Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Marah


Melihat Joy pergi David segera


mengejarnya , dia takut jika nanti Joy


akan meninggalkannya lagi .


" Sayang , tunggu !." David ikut masuk


kedalam lift , saat pintunya akan tertutup .


Di dalam lift , tangan David mengarah


akan memeluk istrinya , tapi Joy


mengangkat kedua telapak tangannya,


menandakan jika dia menolaknya .


" Kau jangan dekat-dekat ataupun bicara


padaku , sekarang aku hanya ingin makan."


David diam , menuruti apa yang dikatakan istrinya.


" Aku tidak mau jika anakku yang


sekarang ini lapar , kenyang dengan


penjelasan mu ."Joy menambahkan ,


dia merasa lapar karena niatnya untuk


makan siang tadi sirna .


" Baiklah sayang , sekarang kau mau


makan apa ?, aku akan mengantarkanmu."


"Aku mau makan bakso ." pintu lift terbuka.


Mereka keluar dari lift bersama , karena


bertepatan dengan jam istirahat kantor ,


lobi jadi ramai , banyak para pegawai


yang akan keluar untuk makan siang.


Tak sedikit pegawai yang membicarakan mereka . Ingin tahu , siapakah wanita


sedang hamil yang berjalan bersebelahan dengan Direkturnya kini.


Joy tak menolak jika kini David menggenggam tangannya , karena dia


tak mau merusak imej suaminya Dimata


bawahannya .


David berjalan menggandeng jemari


istrinya , dia tersenyum karena Joy tak


menolaknya lagi seperti yang dilakukan


saat di dalam lift tadi .


Mereka berdua melewati para pegawai


yang memperhatikan mereka, para


pegawai itu kaget dengan senyuman yang muncul dibibir Direktur nya itu .


Karena baru kali ini , mereka melihat


Direkturnya itu tersenyum .


**


Dengan mengendarai mobilnya , David


mengantarkan istrinya menuju sebuah


tempat makan yang menyediakan menu


bakso , seperti yang diinginkan oleh


istrinya tadi .


Kini mereka berdua masuk ke dalam


sebuah tempat makan yang biasa Roy


datangi .


David mengetahuinya , karena Roy


selalu membelikannya disana saat dia


menginginkannya .


Melihat tempatnya yang begitu nyaman


dan sejuk , membuat Joy merasa senang ,


David segera memesan dua porsi bakso


untuk dia dan istrinya .


" Sayang , kau mau minum apa ?."


" Es kelapa muda , tapi es batunya sedikit


saja ." David segera memesan kan


minuman , agar bisa meluluhkan hati Joy .


Tidak berapa lama pesanan mereka pun


datang , Joy menggambil semangkok


bakso untuknya , dia menambahkan


banyak sambal di atasnya , tak lupa Joy mengaduk semua isi di mangkoknya .


David ngeri melihat apa yang dilakukan


istrinya , " sayang , apa tidak apa jika kau


memakan bakso dengan sambal yang


banyak seperti itu ." pandangannya tak


lepas pada istrinya .


" Siapa bilang ini untukku ." Joy menjawab


dengan tangannya yang menukarkan mangkoknya dengan mangkuk bakso


milik David .


David membelalakkan matanya ," sayang ,


jangan kau bilang kalau bakso ini untukku."


" Habiskan !." Joy menatap David tajam.


Dengan terpaksa David pun menghabiskan


semangkok bakso yang berikan oleh


istrinya .


David bercucuran berkeringat karena kepedasan , sampai tak terasa dia menghabiskan dua gelas es kelapa muda miliknya dan Joy , membuat Joy memesan


es kelapa muda lagi untuknya.


" Terimakasih kasih David , baksonya


sedap sekali , aku sudah kenyang ." David


tidak menjawab istrinya, dia sibuk dengan


dirinya sendiri yang ingin segera pergi


dari sana dan kembali ke rumah Oma .


" Joy kalau kau sudah selesai , ayo kita


cepat pulang , aku sudah tak tahan lagi


perutku sakit ." David bicara dengan


wajah merah padam karena kepedasan .


" Baiklah , ayo !."


David segera berdiri dan menggandeng


tangan Joy setelah dia membayar


makanan mereka .


David melajukan mobilnya dengan


kecepatan tinggi , dia ingin cepat sampai


di rumah Oma .


Joy melepas nafasnya berat , dengan


santai dia berkata ,


" David kau mau membunuhku beserta


bayi yang ku kandung , iya ?", agar kau,,,


bisa berkumpul dengan kekasih dan


anakmu barumu itu."


David mengerem mobilnya mendadak ,


membuat Joy terpental kedepan .


" David apa kau sudah g*** ?,"


Joy berteriak karena menahan perutnya


yang tertekan , karena ulah David yang


mengerem mendadak .


" Sayang maafkan aku !, aku cuma ingin


cepat sampai rumah saja tidak lebih,


kau tahu kan perutku sekarang sakit


sekali ." David mencoba memeriksa


apakah Joy terluka .


" Cukup David jangan sentuh aku , perutku


sekarang hanya kram , yang lebih sakit


adalah hatiku , ingat itu ! ." Joy turun dari


mobil dan berjalan kaki pulang ke rumah


David ikut turun dari mobilnya , kemudian


mengejar istrinya yang sudah berjalan


jauh darinya .


" Joy tunggu..." Joy tak mendengarkan


panggilan suaminya , dia masih terus berjalan .


Joy sampai di depan rumah Oma , dia berpapasan dengan satpam yang menyapanya ," nyonya kenapa pulangnya


berjalan kaki ?." segera membukakan


pintu pagar untuk Joy .


" Mobil David mogok pak , tu..disana ."


Joy menjawab asal , dengan menunjuk


arah mobil David .


Satpam itu menoleh ,dan segera berlari


menghampiri David , diikuti dengan para


penjaga di rumah Oma .


Mendengar kegaduhan para penjaga


di luar rumah , Oma ikut keluar .


Oma mendapati Joy berjalan kaki , lalu


menghampirinya ," Joy , kau berjalan kaki?."


" Mobil David mogok Oma ," Joy terpaksa


berbohong pada Oma .


Sebelum Oma menambahkan pertanyaan


nya , Oma sudah di kejutkan dengan


teriakan David yang memanggil Joy .


" Joy ,, dengarkan aku ! ,huh,,huh,,."


David tak bisa melanjutkan kata-katanya ,


dia ngos-ngosan karena berlari mengejar istrinya , sekarang di tambah rasa sakit


di perutnya yang semakin tak tertahankan ,


yang mengharuskannya untuk segera


ke toilet.


David tanpa bicara langsung masuk


kedalam rumah.


" David kenapa , Joy ?." bingung dengan tingkah laku cucunya .


" Aku tak tahu Oma , kami dari makan


bakso tadi ." Joy terpaksa berbohong lagi.


" Kalau hanya bakso sih , tidak apa-apa


asalkan tidak memakai banyak sambal."


" Maksud Oma ?."


" David alergi jika memakan sesuatu yang


pedasnya berlebihan ." mendengar yang


di katakan Oma , Joy segera mendatangi


David di kamarnya .


Joy masuk kedalam kamar , melihat David


yang berbaring di tempat tidurnya, dengan


wajah pucat menahan rasa sakit .


" David aku minta maaf , aku tak tahu jika


kau tak bisa makan sesuatu yang pedas."


David tak bisa menjawab, berlari kembali


masuk kedalam toilet .


David keluar dari toilet dengan tubuh


lemas , hampir tak kuat menahan tubuhnya.


Joy membantu David berjalan menuju


ranjang nya.


"David minumlah ini , agar kau lebih


baikkan ." Joy memberikan obat pada David.


**


Langit mulai petang , menunjukkan jika


hari sudah mulai malam , Joy turun dari


kamarnya menuju ke meja makan .


" Maaf Oma , apa aku boleh makan di


kamar dengan David ? ,"


" Kenapa Joy ? , kau sedang marah pada


Oma ?." Oma menatap Joy penuh tanya.


"Tidak Oma , tidak sama sekali ,, Joy


hanya ingin makan di kamar itu saja ,


Joy tak tahu kenapa ." Joy berkata dengan


menundukkan kepalanya agar Oma tidak


curiga jika David sekarang sedang sakit.


" Baiklah, Oma tidak akan marah padamu


sekarang David dimana?."


" Dia sedang tidur Oma , terimakasih Oma


Joy kekamar dulu." Oma mengangguk .


Kemudian Joy menyuruh pembantu di


rumah Oma untuk mengantarkan makan


malam ke kamar mereka .


Setelah makanan tersaji didalam kamar


David , Joy mendekati David yang tertidur


di atas ranjang untuk membangunkannya.


" David , bangunlah !, ayo kita makan ,


aku tidak mau kau sakit lagi ."


David mulai membuka matanya , melihat


Joy yang mengkhawatirkannya David


pun mulai manja padanya.


" Sayang , aku tidak mau makan .Aku tak


berselera ." melihat David yang rewel Joy


membujuknya ," sedikit saja David."


" Tidak Joy ." David memalingkan wajahnya.


Joy yang merasa bersalah , karena perbuatannya tadi David jadi sakit ,


akhirnyandia memutuskan membujuk


David dengan cara lain .


" David kau serius tidak mau makan,hm,,?,


kalau kau sekarang mau memakan


makananmu ,aku akan memberi bonus


untukmu."


" Bonus ?." David menoleh pada istrinya.


David yang melihat Joy mulai membuka


baju bagian atasnya , segera bangun dan berhambur memeluknya.


" Kalau makanan pembukanya seperti ini,


aku pasti maulah ." David segera menggendong istrinya , berjalan ke tempat tidurnya.


**


Udah ya , nggak author terusin adegannya


author wakilkan sama pembacanya aja


biar bebas😊😜✌️.


_


_


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Gimana untuk penjelasan David , episode


berikut nya ya😊, marahnya nggak


keterusan ya , kan,,,, masih pengantin baru🀭


*


jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊😊


terimakasih udah terus setia membaca


Novelku 😘😘😘😘


Next β˜€οΈ