Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Tiba ..


Roy sudah mempersiapkan sebuah


mobil untuk di gunakannya saat dia dan


David berada di Surabaya . Sekarang dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang ,mengikuti arah mobil yang ada di depannya.


Sekarang mereka membuntuti mobil


yang di tumpangi oleh Joy dan teman-temannya ,


" Roy apa kau tidak bisa mengendarai


mobilnya dengan cepat sedikit ?." David marah karena dia tidak mau kehilangan


jejak istrinya.


" Kita tidak bisa terlalu dekat, nanti


mereka curiga David ." ucap Roy yang


masih menyetir.


David yang kini disamping Roy tidak


bisa diam , slalu mengucapkan sumpah


serapah pada pria yang sekarang satu


mobil dengan istrinya , Karena dia kini


merasa di penuhi amarah , cemburu


pada pada pria yang telah berpelukan


dengan Joy di depan matanya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Kini mobil yang di tumpangi Joy berhenti


didepan rumah Mery , rumah yang cukup


sederhana dan terlihat nyaman jika tinggal


di sana .


Rumah itu berlantai dua dan ada taman


yang tidak cukup luas, tapi disana


terdapat pohon mangga dan juga banyak bunga di depannya.


Mery mulai turun dari mobil, diikuti oleh


yang lainnya. Dia memandang rumah


yang selama ini sudah di tinggalkan nya.


Dia memejamkan matanya, mengenang


kehidupannya yang bahagia bersama ibu


dan ayahnya sebelum sebuah kecelakaan


menimpa mereka .


" Mery , ayo kita masuk ." ucapJoy pelan


yang tiba - tiba mengagetkan Mery ,


dengan tangan yang mengelus punggung


Mery dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Mery mengangguk" iya kak ." mendekat


pada pagar.


Langkahnya terhenti saat telinga nya


mendengar ada orang yang memanggilnya.


"Non Mery.." teriak seorang wanita paruh


baya dari belakang.


Mery menolehkan kepalanya, mengarah


mencari sumber suara.


" mbok Imah , " Mery tersenyum melihat


orang yang memanggilnya. Dia adalah


seorang pembantu yang di percaya


untuk menjaga Rumahnya.


Orang itu berjalan mendekat pada Mery ,


Mery pun mulai mengenali siapa yang


memanggilnya.


" Bagaimana keadaan Non ? kenapa


tidak pernah pulang ?." tanya wanita


itu pada Mery , dengan mengelus


pucuk kepala Mery .


" Baik Mbok , aku ikut kak Joy ke


Jakarta , dan sekarang aku tinggal


di Jogja ." Mbok Imah tersenyum


memandang Mery,


kemudian dia berjalan duluan untuk membukakan pintu pagar


untuk mereka.


" Mari silahkan masuk." seru mbok Imah


yang sudah berhasil membuka pintu


Mbok Imah mempersilahkan mereka


masuk kedalam rumah, setelah berhasil


membuka pintu rumah Mery.


Dari dalam Mbok Imah membawa


beberapa minuman dan cemilan untuk disuguhkan pada mereka." silahkan,


didalam hanya ada itu saja."


meletakkannya di atas meja.


" Terimakasih, tidak usah repot-repot


Mbok." ucap Joy tersenyum.


Sedari tadi Rudi memandangi Joy yg


ada di depannya , rasanya dia belum bisa percaya . Jika Joy , seorang wanita yang


sampai saat ini masih di sukainya ,


sekarang sudah menikah dengan orang lain .


Sebelumnya Rudi sangat senang ,


karena Joy menghubunginya, meskipun


hanya untuk meminta bantuan padanya


untuk menjual kan rumah milik orang


tua Mery .


Dalam hati Rudi , merasa ini adalah


kesempatan bagus , agar bisa bertemu


kembali dengan wanita pujaan hatinya .


Dia sudah memantapkan hatinya, untuk segera mengungkapkan isi hatinya


beserta melamarnya saat mereka bertemu.


Tapi semua keinginan itu sekarang


sudah pupus, sebelum dia sempat mengungkapkan niatnya, karena dia


sudah terlambat, karena Joy sudah lebih


dulu menikah dengan orang lain.


" Rud .." Joy menepuk bahu Rudi dan


membuyarkan lamunannya.


Rudi tersentak kaget" apa kau tidak haus


minumlah tehmu dan kenapa dari tadi


kau melamun ?." Rudi tidak mampu


menjawab , dia masih memandang wajah


cantik wanita yang di sukai nya.


tangannya didepan mata Rudi " Rudi..."


goda Joy . Rudi hanya tersenyum masam


dan menerima teh yang di berikan oleh


Joy padanya.


Mery masuk kedalam kamarnya , melihat


isinya tetap sama , seperti saat dia pergi


dari rumah ini.


" Mery ,,,,." panggil Joy dari ruang tamu.


" Iya kak , aku akan turun ." ucap Mery


segera keluar dari kamarnya. Dia turun


dan berjalan ketempat Joy berada.


" Rudi akan pulang , besok dia akan


kembali kesini untuk membawa


pembelinya." Mery berjalan mendekati Rudi .


" Iya kak terima kasih , besok aku akan


menunggunya." Mery menjabat tangan


Rudi dengan wajah yang dipaksakan nya


untuk tersenyum, karena saat ini


hatinya ragu untuk menjual rumah nya


atau tidak.


Mery berbalik masuk kedalam , mengajak


Anggi untuk menunjukkan kamarnya.


" Kak Anggi , nanti tidur sama Mery ya."


" Maaf Mer, kakak sebentar lagi di jemput


sama ayah kakak ." Joy dan Mery kaget


mendengarnya.


" Kau tidak menginap di sini Anggi ?."


" Maaf Joy aku rindu sama ibu , besok


aku akan kesini ." Anggi mendekat


dan menggenggam kedua tangan Joy.


" Baiklah, aku titip salam pada Tante ."


Anggi mengangguk.


Tin,,tin,,,bunyi bel mobil di luar sana .


Segera Anggi mengambil tas nya di atas


meja " Joy , Mery aku pergi dulu." Anggi


pamit dan keluar menuju tempat mobil


yang berada di depan rumah Mery .


Mery kembali ke kamarnya meninggalkan


Joy yang berjalan ke depan rumah.


☘️☘️☘️


David merencanakan sesuatu ,agar dia


bisa bersama lagi dengan istrinya, tanpa


harus dia bertemu dengan Joy .


Di dalam mobil ada dua orang yang


sedang mengamati rumah Mery dari


jarak jauh.


Mereka adalah Roy dan David .


" Kau jangan marah seperti itu , Joy


tidak mungkin punya hubungan dengan


pria tadi , aku tahu dia sangat


mencintaimu ." ucap Roy menenangkan David , yang sejak tadi mengumpat pria


yang bersama Joy .


" Aku tidak bisa tinggal diam, melihat


dia mendekati istriku, apa kau tidak lihat


bagaimana tatapannya ?, dia melihat


Joy dengan tatapan berbeda , seperti


tatapan seorang pria yang sedang jatuh


cinta ." ucap David marah dengan


memukul bahu Roy .


" Aw, David hentikan !." Roy merasa sakit


dengan pukulan David dibahunya .


Seketika pukulan David berhenti, saat


melihat Joy yang menampakkan dirinya


didepan rumah Mery.


Joy melihat sekeliling rumah , dengan berjalan keluar pagar, menghirup udara malam.


Ditepi jalan , dia melihat sebuah mobil


mewah terparkir yang tidak jauh dari


tempatnya berdiri , dia mengamati


gerak-gerik orang misterius itu.


*" Mobil itu sepertinya aku pernah melihat


tapi dimana ya ." batin Joy .


Joy penasaran karena dia melihat ada


orang didalamnya , tapi mobil itu dalam


keadaan mati .


Joy mulai mendekat , dia berfikir mungkin


orang yang didalam mobil itu butuh


bantuan tapi tidak berani bertanya , Joy


menapakkan kakinya selangkah demi


selangkah mendekati mobil .


" David bagaimana ini , Joy mulai


berjalan kesini." Roy mulai khawatir ,


takut jika mereka nanti ketahuan.


" Tenangkan dirimu Roy !, kau harus


mencari cara jangan sampai Joy


mengetahui keberadaan kita ." dengan


wajah cemas , David melihat Joy yang berjalan kearah mobilnya,


" Kalau pun jika kita nanti ketahuan ,


aku akan mencari rencana lain ."ucap


David yang masih melihat Joy yang


semakin mendekat.


_


_


Maaf up nya lama , author butuh


dukungannya , jangan lupa ninggalin


jejaknya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Next β˜€οΈ