
Joy mengajak Daffin masuk kedalam
rumah , di bawanya anak itu ke kamarnya
untuk menenangkannya yang sedari tadi
menangis .
Joy membaringkan nya di ranjang , menceritakan sebuah dongeng untuknya
sampai dia tertidur.
David yang baru pulang dari Rumah
Sakit mencari keberadaan istrinya , dia membuka pintu kamar , mendapati
istrinya yang sedang berbaring diatas
tempat tidur bersama dengan seorang
anak kecil di sampingnya.
Dengan langkah perlahan, David masuk
ke kamar mandi untuk membersihkan
diri . David yang sudah menyelesaikan
ritual mandinya , ikut berbaring disisi
istrinya dengan memeluk nya dari
belakang , karena posisi Joy saat ini
sedang memeluk Daffin .
Malam ini David merasa kasihan dengan istrinya, untuk saat ini dia tak ingin
membuatnya kelelahan , karena melihat
Joy yang tertidur sangat pulas tidak bisa
membuka matanya .
David tak bisa tidur , memendam sesuatu
yang bergejolak di dalam dirinya, akhirnya
tangan yang sedari tadi diam memeluk
Joy dari belakang , kini mulai nakal
masuk kedalam baju istrinya.
Mendapat perlakuan dari suaminya ,Joy
hanya mengernyitkan matanya ,
mencoba untuk membuka mata , namun
tak mampu , hanya bisa merasakan
sentuhan tangan David yang membelai
hampir seluruh tubuhnya.
Kenakalan tangan David berhenti di
bagian bukit kembar yang menjadi
tempat favoritnya , tangan nya tetap
disana sampai dia tertidur.
***
Di Rumah Sakit..
Rendi kini sendiri berada di dalam ruang
rawat inap tempat Sofia dirawat , yang
baru di pindahkan dari Ruang Operasi ,
dia duduk di samping ranjang tempat
Sofia berbaring tak sadarkan diri.
Rendi menangis dengan tangan menggenggam jari mungil wanita yang
sangat dia cintai.
Rendi merasa kecewa dengan semua
tindakannya , kenapa tidak dari dulu dia
mengatakan kejujurannya pada Sofia.
Jika Sofia mengetahui kebenarannya dari
dulu , mungkin tidak membuat dia salah
duga pada David dan tidak membuatnya
terpukul , seperti saat ini.
***
Joy yang bangun dari tidurnya , merasa
tidak bisa bergerak karena ada sesuatu
yang berat menimpa dadanya .
Joy mulai membuka matanya, merasakan
nafas hangat yang mengenai lehernya ,
dia mulai bergerak mencari pegangan
untuk membantu nya duduk .
David yang merasakan pergerakan dari
istrinya pun berkata" sayang , kau mau
kemana ?." dengan mata yang masih
tertutup .
" Aku haus ." ingin turun dari tempat tidur
namun dihentikan oleh David .
David menggambil segelas air putih
yang berada di atas nakas dan memberikannya pada istrinya dengan mata
terpejam , seperti orang yang mengigau
sambil berjalan.
Mereka pun kembali tidur sampai pagi
menjelang.
**
Pagi ini sebelum berangkat ke Kantor
David mengajak Joy ke Rumah Sakit ,
untuk menjenguk Sofia , Karena Joy
ingin tahu bagaimana keadaan nya .
Tak lupa Joy juga mengajak Daffin
bersamanya , karena dari kemarin malam
dia merengek mencari ibunya.
Joy pergi ke Rumah Sakit sekalian juga
untuk memeriksakan kandungannya .
Joy berjalan melewati lorong demi
lorong mencari tempat Sofia dirawat ,
dengan tangan yang menggandeng
seorang anak laki-laki tampan di sebelah
nya , sampai kakinya berhenti di depan sebuah kamar rawat yang bertuliskan
VVIP , David pun mengajak mereka
berdua untuk masuk bersama.
Disana terlihat Rendi yang masih
tertidur sambil duduk di sebelah pasien
yang belum sadarkan diri.
Daffin berlari menghambur memeluk
ibunya " mama..." mengguncang tubuh
ibunya.
Sofia yang dari semalam belum sadar
mulai membuka matanya perlahan ,
setelah mendengar teriakkan dari anak
semata wayangnya.
Melihat hal itu , Rendi segera berlari
memanggil Dokter .
Tak berapa lama Rendi datang dengan
membawa Dokter bersama nya , untuk
segera memeriksa keadaan Sofia.
" Sekarang pasien sudah sadar ,
keadaan nya juga cukup baik , tinggal
menunggu pemulihannya saja, tapi
saya mohon jangan memberi beban
pikiran pada pasien dulu , karena ada
cedera sedikit di otak , takutnya nanti
Dokter menjelaskan.
" Baik Dokter , terimakasih atas
penjelasannya ." ucap Rendi menjabat
tangan Dokter " sama - sama ." Dokter
keluar dari ruangan.
Setelah mendengar penjelasan Dokter ,
Joy tidak berani mendekati Sofia, takut membebani pikiran Sofia bila bertemu dengannya.
" Kak Rendi , sebaiknya aku pergi saja
aku takut mengganggu kesehatan Sofia,
bila dia bertemu denganku." Rendi
mengangguk , menandakan dia faham
akan perasaan Joy .
Joy mengajak David pergi dari sana ,
" Sayang , kita ke Dokter kandungan
dulu ya ." ucap David dengan wajah imut.
" Apa ini tidak terlalu pagi ?." David
menggeleng kepala , kemudian menggandeng pergelangan tangan
istrinya menuju ruangan tempat
Dokter kandungan berada.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan
yang bertuliskan " IBU dan ANAK " ,
Joy berbaring di atas ranjang dengan
seorang Dokter wanita yang sedang
memeriksanya berada di sebelah nya.
Dokter itu mengarahkan sebuah alat
yang sudah terhubung dengan layar
monitor yang menampilkan gambar
seorang bayi di dalam kandungan,
biasa orang menyebutnya dengan alat
USG .
" Bayi nya sehat , dia sangat aktif
lihatlah dia menendang seperti sedang
bermain sepak bola ." Dokter mengerakkan
alat itu di atas perut Joy.
David ingin mengetahui jenis kelamin
bayi yang ada di kandungan istrinya ,
tapi Joy menolak nya . Dia mau itu
menjadi sebuah kejutan untuknya,
Yang terpenting baginya kini adalah
kesehatan bayi nya , untuk masalah
jenis kelamin itu nomor dua .
David keluar dari ruangan Dokter
kandungan dengan wajah cemberut,
" David apa kau marah padaku?."
bertanya dengan wajah memelas.
David diam saja " My boy , Daddy mu
sekarang sedang marah pada mamy,
kau jangan ikutan marah ya , nanti mamy
sedih ." Joy berbicara pada perutnya
yang sudah buncit.
David terkejut, segera menoleh dengan
senyuman di wajahnya , mendengar
seruan istrinya yang berbicara sendiri
dengan mengelus perut nya.
" Boy ?." Joy mengangguk.
Segera memeluk istrinya" kenapa kau
tidak bicara padaku , kalau kau sudah
tahu jenis kelamin nya ." mencium
keningnya.
" Aku mengetahuinya saat masih di Jogja."
David memandang lekat istrinya" sebelum
kau menikahi ku "dibisik Joy .
Mereka berdua pergi meninggalkan
Rumah Sakit dan masuk kedalam mobil.
**
Di dalam mobil..
David menyetir sendiri mobilnya, dia
mengendarai dengan kecepatan sedang.
" Sayang , besok aku mau terbang
ke Inggris ." Joy langsung menoleh pada
suaminya " Apa ?." teriaknya.
" Hentikan mobilnya, " dengan segera
David menepikan mobilnya.
Mobil sudah berhenti di tepi jalan.
" Kenapa tiba-tiba sekali .' dengan wajah
marah.
" Ini tidak tiba -tiba sayang , semuanya
sudah terencana dari seminggu yang lalu."
berusaha menjelaskan.
" Seminggu ? kenapa baru sekarang kau
bicara padaku?." Joy cemberut.
" Aku ingin bicara padamu , tapi apa
dari minggu lalu kau sudah tidak mau
berbicara dengan ku." Joy merasa bersalah.
" Kalau begitu , besok kau berangkat jam berapa?."
David membuang nafas beratnya" Aku
besok berangkat jam tujuh pagi , aku
di sana tiga hari." mendengar itu Joy
langsung melotot.
" Tiga hari ? kau mau meninggalkan aku
selama tiga hari ?."
David menjelaskan pada Joy yang mulai
marah , jika dia disana hanya untuk
mengurus pekerjaan saja , dan segera
pulang .
" Baiklah sekarang aku tidak mau
pulang ke Rumah Oma , kita pulang
ke Apartemenmu saja , kita tidak akan
kemana mana sampai kau berangkat
besok ." David menoleh kegirangan
segera menuruti keinginan istrinya.
_
_
Nyicil up , sampai sini dulu ya ๐
terimakasih atas semua dukungannya
jangan lupa ninggalin jejak ya ๐ฅฐ
bila berkenan mampir juga ke novelku
yang lainnya .
Next ๐