
Roy sudah mempersiapkan sebuah
mobil untuk di gunakannya saat dia dan
David berada di Surabaya . Sekarang dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang ,mengikuti arah mobil yang ada di depannya.
Sekarang mereka membuntuti mobil
yang di tumpangi oleh Joy dan teman-temannya ,
" Roy apa kau tidak bisa mengendarai
mobilnya dengan cepat sedikit ?." David marah karena dia tidak mau kehilangan
jejak istrinya.
" Kita tidak bisa terlalu dekat, nanti
mereka curiga David ." ucap Roy yang
masih menyetir.
David yang kini disamping Roy tidak
bisa diam , slalu mengucapkan sumpah
serapah pada pria yang sekarang satu
mobil dengan istrinya , Karena dia kini
merasa di penuhi amarah , cemburu
pada pada pria yang telah berpelukan
dengan Joy di depan matanya.
πππ
Kini mobil yang di tumpangi Joy berhenti
didepan rumah Mery , rumah yang cukup
sederhana dan terlihat nyaman jika tinggal
di sana .
Rumah itu berlantai dua dan ada taman
yang tidak cukup luas, tapi disana
terdapat pohon mangga dan juga banyak bunga di depannya.
Mery mulai turun dari mobil, diikuti oleh
yang lainnya. Dia memandang rumah
yang selama ini sudah di tinggalkan nya.
Dia memejamkan matanya, mengenang
kehidupannya yang bahagia bersama ibu
dan ayahnya sebelum sebuah kecelakaan
menimpa mereka .
" Mery , ayo kita masuk ." ucapJoy pelan
yang tiba - tiba mengagetkan Mery ,
dengan tangan yang mengelus punggung
Mery dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Mery mengangguk" iya kak ." mendekat
pada pagar.
Langkahnya terhenti saat telinga nya
mendengar ada orang yang memanggilnya.
"Non Mery.." teriak seorang wanita paruh
baya dari belakang.
Mery menolehkan kepalanya, mengarah
mencari sumber suara.
" mbok Imah , " Mery tersenyum melihat
orang yang memanggilnya. Dia adalah
seorang pembantu yang di percaya
untuk menjaga Rumahnya.
Orang itu berjalan mendekat pada Mery ,
Mery pun mulai mengenali siapa yang
memanggilnya.
" Bagaimana keadaan Non ? kenapa
tidak pernah pulang ?." tanya wanita
itu pada Mery , dengan mengelus
pucuk kepala Mery .
" Baik Mbok , aku ikut kak Joy ke
Jakarta , dan sekarang aku tinggal
di Jogja ." Mbok Imah tersenyum
memandang Mery,
kemudian dia berjalan duluan untuk membukakan pintu pagar
untuk mereka.
" Mari silahkan masuk." seru mbok Imah
yang sudah berhasil membuka pintu
Mbok Imah mempersilahkan mereka
masuk kedalam rumah, setelah berhasil
membuka pintu rumah Mery.
Dari dalam Mbok Imah membawa
beberapa minuman dan cemilan untuk disuguhkan pada mereka." silahkan,
didalam hanya ada itu saja."
meletakkannya di atas meja.
" Terimakasih, tidak usah repot-repot
Mbok." ucap Joy tersenyum.
Sedari tadi Rudi memandangi Joy yg
ada di depannya , rasanya dia belum bisa percaya . Jika Joy , seorang wanita yang
sampai saat ini masih di sukainya ,
sekarang sudah menikah dengan orang lain .
Sebelumnya Rudi sangat senang ,
karena Joy menghubunginya, meskipun
hanya untuk meminta bantuan padanya
untuk menjual kan rumah milik orang
tua Mery .
Dalam hati Rudi , merasa ini adalah
kesempatan bagus , agar bisa bertemu
kembali dengan wanita pujaan hatinya .
Dia sudah memantapkan hatinya, untuk segera mengungkapkan isi hatinya
beserta melamarnya saat mereka bertemu.
Tapi semua keinginan itu sekarang
sudah pupus, sebelum dia sempat mengungkapkan niatnya, karena dia
sudah terlambat, karena Joy sudah lebih
dulu menikah dengan orang lain.
" Rud .." Joy menepuk bahu Rudi dan
membuyarkan lamunannya.
Rudi tersentak kaget" apa kau tidak haus
minumlah tehmu dan kenapa dari tadi
kau melamun ?." Rudi tidak mampu
menjawab , dia masih memandang wajah
cantik wanita yang di sukai nya.
tangannya didepan mata Rudi " Rudi..."
goda Joy . Rudi hanya tersenyum masam
dan menerima teh yang di berikan oleh
Joy padanya.
Mery masuk kedalam kamarnya , melihat
isinya tetap sama , seperti saat dia pergi
dari rumah ini.
" Mery ,,,,." panggil Joy dari ruang tamu.
" Iya kak , aku akan turun ." ucap Mery
segera keluar dari kamarnya. Dia turun
dan berjalan ketempat Joy berada.
" Rudi akan pulang , besok dia akan
kembali kesini untuk membawa
pembelinya." Mery berjalan mendekati Rudi .
" Iya kak terima kasih , besok aku akan
menunggunya." Mery menjabat tangan
Rudi dengan wajah yang dipaksakan nya
untuk tersenyum, karena saat ini
hatinya ragu untuk menjual rumah nya
atau tidak.
Mery berbalik masuk kedalam , mengajak
Anggi untuk menunjukkan kamarnya.
" Kak Anggi , nanti tidur sama Mery ya."
" Maaf Mer, kakak sebentar lagi di jemput
sama ayah kakak ." Joy dan Mery kaget
mendengarnya.
" Kau tidak menginap di sini Anggi ?."
" Maaf Joy aku rindu sama ibu , besok
aku akan kesini ." Anggi mendekat
dan menggenggam kedua tangan Joy.
" Baiklah, aku titip salam pada Tante ."
Anggi mengangguk.
Tin,,tin,,,bunyi bel mobil di luar sana .
Segera Anggi mengambil tas nya di atas
meja " Joy , Mery aku pergi dulu." Anggi
pamit dan keluar menuju tempat mobil
yang berada di depan rumah Mery .
Mery kembali ke kamarnya meninggalkan
Joy yang berjalan ke depan rumah.
βοΈβοΈβοΈ
David merencanakan sesuatu ,agar dia
bisa bersama lagi dengan istrinya, tanpa
harus dia bertemu dengan Joy .
Di dalam mobil ada dua orang yang
sedang mengamati rumah Mery dari
jarak jauh.
Mereka adalah Roy dan David .
" Kau jangan marah seperti itu , Joy
tidak mungkin punya hubungan dengan
pria tadi , aku tahu dia sangat
mencintaimu ." ucap Roy menenangkan David , yang sejak tadi mengumpat pria
yang bersama Joy .
" Aku tidak bisa tinggal diam, melihat
dia mendekati istriku, apa kau tidak lihat
bagaimana tatapannya ?, dia melihat
Joy dengan tatapan berbeda , seperti
tatapan seorang pria yang sedang jatuh
cinta ." ucap David marah dengan
memukul bahu Roy .
" Aw, David hentikan !." Roy merasa sakit
dengan pukulan David dibahunya .
Seketika pukulan David berhenti, saat
melihat Joy yang menampakkan dirinya
didepan rumah Mery.
Joy melihat sekeliling rumah , dengan berjalan keluar pagar, menghirup udara malam.
Ditepi jalan , dia melihat sebuah mobil
mewah terparkir yang tidak jauh dari
tempatnya berdiri , dia mengamati
gerak-gerik orang misterius itu.
*" Mobil itu sepertinya aku pernah melihat
tapi dimana ya ." batin Joy .
Joy penasaran karena dia melihat ada
orang didalamnya , tapi mobil itu dalam
keadaan mati .
Joy mulai mendekat , dia berfikir mungkin
orang yang didalam mobil itu butuh
bantuan tapi tidak berani bertanya , Joy
menapakkan kakinya selangkah demi
selangkah mendekati mobil .
" David bagaimana ini , Joy mulai
berjalan kesini." Roy mulai khawatir ,
takut jika mereka nanti ketahuan.
" Tenangkan dirimu Roy !, kau harus
mencari cara jangan sampai Joy
mengetahui keberadaan kita ." dengan
wajah cemas , David melihat Joy yang berjalan kearah mobilnya,
" Kalau pun jika kita nanti ketahuan ,
aku akan mencari rencana lain ."ucap
David yang masih melihat Joy yang
semakin mendekat.
_
_
Maaf up nya lama , author butuh
dukungannya , jangan lupa ninggalin
jejaknya ππππ
Next βοΈ