
David mengurungkan niatnya, dengan
dipenuhi rasa amarah dia pergi ke
kamarnya dan berendam dalam bathtub.
Dengan memejamkan matanya , David
memikirkan rencana selanjutnya.
Masih di Ruang Tamu , Roy mengirim
pesan pada Mery.
**π" Mery , aku ingin bertemu ." Roy
mengetikkan jarinya.
**π· " Ada apa kak ? kalau kak Joy tahu
bagaimana ?." Mery membalas pesan Roy.
**π" Kau keluarlah aku akan
menjemputmu ." Roy tersenyum dengan
menarik sedikit ujung bibirnya.
**π·" Sekarang ?." Mery menunggu ,tapi
tak ada balasan dari pesan yang dia
kirim ,
Dengan rasa yang sedikit kesal Mery s
egera bersiap.
Roy Keluar dengan mengendarai mobil
David, dan berhenti tepat di depan rumah Mery . Didalam rumah , Mery yang telah
bersiap melihat keluar lewat jendela.
Disana dia melihat mobil mewah terparkir
didepan rumahnya,
**Apa itu mobil kak Roy ?." batin Mery
berbicara.
Dia segera turun ke lantai bawah,
" kau mau kemana Mery ?." tanya Joy
yang sedang makan .
Mery menghentikan gerakan kakinya,
menoleh pada orang yang mengajaknya bicara ," aku mau ke Rumah temanku
sebentar kak ." Joy mengangkat kedua
bahunya.
" Ya pergilah , tapi kapan kau kembali?."
Joy melanjutkan makannya.
" Aku hanya sebentar kak ." setelah
menjawab Mery melanjutkan gerakan
kakinya keluar dari rumah.
Mery berhenti di dekat mobil mewah
yang terparkir di tepi jalan, pintu mobil
tiba-tiba terbuka , muncullah sosok
pria yang membuat hati Mery berdebar.
" Masuklah." ucap Roy dengan mengukir
senyum manis di bibirnya.
Mendengar suara Roy , Mery segera
masuk kedalam mobil , dan mobilpun
tertutup , selanjutnya pergi
meninggalkan rumah Mery .
Dengan kecepatan sedang, mobil
melaju menyusuri jalan . Di dalam
Mery hanya diam , bingung mau bicara
apa , karena detak jantungnya yang
mulai tak beraturan.
" Mer..." ucap Roy memecahkan keheningan.
" Iya kak ." Mery gugup , dia menunduk
tidak berani memandang orang di sampingnya.
" Apa benar , ku dengar rumah mu akan
di jual?." Mery kaget ,diam tidak
bicara.
" Mery aku bertanya padamu, kenapa
kau tidak menjawab nya ?." Mery
menoleh ,
" Iya kak ."
" Maksudnya?." Roy belum puas dengan
jawaban yang Mery berikan .
Roy masih menyetir , sesekali dia
melirik dan diam tidak melanjutkan
perkataannya.
Mery berfikir sejenak dan mulai
membuka suaranya " iya kak , aku
memang ingin menjualnya." ucap
Mery dengan memandang jendela.
" Kenapa?."
"Aku sedih kak , di sana aku akan selalu
teringat dengan kedua orang tuaku ,"
Mery mulai meneteskan air matanya.
Roy menepikan mobil, dan sekaligus
mematikan mesinnya , dia melihat Mery
yang mulai menangis tanpa suara.
Dalam diam , jemari tangan Roy mulai
menggenggam jari mungil Mery .
Mery yang mendapat sentuhan, segera
menatap si empu tangan , mata mereka
pun bertemu.
" Mery maafkan aku , telah mengingatkan
mu pada kedua orangtuamu ." mereka
saling memandang.
Mery tidak menjawab , dia hanya diam
dan membalas tatapan pria di depannya.
Roy tak kuasa melihat wajah cantik Mery ,
dengan perlahan dia mendekatkan
wajahnya , ingin mempertemukan
bibirnya dengan bibir mungil Mery .
Roy memejamkan matanya , tapi disaat
tinggal beberapa Senti , tangan Mery
menyentuh dada bidang Roy .
" Kak Roy , aku bukan anak kecil lagi.
Hentikan modus basi kakak ." mendorong
tangannya perlahan yang menyentuh
dada Roy .
Roy malu dengan sikapnya, yang
mendapat penolakan mentah-mentah
dari Mery ." maaf Mer..aku tidak
bermaksud ...."
" Ya kak aku tahu , kak Roy pasti akan
bicara begitu." ucapan Mery
membungkam niat Roy berbicara.
Roy hanya diam dan melanjutkan
menjalankan mobilnya, Mery menghapus
air matanya, " kak Roy, mengajakku
bertemu mau bicara apa ?."
" Aku mau bertanya padamu, bagaimana
keadaan Joy saat ini ."
" Hanya itu?." Roy mengangguk.
mendapat kiriman dari orang yang tidak dikenal."
Roy mulai tersenyum samar , memikirkan
jika rencana David sudah membuahkan
hasil , Roy pun mengorek informasi lebih
dalam lagi pada Mery .
" Bagaimana bisa ?." sesekali melirik.
" Ya bisalah kak , mungkin orang iseng ."
ucap Mery asal tebak .
" Bagaimana perasaan nya ?."
Mery mulai curiga dengan pertanyaan
yang Roy berikan.
" Aku tidak tahu kak , tolong putar balik
ke rumahku lagi atau berhenti di sini."
Mery mulai kesal .
" Dan untuk menyatukan kak Joy dengan
suaminya , maaf aku tidak bisa
membantu banyak , karena ini masalah
perasaan kak ." Roy mengerem mendadak.
" Kau sudah berani ya sekarang." Roy
menatap dan membuat dirinya lebih
dekat dengan Mery .
Mery semakin kesal dengan kelakuan
Roy padanya." Berani ?, kenapa juga
aku harus takut dengan kak Roy ." Mery
meraih pintu mobil , dan mulai membukanya.
" Tunggu." Roy menghentikan tangan Mery .
" Apa sih kak?." melihat Roy dan
tangannya bergantian.
" Kau mau ku cium ?." Roy mendekatkan
wajahnya.
Mendapati perlakuan Roy yang mulai
kurang ajar padanya , membuat Mery
semakin kesal dan marah.
" Denger ya kak , aku memang masih
anak kecil di mata kak Roy , tapi aku
tidak mau di manfaatkan oleh kakak ."
berusaha melepaskan tangannya.
" Dan asal kak Roy tahu , kakak sudah
dua kali mencuri ciuman ku , sekali lagi
kak Roy melakukan hal itu , aku akan
bilang sama kak Joy , agar kak Roy
di amuk olehnya." dengan terpaksa Roy
melepaskan genggaman tangannya.
Dengan cepat Mery pun keluar dari
mobil yang dia tumpangi ,
**"Dasar gadis nakal." batin Roy .
Roy pun tersenyum melihat kepergian
Mery . dan Roy pun melaju kan
mobilnya , percuma bila mengajak
Mery , pasti dia akan menolaknya.
*****
Malam hari Joy mengajak Mery
jalan - jalan " Mer , apa kau tidak mau
menikmati pemandangan kota
Surabaya saat malam hari ." mereka
berbincang di dalam kamar.
" Kemana kak ?." Mery mulai
mendudukkan dirinya, yang dari tadi
bermain game dengan berbaring .
" Bagaimana jika kita keluar mencari
martabak pasti enak ." Joy menatap
Mery dengan menaikkan kedua alisnya.
" Bagus itu , aku mau ." berdiri , lalu
menyambar jaket yg tergantung di dinding.
Joy mulai bersiap-siap dan memakai
tas , tak lupa Joy mengikat rambutnya.
Mereka berdua turun dan menuju ke
Garasi .
" Kak Joy kita naik ini ?." Mery menunjuk
motor metik di depannya.
" Iya Mer, ini akan lebih seru , kita sudah
lama tidak menaiki nya."
" Baiklah , tapi ..." Mery mulai ragu.
"Ayolah , jangan berfikir terlalu lama
nanti martabak nya keburu habis ."
Joy menuntun motornya dengan perlahan
keluar rumah, " Non mau kemana?."tanya
mbok Imah terlihat bingung.
" Jalan- jalan mbok , "
Joy memarkirkan motornya," kak Joy
sebentar hp ku ketinggalan." Mery
berlari masuk ke dalam Rumah.
***
David di kamar berjalan menuju jendela,
tatapan matanya tak sengaja menangkap
pemandangan Joy duduk di atas motor
sedang memanggil Mery .
David mulai cemas , dia segera
mengambil topi dan jaket untuk di
pakainya , dan berlari keluar.
" Kau mau kemana David ?." tanya Roy
melihat David yang terburu-buru
menuruni tangga.
" Aku tak mau berdebat denganmu,
lihat saja keluar ." Roy mengikuti
David dari belakang.
***
" Kau sudah siap Mery ? ," tanya Joy
saat Mery mulai naik di boncengan
motor .
" Ayo kak ."
Joy mulai menyalakan motornya, tapi
belum sempat Joy menarik gas , kunci
kontak sudah diambil oleh David .
Joy menoleh dengan marah pada orang
yang mengambil kunci motornya.
" Davidddddd..." teriak Joy kaget melihat
David lah orang yang menarik kuncinya.
_
_
jangan lupa ninggalin jejaknya ya ππ
Next