
πππππππππππ
Roy mengajak David untuk pulang
kerumahnya, dengan perasaan sedih
David masuk ke kamarnya.
Begitu juga Roy, dia merasa lelah karena
sudah menerima banyak kejutan sejak
kepulangannya ke Jogja.
Roy ingin mandi sebentar, untuk
mengurangi rasa jenuh di pikirannya .
Dia masuk kedalam ruangan berdinding
kaca yang ada di dalam kamar mandinya,
Roy merasakan guyuran air shower yang
menyegarkan tubuhnya , sampai dia
tak menyadari bila ada seseorang di dalam toilet kamar mandinya.
Mery yang sudah tidak merasakan sakit
lagi diperutnya segera keluar dari toilet ,
Saat baru keluar dari toilet alangkah terkejutnya dia , bola matanya melihat pemandangan, seorang lelaki didalam ruangan kaca transparan di bawah guyuran shower yang menyala tanpa memakai pakaian satupun.
Mery hanya bisa menelan ludahnya dan
mulutnya tak mampu berbicara, dia hanya bisa berteriak,
" Aaaaaaaaaaa,"
Setelah berteriak Mery pingsan, karena
baru kali ini dia melihat seorang lelaki
yang t*******g bulat di depan matanya.
Roy yang mendengar teriakkan seseorang, segera mematikan shower dan memakai kimono , dia keluar mencari sumber suara yang di dengarnya tadi.
Roy kaget melihat ada seorang gadis tergeletak di dalam kamar mandinya.
dengan cepat dia mengangkat dan meletakkannya diatas tempat tidurnya.
"siapa gadis ini, kenapa dia bisa ada di
kamar mandi ku?", batin Roy saat
mengamati wajah wanita yang baru
di gendongnya .
Adinda yang sedang berada didalam kamarnya juga kaget dengan teriakan Mery,
dia segera berjalan ke kamar kakaknya
karena tadi mamanya sempat bilang jika
Mery meminjam toilet kakaknya.
Tok,,tok,, tok,,,
Adinda mengetuk pintu kamar Roy dan menanyakan tentang keberadaan temannya,
pintu akhirnya terbuka, Muncullah sosok
Roy yang masih memakai kimono .
" Dia temanmu ? dia tadi pingsan di kamar mandi.," kata Roy dengan mengangkat dagunya menunjuk Mery.
Adinda yang melihat Mery berbaring
di atas tempat tidur kakaknya , segera menghampiri
" Mer..Mery,,, bangun mer,,," ucap Adinda menggoyang tubuh Mery.
Roy hanya melihat mereka berdua sekilas
dan masuk keruang gantinya..tak berapa lama ,bakhirnya Mery tersadar dari pingsannya.
" Dinda...aku takut,," kata Mery yang baru sadarkan diri.
" Kamu takut kenapa ?, kamu tadi pingsan
di kamar mandi." Mery tak menjawab pertanyaan Dinda ,dia melihat sekeliling ruangan ," apa tadi itu mimpi, apa lelaki
yang tadi ku lihat itu kakaknya Meri, ??
mati aku ." batin Mery dalam
kebingungannya.
Roy yang baru keluar dari ruangan ganti
mendekati adiknya.
" Din, kalau temanmu sudah sadar cepat bawa keluar dari kamar kakak , kakak mau
istirahat ." Roy mendekati tempat tidurnya untuk mengambil telfon genggam milik nya.
Mery melihat Roy tanpa berkedip , tiba-tiba
terlintas di ingatannya pemandangan Roy yang sedang mandi tadi, pandangan
mereka pun bertemu.
" Juga bilang pada temanmu, jangan sembarangan masuk kamar orang ." setelah berbicara Roy pergi meninggalkan kamarnya .
"Iya kak,. " jawab Adinda , bibir Mery tak
mampu untuk mengucapkan sepatah katapun , dia hanya bisa menunduk
karena malu.
" Tapi kak , yang mengajak Mery ke kamar mandi kak Roy itu mama , bukan Mery
sendiri, lagian kak Roy main mandi saja , nggak meriksa ada orang apa tidak di dalamnya."
adinda menjelaskan.
" Terserah apa katamu, yang terpenting
tidak ada seorang pun yang boleh masuk
ke kamar kakak, titik." tegas roy.
Setelah David yang mendengar pembicaraan mereka , David memutuskan kembali ke kamarnya, untuk melanjutkan telfonnya yang
" Ada apa Roy, siapa gadis itu? apa dia yang berteriak tadi?", tanya David saat Roy keluar dari kamarnya.
" ya, dia temannya adinda" , setelah mendengar jawaban Roy ,David kembali masuk ke kamarnya. dan kembali menghubungi seseorang yang sempat terputus tadi.
" Hallo,,, David apa kau lama di sana?,
kau berangkat tidak pamit dulu padaku ,"
suara seseorang yang tersambung dengan
telfon David.
" Ya,,, Oma David minta maaf, David buru - buru, jadi tak sempat untuk berpamitan pada Oma," ternyata David menghubungi Oma Ratih.
" Dasar kau David,, bagaimana kabarmu ?
sudah lama kau tidak kerumah Oma, bagaimana ,kau sudah menemukan
wanita yang akan menjadi calon istrimu?," kata Oma pada David dengan suara yang sengaja di tinggikan.
" Kenapa Oma bicara begitu?" David menggoda Oma .
" Dasar kau ini David, kau itu sudah dewasa
sudah waktunya berumah tangga, sampai kapan aku harus menunggu untuk menggendong cucu buyut ku David,,,,"
teriak Oma marah.
" Apa kau menunggu Oma ma,,,,"
" Cukup Oma, kalau Oma ingin seorang
cucu menantu , besok Oma kesini untuk melamarkan seorang wanita untukku,
Oma akan mendapatkan cucu menantu
plus bonus cucu buyut untuk Oma ," jawab David kesal ,karena bingung dengan permintaan Oma ,sekaligus penolakan Joy padanya.
" Apa maksudmu David, apa kau mau menikahi seorang janda?." Oma bingung
dengan apa yang di katakan cucunya .
" Tidak Oma, aku sekarang ada di Jogja.
Di rumahnya Roy, di sini ada calon cucu menantu untuk Oma , dia sekarang sedang mengandung anakku."
" Apa kau serius David ???." ,
Oma senang mendengarnya, Oma ingin berbicara lebih banyak lagi , tapi David
sudah mematikan telfonnya.
Mery dan Adinda keluar dari kamar Roy,
mereka berjalan menuju kamar Adinda, melewati Roy yang sedang duduk di ruang tengah di depan TV,
Mery mengambil tas dan bersiap untuk
pergi keluar dengan Adinda.
" Mer, kita jadi kan nontonnya ? ." tanya
Adinda saat mereka berada di depan
pintu kamarnya .
" Iya jadi lah! sebentar ya,," Mery
mengambil hp yang berada di dalam
tas miliknya.
" Hallo kak Joy, aku sekarang di rumah
Adinda kak , maaf ya mery tadi nggak ngomong ke kak Joy dulu , sekarang deh Mery pamit ke kak Joy , kalau Mery mau nonton sama Dinda boleh kan?."
Mery menjawab telfon Joy dengan berjalan keluar rumah Dinda.
Tanpa dia sadari ada dua pasang mata
yang melihatnya dan mendengar setiap ucapannya .
" Yang bener ,kak Joy nggak bohongkan
kalau kak Joy mau ikut nonton ?,
tumben?." lanjut Mery masih dengan telfonnya.
" Iya, Mery dan Dinda nanti mampir
ke sana ,kak Joy tunggu ya , muah,,,," Mery mematikan hp nya.
Adinda yang sudah siap pun berpamitan
pada kakaknya.
" Kak aku pamit nonton ,aku tadi sudah
bilang sama mama ." pamit Adinda pada kakaknya .
Roy hanya menyahuti " hm,,, ," masih cuek dengan adiknya.
David yang mendengar pembicaraan Mery dengan Joy ,segera mengajak Roy untuk ikut nonton dengan mereka .
" Roy ternyata gadis tadi itu adiknya Joy, mereka akan menonton dengan Joy ,
ayo kita ikut dengan mereka,"
" Aku malas keluar dengan Dinda, apalagi
dengan temannya yang tadi ." Roy jengah dengan ajakkan David.
" Roy,,,, kau menolak permintaanku ?." tanya
David dengan nada mengancam.
" Baiklah, kita akan ikut mereka nonton."
Roy keluar mengejar adiknya ,tapi yang di kejar tidak ada .
Roy segera menghubungi Adinda menanyakan dimana tepatnya mereka nonton.
_
_
πππππππππ
jangan lupa ninggalin jejak yaπ₯°π₯°π₯°
next,,,