
Mery mengawali paginya dengan sarapan
hanya berdua bersama Oma , gadis itu
duduk dimeja makan , dia tahu jika ada
pria di rumah itu semalam , tapi kenapa
sekarang pria itu tak menampakkan
batang hidungnya .
Sambil menikmati roti panggang
ditangannya Mery melirik beberapa kali
ke pintu kamar sang pria .
Apa dia masih tidur , tidak biasanya
dia bangun kesiangan .
Mengunyah roti di mulut Mery mencuri pandang , mencari sosok yang mengganggunya semalam .
Pikirannya kini dipenuhi tentang pria yang dijulukinya dengan sebutan buaya itu .
Jika bertemu mereka bagaikan anjing
dan kucing yang tak sedap jika tidak
dibumbui oleh pertengkaran .
Tapi lain halnya jika tidak bertemu satu
sama lain akan muncul rasa rindu ,
meskipun kini Mery sudah mengupayakan
untuk membuang perasaan yang sudah
terlanjur tumbuh untuk pria itu , dan membalikkannya pada sosok pria lain
yaitu Bimo .
Tapi ...
Rasa itu tak bisa langsung sekejap hilang
butuh waktu untuk membuangnya ,
kebenciannya tak melebihi rasa sayang
Mery pada sosok buaya yang tampan itu .
Oma yang dari tadi memperhatikan gerak
gerik Mery pun ingin tertawa tapi cuma
didalam hati .
Dasar anak muda jaman sekarang , pakai
acara malu - malu kucing segala .
Oma tersenyum tipis .
"Telan makanan mu dulu mer , kasian
rotinya dikunyah terus ." seruan Oma
membuat Mery tersedak .
Mery segera mengambil gelas bening yang berada didepannya , kemudian meminum segelas air putih untuk meredakan rasa
perih yang ada di tenggorokan .
Mery salah tingkah karena ulahnya yang
berulang kali mencuri pandang mencari
keberadaan Roy ketahuan oleh Oma ,
sambil menunduk gadis itu mencari alasan .
"Maaf Oma , aku hanya menghaluskan
rotinya saja ." Mery mengunyah kasar ,
menunjukkan jika dirinya memang benar
dengan alasannya .
"Ya sudah lanjutkan , Oma kira kamu
sedang mencari seseorang , dia sudah
pergi dari pagi tadi , kalau boleh
menyarankan apa perlu besok Oma
menyuruh pembantu untuk menyiapkan sarapan bubur untukmu , agar kau tidak tersiksa mengunyah rotinya ."
Berbicara santai , Oma meledek gadis
yang sudah dianggap seperti cucunya
sendiri , gadis itu malah terkejut mendengar
penuturan Oma .
" Tidak usah Oma , aku suka rotinya kok ."
memasukkan sisa potongan roti ditangannya .
Seorang pembantu mendatangi meja
makan , memberikan informasi jika
diluar sana ada seorang anak muda yang
sedang mencari nona yang bernama Mery .
Setelah mendengar apa yang di bilang oleh
sang pembantu , Oma mengalihkan
pandangan nya pada Mery .
"Kau kenal Mery ?." ketiga orang itu
saling menatap .
"Entahlah Oma , aku belum melihatnya
mungkin saja dia Bimo , kemarin dia
bilang ingin mengantarku jika aku
menjenguk kak Joy ."
Oma menyuruh Mery melanjutkan
sarapannya , dan memberikan perintah
pada pembantunya itu untuk
mempersilahkan masuk tamu itu kedalam .
Pasti Bimo ._ Dalam diam Mery bergumam .
Oma yang sudah menyelesaikan sarapan
pun beranjak dari meja makan .
"Oma berangkat dulu ke Kantor , jika kamu
ingin ke Rumah Sakit ada sopir yang akan
mengantarkan mu ." berdiri kemudian
meninggalkan meja makan .
"Terima kasih Oma , tapi .. ." Mery tak bisa
melanjutkan bicaranya .
Mendengar ucapan Mery terpotong , Oma
menoleh .
"Maaf Oma lupa , ada supir yang sudah
menunggumu kan ." imbuh Oma ,
menambah rasa malu Mery .
Setelah kepergian Oma , Mery segera
ke Ruang Tamu untuk menemui Bimo ,
"Kak Bimo sudah sarapan ?." teriak Mery membuat kaget Bimo .
Bimo syok dengan kedatangan Mery ,
dari tadi dia menunggu Mery selesai
sarapan dia tidak sengaja melamun .
Alhasil sapaan Mery membuatnya
jantungan , tidak langsung menjawab
Bimo memandang wajah Mery terlebih
dahulu , memikirkan nyata tidaknya orang
yang ada di hadapannya kini .
Mery melambaikan tangan ,"kak , hellow ..."
menjentikkan jarinya didepan mata Bimo ,
seketika Bimo tersadar jika itu adalah nyata
dia sudah tidak lagi hanyut dalam lamunan
ternyata orang yang ada dihadapannya kini
adalah Mery yang sesungguhnya .
"Ada apa kak , aku ganggu ya ." Bimo
tersenyum , ketahuan jika dia sedang
melamun .
"Tidak , apa kita berangkat sekarang ?."
berdiri membenarkan bajunya .
Menyentuh dada bidang Bimo , Mery
mencegah ,"sebentar kak , aku ambil tas
dulu , sebentar saja kok .. ok ?." berlari
masuk menuju kamar .
Tanpa Mery sadari sentuhan tangannya
membuat jantung Bimo semakin tak
beraturan .
Bimo masih terpaku memandang
kepergian gadis yang membuat
hari - harinya itu berbunga .
Memejamkan mata Bimo menyentuh
bekas sentuhan tangan Mery , Bimo
merasakan detakan jantung nya .
Tak lama Mery pun datang dengan
tas menggantung di badannya , mencari
keberadaan Bimo yang ternyata sudah
ada di dalam mobil .
Terlihat Mery sudah keluar dari pintu
Bimo segera membukakan pintu dari
dalam ,"Ayo masuk ." sedikit membungkuk
agar Mery bisa melihat wajahnya .
Mery pun masuk kedalam dan duduk
di kursi tepat disebelah Bimo , memasang
sabuk pengaman agar bisa langsung
berangkat .
" Siap ?."
"Ok ." jawab Mery menunjukkan jempolnya .
Mobil melaju dengan kecepatan sedang
meninggalkan halaman rumah yang bak
istana itu dan menuju Rumah Sakit .
Bimo sengaja tidak melajukan mobilnya
dengan kencang , agar mereka bisa lebih
lama berduaan .
Karena menurutnya mencari alasan untuk
bisa berdua dengan Mery itu sangat sulit ,
Bimo tidak menyia - nyiakan kesempatan ini .
Mery selalu menolak jika diajak keluar bersama , alasan tidak enak hati yang
selalu dia gunakan untuk menolak ajakan Bimo .
"Ada yang ingin dibeli , mumpung sekarang
kita masih dijalan ." Bimo memberi tawaran .
"Mungkin kita bawa buah saja pasti kak
Joy suka , didepan sana seperti nya ada
Toko buah , kita membeli disana saja ya
kak ?." menunjuk sebuah toko buah
dipinggiran jalan .
Saat ada didekat Toko yang di tunjuk
Mery , Bimo memelankan kecepatan
mobilnya ,"disini ?." mobil Bimo berhenti .
Mery mengangguk .
"Biar aku bukakan pintunya ." Bimo hendak
turun duluan tapi dicegah oleh Mery .
"Tidak usah kak , aku bisa sendiri ."
Keduanya berlomba untuk keluar dari
mobil terlebih dahulu , berebut ingin
membantu dan satunya malah tak ingin
merepotkan .
Mery berhasil turun duluan , menjulurkan lidahnya untuk mengejek Bimo yang
keinginannya untuk membukakan pintu
untuknya kali ini tidak berhasil .
"Wekk ... syukurin , aku sampai duluan ."
Berlari meninggalkan Bimo dan berjalan
menuju Toko .
Ditemani Bimo , Mery memilih buah yang
disukai kakaknya , Bimo bertugas
membawa buah yang sudah dipilih
Mery untuk diberikan pada penjual .
"Kita bawa apa lagi ya kak ?." mengamati
semua buah didalam Toko , setelah
berhasil mengambil apel dan jeruk dan
menaruhnya kedalam keranjang yang
dibawa Bimo .
"Terserah kamu Mer , semua juga boleh ."
Mengikuti dibelakang Mery .
"Yang manis , yang imoet dan tidak
terlalu berat , buah apa ya kak ?." masih
mencermati tumpukan buah .
Bimo tiba-tiba tertawa dan membuat Mery menoleh ," ada apa kak ?." berhenti
menunggu jawaban Bimo .
" Tidak , bukan apa-apa cuma kamu itu lho
lucu , kalau nyari buah yang ciri-ciri nya
seperti yang kamu sebutin tadi mah tidak
usah repot-repot membawa buah Mer...,
bawa kamu saja sudah cukup ." melanjutkan
tertawa .
Mery mengangkat tangannya , masih
tidak faham ," maksudnya apa sih kak ?."
Berhenti tertawa , Bimo menjelaskan
" Gini lho Mer , kamu kan mencari yang
manis imoet dan ringan ." Mery mengangguk .
" Tinggal bawa kamu saja sudah cukup ,
tidak ada yang lebih manis dan imoet dari
kamu Mer , malah saking ringannya kamu
bisa aku bawa kemana-mana didalam
hatiku ." Mery tak bisa berkutik .
Apa apaan kak Bimo ini menggodaku
disini , apa dia tidak melihat sikron
dahulu , malunya aku .
Menelan ludahnya kasar , Mery tak mampu
membalas penjelasan Bimo .
" Pipimu memerah sayang , maaf aku
telah membuatmu malu ." memeluk Mery
dari samping .
Mereka bersenda gurau sambil sesekali
Bimo mencubit serta memeluk ringan
Mery dari samping , setelah membayarnya Bimo membawa buah yang dibawanya
untuk ditaruh didalam mobil .
Tetap seperti biasanya , Bimo selalu
membukakan pintu untuk Mery , meskipun
kesal tapi Mery tidak bisa berbuat apa-apa
karena sebenarnya hatinya senang dengan
perlakuan Bimo padanya .
Dari kejauhan ada seseorang didalam
mobil , melihat kemesraan mereka berdua
dari awal mereka turun sampai mereka
masuk kembali kedalam mobil .
Orang itu geram meremas setir mobilnya
berusaha membuang kekesalan , orang
itu memukul setir .
Dilepas sebentar saja , sudah masuk
ke mulut harimau , dasar kelinci bod*h .
Menggertakkan gigi , orang itu masih
memandang .
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Siapa hayooooooππππππ
pasti semua jawabannya bener π€
jangan lupa ninggalin jejaknya ya π
like, komen, vote , hadiah jg boleh ..
mlh senang akunya ,,, π€
Next π