
Joy duduk sendiri , karena David meninggalkannya ke Toilet , dia menunggu
pesanan martabak nya datang, karena
Mery minta di bungkuskan martabak
untuknya.
" Sayang , apa kita balik sekarang ?."
tanya David yang baru saja datang dari
Toilet.
" Tunggu sebentar, aku masih menunggu
martabak ku datang."
" Lagi ?." David kaget .
" Bukan itu untuk Mery , dia minta
di bungkuskan." Joy asik dengan telfonnya.
David tak nyaman melihat Joy yang
mengabaikan dirinya, dia pun mengambil
paksa telepon di genggaman istrinya.
" Berikan padaku David !." ucap Joy
dengan suara berat, dengan tatapan
menusuk kearah David .
David merasa sedikit merinding ,
mendapat tatapan yang menakutkan
dari istrinya . Dia takut jika nanti
Joy bertambah marah padanya, dengan
segera dia mengembalikan telepon
itu kembali di atas meja .
Mendapat telepon nya kembali , Joy
segera memasukkan nya kedalam tas .
Seorang pegawai Cafe datang, dengan membawa dua bungkus martabak
dan meletakkan nya di atas meja.
David segera meraba dompet yang ada
di sakunya, dia meringis memejamkan
mata.
" David kau kenapa?." Joy bingung
melihat tingkah suaminya.
David menunduk karena malu, dengan
suara lirih setengah berbisik mendekat
pada istrinya.
" Sayang ,,, dompetku ketinggalan,
sementara memakai uangmu saja dulu
nanti akan aku ganti."
Wajah Joy langsung berubah menahan
tawanya, melihat suaminya yang sok
mau mentraktir nya .
" David , kau bisa saja mencari alasan."
mengeluarkan dua lembar uang
pecahan seratus ribuan, dari dalam
dompetnya, dan memberikannya pada
pegawai Cafe tadi .
" Terimakasih mbak , kembaliannya
buat mbak saja." pegawai itu
menerimanya dengan senang hati,
setelah berterima kasih kemudian
meninggalkan meja Joy .
Setelah membayar martabak nya , Joy
segera berdiri dan mengajak suaminya
untuk pulang . dengan mengendarai
motor , mereka menikmati suasana
malam kota Surabaya.
Dengan berboncengan mereka
menyusuri jalan dengan pelan , agar
tercipta suasana lebih romantis
menemani hati mereka berdua.
" Yana , aku merasa kita tidak pernah
berpacaran , tapi kita langsung menikah."
ucap David dengan satu tangannya
menggenggam tangan istrinya yang
terletak di perutnya.
" Yana, kenapa kau diam ?." sesekali
menengok kebelakang.
" Aku tidak diam David, hanya melihat
pemandangan jalan yang kita lewati,
kau tadi bilang jika kita tidak pernah
pacaran?, " David tidak menjawab,
hanya mengatakan " hmm." di sela
senyumnya.
" Bagaimana kita tidak langsung menikah,
tidak pacaran saja kau langsung menghamiliku , bagaimana jika kita
pacaran ,kita pasti sudah mempunyai
banyak anak." ucap Joy kesal dengan
berusaha mencubit perut suaminya,
karena mendengar bualannya .
David tertawa terbahak- bahak , setelah
mendengar jawaban dari istrinya .
Dengan segera dia menghentikan
motornya di tepi jalan , dan tidak bisa
berhenti tertawa.
" David , kau ini kenapa sih?." Joy semakin
kesal , memukul punggung suaminya.
David berusaha menahan tawanya ,
menarik nafasnya dalam-dalam.
" Kau sangat lucu sayang, maaf aku lupa.
Kau memang benar ,belum kenal saja kita sudah tidur bersama, apalagi kalau kita pacaran." David kembali tertawa , Joy
berulang kali memukul David.
" Diam David !."
" Aku tak mau mendengar ucapanmu
lagi , ayo kita pulang saja." David menarik
pergelangan tangan Joy yang hendak
pergi .
Joy tersadar, kini mereka berada di
dekat Taman, muncul keinginan nya
untuk mampir kesana.Joy berbalik
menarik tangan David , mengajaknya
masuk kedalam Taman.
" Kemana sayaaang ?." tanya David
saat Joy menyeretnya , tapi Joy tidak
menjawab.
Joy memejamkan matanya, mengingat
kenangan demi kenangan saat dirinya
yang dulu sering kesini bersama
teman - temannya.
" Sayang, ayo kita duduk di sana ." ajak
David menunjuk satu kursi , dan Joy
menurutinya .
Joy duduk memandang sekeliling
taman yang terlihat agak sepi , tidak
seperti saat dirinya dulu , banyak orang
yang suka menghabiskan waktunya
di Taman ini , walaupun hanya untuk
bersantai.
" Sayang , apa kau dulu sering kesini ?."
Joy diam , tapi mengangguk.
" Dengan kekasih mu ?." David
memandang wajah istrinya, menunggu
jawaban dengan penuh rasa penasaran.
Joy tersenyum , dihatinya muncul
keinginan menjaili suaminya, dia hanya
Alhasil membuat David terbakar api
cemburu .
" Apa dia , pria yang bersamamu
kemarin?." Joy menoleh pada orang
di sebelah nya, dia terlihat bingung
dan mencoba mengingat siapa orang
yang di maksud oleh David.
" Rudi ?."
Dengan wajah jengah , David malas
menyebutkan nama pria itu.
" Terserah siapa namanya.'
" Iya , aku juga sering ke sini bersamanya,
malah sering sekali , kami setiap hari
minggu biasanya selalu kemari bersama
teman- teman untuk bermain voly ." Joy
menunjuk sebuah lapangan yang biasa
di gunakan orang - orang untuk berolahraga.
David semakin di buat kesal dengan
semua jawaban yang Joy ucapkan,
dia segera berdiri dan mengajak Joy
untuk segera pulang.
Tapi Joy tidak mau , karena dia sendiri
masih ingin berada di sana, dengan
penuh amarah David kembali duduk.
" Joy jangan kau bilang , kalau kau juga
biasa duduk di sini ." Joy mengangguk
dengan memonyongkan bibirnya , dia
menahan tawa, melihat ekspresi wajah
David yang sudah di penuhi emosi.
Dengan ekspresi yang di buat Joy
sedatar mungkin , dia tidak menghiraukan
David di sampingnya , malah asik
dengan telpon genggam miliknya.
David penasaran , dengan siapa istrinya
bertukar pesan , dan dia mulai bertanya.
" Sayang kau mengirim pesan pada
siapa?."
" Rudi ." jawab Joy singkat, tanpa menoleh
pada suaminya.
David terkejut mendengar jawaban Joy ,
dia dengan entengnya menjawab tanpa
ada rasa bersalah sedikitpun , jika saat
ini telah melukai hati suaminya.
" Joy .." bentak David dengan suara agak
tinggi , Joy langsung menoleh karena
kaget.
" Kau membentakku David ?." dengan
tatapan tajam.
" Tidak sayang, aku hanya sedikit emosi."
berusaha meredam amarah Joy .
" Kau emosi kenapa ?, apa kau marah
jika aku mengajakmu kemari ?, kau
bilang saja , aku tidak akan mengajakmu
aku akan mengajak orang lain saja."
Dengan cepat David memeluk istrinya,
" Sayang , aku senang kau mengajakku
kemari , tapi aku marah karena di sini
kau mengingat kenanganmu dengan
pria itu , mantan kekasih mu." Joy
berusaha melepaskan diri dari pelukan
David.
" Siapa mantan kekasihku?, apa yang
kau maksud itu adalah Rudi ?." Joy
menatap wajah suaminya, David pun
menganggukkan pelan kepalanya.
Joy mulai tertawa , karena mengetahui
jika pria yang dimaksudkan David adalah
Rudi . " David sungguh kau lucu sekali ,
Rudi ??," Joy kembali tertawa.
David yang masih tidak mengerti, hanya
bisa diam memandang istrinya yang
tertawa terbahak-bahak. Setelah Joy
merasa lebih tenang , dia membuka suaranya.
" Biarku jelaskan padamu David agar kau tidak salah faham, Rudi adalah teman
baikku, kami teman satu sekolah, saat
kami masih SMA. Aku hanya meminta
bantuannya untuk menjualkan Rumah
Mery ." David diam masih mendengarkan.
" Kami memang sering kesini, itupun
tidak berdua , kami kesini bersama
teman - teman , kau fikirlah sendiri
masa main voly cuma berdua." David
mulai tersenyum.
" Dan jujur ku akui, aku tidak pernah
menjalin hubungan dengan pria manapun,
sekali itupun denganmu, langsung
hamil pula ." ucap Joy kesal yang akan
mulai berdiri , tapi berhasil di cegah oleh David.
Mendengar semua penjelasan Joy , rasa
cemburu David mulai sirna , dengan
cepat dia mengecup bibir istrinya.
" Terimakasih sayang , telah menjelaskan
semuanya padaku," bisik David , Joy
masih terkejut dengan kecupan yang
tiba -tiba dia dapatkan.
David tersenyum , kemudian melanjutkan
mempertemukan bibir mereka , Joy
diam merasakan sentuhan hangat
di bibirnya , dia memejamkan matanya
membalas setiap c**man yang David
berikan , tanpa terasa tangan David
mulai masuk ke dalam punggung Joy .
C**man itu terjadi cukup lama , karena
kondisi Taman yang sepi ,tiada orang
yang menggangu mereka.
Tiba -tiba suara nada dering di telfon
milik Joy berbunyi, mereka terpaksa
menghentikan pertemuan bibir antara
keduanya.
David memandang Joy , dia ingin tahu
siapa yang menelfon , Joy menunjukkan
layar telfonnya , tertera nama " Mery ."
di sana . David bernafas dengan kasar
menahan rasa kesalnya.
_
_
Lanjut lagi nggk??
apa di tamatin nih ???π€π€
jangan lupa ninggalin jejaknya ya π
buat yang sudah like , koment
dan vote, author ucapin banyak
terimakasih ππ€©π€©π€©
Salam cinta dari author πππ
Next