Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Masih Mery


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Roy mengajak David untuk pulang


kerumahnya, dengan perasaan sedih


David masuk ke kamarnya.


Begitu juga Roy, dia merasa lelah karena


sudah menerima banyak kejutan sejak


kepulangannya ke Jogja.


Roy ingin mandi sebentar, untuk


mengurangi rasa jenuh di pikirannya .


Dia masuk kedalam ruangan berdinding


kaca yang ada di dalam kamar mandinya,


Roy merasakan guyuran air shower yang


menyegarkan tubuhnya , sampai dia


tak menyadari bila ada seseorang di dalam toilet kamar mandinya.


Mery yang sudah tidak merasakan sakit


lagi diperutnya segera keluar dari toilet ,


Saat baru keluar dari toilet alangkah terkejutnya dia , bola matanya melihat pemandangan, seorang lelaki didalam ruangan kaca transparan di bawah guyuran shower yang menyala tanpa memakai pakaian satupun.


Mery hanya bisa menelan ludahnya dan


mulutnya tak mampu berbicara, dia hanya bisa berteriak,


" Aaaaaaaaaaa,"


Setelah berteriak Mery pingsan, karena


baru kali ini dia melihat seorang lelaki


yang t*******g bulat di depan matanya.


Roy yang mendengar teriakkan seseorang, segera mematikan shower dan memakai kimono , dia keluar mencari sumber suara yang di dengarnya tadi.


Roy kaget melihat ada seorang gadis tergeletak di dalam kamar mandinya.


dengan cepat dia mengangkat dan meletakkannya diatas tempat tidurnya.


"siapa gadis ini, kenapa dia bisa ada di


kamar mandi ku?", batin Roy saat


mengamati wajah wanita yang baru


di gendongnya .


Adinda yang sedang berada didalam kamarnya juga kaget dengan teriakan Mery,


dia segera berjalan ke kamar kakaknya


karena tadi mamanya sempat bilang jika


Mery meminjam toilet kakaknya.


Tok,,tok,, tok,,,


Adinda mengetuk pintu kamar Roy dan menanyakan tentang keberadaan temannya,


pintu akhirnya terbuka, Muncullah sosok


Roy yang masih memakai kimono .


" Dia temanmu ? dia tadi pingsan di kamar mandi.," kata Roy dengan mengangkat dagunya menunjuk Mery.


Adinda yang melihat Mery berbaring


di atas tempat tidur kakaknya , segera menghampiri


" Mer..Mery,,, bangun mer,,," ucap Adinda menggoyang tubuh Mery.


Roy hanya melihat mereka berdua sekilas


dan masuk keruang gantinya..tak berapa lama ,bakhirnya Mery tersadar dari pingsannya.


" Dinda...aku takut,," kata Mery yang baru sadarkan diri.


" Kamu takut kenapa ?, kamu tadi pingsan


di kamar mandi." Mery tak menjawab pertanyaan Dinda ,dia melihat sekeliling ruangan ," apa tadi itu mimpi, apa lelaki


yang tadi ku lihat itu kakaknya Meri, ??


mati aku ." batin Mery dalam


kebingungannya.


Roy yang baru keluar dari ruangan ganti


mendekati adiknya.


" Din, kalau temanmu sudah sadar cepat bawa keluar dari kamar kakak , kakak mau


istirahat ." Roy mendekati tempat tidurnya untuk mengambil telfon genggam milik nya.


Mery melihat Roy tanpa berkedip , tiba-tiba


terlintas di ingatannya pemandangan Roy yang sedang mandi tadi, pandangan


mereka pun bertemu.


" Juga bilang pada temanmu, jangan sembarangan masuk kamar orang ." setelah berbicara Roy pergi meninggalkan kamarnya .


"Iya kak,. " jawab Adinda , bibir Mery tak


mampu untuk mengucapkan sepatah katapun , dia hanya bisa menunduk


karena malu.


" Tapi kak , yang mengajak Mery ke kamar mandi kak Roy itu mama , bukan Mery


sendiri, lagian kak Roy main mandi saja , nggak meriksa ada orang apa tidak di dalamnya."


adinda menjelaskan.


" Terserah apa katamu, yang terpenting


tidak ada seorang pun yang boleh masuk


ke kamar kakak, titik." tegas roy.


Setelah David yang mendengar pembicaraan mereka , David memutuskan kembali ke kamarnya, untuk melanjutkan telfonnya yang


" Ada apa Roy, siapa gadis itu? apa dia yang berteriak tadi?", tanya David saat Roy keluar dari kamarnya.


" ya, dia temannya adinda" , setelah mendengar jawaban Roy ,David kembali masuk ke kamarnya. dan kembali menghubungi seseorang yang sempat terputus tadi.


" Hallo,,, David apa kau lama di sana?,


kau berangkat tidak pamit dulu padaku ,"


suara seseorang yang tersambung dengan


telfon David.


" Ya,,, Oma David minta maaf, David buru - buru, jadi tak sempat untuk berpamitan pada Oma," ternyata David menghubungi Oma Ratih.


" Dasar kau David,, bagaimana kabarmu ?


sudah lama kau tidak kerumah Oma, bagaimana ,kau sudah menemukan


wanita yang akan menjadi calon istrimu?," kata Oma pada David dengan suara yang sengaja di tinggikan.


" Kenapa Oma bicara begitu?" David menggoda Oma .


" Dasar kau ini David, kau itu sudah dewasa


sudah waktunya berumah tangga, sampai kapan aku harus menunggu untuk menggendong cucu buyut ku David,,,,"


teriak Oma marah.


" Apa kau menunggu Oma ma,,,,"


" Cukup Oma, kalau Oma ingin seorang


cucu menantu , besok Oma kesini untuk melamarkan seorang wanita untukku,


Oma akan mendapatkan cucu menantu


plus bonus cucu buyut untuk Oma ," jawab David kesal ,karena bingung dengan permintaan Oma ,sekaligus penolakan Joy padanya.


" Apa maksudmu David, apa kau mau menikahi seorang janda?." Oma bingung


dengan apa yang di katakan cucunya .


" Tidak Oma, aku sekarang ada di Jogja.


Di rumahnya Roy, di sini ada calon cucu menantu untuk Oma , dia sekarang sedang mengandung anakku."


" Apa kau serius David ???." ,


Oma senang mendengarnya, Oma ingin berbicara lebih banyak lagi , tapi David


sudah mematikan telfonnya.


Mery dan Adinda keluar dari kamar Roy,


mereka berjalan menuju kamar Adinda, melewati Roy yang sedang duduk di ruang tengah di depan TV,


Mery mengambil tas dan bersiap untuk


pergi keluar dengan Adinda.


" Mer, kita jadi kan nontonnya ? ." tanya


Adinda saat mereka berada di depan


pintu kamarnya .


" Iya jadi lah! sebentar ya,," Mery


mengambil hp yang berada di dalam


tas miliknya.


" Hallo kak Joy, aku sekarang di rumah


Adinda kak , maaf ya mery tadi nggak ngomong ke kak Joy dulu , sekarang deh Mery pamit ke kak Joy , kalau Mery mau nonton sama Dinda boleh kan?."


Mery menjawab telfon Joy dengan berjalan keluar rumah Dinda.


Tanpa dia sadari ada dua pasang mata


yang melihatnya dan mendengar setiap ucapannya .


" Yang bener ,kak Joy nggak bohongkan


kalau kak Joy mau ikut nonton ?,


tumben?." lanjut Mery masih dengan telfonnya.


" Iya, Mery dan Dinda nanti mampir


ke sana ,kak Joy tunggu ya , muah,,,," Mery mematikan hp nya.


Adinda yang sudah siap pun berpamitan


pada kakaknya.


" Kak aku pamit nonton ,aku tadi sudah


bilang sama mama ." pamit Adinda pada kakaknya .


Roy hanya menyahuti " hm,,, ," masih cuek dengan adiknya.


David yang mendengar pembicaraan Mery dengan Joy ,segera mengajak Roy untuk ikut nonton dengan mereka .


" Roy ternyata gadis tadi itu adiknya Joy, mereka akan menonton dengan Joy ,


ayo kita ikut dengan mereka,"


" Aku malas keluar dengan Dinda, apalagi


dengan temannya yang tadi ." Roy jengah dengan ajakkan David.


" Roy,,,, kau menolak permintaanku ?." tanya


David dengan nada mengancam.


" Baiklah, kita akan ikut mereka nonton."


Roy keluar mengejar adiknya ,tapi yang di kejar tidak ada .


Roy segera menghubungi Adinda menanyakan dimana tepatnya mereka nonton.


_


_


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


jangan lupa ninggalin jejak yaπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


next,,,