Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Di rumah sakit


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Rasanya Joy tidak ingin percaya dengan semua yang telah didengarnya, entah apa yang di rencanakan tuhan untuk nya , seakan cobaan hidup telah mempermainkannya.


Joy tak bisa berkata apa-apa setelah mendengar kenyataan bahwa selama ini dia berkerja dengan lelaki yang di bencinya.


selama ini dia ingin lari dari David tapi malah tapi malah mendekati nya.


" Anggi, berjanjilah padaku kau tidak akan memberi tahu siapa pun tentang kebenaran ini" pinta Joy dengan masih menangis.


" Tapi Joy,,, apakah kau masih ingin merahasiakan tentang siapa ayah dari anak yang kau kandung?, bagaimana kalau dia ingin bertanggung jawab,Joy ?", kata Anggi masih bertanya.


" Ya , aku akan tetap merahasiakannya ,


aku tidak mau kalau lelaki bejat itu sampai mengetahui nya ,"


" kau tidak tau Nggi, lelaki itu memaksaku melayani nafsu bejadnya selama berjam-jam dan kau tidak tahu Anggi, saat di Bali aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia bermesraan di dalam Hotel dengan wanita lain ." Joy bercerita pada Anggi yang masih setia mendengarkannya .


" Maafkan aku Joy,, aku tidak tau jika kau selama ini menyimpan rahasia yang menyakitkan ." ucap Anggi dengan


memeluk Joy.


"Baiklah aku berjanji padamu , aku akan merahasiakannya , sekarang kau istirahatlah dulu , besok kita akan memikirkan


bagaimana selanjutnya ." Anggi menenangkan Joy .


Anggi bingung harus bicara pada siapa tentang sesak di hatinya, dia merasa kasian dengan beban hidup Joy sekarang ini.


ingin bicara pada Nenek tapi itu tak


mungkin , pada Andreas lebih tak mungkin lagi , karena David adalah teman Andreas..


Akhirnya Anggi tidur dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya.


***


Pagi ini Joy merasa sudah agak baikan ,


dia berjalan - jalan ke Taman Rumah Sakit dengan di antar Anggi memakai kursi roda.


" Anggi apa kau tidak pulang dulu , kau pasti lelah , sejak kemarin kau telah menungguku di Rumah Sakit, maaf ya Nggi aku slalu merepotkanmu ." Joy menggenggam jemari Anggi dan matanya mulai berkaca-kaca.


" Kau jangan bicara seperti itu Joy , kau adalah temanku , apa kau sudah tidak menganggap aku sebagai temanmu lagi ?." Anggi menenangkan Joy yang akan mulai menangis .


" Tidak Anggi , kau adalah sahabatku tidak kau adalah saudaraku Nggi ." mereka pun saling memeluk .


" Anggi kau sekarang bisa pulang dulu, aku sekarang masih ingin di sini dulu , nanti aku bisa memanggil perawat untuk


mengantarkanku kembali ke kamar ." Joy melepaskan pelukannya.


" Baiklah aku akan pulang dulu , nanti Nenek akan kesini untuk menjenguk mu ." ucap Anggi beranjak meninggalkan Joy.


" Ya kau berhati-hatilah di jalan",


Joy masih duduk melamun di Taman


Rumah Sakit sendirian , dia bingung


sekarang apa yang harus dia lakukan


Joy di kagetkan dengan kedatangan seorang wanita yang duduk di dekat nya,


" Maaf apa kau mau roti , di mana


keluargamu kenapa kau sendirian disini?." kata wanita itu menawarkan roti bakar yang


di bawanya .


Joy tak menjawab hanya diam memandang wajah wanita itu .


" Kenalkan namaku Wulandari , aku kesini menjenguk temanku , kulihat dari tadi kau sendirian disini, maaf aku lancang dengan duduk di sini ." ucap wanita itu memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.


" Namaku Joyyana panggil saja Joy , aku


di sini memang sendiri dan akan selalu sendiri ." ucap Joy , dia menikmati roti bakar yang pemberian wanita itu.


" Kau sakit apa Joy? maaf kalau aku boleh bertanya ."


Joy bingung harus menjawab apa akhirnya dia memutuskan untuk berbohong.


" Sakit magku kambuh , Tante" ucapnya berbohong .


" Kau tidak boleh telat makan Joy , kau


harus mengingatnya dan menjaga kesehatanmu , sudah ya Tante mau


kembali dulu , apa kau mau aku antarkan ke kamar mu Joy ? ." ucap wanita itu menawarkan bantuan.


Karena Joy merasa lelah , akhirnya dia mengiyakan tawaran wanita itu.


" Terimakasih bila tidak merepotkan Tante,"


"Tidak Joy , dengan senang hati aku akan mengantarmu, dimana kamarmu ?." ucap Wulandari dengan mendorong kursi roda Joy.


Joy menunjuk dimana letak kamarnya.


Wulandari membantu Joy untuk berbaring


di tempat tidur pasien , lalu berpamitan


pada Joy,


" Joy aku pergi dulu, senang bisa mengenalmu ." kata Wulandari berlalu meninggalkan kamar Joy,


Joy tidak berkata apa-apa dia hanya tersenyum dan mengangguk pada Wulandari.


Perasaan Joy nyaman saat berbicara dengan wanita tadi. " siapa wanita itu?," batin Joy berbicara , seakan dirinya dekat dengan wanita tadi.


_


_


β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ


Next~~