Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Pagi 2


Sinar matahari mulai tinggi , menandakan


jika hari sudah mulai siang . Joy mulai


membuka matanya , mencoba untuk


bangun , tapi dihalangi oleh sebuah tangan yang bergelayut mesra memeluknya, seakan


enggan untuk berpisah .


Tapi bayi yang ada di dalam kandungannya


kini tidak bisa di ajak kompromi , dia selalu


bergerak tak mau berhenti , yang membuat


perut Joy merasakan kram .


" Au... David perutku !!, dia bergerak terus,


tolong bangunlah sekarang David,," Joy


menarik rambut David .


David yang baru bangun pun bingung , tak


mengerti harus berbuat apa saat melihat


istrinya merasa kesakitan .


" Sayang aku harus bagaimana , apa kita


ke dokter saja?." David masih belum


mengerti .


" Tolong dudukkan aku David !."


Joy di bantu David untuk duduk dan


memakai baju tidurnya , dan membantunya untuk masuk ke kamar mandi.


" David aku bisa mandi sendiri , sekarang tolong buatkan aku segelas susu hangat , "


"Tapi sayang, aku bisa membantumu untuk


mandi ."


" Tidak,,, pergilah !, semua ini terjadi karena


ulahmu tadi malam , jadinya perutku


sekarang mengalami kontraksi ."


David takut membuat istrinya marah lagi,


sehingga menuruti apa yang di katakan oleh


istrinya .


Setelah Joy mandi , dia berganti pakaian dan


berjalan keluar dari kamarnya .


" David mandilah! , ku tunggu kau di meja makan ." David mengikuti perintah istrinya.


" Tunggu !."


Suara Joy menghentikan langkah David ,


dan berbalik menoleh ke arah Joy .


" Apa kau sudah membuatkan segelas


susu untuk ku ?." David mengangguk.


" Sudah , aku taruh di meja makan ." Joy


tersenyum pada suaminya ." terimakasih."


Dan berlalu.meninggalkan David yang


sedang terpaku melihat senyuman dari


istrinya .


Di meja makan , Joy mengedarkan pandangannya mencari sosok penghuni


rumah yang terlihat amat sepi .


* kemana mereka semua?, * batin Joy ,


lalu memutuskan untuk menghubungi


Anggi , di sela makannya.


Lumayan lama sambungan telfonnya tidak


juga di angkat oleh Anggi, sampai di tiga kalinya dia menelepon baru Anggi mengangkatnya .


" Hallo Joy , apa kau sudah bangun?."


" Ya sudahlah Nggi,,, kalau aku belum


bangun mana mungkin aku sekarang bisa menghubungimu ." Joy jengkel dengan pertanyaan temannya.


" Huft,,, maaf !!." Anggi menahan tawanya.


"Sekarang kau dimana?, rumah sepi sekali."


" Aku sekarang sedang jalan- jalan Joy ,aku


tak mau mengganggu mu , kau lanjutkan


saja , ok !." telfon pun mati .


Joy kesal dengan ulah temannya, karena


Joy belum selesai berbicara telfonnya


sudah mati .


Selesai membersihkan diri , David segera


menghampiri istrinya . Joy melihat kearah


suaminya yang berjalan mendekatinya .


Joy menatap David tanpa berkedip , dia terpesona dengan ketampanan suaminya ,


" Sayang,, usap air liurmu, kalau kau masih


menatapku seperti itu , aku akan menerkam


mu saat ini juga , di sini." Joy salah tingkah


dengan ucapan David , karena dia tertangkap


basah sedang terpesona oleh suaminya .


" Jaga bicaramu David!, cepat selesaikan


makanmu , sebentar lagi kita akan bersiap."


Joy melanjutkan makannya.


" Dengan senang hati sayang..." Joy menoleh


pada suaminya, mengetahui kesalahpahaman


David tentang kata -kata nya.


" David kau salah, maksudku,,,hm....." David


mencium Joy seketika sebelum menyelesaikan ucapannya .


Joy mendorong suaminya ," David ini masih


pagi."tangan David mulai mengangkat tubuh


Joy ." Aku ingin kau menjadi sarapan siang ku." ucap David saat berjalan memasuki


kembali kamar istrinya .


Joy tidak bisa berkutik , saat suaminya


meminta jatahnya lagi .


****


Oma mengangkat telfon genggam miliknya,


membaca pesan yang di kirim oleh cucunya.


( Oma kita nanti berangkat ke Jakarta agak


sore an saja , sekarang aku sedang menemui


cucu buyutmu , jangan ganggu kami 😘).


Oma meletakkan kembali telfon


genggamnya , merasa jengkel dengan isi pesan dari cucunya .


" Kau persiapkan penerbangan kita nanti


sore , aku tidak mau ada masalah dengan


keberangkatan ku ." perintah Oma pada


orang kepercayaannya.


Oma meletakkan cangkir teh yang baru ia minum diatas meja , beliau duduk di atas


Wulan .


" Lanjutkan saja pekerjaan anda , saya ke


sini karena tidak ada pekerjaan yang saya lakukan ." Oma mencoba mengakrabkan


diri dengan besannya .


" Tidak apa , ada pegawai saya yang mengurusnya ." ibu Wulan duduk di depan Oma .


" Nanti kami akan berangkat ke Jakarta


sekitar pukul lima sore ."


"Saya titip Joy pada ibu , sebenarnya saya


berat untuk melepaskan Joy , karena baru


beberapa bulan ini saya menjadi seorang


ibu ." tak terasa air mata ibu Wulan menetes.


" Tenang saja, saya akan menjaga Joy


dengan baik." Oma menggenggam jemari


ibu Wulan, menenangkan hatinya.


***


Jam di dalam mobil Andreas menunjukkan


pukul dua siang , mereka memutuskan


untuk menyudahi acara jalan-jalan hari ini.


" Kita kemana lagi ?." Andreas bertanya dengan tangannya masih sibuk menyetir.


"Kita pulang saja , lagian aku sudah lelah."


Anggi berbicara dengan memejamkan matanya di sebelah Andreas .


" Baik bos !." Andreas menambah kecepatan.


Di kursi belakang , diduduki oleh Roy , Mery


dan Adinda . Roy sengaja duduk di belakang


karena ingin menggoda gadis kecil yang tak lain adalah keponakan dari Joy .


Sorot matanya melirik kearah Mery , begitu


pula dengan Mery .


Manik mata mereka berulang kali bertemu,


membuat Mery malu dan salah tingkah.


Roy melihat adiknya sedang tertidur , yang berada tepat disebelahnya , membuat bola matanya bebas untuk mencuri pandang


pada Mery .


***


Di rumah Joy sudah mempersiapkan diri ,


untuk berangkat ke Jakarta . begitu pula


dengan David ,


Sebuah mobil masuk di pekarangan rumah Joy , turunlah mereka yang baru pulang dari


jalan-jalan .


" Kalian dari mana saja ?." Joy duduk di


kursi taman.


" Dari jalan-jalan Joy ." Anggi mendekati Joy.


" Ya , aku tahu kalian dari jalan- jalan , tapi


kemana?."


" Dari muter-muter, bosan di rumah nanti


mengganggu aktifitas pengantin baru."


Roy menggoda Joy .


Joy yang kesal , melemparkan buah apel


yang di pegangnya kearah Roy .


" Apa yang kau bicarakan Roy , kau jangan


ngelantur ." Joy malu , masuk meninggalkan para lelaki di luar rumah.


" Anggi kau berangkat ke Jakarta , kapan?."


Joy ikut masuk ke kamar Mery , mengikuti


kemana arah kaki Anggi melangkah.


" Aku belum tahu Joy, kalau kau sendiri?."


" Aku berangkat beberapa jam lagi, dengan


menaiki pesawat pribadi Oma ." Joy memandang Anggi yang akan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


" Bagaimana kalau kau kembali ke Jakarta


bersama dengan kami ?."


"Apa boleh?."


" Siapa yang melarang, aku pasti senang sekali bisa kembali ke Jakarta bersama


denganmu ."


" Baiklah , dengan senang hati bisa ngirit


ongkos ,hhh." mereka tertawa bersama.


***


Hari sudah mulai agak petang , Oma menjemput mereka di rumah Joy.


" Kau sudah siap sayang ?." Oma bertanya


pada Joy.


Joy mengangguk." aku akan berpamitan


dulu pada Tante Puspita dan Adinda."


" Silahkan!." ucap Oma kemudian masuk


ke dalam mobilnya .


Joy berpamitan pada semua nya , terakhir


pandangannya tertuju pada seorang wanita


yang baru beberapa bulan ini dia sadari


bahwa beliau adalah ibu kandungnya.


Joy memeluk ibunya , seakan berat untuk


meninggalkannya .


" Sudah kau jangan menangis lagi, nanti


bayi mu akan ikut bersedih ." ibu Wulan


mengusap air mata Joy .


" Pergilah, ibu nanti akan sering


mengunjungimu ."


" Mery ,,,kakak titip ibu ya." Joy memeluk Mery.


David juga ikut berpamitan, menyalami dan


berterima kasih pada mama Roy telah


memperbolehkan untuk tinggal di rumahnya.


Roy sengaja berjalan di belakang Mery , saat


semua sedang fokus dengan Joy ,


Roy mencuri cium di pipi Mery dan berbisik.


" Aku akan menunggumu , saat kau sudah


besar nanti aku akan kembali." Roy tersenyum pada Mery dan berlari menghampiri David dan istrinya .


*


*


*


❀️❀️❀️❀️❀️


Kok sepi votenya , jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊😘😘😘


Next πŸ€