Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Rumah Sakit..


Joy mengajak Daffin masuk kedalam


rumah , di bawanya anak itu ke kamarnya


untuk menenangkannya yang sedari tadi


menangis .


Joy membaringkan nya di ranjang , menceritakan sebuah dongeng untuknya


sampai dia tertidur.


David yang baru pulang dari Rumah


Sakit mencari keberadaan istrinya , dia membuka pintu kamar , mendapati


istrinya yang sedang berbaring diatas


tempat tidur bersama dengan seorang


anak kecil di sampingnya.


Dengan langkah perlahan, David masuk


ke kamar mandi untuk membersihkan


diri . David yang sudah menyelesaikan


ritual mandinya , ikut berbaring disisi


istrinya dengan memeluk nya dari


belakang , karena posisi Joy saat ini


sedang memeluk Daffin .


Malam ini David merasa kasihan dengan istrinya, untuk saat ini dia tak ingin


membuatnya kelelahan , karena melihat


Joy yang tertidur sangat pulas tidak bisa


membuka matanya .


David tak bisa tidur , memendam sesuatu


yang bergejolak di dalam dirinya, akhirnya


tangan yang sedari tadi diam memeluk


Joy dari belakang , kini mulai nakal


masuk kedalam baju istrinya.


Mendapat perlakuan dari suaminya ,Joy


hanya mengernyitkan matanya ,


mencoba untuk membuka mata , namun


tak mampu , hanya bisa merasakan


sentuhan tangan David yang membelai


hampir seluruh tubuhnya.


Kenakalan tangan David berhenti di


bagian bukit kembar yang menjadi


tempat favoritnya , tangan nya tetap


disana sampai dia tertidur.


***


Di Rumah Sakit..


Rendi kini sendiri berada di dalam ruang


rawat inap tempat Sofia dirawat , yang


baru di pindahkan dari Ruang Operasi ,


dia duduk di samping ranjang tempat


Sofia berbaring tak sadarkan diri.


Rendi menangis dengan tangan menggenggam jari mungil wanita yang


sangat dia cintai.


Rendi merasa kecewa dengan semua


tindakannya , kenapa tidak dari dulu dia


mengatakan kejujurannya pada Sofia.


Jika Sofia mengetahui kebenarannya dari


dulu , mungkin tidak membuat dia salah


duga pada David dan tidak membuatnya


terpukul , seperti saat ini.


***


Joy yang bangun dari tidurnya , merasa


tidak bisa bergerak karena ada sesuatu


yang berat menimpa dadanya .


Joy mulai membuka matanya, merasakan


nafas hangat yang mengenai lehernya ,


dia mulai bergerak mencari pegangan


untuk membantu nya duduk .


David yang merasakan pergerakan dari


istrinya pun berkata" sayang , kau mau


kemana ?." dengan mata yang masih


tertutup .


" Aku haus ." ingin turun dari tempat tidur


namun dihentikan oleh David .


David menggambil segelas air putih


yang berada di atas nakas dan memberikannya pada istrinya dengan mata


terpejam , seperti orang yang mengigau


sambil berjalan.


Mereka pun kembali tidur sampai pagi


menjelang.


**


Pagi ini sebelum berangkat ke Kantor


David mengajak Joy ke Rumah Sakit ,


untuk menjenguk Sofia , Karena Joy


ingin tahu bagaimana keadaan nya .


Tak lupa Joy juga mengajak Daffin


bersamanya , karena dari kemarin malam


dia merengek mencari ibunya.


Joy pergi ke Rumah Sakit sekalian juga


untuk memeriksakan kandungannya .


Joy berjalan melewati lorong demi


lorong mencari tempat Sofia dirawat ,


dengan tangan yang menggandeng


seorang anak laki-laki tampan di sebelah


nya , sampai kakinya berhenti di depan sebuah kamar rawat yang bertuliskan


VVIP , David pun mengajak mereka


berdua untuk masuk bersama.


Disana terlihat Rendi yang masih


tertidur sambil duduk di sebelah pasien


yang belum sadarkan diri.


Daffin berlari menghambur memeluk


ibunya " mama..." mengguncang tubuh


ibunya.


Sofia yang dari semalam belum sadar


mulai membuka matanya perlahan ,


setelah mendengar teriakkan dari anak


semata wayangnya.


Melihat hal itu , Rendi segera berlari


memanggil Dokter .


Tak berapa lama Rendi datang dengan


membawa Dokter bersama nya , untuk


segera memeriksa keadaan Sofia.


" Sekarang pasien sudah sadar ,


keadaan nya juga cukup baik , tinggal


menunggu pemulihannya saja, tapi


saya mohon jangan memberi beban


pikiran pada pasien dulu , karena ada


cedera sedikit di otak , takutnya nanti


Dokter menjelaskan.


" Baik Dokter , terimakasih atas


penjelasannya ." ucap Rendi menjabat


tangan Dokter " sama - sama ." Dokter


keluar dari ruangan.


Setelah mendengar penjelasan Dokter ,


Joy tidak berani mendekati Sofia, takut membebani pikiran Sofia bila bertemu dengannya.


" Kak Rendi , sebaiknya aku pergi saja


aku takut mengganggu kesehatan Sofia,


bila dia bertemu denganku." Rendi


mengangguk , menandakan dia faham


akan perasaan Joy .


Joy mengajak David pergi dari sana ,


" Sayang , kita ke Dokter kandungan


dulu ya ." ucap David dengan wajah imut.


" Apa ini tidak terlalu pagi ?." David


menggeleng kepala , kemudian menggandeng pergelangan tangan


istrinya menuju ruangan tempat


Dokter kandungan berada.


Mereka berdua masuk kedalam ruangan


yang bertuliskan " IBU dan ANAK " ,


Joy berbaring di atas ranjang dengan


seorang Dokter wanita yang sedang


memeriksanya berada di sebelah nya.


Dokter itu mengarahkan sebuah alat


yang sudah terhubung dengan layar


monitor yang menampilkan gambar


seorang bayi di dalam kandungan,


biasa orang menyebutnya dengan alat


USG .


" Bayi nya sehat , dia sangat aktif


lihatlah dia menendang seperti sedang


bermain sepak bola ." Dokter mengerakkan


alat itu di atas perut Joy.


David ingin mengetahui jenis kelamin


bayi yang ada di kandungan istrinya ,


tapi Joy menolak nya . Dia mau itu


menjadi sebuah kejutan untuknya,


Yang terpenting baginya kini adalah


kesehatan bayi nya , untuk masalah


jenis kelamin itu nomor dua .


David keluar dari ruangan Dokter


kandungan dengan wajah cemberut,


" David apa kau marah padaku?."


bertanya dengan wajah memelas.


David diam saja " My boy , Daddy mu


sekarang sedang marah pada mamy,


kau jangan ikutan marah ya , nanti mamy


sedih ." Joy berbicara pada perutnya


yang sudah buncit.


David terkejut, segera menoleh dengan


senyuman di wajahnya , mendengar


seruan istrinya yang berbicara sendiri


dengan mengelus perut nya.


" Boy ?." Joy mengangguk.


Segera memeluk istrinya" kenapa kau


tidak bicara padaku , kalau kau sudah


tahu jenis kelamin nya ." mencium


keningnya.


" Aku mengetahuinya saat masih di Jogja."


David memandang lekat istrinya" sebelum


kau menikahi ku "dibisik Joy .


Mereka berdua pergi meninggalkan


Rumah Sakit dan masuk kedalam mobil.


**


Di dalam mobil..


David menyetir sendiri mobilnya, dia


mengendarai dengan kecepatan sedang.


" Sayang , besok aku mau terbang


ke Inggris ." Joy langsung menoleh pada


suaminya " Apa ?." teriaknya.


" Hentikan mobilnya, " dengan segera


David menepikan mobilnya.


Mobil sudah berhenti di tepi jalan.


" Kenapa tiba-tiba sekali .' dengan wajah


marah.


" Ini tidak tiba -tiba sayang , semuanya


sudah terencana dari seminggu yang lalu."


berusaha menjelaskan.


" Seminggu ? kenapa baru sekarang kau


bicara padaku?." Joy cemberut.


" Aku ingin bicara padamu , tapi apa


dari minggu lalu kau sudah tidak mau


berbicara dengan ku." Joy merasa bersalah.


" Kalau begitu , besok kau berangkat jam berapa?."


David membuang nafas beratnya" Aku


besok berangkat jam tujuh pagi , aku


di sana tiga hari." mendengar itu Joy


langsung melotot.


" Tiga hari ? kau mau meninggalkan aku


selama tiga hari ?."


David menjelaskan pada Joy yang mulai


marah , jika dia disana hanya untuk


mengurus pekerjaan saja , dan segera


pulang .


" Baiklah sekarang aku tidak mau


pulang ke Rumah Oma , kita pulang


ke Apartemenmu saja , kita tidak akan


kemana mana sampai kau berangkat


besok ." David menoleh kegirangan


segera menuruti keinginan istrinya.


_


_


Nyicil up , sampai sini dulu ya ๐Ÿ˜Š


terimakasih atas semua dukungannya


jangan lupa ninggalin jejak ya ๐Ÿฅฐ


bila berkenan mampir juga ke novelku


yang lainnya .


Next ๐Ÿ€