
David yang tak kuat menahan godaan dari
Joy , segera melepaskan diri dari pelukan
istrinya . Dia segera berlari masuk kekamar
mandi , untuk menuntaskan segala hasrat
didalam dirinya.
* Wanita ini sangat berbahaya , hanya
dekat dengannya saja aku sudah tak bisa
menahannya ." batin David.
Joy sangat puas , karena misinya kali ini
berhasil , dia yakin dari lubuk hati David
yang paling dalam , masih menyimpan
rasa cinta padanya.
Walaupun untuk saat ini , David tidak
mengenalinya .
Setelah selesai bermain solo di dalam
kamar mandi , David keluar dengan
keadaan yang lebih segar .
Joy bangun dari pura - pura tidurnya , kini
dia terduduk ditepi ranjang .Dia terpesona
melihat suaminya yang baru selesai
mandi , dengan keadaan rambutnya yang
basah serta tercium aroma yang sangat
menyegarkan .
Joy beranjak dari duduknya , berjalan
akan keluar dari kamar ,
" Kau mau kemana ?." suara David menghentikan langkahnya , Joy menoleh
ke sumber suara. David diam , mata
mereka bertemu .
" Perutku lapar ." Joy berpaling , lalu
meneruskan langkahnya.
Joy menuju dapur , disana dia mencari
sesuatu yang bisa dimakan.
Joy membuka kulkas , disana terdapat
banyak makanan tapi dia tidak berselera.
Pandangan nya berakhir pada sebuah
roti yang biasa digunakan untuk sarapan.
David yang lapar , juga turun mencari
makanan , dia berhenti di meja makan.
Melihat Joy yang sedang memanggang
roti untuk mengisi perutnya yang lapar.
" Apa kau mau ?." menyodorkan sepiring
roti bakar ke depan David.
David menatap Joy tanpa menjawab ,
" Duduklah ." menggandeng tangan David
menuntunnya untuk duduk di kursi
meja makan.
Joy kembali ke Dapur , untuk mengambil
susu untuknya dan secangkir coklat
panas , yang sengaja dibuatnya untuk
David .
" Minumlah , ini akan membuatmu lebih
baik ." memberikan coklat panas pada
David .
David merasa terkejut ," kenapa dia bisa
tahu minuman kesukaanku ." batinnya.
Mereka duduk bersama di satu meja ,
menikmati roti bakar yang sama .
" Jika kau tidak mengenalku tidak apa-apa,
setidaknya kita bisa menjadi teman ,
sampai anak kita lahir ." ucap Joy saat
menikmati roti bakar buatan nya.
" Kumohon padamu jika malam tiba , kau
jangan meninggalkanku , aku tidak bisa
tidur jika kau tidak berada di sampingku."
Joy mulai meneteskan air mata.
David masih diam , tak tahu harus
menjawab apa ," mungkin ini sulit bagimu,
tapi dia tidak bisa diam jika kau tidak
menyentuh nya." Joy menyentuh perutnya.
" Kau bisa pergi saat aku sudah tidur."
mengusap air mata yang sudah jatuh
di pipinya.
David mengangguk ," habiskan rotimu ,
kau pasti juga lapar ." berdiri kemudian kembali ke kamar.
David merasa sakit dengan perkataan
yang diucapkan istrinya , tapi dia tidak
bisa berbuat apa-apa , karena sedikit pun
kenangan tentang istrinya , tidak
diingatnya sama sekali .
Di kamar joy tidak bisa tidur , memiringkan
tubuhnya ke kiri dan ke kanan masih saja
membuatnya terjaga .
David masuk kedalam kamar , mendapati
Joy yang gelisah dalam tidurnya, dia
mendekati istrinya , kemudian berbaring
tepat disebelahnya ,
David melihat , ternyata Joy belum memejamkan matanya.
" Belum bisa tidur ?." David melirik Joy .
yang di tanya tidak menjawab.
David memberanikan diri , sedikit
menggeser tubuhnya mendekati istrinya,
tanpa bicara tangannya mulai memeluknya.
" Tidurlah ." mengeratkan pelukannya,
Joy yang sangat merindukan pelukan
dari suaminya , merasa senang dan
nyaman , membuat dia tak menunggu
lama untuk memejamkan matanya dan
mulai tertidur .
***
Keesokan harinya , Joy terbangun dengan
sebuah senyuman yang terukir dibibirnya.
Dia merasa bahagia , walaupun sekarang
David belum mengingatnya , dia masih
bisa merasakan pelukan hangat dari
suami yang sangat dia cintai.
David terbangun dengan tangan yang
masih memeluk istrinya,
" Terimakasih ." Joy melepaskan pelukan
David , kemudian berusaha duduk tapi
kesulitan .
" Biar aku bantu ." Joy tersenyum , memandang wajah tampan suaminya
yang baru bangun tidur.
David yang mendapat tatapan Joy
menjadi salah tingkah .
Joy berdiri , tanpa ijin dulu pada David
dan tanpa aba-aba , dengan segera
mencium sebelah pipi David, kemudian
David mematung menyentuh pipinya ,
dia kaget mendapat morning kiss dari istrinya.
*Sungguh wanita ini bisa membuatku
gila , dengan semua tingkahnya ." batin
David .
***
Di Kantor , David sedang duduk di kursi
kebesarannya , dia melamun mengingat
tentang kejadian yang dilakukan nya
semalam .
*Apa benar dia itu istriku , semua orang
juga mengatakan hal yang sama , tapi
kenapa aku sama sekali tidak bisa
mengingatnya ."
David yang sedang asyik melamun tidak
tau dengan kedatangan Roy .
" David , Joy mencarimu ." teriak Roy menggoda David .
David yang kaget menjatuhkan tumpukan
map yang ada didepannya, " apa kau tidak
punya pekerjaan , mengagetkan aku saja."
memunguti map yang terjatuh.
" Siang gini masih melamun, kalau
kangen pulang sana." Roy duduk di sofa.
" Siapa yang kangen , apa kau tidak salah
ngomong , kenal dia saja tidak ." ucap
David yang kembali duduk di kursi nya .
" Kata-katamu basi kalau suka bilang
suka , kalau pengen bilang pengen
masih saja mau membohongi dirimu
sendiri ." kesal Roy.
" Dimulut saja kau menolak , tapi
tubuhmu sangat menginginkan nya ,
kau jangan mencoba membohongiku."
Roy menambahkan.
" Omong kosong." David melanjutkan
pekerjaannya.
Pintu terbuka muncul sesosok wanita
cantik , bertubuh seksi nan gemulai
memakai baju yang sangat feminim ,
melangkahkan kakinya mendekati David.
" Sayang ,,,, aku rindu padamu , apa kau
tidak merindukanku ?." wanita itu duduk
di pangkuan David.
" Rosa jaga tingkahmu, apa kau tau
David sudah menikah ." Roy mendekati
meja David.
Rosa menoleh ," menikah ?." Rosa kaget
lalu menatap David.
David diam , mengangkat kedua pundaknya.
" Kau pintar sekali dalam bercanda , kau
berhasil membuatku kaget ." ucap Rosa
pada Roy.
" Terserah kau saja , aku malas berbicara
pada kalian ." pergi keluar dari ruangan.
Di ruangan kini tinggal mereka berdua ,
Rosa yang merasa jika David tidak
menolaknya , berusaha merayunya .
Dia ingin kembali menjalin hubungan
dengan David , dia menyesal karena
kecerobohannya beberapa bulan yang
lalu membuat keluarganya bangkrut
dan karirnya hancur .
" Sayang ,, aku sangat menginginkan
dirimu , sudah lama kau tidak
menyentuhku ." Rosa mencoba membuka
kancing kemeja David .
" Rosa ini di Kantor , tidak baik jika
ada orang yang melihat."
" Tidak mungkin ada yang berani masuk
ke ruanganmu , pasti mereka akan
mengetuk pintunya terlebih dahulu."
menyentuh dada bidang David.
Rosa yang kini sudah duduk di pangkuan David mulai mencium bibirnya , dengan
tangannya yang meraba tubuh bagian
atas David .
David diam merasakan setiap perlakuan
Rosa , karena saat ini dia membayangkan
jika yang memperlakukan nya kini adalah
Joy bukan Rosa.
**
Joy yang baru keluar dari lift menuju
ke ruangan suaminya , ingin mengajaknya berbelanja perlengkapan bayi bersama .
Dia sengaja mengajaknya , agar dia bisa
lebih dekat dengan suaminya.
Roy melihat Joy berjalan menuju
ruangan David , ingin mencegahnya.
" Joy ..." panggil Roy , dari ruangannya.
Joy tidak menggubris panggilan Roy ,
melanjutkan melangkahkan kakinya ,
tepat di depan pintu Joy membukanya,
terpampang jelas di depan matanya .
Dua orang yang sama , yang pernah dia
lihat sedang melakukan hal yang sama
pula .
Jika Joy yang dulu , dua langsung berlari
melarikan diri . Tapi berbeda dengan Joy
yang sekarang .
Joy mendekati dua orang di depannya,
yang sedang bercumbu dengan baju
yang tidak sempurna , dia mengambil
segelas air putih di meja David , dan
segera menyiramkannya tepat diatas
kepala mereka berdua .
" Kalau basah lebih menggairahkan ,
lanjutkan sepuas kalian ." ucap Joy
menatap tajam mata David ,
Kemudian berjalan keluar dari ruangan dengan lengannya yang sengaja dia senggolkan pada setumpuk dokumen
yang tertata rapi di meja David.
Alhasil semua dokumen itu terjatuh berserakan.
_
_
Author nya fikirannya lagi Lola ,
jadi up nya lama ๐๐
jangan lupa ninggalin jejak ya ๐ฅฐ
Next โ๏ธ