
Roy mematung melihat Mery yang berlari
masuk ke dalam kamar nya , bibirnya
kaku tak mampu bicara , karena saat ini otaknya masih di penuhi bayangan
kotor akibat ulah tubuh molek Mery ,
hasil dari pikiran kotornya yang membuat
sesuatu di bawah sana menegang dan
mau tidak mau dengan terpaksa mengharuskannya untuk segera
ke kamar mandi .
Didalam ruang ganti Mery mengoceh
sendiri mengingat tentang kebodohannya,
kini dia memutar otak bagaimana caranya
dia besok bisa bertatap muka dengan Roy
tanpa ada rasa malu yang ikut menyertai .
" Apa aku besok pura - pura lupa aja ya ?
ah ..itu tidak mungkin , pasti kak Roy
tau .'" berjalan mondar mandir kesana
kemari di dalam ruang ganti .
" hemm..ahaa.. aku besok diam saja
nunggu bagaimana respon kak Roy , toh
mau malu juga percuma itu sudah
terlanjur terjadi , menyesal juga tidak akan
merubah segalanya ." menjentikkan
jarinya dengan senyum yang sumringah .
Keluar dari ruang ganti Mery merebahkan
tubuhnya di atas tempat tidur yang
dari tadi ingin dia rasakan , menutup
tubuhnya dengan selimut tebal tapi
masih menyisakan kepalanya agar dia
bisa bernafas dengan leluasa , Mery
berguling guling diatas tempat tidur .
Pikiran nya kini melayang entah kemana ,
masih memikirkan tentang Roy , matanya
tak sanggup untuk menahan kantuk
tapi hati dan pikiran nya kini sedang
memberontak , kalut dengan kegelisahan .
Pukul 02.00 dini hari Mery masih terjaga
dalam kesadarannya , hingga rasa lapar
yang teramat ikut menggelitik di dalam
perutnya , para cacing yang ada di
perut pun berdemo ingin segera diberi makan .
" Keluar nggak ya ..? , tapi kalau nanti
aku ketemu kak Roy bagaimana ?."
mendudukkan dirinya .
Mery menghitung jarinya , mencari
sebuah jawaban akhir atas keinginan
sang perut yang ingin cepat di isi ,
" keluar , nggak , keluar, nggak ... keluar
nggak ya.."
Mery bingung , dia masih tak sanggup
jika harus bertemu Roy sekarang , mau
ditaruh dimana nanti mukanya , karena
Mery blum pernah sekalipun dilihat
seorang laki-laki saat dirinya setengah
telanjang , apalagi sengaja bu*il didepan
teman laki - lakinya .
Dengan berfikir keras Mery pun pasrah
jika kali ini dia harus bertatap muka
dengan pria yang melihat nya cuma
memakai handuk tadi .
" Terserah deh ..jika nanti ketemu kak
Roy , yang terpenting sekarang urusan
perut yang harus didahulukan ." berusaha
turun dari tempat tidur .
Akhirnya Mery memasang mode masa
bodo di pikirannya , dia berpendapat
kalau Roy pasti sudah tertidur , tidak
mungkin juga mereka akan bertemu .
Mery pun memutuskan untuk keluar ,
dengan penuh hati - hati dia membuka
pintu dengan perlahan , memeriksa
keadaan di luar kamar , takut jika ada
orang yang memergokinya, kalau dia
pagi sekali sudah mencari makanan .
Dengan langkah yang dibuat tanpa
mengeluarkan suara , Mery menuju
dapur , " sepi , huh ...." mengeluarkan
nafas lega , karena tidak ada nya
orang yang masih terjaga .
Langkah pertamanya adalah membuka
lemari pendingin yang ada di dapur ,
sebelum membukanya Mery mengamati
lemari pendingin yang ada di depannya,
menurut Mery ukuran nya terlalu besar
untuk ukuran rumah tangga biasa , tapi
ini lain di sini pemilik nya adalah Sultan .
" Ihh.. Kulkas segini gedenya buat apa ?
ini mah buat masukin orang juga muat , hahaha." mengoceh dengan menatap
lemari pendingin sebelum dia membukanya .
Mery membuka pintu kulkas dan matanya
yang jelalatan mencari sesuatu yang
dapat dimakan .
" Terserah , sultan mah bebas , mereka
kan kaya mau membeli apa pun juga
bisa , apalagi kalau mereka mau
memborong semua kulkas juga tidak
apa-apa , eh ,, bukan kaya ya ,, tapi sangat
kaya , hahaha ."akhirnya Mery mengambil
satu biji anggur dan memasukkannya
kedalam mulut .
***
Masih dengan Roy di dalam kamar
mandi , kini dia mandi yang kedua
kalinya , setelah acara penuntasannya
dari sebuah hasrat yang tiba-tiba muncul
tanpa kemauan nya .
" Isssshh... , bisa - bisanya gadis kecil itu menggoda imanku , tapi bodynya boleh
juga lumayan seksi ." sambil melilitkan
handuk di pinggang ,Roy membayangkan
kulit putih mulus Mery dan lekukan
tubuhnya , apalagi di tambah dengan rambutnya yang basah menambah
lebih mantep jika di bayangkan .
" Huhhhhh.. , aku tidak boleh
memikirkan nya lagi , bisa gawat nanti ."
mengambil kaos dan memakainya .
Roy yang juga merasa lapar , segera
keluar kamar menuju dapur , bermaksud
mencari makanan sama seperti Mery
untuk mengisi perut nya yang keroncongan .
Jika sudah malam dan semua penghuni
juga sudah pada tidur , para pembantu
akan mematikan lampu utama dan
hanya menyalakan lampu yang tidak
begitu terang tapi itupun di ruang
tengah , membuat keadaan dalam rumah
menjadi agak gelap , itu salah satu
perintah dari Oma .
Roy hafal dengan setiap sudut Rumah
Oma , hal itu membuatnya bisa cepat
mencari letak dapur walaupun di
kegelapan .
" Siapa itu ?."
Langkahnya terhenti saat sorot matanya
menangkap satu cahaya terang di dapur ,
dengan mengendap - endap Roy
mendekati sebuah cahaya yang
membuatnya penasaran , dan ternyata
itu dari sebuah lemari pendingin yang
terbuka .
Dan semakin membuatnya ingin tahu
siapa yang masih terlalu pagi mencari
makanan dan juga dengan beraninya
tanpa ijin . Tidak mungkin ada
perampok yang mencuri di Rumah Oma ,
karena penjagaan yang ketat membuat
orang asing tidak bisa masuk kedalamnya .
Kini Roy berdiri tepat di depan lemari
pendingin , menunggu sosok yang
Roy tertawa tanpa mengeluarkan suara ,
karena dia mendapatkan pemandangan
orang yang sempat mengusik pikirannya
kini sedang asik mengoceh sendiri
di ambang pintu kulkas .
" Ternyata tikus kecil nya adalah Mery ,
ada - ada saja tingkah gadis ini ."
mengintip apa yang di lakukan Mery .
Mery masih tidak menyadari jika ada
Roy yang sedari tadi mendengarkan
ocehan nya , dia masih asik memakan
buah anggur dan apel secara bergantian .
" mmm.. aku ambil satu boleh kali ya ,
nanti aku akan bilang ke kak Joy kalau
aku memakanmu karena lapaaarrr..."
berbicara pada cake coklat di tangannya .
Mery menggigit cake coklat yang tadi
diambilnya , " Hem... enak , ini cake nya
yang memang enak , apa perutku saja
yang lapar , haha.." Roy menahan tawa .
Merasa masih lapar Mery pun mengambil
cake coklat itu lagi , kemudian dia berdiri
ingin mengambil ice cream , karena tadi
matanya juga menangkap pemandangan
ice cream disana .
Dengan satu ice cream di tangan , Mery
pun menutup pintu kulkas , " eee kodok ."
Mery kaget hingga ice cream nya jatuh
karena melihat Roy yang berdiri di sana
tanpa suara .
" Sudah puas berkicau nya ?," bertatap
pandang dengan Mery .
" Astaga ,, berarti dari tadi aku berbicara
ada kak Roy di sini ? ampunnn dah .."
Mery menunduk , tak sanggup
berhadapan dengan Roy .
Belum hilang rasa malunya dengan
kejadian tadi di balkon , sekarang malah
ditambah lagi dengan tertangkapnya
basah dirinya yang mengambil makanan
diam - diam .
" Apa sih , memangnya aku burung apa
berkicau ." memanyunkan bibirnya
beranjak menjauh dari Roy .
Belum sempat Mery pergi Roy sudah
berhasil menangkap pergelangan tangan
Mery ," tunggu kau mau kemana ."
" Tunggu , tunggu dia menarik tanganku ,
mau apalagi nih orang , hemm ,, aku
harus cepat menjauh darinya ." jantung
Mery semakin dag dig dug tak beraturan .
Menarik tangan Mery dan mengajaknya
duduk di meja makan , " kau tetap harus
disini !." mendudukkan Mery di kursi .
" Duduk ?, dia menyuruhku duduk disini
dan sekarang malah pergi ke dapur ,
apa kak Roy mau memasakkan makanan
untukku ?, hemm,, itu tidak mungkin ."
melihat arah Roy yang menuju dapur .
Sementara Mery duduk diam di kursi
Roy mencari sesuatu di dapur , dari
kejauhan Mery melihat gerak gerik
Roy membuka setiap laci di sana .
Tak berapa lama Roy pun kembali
dengan roti dan selai di tangan .
" Makanlah ." menaruh di depan Mery .
Mery melihat roti di depannya lalu
berganti pada Roy , " roti ?,jadi kak Roy
pergi ke dapur hanya untuk mengambilkan
roti ini untukku ?, kenapa tidak dari tadi
sih,,,." ocehan Mery didalam hati .
" Cepat dimakan !, apa kau menunggu
aku suapi ?," mengambil tempat duduk
di dekat Mery .
Mery gelagapan dan langsung
mengambil satu roti kemudian
mengoleskan selai strawberry diatasnya .
Mery hendak memasukkan roti yang
diolesi nya tadi ke dalam mulut , masih
di depan bibir sudah di ambil duluan
oleh Roy ," ini untukku , kau ambillah
lagi , aku kan yang lapar ." tanpa ada
rasa bersalah Roy memakan roti milik
Mery .
" Apa - apaan ini , bilang saja kalau
mau minta dioleskan rotinya ."
Mery yang kesal memberikan tatapan
tajam tajam pada Roy dengan bibir
yang dibuat manyun , Roy membalas
tatapan Mery dengan tak mau kalah ,
" Apa kau tak terima , aku mengambil
rotimu ? , apa mau aku cium sekarang ."
melihat bibir Mery .
Dengan cepat Mery mengambil roti
yang lain , " Ogah ." menggigit dengan
kasar satu potong roti di tangannya .
Roy yang lapar memakan rotinya
dengan cepat , hal itu membuatnya
tersedak dan secara refleks Mery
langsung berlari ke dapur mengambilkan
air untuk Roy .
Mery datang dengan membawa segelas
air di tangannya , menyodorkan pada
Roy ," minumlah kak !." mengambil
gelas ditangan Mery dan segera
meminumnya .
Air di gelas sudah habis diminum Roy ,
sedangkan Mery masih tetap berdiri
di samping Roy dengan penuh
kekawatiran , Roy mendongakkan
kepalanya melihat Mery , tatapan mereka
bertemu , Roy malah fokus pada sisa
selai strawberry yang ada di bibir Mery .
Roy menatap Mery tanpa berkedip ,
" Mery ada selai di bibirmu ."Mery
terkejut , seketika mengusap sisa selai
dengan lidahnya ," oh ini ?, manis ."
Ulah Mery yang menjil*t sisa selai
di bibirnya membuat Roy semakin
salah tingkah ," astaga anak ini , apa
dia tidak sadar jika sudah menggoda
imanku lagi ."
Sedetik kemudian Roy berdiri , dengan
cepat mencengkeram kedua pipi
Mery dan hendak mencium nya , Mery
kaget dengan serangan Roy dan
seketika itu juga dia refleks
mengangkat lutut nya keatas dan
mengenai pusat junior milik Roy .
" Auw,,, apa yang kau lakukan meryyy."
Cengkraman tangan Roy pun terlepas ,
dia merintih kesakitan akibat pukulan
Mery , " maaf kak , aku tidak sengaja
kak Roy sih mesum , lain kali ijin dulu ."
merasa iba saat melihat Roy meringkuk
menahan sakit .
" Kau ini bicara apa sih Mer , memangnya
kalau aku ijin dulu padamu akan kau
ijin kan ?." memegangi pusat tubuh nya .
" Tidak ." menjulurkan lidahnya dan
berlari kembali ke kamar nya .
πππππππππππ
_
_
Next aja Yach...tapiii jgn lupa
ninggalin jejak nya ππππ