Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
David cemburu.


Joy masih di dalam Cafe sedang


menikmati makanannya , dia merasa


terganggu dengan suara notivikasi


yang berbunyi di telfon genggamnya.


Joy menyelesaikan makannya dan segera membuka telfonnya untuk mencari tahu


siapa yang menghubunginya , ternyata suaminya yang mengirim pesan padanya.


🍁,( Sayang , kau dimana?)


🌷,(Di Cafe.)


🍁,( Sedang apa kau di sana sayang? ,


kau bersama siapa?)


🌷,(Makan dengan teman)


David membaca jawaban pesan Joy yang


singkat , membuatnya semakin cemburu


dia meminta Joy untuk mengirimkan


foto dirinya sekarang di mana , karena


David penasaran dengan lelaki yang


sedang bersama Joy .


Joy tak menanggapi permintaan konyol


suaminya itu , tanpa membalas lagi


pesan dari suaminya , segera Joy memasukkan telfon genggamnya kembali kedalam tas .


Terlihat Rendi berjalan kembali ke meja , setelah menyelesaikan panggilan telfonnya.


" Kau sudah selesai Joy?." melihat Joy


yang tak melanjutkan makannya.


" Sudah , aku sudah kenyang." jawab Joy singkat.


Rendi tak enak hati, merasa bersalah


karena meninggalkan Joy makan sendirian tadi.


" Maafkan aku Joy , tadi itu telfon yang


Sangat mendesak ." dengan wajah merasa


bersalah.


" Tidak kak, semenjak kehamilan ku , aku


sering seperti ini, selera makanku cepat hilang dan berubah ." Joy berbohong pada Rendi , padahal pesan dari suaminya lah


yang membuat selera makannya hilang.


" Kalau begitu kau mau kan jalan-jalan


denganku untuk hari ini , aku ingin


seharian bersama dengan adikku ." ucap


Rendi dengan wajah berbinar , tak lupa


dengan hiasan senyum di bibirnya.


" Baiklah , dengan senang sekali ." Joy


berdiri dari duduknya , dan mereka pun


keluar dari Cafe , setelah Rendi menyelesaikan pembayaran makanan mereka.


Menggunakan mobil milik Rendi , mereka


berdua menyusuri jalanan kota , menghabiskan waktu bersama . Sampai


mobil yang mereka tumpangi berhenti


di sebuah Taman .


"Kak maaf sebelumnya , aku mau bertanya


ada hubungan apa kak Rendi dengan


wanita yang ada di dompet kakak." Joy


bertanya di sela menikmati ice cream


yang di pegangnya.


" Dia adalah wanita yang aku cintai Joy ,


aku kehilangannya , dan sudah beberapa


tahun ini aku mencarinya." ucap Rendi


tanpa menoleh pada Joy , dia mengingat


wajah cantik wanita yang sangat di rindukannya.


" Tapi kemarin aku sempat melihatnya."


Rendi kaget , dan menatap pada Joy .


" Benarkah ?." Joy mengangguk.


" Aku melihatnya berjalan bersama anak laki-laki kecil di Mall ." Joy sengaja berbohong , ingin melihat ekspresi dari


teman yang sudah dianggap nya kakak itu.


" Berarti sekarang dia ada di Indonesia."


Rendi tersenyum dengan wajah sumringah,


mendapati secercah harapan untuk orang


yang di carinya selama ini.


Perbincangan mereka terganggu dengan


suara telfon genggam Joy yang berbunyi , mengagetkan dua orang yang ada


di sana .


Joy melihat nama siapa yang tertera


dilayar depannya tertera nama " Al.." ,


dengan segera dia mengangkatnya


didepan Rendi.


🌷," Hallo , ada apa Dav?."


🍁," kau sekarang dimana Joy , aku


menunggumu di rumah."


🌷," Tumben , sekarang kan belum


waktunya kau pulang dari Kantor ."


menatap jam yang melingkar di


pergelangan tangannya .


🍁," Cepat pulang Joy , aku menunggumu."


mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Joy yang geram dengan tingkah suaminya, dia segera pamit pada Rendi untuk pulang.


" Kak maaf aku pulang , suamiku sudah


pulang dari Kantor , lain waktu kita


akan bertemu lagi ."


Joy beranjak dari tempat duduknya , kemudian pergi meninggalkan Rendi


yang masih duduk di Taman , sebelumnya mereka sudah bertukar nomor telfon ,


agar bisa saling menghubungi di lain waktu.


***


Di rumah Oma..


David yang sedang mondar mandir di


dalam kamarnya , sesekali melihat jam


di tangannya , tidak sabar menunggu kedatangan sosok istrinya yang sedari


tadi belum juga tiba.


Mendengar suara Mobil masuk di pekarangan rumah , dengan segera David melangkahkan kakinya menuju balkon


di kamarnya, ingin tahu apakah itu


mobil yang di tumpangi istrinya.


Joy turun dari mobil kemudian masuk


ke dalam rumah .


Di sana Joy melihat Oma sedang duduk bersantai di ruang tengah menikmati secangkir teh bersama nenek Melati , Joy segera menghampirinya.


" Nenek ?." Joy memeluknya ," maaf Nek


Joy belum bisa ke Rumah nenek ." melepaskan pelukannya .


Oma dan nenek Melati tersenyum ," tidak


memberi tahuku jika kau sekarang ada


di Jakarta ." Joy duduk di samping Oma.


" Kenapa kau tidak mengabariku , aku


sangat marah karena sekarang kau sudah


menjadi cucu menantunya Ratih , dan melupakanku ." goda nenek pada Joy.


" Kau jangan menggoda Joy seperti itu,


nanti dia mengganggap serius semua


ucapanmu." Oma menambahi.


Joy memandang kedua orang tua yang


ada di depannya .


" Joy kau jangan pedulikan kami , kau


cepatlah masuk ke kamarmu , tadi aku


melihat David mencarimu , dia pulang


dari Kantor dengan wajah seperti orang


yang sedang marah." kata Oma dan


nenek Melati pun mengangguk.


Tanpa berfikir terlalu lama , Joy segera melangkahkan kakinya untuk mendatangi


di mana suaminya berada.


Tepat di depan pintu Joy menghentikan langkahnya , mengeluarkan nafasnya


berat mempersiapkan diri untuk


menghadapi kemarahan suaminya nanti


di dalam sana.


Dengan perlahan jemari tangan Joy


menggenggam daun pintu kemudian mendorongnya , melihat sosok suaminya yang sedang duduk di balkon.


Joy tahu jika kali ini David marah


padanya , tanpa dia tahu apa penyebabnya.


Dengan langkah perlahan Joy masuk


kedalam kamar , meletakkan tas dan


berjalan masuk kedalam kamar mandi.


David yang mendengar bunyi pintu yang tertutup , segera masuk dan memeriksa


nya, pandangannya tertuju kearah kamar


mandi , terdengar suara gemericik air


menandakan jika ada orang didalamnya.


David menggedor pintu kamar mandi,"Joy keluarlah aku ingin bicara denganmu."


dengan nada marah , menautkan kedua alisnya .


" Sebentar lagi aku selesai David , aku


sedang mandi ." ucap Joy di dalam sana.


David melipat kedua tangannya di depan


dadanya , bersandar di depan dinding


kamar mandi , menunggu pintu itu terbuka.


Tak berapa lama , Joy yang sudah selesai


mandi pun keluar dengan hanya memakai


jubah mandi , dengan wajah segar dan


rambut basah tergurai kebawah , membuat


David yang tadinya marah menjadi lupa


akan kemarahannya.


David mulai berg****h , segera mendekati


istrinya , bergelayut mesra memeluknya


dari belakang , menyibak rambut basah


Joy dan mulai mencium leher dingin nan


segar karena Joy baru selesai mandi.


" Apa pintunya sudah kau kunci, David ?."


David menghentikan bibirnya yang


mencium leher jenjang istrinya.


"Astaga , aku melupakannya ,,,." membuang


nafasnya dengan berat , berjalan kearah


pintu.


Setelah mengunci pintu kamarnya, David


mencari keberadaan istrinya , yang sudah tidak ada di tempat semula.


Dengan segera David masuk ke ruang


ganti , mendapati istrinya di sana sedang


melepas jubah mandi , akan memakai


pakaiannya.


David berlari mendekati istrinya, " sayang ,


nanti saja memakainya ." memegang baju


ganti Joy .


" Aku dingin David ." meraih pakaiannya.


" Aku akan menghangatkan mu." membaringkan Joy diatas ranjang kecil


yang ada di ruang ganti.


" Modus kau David ." mendengar ucapan


istrinya , David pun tersenyum nakal dan


mulai mencium bibir manis istrinya.


***


Di lantai bawah..


"Sudah sore aku pulang dulu ." kata nenek


Melati yang mulai beranjak dari duduknya.


" Kau terburu-buru sekali , tidak menunggu Joy turun dulu." Oma ikut berdiri.


Nenek Melati menggelengkan kepala ,


" Tidak , pengantin baru kok ditunggu, lain


waktu saja ." melangkahkan kaki keluar


dari rumah temannya.


" Baiklah , besok aku akan menyuruh Joy


untuk bermain ke rumahmu."


" Jangan memberatkan Joy , biarkan dia


ke rumahku jika dia sudah tidak sibuk."


" Kau bicara apa Mel , Joy akan selalu


sibuk karena cucuku nanti akan slalu


menyibukkan dia. "


mendengar ucapan dari temannya itu,


nenek Melati seketika menoleh pada Ratih


dan mereka tertawa bersama ,


menertawakan hal konyol yang mereka


bicarakan .


_


_


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Maaf baru bisa up 😁


jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😘😘


Next β˜€οΈ