Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Bertemu...


David mengurungkan niatnya, dengan


dipenuhi rasa amarah dia pergi ke


kamarnya dan berendam dalam bathtub.


Dengan memejamkan matanya , David


memikirkan rencana selanjutnya.


Masih di Ruang Tamu , Roy mengirim


pesan pada Mery.


**πŸ€" Mery , aku ingin bertemu ." Roy


mengetikkan jarinya.


**🌷 " Ada apa kak ? kalau kak Joy tahu


bagaimana ?." Mery membalas pesan Roy.


**πŸ€" Kau keluarlah aku akan


menjemputmu ." Roy tersenyum dengan


menarik sedikit ujung bibirnya.


**🌷" Sekarang ?." Mery menunggu ,tapi


tak ada balasan dari pesan yang dia


kirim ,


Dengan rasa yang sedikit kesal Mery s


egera bersiap.


Roy Keluar dengan mengendarai mobil


David, dan berhenti tepat di depan rumah Mery . Didalam rumah , Mery yang telah


bersiap melihat keluar lewat jendela.


Disana dia melihat mobil mewah terparkir


didepan rumahnya,


**Apa itu mobil kak Roy ?." batin Mery


berbicara.


Dia segera turun ke lantai bawah,


" kau mau kemana Mery ?." tanya Joy


yang sedang makan .


Mery menghentikan gerakan kakinya,


menoleh pada orang yang mengajaknya bicara ," aku mau ke Rumah temanku


sebentar kak ." Joy mengangkat kedua


bahunya.


" Ya pergilah , tapi kapan kau kembali?."


Joy melanjutkan makannya.


" Aku hanya sebentar kak ." setelah


menjawab Mery melanjutkan gerakan


kakinya keluar dari rumah.


Mery berhenti di dekat mobil mewah


yang terparkir di tepi jalan, pintu mobil


tiba-tiba terbuka , muncullah sosok


pria yang membuat hati Mery berdebar.


" Masuklah." ucap Roy dengan mengukir


senyum manis di bibirnya.


Mendengar suara Roy , Mery segera


masuk kedalam mobil , dan mobilpun


tertutup , selanjutnya pergi


meninggalkan rumah Mery .


Dengan kecepatan sedang, mobil


melaju menyusuri jalan . Di dalam


Mery hanya diam , bingung mau bicara


apa , karena detak jantungnya yang


mulai tak beraturan.


" Mer..." ucap Roy memecahkan keheningan.


" Iya kak ." Mery gugup , dia menunduk


tidak berani memandang orang di sampingnya.


" Apa benar , ku dengar rumah mu akan


di jual?." Mery kaget ,diam tidak


bicara.


" Mery aku bertanya padamu, kenapa


kau tidak menjawab nya ?." Mery


menoleh ,


" Iya kak ."


" Maksudnya?." Roy belum puas dengan


jawaban yang Mery berikan .


Roy masih menyetir , sesekali dia


melirik dan diam tidak melanjutkan


perkataannya.


Mery berfikir sejenak dan mulai


membuka suaranya " iya kak , aku


memang ingin menjualnya." ucap


Mery dengan memandang jendela.


" Kenapa?."


"Aku sedih kak , di sana aku akan selalu


teringat dengan kedua orang tuaku ,"


Mery mulai meneteskan air matanya.


Roy menepikan mobil, dan sekaligus


mematikan mesinnya , dia melihat Mery


yang mulai menangis tanpa suara.


Dalam diam , jemari tangan Roy mulai


menggenggam jari mungil Mery .


Mery yang mendapat sentuhan, segera


menatap si empu tangan , mata mereka


pun bertemu.


" Mery maafkan aku , telah mengingatkan


mu pada kedua orangtuamu ." mereka


saling memandang.


Mery tidak menjawab , dia hanya diam


dan membalas tatapan pria di depannya.


Roy tak kuasa melihat wajah cantik Mery ,


dengan perlahan dia mendekatkan


wajahnya , ingin mempertemukan


bibirnya dengan bibir mungil Mery .


Roy memejamkan matanya , tapi disaat


tinggal beberapa Senti , tangan Mery


menyentuh dada bidang Roy .


" Kak Roy , aku bukan anak kecil lagi.


Hentikan modus basi kakak ." mendorong


tangannya perlahan yang menyentuh


dada Roy .


Roy malu dengan sikapnya, yang


mendapat penolakan mentah-mentah


dari Mery ." maaf Mer..aku tidak


bermaksud ...."


" Ya kak aku tahu , kak Roy pasti akan


bicara begitu." ucapan Mery


membungkam niat Roy berbicara.


Roy hanya diam dan melanjutkan


menjalankan mobilnya, Mery menghapus


air matanya, " kak Roy, mengajakku


bertemu mau bicara apa ?."


" Aku mau bertanya padamu, bagaimana


keadaan Joy saat ini ."


" Hanya itu?." Roy mengangguk.


mendapat kiriman dari orang yang tidak dikenal."


Roy mulai tersenyum samar , memikirkan


jika rencana David sudah membuahkan


hasil , Roy pun mengorek informasi lebih


dalam lagi pada Mery .


" Bagaimana bisa ?." sesekali melirik.


" Ya bisalah kak , mungkin orang iseng ."


ucap Mery asal tebak .


" Bagaimana perasaan nya ?."


Mery mulai curiga dengan pertanyaan


yang Roy berikan.


" Aku tidak tahu kak , tolong putar balik


ke rumahku lagi atau berhenti di sini."


Mery mulai kesal .


" Dan untuk menyatukan kak Joy dengan


suaminya , maaf aku tidak bisa


membantu banyak , karena ini masalah


perasaan kak ." Roy mengerem mendadak.


" Kau sudah berani ya sekarang." Roy


menatap dan membuat dirinya lebih


dekat dengan Mery .


Mery semakin kesal dengan kelakuan


Roy padanya." Berani ?, kenapa juga


aku harus takut dengan kak Roy ." Mery


meraih pintu mobil , dan mulai membukanya.


" Tunggu." Roy menghentikan tangan Mery .


" Apa sih kak?." melihat Roy dan


tangannya bergantian.


" Kau mau ku cium ?." Roy mendekatkan


wajahnya.


Mendapati perlakuan Roy yang mulai


kurang ajar padanya , membuat Mery


semakin kesal dan marah.


" Denger ya kak , aku memang masih


anak kecil di mata kak Roy , tapi aku


tidak mau di manfaatkan oleh kakak ."


berusaha melepaskan tangannya.


" Dan asal kak Roy tahu , kakak sudah


dua kali mencuri ciuman ku , sekali lagi


kak Roy melakukan hal itu , aku akan


bilang sama kak Joy , agar kak Roy


di amuk olehnya." dengan terpaksa Roy


melepaskan genggaman tangannya.


Dengan cepat Mery pun keluar dari


mobil yang dia tumpangi ,


**"Dasar gadis nakal." batin Roy .


Roy pun tersenyum melihat kepergian


Mery . dan Roy pun melaju kan


mobilnya , percuma bila mengajak


Mery , pasti dia akan menolaknya.


*****


Malam hari Joy mengajak Mery


jalan - jalan " Mer , apa kau tidak mau


menikmati pemandangan kota


Surabaya saat malam hari ." mereka


berbincang di dalam kamar.


" Kemana kak ?." Mery mulai


mendudukkan dirinya, yang dari tadi


bermain game dengan berbaring .


" Bagaimana jika kita keluar mencari


martabak pasti enak ." Joy menatap


Mery dengan menaikkan kedua alisnya.


" Bagus itu , aku mau ." berdiri , lalu


menyambar jaket yg tergantung di dinding.


Joy mulai bersiap-siap dan memakai


tas , tak lupa Joy mengikat rambutnya.


Mereka berdua turun dan menuju ke


Garasi .


" Kak Joy kita naik ini ?." Mery menunjuk


motor metik di depannya.


" Iya Mer, ini akan lebih seru , kita sudah


lama tidak menaiki nya."


" Baiklah , tapi ..." Mery mulai ragu.


"Ayolah , jangan berfikir terlalu lama


nanti martabak nya keburu habis ."


Joy menuntun motornya dengan perlahan


keluar rumah, " Non mau kemana?."tanya


mbok Imah terlihat bingung.


" Jalan- jalan mbok , "


Joy memarkirkan motornya," kak Joy


sebentar hp ku ketinggalan." Mery


berlari masuk ke dalam Rumah.


***


David di kamar berjalan menuju jendela,


tatapan matanya tak sengaja menangkap


pemandangan Joy duduk di atas motor


sedang memanggil Mery .


David mulai cemas , dia segera


mengambil topi dan jaket untuk di


pakainya , dan berlari keluar.


" Kau mau kemana David ?." tanya Roy


melihat David yang terburu-buru


menuruni tangga.


" Aku tak mau berdebat denganmu,


lihat saja keluar ." Roy mengikuti


David dari belakang.


***


" Kau sudah siap Mery ? ," tanya Joy


saat Mery mulai naik di boncengan


motor .


" Ayo kak ."


Joy mulai menyalakan motornya, tapi


belum sempat Joy menarik gas , kunci


kontak sudah diambil oleh David .


Joy menoleh dengan marah pada orang


yang mengambil kunci motornya.


" Davidddddd..." teriak Joy kaget melihat


David lah orang yang menarik kuncinya.


_


_


jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊😊


Next