Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Kepo ,,


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Pagi tadi Mery dan Adinda berangkat


ke Rumah Sakit di antarkan oleh Bimo


menggunakan mobil milik Andreas .


Bimo sudah pamit pada tantenya jika


dia akan pulang agak siangan , karena


ingin menemani Mery menunggu kakaknya


di Rumah Sakit dahulu .


Orang tua Andreas sudah mengenal


dekat dengan keluarga Alexander ,


mereka menitip pesan pada Bimo


jika belum bisa menjenguk , mungkin


malam nanti baru bisa , menunggu ayah


Andreas pulang dari Kantor .


##


Keadaan joy mulai membaik , tapi hatinya


kini merasa risau , separuh hatinya telah


ikut terbawa pergi jauh oleh sang suami


yang meninggalkan nya untuk mengurus


bisnis perusahaan di luar negeri .


Dengan diantarkan oleh Oma , David


berangkat ke Bandara .


Saat Mery tiba , Wulan dan Rani


menitipkan Joy padanya , mereka ingin


melihat bayinya di ruang NICU , Adinda


yang penasaran mau ikut juga .


Menyisakan hanya Mery dan Bimo yang


menunggu di ruangan tempat Joy di rawat .


" Kak Joy mau di potongkan buah apel ?."


dengan apel dan pisau di tangan Mery


menawarkan .


" Ya , tapi sedikit saja , tolong ambilkan


air putih , kakak haus ." mendudukkan


posisinya yang sejak tadi berbaring .


Mery memberikan segelas air putih pada


kakaknya kemudian mengambil pisau nya


kembali dan mengupas apel .


Bimo duduk diam di sofa sedang


memainkan game di ponselnya ,


" Mer , kau yang mengajak Bimo kemari ?."


bisik Joy lirih , tak enak hati jika Bimo


mendengarnya .


" Ndak , dia sendiri yang mau ikut kak ,


tadi udah aku suruh dianya pulang


tapi dianya Ndak mau ." menyerahkan


sepotong buah apel , lalu melirik orang


yang mereka bicarakan .


" Mer , dia mengukutimu kemari ?, kalian


cocok , kau dengannya saja ." menggigit


potongan buah Apel yang di kupaskan


Mery .


Mery yang bimbang tak bisa menjawab


penuturan kakaknya , dia masih bingung


dengan perasaan nya , dia sudah tidak


ingin lagi bermain perasaan , yang menjadi fokus nya kini adalah meneruskan sekolah , menggapai impian setinggi mungkin .


" Mery , kau masih berat dengan Roy ?."


imbuh Joy yang tak kunjung mendapat


sahutan .


" Tidak kak,,, , aku tidak memilih dua -


duanya , aku tidak mau terluka lebih


dalam lagi , apalagi semua itu bisa


menggangu jalanku untuk sampai


di tujuan ." meletakkan pisau , lalu berganti mengambil buah jeruk .


" Kak Joy mau di kupaskan jeruk juga ?."


Joy menggeleng ," tidak usah ."


" Jangan bicara begitu , nanti kalau kau


sudah bertemu Roy beda lagi , kena


bisanya buaya baru tahu rasa kau ."


memakan potongan terakhir .


" Ussssttt,, jangan keras-keras kak , nanti


Bimo dengar ." menaruh jari telunjuk


didepan bibirnya ,


Joy yang jengah memutar bola mata .


" Emang buaya punya 'bisa ' apa ?."


Joy memutar bola mata .


🌿🌿🌿🌿🌿


Di depan ruang NICU Adinda duduk


dengan bundanya , berghibah tentang


siapa lelaki yang datang bersama


dengan Mery dan anaknya .


" Heh Din , jawab bunda jujur , siapa


lelaki tadi , sepertinya dia akrab dengan


Mery ?." memaksa anaknya untuk duduk


menghadapnya .


" Ya jelaslah akrab dia kan temannya


layar ponsel di tangannya .


Rani kesal merasa terabaikan , " mau


bunda sita lagi hpnya , ha ,,?." Adinda


nyengir .


" Janganlah Bunnnn,,, silahkan tanya nanti Dinda pasti jawab , asal hp Dinda jangan


di sita , yakyakyak,,,."


Dinda manja dengan mengedipkan mata .


" Mangkanya kalo bunda tanya itu


di jawab jangan malah menawar ."


Wulan tak menghiraukan perdebatan


di sebelahnya , dia hanya fokus pada


tingkah seorang bayi yang di perhatikan


nya sedari tadi , tanpa bosan dan lelah


dia berdiri didepan dinding yang


berlapiskan kaca itu .


" Dinda , Dinda ,, jelasin pada bunda apa


yang kamu katakan pada mas mu saat


di mobil ." Adinda menimbang otaknya


mengingat kalimat apa yang telah


lancang keluar saat itu .


" Apa ya ?, Dinda lupa bun ." berkata enteng .


" Dasar pikun , masih muda sudah pikun."


menjewer telinga putrinya .


" A, aaa,,aaaa sakit Bun,,iy iya aku cerita ."


menggosok telinganya yang panas.


Adinda menceritakan jika kakak nya dan


Mery mempunyai hubungan dekat , tapi


dia tak tahu sedekat apa hubungan


mereka , karena yang Mery ceritakan


hanyalah jika mereka berdua sudah


berteman akrab .


Rani tidak percaya ada dua orang lawan


jenis mempunyai hubungan dekat jika


sekedar berteman , apalagi seumuran


mereka , meskipun terbilang jauh , tapi


mereka masih cocok jika menjalin


hubungan sepasang kekasih .


" Trus yang dibawa mas mu kemaren


siapa to Din ?." Dinda mengangkat satu tangannya," t-a-k ta-hu ."


Merasa puas melihat cucunya , Wulan


mengajak adik dan sepupunya itu


kembali ke ruangan putrinya .


" Ayok kembali , sudah jangan di pikirkan


serahkan kepada Roy , dia pasti bisa


memilih wanita mana yang pantas


menjalin rumah tangga dengannya ."


berjalan duluan .


Melewati lorong mereka berjalan .


🌿🌿🌿🌿


Roy datang menjenguk sepupunya , saat


dirinya masuk betapa terkejutnya dia ,


saat mendapati seorang lelaki saingannya


ada disana .


" Pasti Mery yang memanggilnya ."


dengan wajah geram Roy masuk


membawa sekeranjang buah di tangan .


" Siapa yang memperbolehkan mu


masuk kemari ?." menaruh keranjang


diatas meja yang berada tepat di depan Bimo .


" Ini Rumah Sakit , bukan rumah mu


jadi siapapun bebas keluar masuk ." Bimo berdiri menjawab pertanyaan pria angkuh


di depannya .


" Yang dirawat disini itu saudaraku , kau


siapa , tamu tak di undang berani datang


kemari , kau keluar dari sini atau butuh


bantuanku untuk mengusirmu ."


Roy mencengkram kerah jaket Bimo ,


Mery yang melihat situasi itu langsung


berdiri melerai .


" Cukup , lepaskan kak Roy !, aku yang


mengajaknya , dan perlu kak Roy ingat


disini kak Joy juga kakakku , camkan itu ."


Mery melotot dengan penuh emosi .


Mereka tak tahu jika diwaktu bersamaan


ada tiga pasang mata yang ikut menjadi


saksi , pertikaian ketiga orang di dalam


ruangan ibu yang baru melahirkan itu .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Nyicil dulu ya,,, rame otw up 😍


jangan lupa dukungan nya , jejak kalian


penyemangat ku πŸ₯°


Makasih yang sudah memberi dukungan


salam cinta dari author 😘


Next 😍