Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Tekad Joy


David yang tak kuat menahan godaan dari


Joy , segera melepaskan diri dari pelukan


istrinya . Dia segera berlari masuk kekamar


mandi , untuk menuntaskan segala hasrat


didalam dirinya.


* Wanita ini sangat berbahaya , hanya


dekat dengannya saja aku sudah tak bisa


menahannya ." batin David.


Joy sangat puas , karena misinya kali ini


berhasil , dia yakin dari lubuk hati David


yang paling dalam , masih menyimpan


rasa cinta padanya.


Walaupun untuk saat ini , David tidak


mengenalinya .


Setelah selesai bermain solo di dalam


kamar mandi , David keluar dengan


keadaan yang lebih segar .


Joy bangun dari pura - pura tidurnya , kini


dia terduduk ditepi ranjang .Dia terpesona


melihat suaminya yang baru selesai


mandi , dengan keadaan rambutnya yang


basah serta tercium aroma yang sangat


menyegarkan .


Joy beranjak dari duduknya , berjalan


akan keluar dari kamar ,


" Kau mau kemana ?." suara David menghentikan langkahnya , Joy menoleh


ke sumber suara. David diam , mata


mereka bertemu .


" Perutku lapar ." Joy berpaling , lalu


meneruskan langkahnya.


Joy menuju dapur , disana dia mencari


sesuatu yang bisa dimakan.


Joy membuka kulkas , disana terdapat


banyak makanan tapi dia tidak berselera.


Pandangan nya berakhir pada sebuah


roti yang biasa digunakan untuk sarapan.


David yang lapar , juga turun mencari


makanan , dia berhenti di meja makan.


Melihat Joy yang sedang memanggang


roti untuk mengisi perutnya yang lapar.


" Apa kau mau ?." menyodorkan sepiring


roti bakar ke depan David.


David menatap Joy tanpa menjawab ,


" Duduklah ." menggandeng tangan David


menuntunnya untuk duduk di kursi


meja makan.


Joy kembali ke Dapur , untuk mengambil


susu untuknya dan secangkir coklat


panas , yang sengaja dibuatnya untuk


David .


" Minumlah , ini akan membuatmu lebih


baik ." memberikan coklat panas pada


David .


David merasa terkejut ," kenapa dia bisa


tahu minuman kesukaanku ." batinnya.


Mereka duduk bersama di satu meja ,


menikmati roti bakar yang sama .


" Jika kau tidak mengenalku tidak apa-apa,


setidaknya kita bisa menjadi teman ,


sampai anak kita lahir ." ucap Joy saat


menikmati roti bakar buatan nya.


" Kumohon padamu jika malam tiba , kau


jangan meninggalkanku , aku tidak bisa


tidur jika kau tidak berada di sampingku."


Joy mulai meneteskan air mata.


David masih diam , tak tahu harus


menjawab apa ," mungkin ini sulit bagimu,


tapi dia tidak bisa diam jika kau tidak


menyentuh nya." Joy menyentuh perutnya.


" Kau bisa pergi saat aku sudah tidur."


mengusap air mata yang sudah jatuh


di pipinya.


David mengangguk ," habiskan rotimu ,


kau pasti juga lapar ." berdiri kemudian kembali ke kamar.


David merasa sakit dengan perkataan


yang diucapkan istrinya , tapi dia tidak


bisa berbuat apa-apa , karena sedikit pun


kenangan tentang istrinya , tidak


diingatnya sama sekali .


Di kamar joy tidak bisa tidur , memiringkan


tubuhnya ke kiri dan ke kanan masih saja


membuatnya terjaga .


David masuk kedalam kamar , mendapati


Joy yang gelisah dalam tidurnya, dia


mendekati istrinya , kemudian berbaring


tepat disebelahnya ,


David melihat , ternyata Joy belum memejamkan matanya.


" Belum bisa tidur ?." David melirik Joy .


yang di tanya tidak menjawab.


David memberanikan diri , sedikit


menggeser tubuhnya mendekati istrinya,


tanpa bicara tangannya mulai memeluknya.


" Tidurlah ." mengeratkan pelukannya,


Joy yang sangat merindukan pelukan


dari suaminya , merasa senang dan


nyaman , membuat dia tak menunggu


lama untuk memejamkan matanya dan


mulai tertidur .


***


Keesokan harinya , Joy terbangun dengan


sebuah senyuman yang terukir dibibirnya.


Dia merasa bahagia , walaupun sekarang


David belum mengingatnya , dia masih


bisa merasakan pelukan hangat dari


suami yang sangat dia cintai.


David terbangun dengan tangan yang


masih memeluk istrinya,


" Terimakasih ." Joy melepaskan pelukan


David , kemudian berusaha duduk tapi


kesulitan .


" Biar aku bantu ." Joy tersenyum , memandang wajah tampan suaminya


yang baru bangun tidur.


David yang mendapat tatapan Joy


menjadi salah tingkah .


Joy berdiri , tanpa ijin dulu pada David


dan tanpa aba-aba , dengan segera


mencium sebelah pipi David, kemudian


David mematung menyentuh pipinya ,


dia kaget mendapat morning kiss dari istrinya.


*Sungguh wanita ini bisa membuatku


gila , dengan semua tingkahnya ." batin


David .


***


Di Kantor , David sedang duduk di kursi


kebesarannya , dia melamun mengingat


tentang kejadian yang dilakukan nya


semalam .


*Apa benar dia itu istriku , semua orang


juga mengatakan hal yang sama , tapi


kenapa aku sama sekali tidak bisa


mengingatnya ."


David yang sedang asyik melamun tidak


tau dengan kedatangan Roy .


" David , Joy mencarimu ." teriak Roy menggoda David .


David yang kaget menjatuhkan tumpukan


map yang ada didepannya, " apa kau tidak


punya pekerjaan , mengagetkan aku saja."


memunguti map yang terjatuh.


" Siang gini masih melamun, kalau


kangen pulang sana." Roy duduk di sofa.


" Siapa yang kangen , apa kau tidak salah


ngomong , kenal dia saja tidak ." ucap


David yang kembali duduk di kursi nya .


" Kata-katamu basi kalau suka bilang


suka , kalau pengen bilang pengen


masih saja mau membohongi dirimu


sendiri ." kesal Roy.


" Dimulut saja kau menolak , tapi


tubuhmu sangat menginginkan nya ,


kau jangan mencoba membohongiku."


Roy menambahkan.


" Omong kosong." David melanjutkan


pekerjaannya.


Pintu terbuka muncul sesosok wanita


cantik , bertubuh seksi nan gemulai


memakai baju yang sangat feminim ,


melangkahkan kakinya mendekati David.


" Sayang ,,,, aku rindu padamu , apa kau


tidak merindukanku ?." wanita itu duduk


di pangkuan David.


" Rosa jaga tingkahmu, apa kau tau


David sudah menikah ." Roy mendekati


meja David.


Rosa menoleh ," menikah ?." Rosa kaget


lalu menatap David.


David diam , mengangkat kedua pundaknya.


" Kau pintar sekali dalam bercanda , kau


berhasil membuatku kaget ." ucap Rosa


pada Roy.


" Terserah kau saja , aku malas berbicara


pada kalian ." pergi keluar dari ruangan.


Di ruangan kini tinggal mereka berdua ,


Rosa yang merasa jika David tidak


menolaknya , berusaha merayunya .


Dia ingin kembali menjalin hubungan


dengan David , dia menyesal karena


kecerobohannya beberapa bulan yang


lalu membuat keluarganya bangkrut


dan karirnya hancur .


" Sayang ,, aku sangat menginginkan


dirimu , sudah lama kau tidak


menyentuhku ." Rosa mencoba membuka


kancing kemeja David .


" Rosa ini di Kantor , tidak baik jika


ada orang yang melihat."


" Tidak mungkin ada yang berani masuk


ke ruanganmu , pasti mereka akan


mengetuk pintunya terlebih dahulu."


menyentuh dada bidang David.


Rosa yang kini sudah duduk di pangkuan David mulai mencium bibirnya , dengan


tangannya yang meraba tubuh bagian


atas David .


David diam merasakan setiap perlakuan


Rosa , karena saat ini dia membayangkan


jika yang memperlakukan nya kini adalah


Joy bukan Rosa.


**


Joy yang baru keluar dari lift menuju


ke ruangan suaminya , ingin mengajaknya berbelanja perlengkapan bayi bersama .


Dia sengaja mengajaknya , agar dia bisa


lebih dekat dengan suaminya.


Roy melihat Joy berjalan menuju


ruangan David , ingin mencegahnya.


" Joy ..." panggil Roy , dari ruangannya.


Joy tidak menggubris panggilan Roy ,


melanjutkan melangkahkan kakinya ,


tepat di depan pintu Joy membukanya,


terpampang jelas di depan matanya .


Dua orang yang sama , yang pernah dia


lihat sedang melakukan hal yang sama


pula .


Jika Joy yang dulu , dua langsung berlari


melarikan diri . Tapi berbeda dengan Joy


yang sekarang .


Joy mendekati dua orang di depannya,


yang sedang bercumbu dengan baju


yang tidak sempurna , dia mengambil


segelas air putih di meja David , dan


segera menyiramkannya tepat diatas


kepala mereka berdua .


" Kalau basah lebih menggairahkan ,


lanjutkan sepuas kalian ." ucap Joy


menatap tajam mata David ,


Kemudian berjalan keluar dari ruangan dengan lengannya yang sengaja dia senggolkan pada setumpuk dokumen


yang tertata rapi di meja David.


Alhasil semua dokumen itu terjatuh berserakan.


_


_


Author nya fikirannya lagi Lola ,


jadi up nya lama ๐Ÿ™๐Ÿ™


jangan lupa ninggalin jejak ya ๐Ÿฅฐ


Next โ˜€๏ธ