Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Masih berdua ..


Joy duduk sendiri , karena David meninggalkannya ke Toilet , dia menunggu


pesanan martabak nya datang, karena


Mery minta di bungkuskan martabak


untuknya.


" Sayang , apa kita balik sekarang ?."


tanya David yang baru saja datang dari


Toilet.


" Tunggu sebentar, aku masih menunggu


martabak ku datang."


" Lagi ?." David kaget .


" Bukan itu untuk Mery , dia minta


di bungkuskan." Joy asik dengan telfonnya.


David tak nyaman melihat Joy yang


mengabaikan dirinya, dia pun mengambil


paksa telepon di genggaman istrinya.


" Berikan padaku David !." ucap Joy


dengan suara berat, dengan tatapan


menusuk kearah David .


David merasa sedikit merinding ,


mendapat tatapan yang menakutkan


dari istrinya . Dia takut jika nanti


Joy bertambah marah padanya, dengan


segera dia mengembalikan telepon


itu kembali di atas meja .


Mendapat telepon nya kembali , Joy


segera memasukkan nya kedalam tas .


Seorang pegawai Cafe datang, dengan membawa dua bungkus martabak


dan meletakkan nya di atas meja.


David segera meraba dompet yang ada


di sakunya, dia meringis memejamkan


mata.


" David kau kenapa?." Joy bingung


melihat tingkah suaminya.


David menunduk karena malu, dengan


suara lirih setengah berbisik mendekat


pada istrinya.


" Sayang ,,, dompetku ketinggalan,


sementara memakai uangmu saja dulu


nanti akan aku ganti."


Wajah Joy langsung berubah menahan


tawanya, melihat suaminya yang sok


mau mentraktir nya .


" David , kau bisa saja mencari alasan."


mengeluarkan dua lembar uang


pecahan seratus ribuan, dari dalam


dompetnya, dan memberikannya pada


pegawai Cafe tadi .


" Terimakasih mbak , kembaliannya


buat mbak saja." pegawai itu


menerimanya dengan senang hati,


setelah berterima kasih kemudian


meninggalkan meja Joy .


Setelah membayar martabak nya , Joy


segera berdiri dan mengajak suaminya


untuk pulang . dengan mengendarai


motor , mereka menikmati suasana


malam kota Surabaya.


Dengan berboncengan mereka


menyusuri jalan dengan pelan , agar


tercipta suasana lebih romantis


menemani hati mereka berdua.


" Yana , aku merasa kita tidak pernah


berpacaran , tapi kita langsung menikah."


ucap David dengan satu tangannya


menggenggam tangan istrinya yang


terletak di perutnya.


" Yana, kenapa kau diam ?." sesekali


menengok kebelakang.


" Aku tidak diam David, hanya melihat


pemandangan jalan yang kita lewati,


kau tadi bilang jika kita tidak pernah


pacaran?, " David tidak menjawab,


hanya mengatakan " hmm." di sela


senyumnya.


" Bagaimana kita tidak langsung menikah,


tidak pacaran saja kau langsung menghamiliku , bagaimana jika kita


pacaran ,kita pasti sudah mempunyai


banyak anak." ucap Joy kesal dengan


berusaha mencubit perut suaminya,


karena mendengar bualannya .


David tertawa terbahak- bahak , setelah


mendengar jawaban dari istrinya .


Dengan segera dia menghentikan


motornya di tepi jalan , dan tidak bisa


berhenti tertawa.


" David , kau ini kenapa sih?." Joy semakin


kesal , memukul punggung suaminya.


David berusaha menahan tawanya ,


menarik nafasnya dalam-dalam.


" Kau sangat lucu sayang, maaf aku lupa.


Kau memang benar ,belum kenal saja kita sudah tidur bersama, apalagi kalau kita pacaran." David kembali tertawa , Joy


berulang kali memukul David.


" Diam David !."


" Aku tak mau mendengar ucapanmu


lagi , ayo kita pulang saja." David menarik


pergelangan tangan Joy yang hendak


pergi .


Joy tersadar, kini mereka berada di


dekat Taman, muncul keinginan nya


untuk mampir kesana.Joy berbalik


menarik tangan David , mengajaknya


masuk kedalam Taman.


" Kemana sayaaang ?." tanya David


saat Joy menyeretnya , tapi Joy tidak


menjawab.


Joy memejamkan matanya, mengingat


kenangan demi kenangan saat dirinya


yang dulu sering kesini bersama


teman - temannya.


" Sayang, ayo kita duduk di sana ." ajak


David menunjuk satu kursi , dan Joy


menurutinya .


Joy duduk memandang sekeliling


taman yang terlihat agak sepi , tidak


seperti saat dirinya dulu , banyak orang


yang suka menghabiskan waktunya


di Taman ini , walaupun hanya untuk


bersantai.


" Sayang , apa kau dulu sering kesini ?."


Joy diam , tapi mengangguk.


" Dengan kekasih mu ?." David


memandang wajah istrinya, menunggu


jawaban dengan penuh rasa penasaran.


Joy tersenyum , dihatinya muncul


keinginan menjaili suaminya, dia hanya


Alhasil membuat David terbakar api


cemburu .


" Apa dia , pria yang bersamamu


kemarin?." Joy menoleh pada orang


di sebelah nya, dia terlihat bingung


dan mencoba mengingat siapa orang


yang di maksud oleh David.


" Rudi ?."


Dengan wajah jengah , David malas


menyebutkan nama pria itu.


" Terserah siapa namanya.'


" Iya , aku juga sering ke sini bersamanya,


malah sering sekali , kami setiap hari


minggu biasanya selalu kemari bersama


teman- teman untuk bermain voly ." Joy


menunjuk sebuah lapangan yang biasa


di gunakan orang - orang untuk berolahraga.


David semakin di buat kesal dengan


semua jawaban yang Joy ucapkan,


dia segera berdiri dan mengajak Joy


untuk segera pulang.


Tapi Joy tidak mau , karena dia sendiri


masih ingin berada di sana, dengan


penuh amarah David kembali duduk.


" Joy jangan kau bilang , kalau kau juga


biasa duduk di sini ." Joy mengangguk


dengan memonyongkan bibirnya , dia


menahan tawa, melihat ekspresi wajah


David yang sudah di penuhi emosi.


Dengan ekspresi yang di buat Joy


sedatar mungkin , dia tidak menghiraukan


David di sampingnya , malah asik


dengan telpon genggam miliknya.


David penasaran , dengan siapa istrinya


bertukar pesan , dan dia mulai bertanya.


" Sayang kau mengirim pesan pada


siapa?."


" Rudi ." jawab Joy singkat, tanpa menoleh


pada suaminya.


David terkejut mendengar jawaban Joy ,


dia dengan entengnya menjawab tanpa


ada rasa bersalah sedikitpun , jika saat


ini telah melukai hati suaminya.


" Joy .." bentak David dengan suara agak


tinggi , Joy langsung menoleh karena


kaget.


" Kau membentakku David ?." dengan


tatapan tajam.


" Tidak sayang, aku hanya sedikit emosi."


berusaha meredam amarah Joy .


" Kau emosi kenapa ?, apa kau marah


jika aku mengajakmu kemari ?, kau


bilang saja , aku tidak akan mengajakmu


aku akan mengajak orang lain saja."


Dengan cepat David memeluk istrinya,


" Sayang , aku senang kau mengajakku


kemari , tapi aku marah karena di sini


kau mengingat kenanganmu dengan


pria itu , mantan kekasih mu." Joy


berusaha melepaskan diri dari pelukan


David.


" Siapa mantan kekasihku?, apa yang


kau maksud itu adalah Rudi ?." Joy


menatap wajah suaminya, David pun


menganggukkan pelan kepalanya.


Joy mulai tertawa , karena mengetahui


jika pria yang dimaksudkan David adalah


Rudi . " David sungguh kau lucu sekali ,


Rudi ??," Joy kembali tertawa.


David yang masih tidak mengerti, hanya


bisa diam memandang istrinya yang


tertawa terbahak-bahak. Setelah Joy


merasa lebih tenang , dia membuka suaranya.


" Biarku jelaskan padamu David agar kau tidak salah faham, Rudi adalah teman


baikku, kami teman satu sekolah, saat


kami masih SMA. Aku hanya meminta


bantuannya untuk menjualkan Rumah


Mery ." David diam masih mendengarkan.


" Kami memang sering kesini, itupun


tidak berdua , kami kesini bersama


teman - teman , kau fikirlah sendiri


masa main voly cuma berdua." David


mulai tersenyum.


" Dan jujur ku akui, aku tidak pernah


menjalin hubungan dengan pria manapun,


sekali itupun denganmu, langsung


hamil pula ." ucap Joy kesal yang akan


mulai berdiri , tapi berhasil di cegah oleh David.


Mendengar semua penjelasan Joy , rasa


cemburu David mulai sirna , dengan


cepat dia mengecup bibir istrinya.


" Terimakasih sayang , telah menjelaskan


semuanya padaku," bisik David , Joy


masih terkejut dengan kecupan yang


tiba -tiba dia dapatkan.


David tersenyum , kemudian melanjutkan


mempertemukan bibir mereka , Joy


diam merasakan sentuhan hangat


di bibirnya , dia memejamkan matanya


membalas setiap c**man yang David


berikan , tanpa terasa tangan David


mulai masuk ke dalam punggung Joy .


C**man itu terjadi cukup lama , karena


kondisi Taman yang sepi ,tiada orang


yang menggangu mereka.


Tiba -tiba suara nada dering di telfon


milik Joy berbunyi, mereka terpaksa


menghentikan pertemuan bibir antara


keduanya.


David memandang Joy , dia ingin tahu


siapa yang menelfon , Joy menunjukkan


layar telfonnya , tertera nama " Mery ."


di sana . David bernafas dengan kasar


menahan rasa kesalnya.


_


_


Lanjut lagi nggk??


apa di tamatin nih ???πŸ€”πŸ€”


jangan lupa ninggalin jejaknya ya 😊


buat yang sudah like , koment


dan vote, author ucapin banyak


terimakasih πŸ˜‰πŸ€©πŸ€©πŸ€©


Salam cinta dari author 😘😘😘


Next