
Flashback on~
Mobil berhenti di tepi jurang, setelah
berguling berulang kali. Orang didalamnya semua terkapar dengan badan penuh darah dan tak sadarkan diri, tak kecuali dengan Joy.
Joy pun sama, dengan goresan dan tubuh
yang berdarah dia berusaha keluar, setelah dirinya baru sadarkan diri.
"Uh, sakit sekali." Rintih Joy yang baru saja membuka mata, dan berusaha menggerakkan tubuhnya.
Dengan sekuat tenaga Joy membuka pintu mobil, masih berusaha mendorongnya namun tak bisa. Mobil itu sudah rusak dan pintunya pun susah untuk dibuka. Joy melihat orang-orang disekelilingnya, Joy menangis.
"Aku tidak boleh mati sekarang." Lirih Joy.
Joy takut saat menyadari jika mobil yang ditumpanginya ada di tepi jurang, apalagi
mobil itu kurang sedikit lagi akan jatuh, tubuhnya gemetaran tidak bisa membayangkan jika dirinya ikut masuk kedalam jurang.
Joy cepat membuka lakban yang menutupi mulutnya, berusaha berteriak sekencang-kencangnya untuk meminta pertolongan.
"Tolong, tolong .. ." Teriak Joy tidak begitu
keras, suaranya rasanya tercekat susah untuk dikeluarkan.
Jalanan yang sepi membuat tidak adanya orang yang mendengar teriakkan Joy,
sekarang dia berada ditengah hutan. Joy terus saja berteriak, mengharap adanya keajaiban.
Beberapa saat kemudian ada sebuah mobil lewat, melihat ada kecelakaan mobil dan suara orang minta tolong, membuat pengemudi didalamnya menghentikan mobilnya.
Sepasang suami istri turun.
"Pak bagaimana ini, aku takut." Seorang istri merangkul lengan suaminya, gemetar takut melihat korban kecelakaan.
"Tenanglah Bu, kita lihat dulu tadi kita dengar ada yang berteriak meminta pertolongan, bagaimana kalau kita ada di posisi mereka." sang suami mencoba memberi pengertian.
Akhirnya si istri mengikuti arahan suaminya untuk memeriksa mobil yang mengalami kecelakaan.
Suami istri itu mendekati mobil dan kaget bukan kepalang ketika melihat orang yang
ada di dalam mobil, tubuh mereka semua mengeluarkan darah serta dalam keadaan
yang mengenaskan, tapi yang membuat mereka lebih kaget adalah ada yang masih hidup.
Si istri cepat berusaha membuka pintu tapi tak bisa, dengan bantuan tarikan tangan sang suami akhirnya pintu yang rusak itu berhasil terbuka dan mereka berusaha mengeluarkan korban kecelakaan yang masih hidup itu.
Akibat pergerakan saat mengeluarkan Joy mobil itu bergeser, untung saja Joy berhasil dikeluarkan sesaat sebelum mobil itu masuk kedalam jurang.
"Astaga pak mobilnya." Teriak sang istri histeris.
Srakk.. Srakkk...Duarr..
Mobil jatuh terperosok kedalam jurang, lalu terbakar dan meledak.
Joy yang lemah di bawa ke dalam mobil oleh sepasang suami istri itu, dan cepat - cepat dibawa untuk meninggalkan tempat terjadi kecelakaan itu, agar cepat menerima pertolongan.
"Kita bawa ke Rumah Sakit terdekat saja ya pak?." Usul sang istri.
"Jangan Bu, kita bawa ke Rumah pak Farhan saja, disana kan ada dokter juga, aku takut kalau ditanya polisi, bisa-bisa kita jadi tersangka." Suami itu ketakutan.
Sang istri menyetujui saja usulan dari suaminya, mereka berdua takut jika bermasalah dengan polisi.
Joy akhirnya dibawa ke rumah majikan kedua sepasang suami istri itu. Di perjalanan Joy pingsan membuat si istri ketakutan. Tapi sang suami berhasil menenangkan istrinya, membuatnya mengurangi rasa takutnya.
Mobil masuk kedalam rumah besar bak
istana, sepasang suami istri itu bekerja
di sana membuat mereka mudah keluar
masuk di rumah itu.
Sang suami turun dan masuk kedalam rumah, memberitahu sang majikan jika mereka telah menemukan korban kecelakaan di jalan tapi takut untuk membawanya ke Rumah Sakit, dan meminta ijin untuk di perbolehkan menggunakan dokter pribadi sang majikan untuk memeriksa orang asing itu.
Majikan memberi ijin dan menyuruh pembantunya untuk membawa orang yang ditolongnya ke dalam rumah.
Dengan cepat Joy digendong untuk dibawa masuk kedalam rumah.
Dokter datang, meminta perawat untuk membersihkan luka Joy, dokter mulai memeriksa dan mengobati luka yang masih mengeluarkan darah.
Dari lantai atas datanglah seorang nenek tua menghampiri pembantunya yang terlihat cemas, menanyakan apa yang terjadi.
Pembantu itu menceritakan kejadian yang sebenarnya, bahwa saat mereka perjalanan akan kembali dari mudik, mereka di jalan menemukan mobil yang sedang mengalami kecelakaan.
Tapi setelah satu korban mereka selamatkan mobilnya malah masuk jurang dan sekarang satu korban yang mereka selamatkan itu berada dalam kamar perawatan, atas persetujuan pak Farhan, majikan mereka yang tak lain adalah suami nenek tua itu.
Nenek tua itu tak banyak bertanya, dia hanya penasaran siapa orang yang diselamatkan pembantunya.
Tiga puluh menit berlalu dan dokter pun akhirnya keluar, memberitahukan jika keadaan pasien baik-baik saja, tidak ada masalah serius.
"Ini adalah keajaiban, harusnya pasien ada
luka dalam tapi dia hanya menderita luka goresan itupun tidak begitu dalam, kita
tunggu saja sebentar lagi dia juga sadar, tapi kelihatannya dia baru menjalani operasi cecar, di perutnya ada bekas jahitan." Dokter menjelaskan pada tuannya.
Nenek tua masuk kedalam.
Raut wajah nenek tua itu syok, kaget saat melihat wajah orang asing yang dirawat di rumahnya. Terduduk lemas kemudian mengelus pipi orang asing itu.
"Wulan." Ucapannya sambil menutup
mulutnya, lalu menangis.
Pak Farhan masuk melihat istrinya yang menangis, berusaha menenangkan istrinya kemudian melihat orang yang ditolong pembantunya.
Pak Farhan kaget.
Beliau langsung berpikir, pantas istrinya menangis karena wajah orang itu seperti wajah putrinya saat masih muda, saat masih tinggal bersamanya.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Kita bahas Joy dulu Yach....
Next ππ