Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Mery dan Bimo ...


Dua tahun yang lalu....


Flashback on 🌹🌹🌹


Hari ini adalah hari pertama dimana Mery


masuk sekolah di SMA terfavorit


di Surabaya , dia memutuskan sekolah


disana karena ada sosok teman sekaligus


seperti kakak baginya , orang itu tak lain


bernama Bimo .


Setelah bersiap Mery menunggu jemputan


dari Bimo , karena rumah mereka yang


dekat dan tujuan yang mereka yang sama


Bimo menawarkan bantuan untuk


mengajak Mery berangkat dan pulang


bersama .


Keluarga mereka sudah saling mengenal


dekat , menjadikan Bimo mudah dipercaya


oleh orang tua Mery .


Kini Mery duduk di sebuah kursi di teras


rumah , dengan mengecek pakaian dan


dandanannya .


" Hem... mau berangkat sekolah apa mau


jalan - jalan nih ?, sibuk bener merapikan


pakaiannya , situ tidak lihat kaos kaki


beda gitu ." Mira menggoda putrinya .


Mery segera mengecek kaos kakinya ,


" Mana tidak ada yang berbeda ,mama


bohong ya ..?."Mery kesal .


" Lihat dulu baru protes , itu lihat beda


satu kanan dan yang satunya kiri ."Mira


menggoda dengan menahan tawa .


" Iiiih, mama selalu saja begitu ."Mery


kesal dan semakin manja .


Tiiin..tin..tin...(suara bel sebuah motor


yang berhenti di depan pagar ).


Seorang pria melambaikan tangan sedang


duduk diatas motor ," cieee.. jemputannya


sudah datang ." Mira semakin menggoda


putrinya , karena dia suka melihat


putrinya yang malu - malu kucing .


" Iya kak ." Mery melambaikan tangan.


Dengan wajah yang di buat cemberut ,


Mery mencium punggung tangan ibunya


dan tak lupa juga mencium kedua pipi


ibunya sebelum dia berangkat ke sekolah .


" Ma .. Mery berangkat dulu ya.." berlari


menuju pagar , menghampiri sosok Bimo


yang menjemputnya .


" Iya jangan lari - lari begitu Mery nanti


kamu bisa jatuh ."


" Bimo kalau naik motor pelan-pelan ya


nak , Tante nitip anak Tante kalau nakal


di Sekolah , jewer saja ." teriak Mira yang masih menatap kepergian putrinya .


"Siap Tante , kami berangkat dulu ."sahut Bimo dari kejauhan dan segera berangkat setelah Mery berhasil naik .


" Pegangan yang erat nanti bisa jatuh ."


" iya.." pegangan di pucuk baju Bimo .


Bimo mulai melajukan motornya dengan


pelan , hingga dia menambah sedikit


kecepatannya , Mery masih tidak berubah


dia tetap duduk menjauh tanpa


berpegangan yang tepat .


Sampai akhirnya Bimo sengaja


mengendarai motornya dengan


kecepatan tinggi , karena dia tahu jika


Mery duduk agak jauhan , dan tidak menggubris permintaannya .


Kecepatan motor semakin di tambah


alhasil membuat Mery ketakutan , tanpa sengaja dan dia sadari tangannya


memeluk erat Bimo dari belakang , Bimo tersenyum menang , karena misinya


sudah berhasil .


" Kak pelankan sedikit motornya ! ."


dengan mata terpejam Mery berteriak ,


dan masih.dengan tangan yang melingkar


di perut Bimo .


Bimo yang sengaja ingin mengusili Mery


pura - pura tidak mendengar , dia malah


tertawa cekikikan .


" Kak Bimo ,, pelankan motornya ! , aku


takut ." suara lantang Mery seakan


hilang dibawa oleh angin yang terhempas


dimakan lalu lalang jalan .


Sepanjang jalan yang mereka lewati ,


Mery tidak sedikit pun melepaskan


pelukan eratnya , kepalanya yang


bersandar di punggung Bimo , membuat


setiap mata iri yang melihatnya.


Sampai di depan gerbang sekolah Bimo


mengerem mendadak motornya , hingga


tubuh Mery terjungkal mendorong


tubuh Bimo kedepan . Mery tak mampu


bicara , hanya nafas yang ngos - ngosan


dan tubuh yang gemetaran , dia diam


dan tidak merubah posisi duduknya .


" Selamat pagi pak ." sapa Bimo pada


seorang satpam , dengan masih berada


di atas motor . Seorang satpam pun membalas sapaan Bimo dengan


senyuman ," baik mas Bimo ."


Bimo memelankan motornya dan sedikit


demi sedikit masuk ke dalam sekolah ,


hingga berhenti di parkiran .


Mery mulai turun dari motor Bimo , banyak pasang mata yang melihat kedekatan


antara Bimo dan Mery . Mereka penasaran ada hubungan apa yang terjadi antara


mereka berdua , karena Bimo adalah


murid tertampan dan terpintar di sekolah , jadi tidak ayal jika banyak yang jatuh hati padanya.


Mery hanya diam , karena tidak satu pun


orang yang dia kenal disana selain Bimo .


mengajakku olah raga jantung ." kesal


Mery sambil memukul punggung Bimo .


" Sekali - kali boleh kan ?, kamu yang tidak mau nurut kalau di suruh pegangan ."


sambil memarkirkan motor .


Bimo melempar senyum pada teman -


temannya saat berpapasan di parkiran .


Salah satu teman mendekati Bimo


dan berbisik ," siapa cewek itu , apa dia


kekasih mu , tumben sekali kau


berangkat bersama cewek ."


" Hemm.." hanya deheman yang Bimo


berikan , tanpa menjawab tidak atau pun


mengiyakan nya .


Bimo meninggalkan temannya dan


mendekati Mery , untuk mengajaknya


masuk ke dalam kelas .


" Kau tahu dimana letak kelasmu ?."


Mery menggeleng .


" Baiklah , ayo ikut aku !." ajak Bimo


dengan menggandeng pergelangan


tangan Mery .


Mery biasa saja karena Bimo sudah


dekat seperti saudara baginya , tapi


lain yang orang pikirkan tentang mereka


berdua .


Bimo dan Mery berjalan bersama


melewati banyak siswa dan siswi yang


sedang duduk - duduk di halaman


sekolah , karena waktunya masih cukup


pagi , belum saatnya untuk masuk


kelas .


Langkah kaki Bimo berhenti di depan


kelas yang bertuliskan angka ( x ),


" Disini kelasmu , aku pergi dulu ..


nanti kita bertemu di kantin , kalau


mau mencariku kelasku ada di ujung


sana ." Bimo melepaskan tangan Mery ,


dan menyuruhnya masuk .


Setelah melihat Mery hilang dari


pandangannya Bimo segera pergi ke kelasnya , sebelum bel sekolah berbunyi.


Bimo masuk kedalam kelasnya ,


duduk di bangku yang biasa dia tempati,


seorang gadis duduk disebelahnya


tanpa permisi dan bertanya pada orang


yang didekatinya.


" Bim , nanti siang kita makan di Kantin


bareng ya ?." berbicara manja dengan


satu tangannya menyentuh punggung


tangan Bimo .


" Tolong lepaskan tanganmu , aku mau


mengambil buku ." jawaban datar Bimo


membuat seorang gadis yang berada


di dekatnya segera mengangkat tangannya.


" Kita kan selalu makan bareng satu


kelas , satu sekolah malah , apa kau


lupa ." gadis itu cemberut dan langsung


berdiri meninggalkan bangku yang


dudukinya tadi.


Bimo tak menggubris kemarahan gadis


yang baru saja mendekatinya , di


Sekolah dia terkenal cuek pada setiap


cewek yang mendekatinya , dia juga


tidak punya banyak teman meskipun


sesama laki - laki .


Bimo jarang mau bicara sekalipun pada


teman dekatnya , dia hanya mau angkat


bicara jika menurutnya perlu dan penting


saja . Tak ayal banyak orang yang


penasaran dengan sosok Bimo ,


Siapa yang tidak jatuh hati pada Bimo ,


dia sosok murid yang baik hati , tampan ,


tinggi , putih , berprestasi , tidak pernah


melanggar peraturan di Sekolah , apalagi


yang lebih memberatkan dirinya adalah


Bimo dari keluarga berada .


Tak kurang banyak siswi yang mengejar -


ngejar Bimo , bahkan sering terjadi


pertengkaran , hanya karena bisa bicara


dengan Bimo .


Tapi kali ini adalah hari yang


menggemparkan di Sekolah , tatkala


Bimo yang tidak pernah sekalipun ada


hubungan dengan siswi di Sekolah ,


kini malah datang bersama dengan


seorang murid perempuan dengan


berboncengan dan memeluk erat pula.


" Kita cari tahu siapa cewek yang bersama


Bimo tadi , kita akan beri dia pelajaran


karena sudah berani memeluk bimoku."


seorang siswi yang di tolak mentah-mentah


oleh Bimo sedang mengatur rencana


dengan temannya .


" Ok kita pastikan dia akan mendapatkan


pelajaran yang pantas untuknya ."


Mery tidak tahu jika banyak musuh


yang mengintainya yang sudah siap


menerkam , karena sudah dekat dengan


Bimo .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Kita nostalgia dulu... biar ngk bosen


dengan cerita Joy , πŸ˜‰πŸ˜‰


lanjut saja ... NEXT πŸ€πŸ€