samping Roy dengan penuh


kekawatiran , Roy mendongakkan


kepalanya melihat Mery , tatapan mereka


bertemu , Roy malah fokus pada sisa


selai strawberry yang ada di bibir Mery .


Roy menatap Mery tanpa berkedip ,


" Mery ada selai di bibirmu ."Mery


terkejut , seketika mengusap sisa selai


dengan lidahnya ," oh ini ?, manis ."


Ulah Mery yang menjil*t sisa selai


di bibirnya membuat Roy semakin


salah tingkah ," astaga anak ini , apa


dia tidak sadar jika sudah menggoda


imanku lagi ."


Sedetik kemudian Roy berdiri , dengan


cepat mencengkeram kedua pipi


Mery dan hendak mencium nya , Mery


kaget dengan serangan Roy dan


seketika itu juga dia refleks


mengangkat lutut nya keatas dan


mengenai pusat junior milik Roy .


" Auw,,, apa yang kau lakukan meryyy."


Cengkraman tangan Roy pun terlepas ,


dia merintih kesakitan akibat pukulan


Mery , " maaf kak , aku tidak sengaja


kak Roy sih mesum , lain kali ijin dulu ."


merasa iba saat melihat Roy meringkuk


menahan sakit .


" Kau ini bicara apa sih Mer , memangnya


kalau aku ijin dulu padamu akan kau


ijin kan ?." memegangi pusat tubuh nya .


" Tidak ." menjulurkan lidahnya dan


berlari kembali ke kamar nya .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


Next aja Yach...tapiii jgn lupa


ninggalin jejak nya 😘😘😘😘