
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Hari ini Joy berada di Toko kue milik ibunya
seperti biasa dia membantu untuk melayani
pembeli yang datang ,tapi kali ini berbeda dengan biasanya , karena sekarang dia ditemani oleh Anggi .
Pagi ini Joy datang ke Toko lebih awal , karena Anggi mengajaknya untuk
berangkat lebih pagi , agar dia bisa menjauhkan Joy dari David .
Joy yang sudah tahu apa kemauan Anggi ,
hanya bisa menurutinya untuk memberi
pelajaran pada David .
***
Di rumah ibu Wulan masih belum berangkat
ke Toko , biasanya beliau berangkat tidak
terlalu pagi , karena di sana sudah ada
pegawai yang menangani nya.
" Tante kak Joy di mana kok kamarnya
sepi?" Mery mencari keberadaan Joy yang
dari tadi tidak dia temukan.
" Joy sudah berangkat ke Toko tadi pagi,"
" Kau sarapan saja dulu , sebelum berangkat
ke Sekolah." Ibu Wulan berkata pada Mery .
saat dirinya berada di meja makan.
" Iya Tante , aku pasti akan sarapan .Hari ini
aku masuk siang kok Tante , jadi aku tidak buru-buru untuk sarapan ."
" Tumben kak Joy ke Toko pagi sekali, tidak
biasanya kak Joy begitu ," kata Mery saat dia berjalan memasuki kamarnya.
Mery duduk di kursi belajarnya dengan
memainkan hp di tangannya , sorot matanya tak sengaja menangkap sebuah tas yang
berisi barang belanjaannya kemarin malam .
Dia meambil tas dan segera membukanya , sebelumnya Mery tak curiga karena warna tasnya sama .
Dan selanjutnya Mery pun mengambil
isinya . Alangkah terkejutnya dia karena
yang ada di dalamnya bukan pakaian
dalam miliknya melainkan pakaian dalam
milik pria .
Mery dengan refleks melemparnya dan
terjatuh di atas tempat tidurnya.
Mery mengingat - ingat dengan siapa
miliknya tertukar.
**Tadi malam di mobil hanya ada kami bertiga , kalau tidak salah aku menebak
pakaian dalam ini pasti milik kak Roy ,
jika milik kak Roy ada padaku lalu pakaian dalam ku ada pada,,,,ah, tidak mungkin **
batin Mery yang merasa kacau.
Di saat bersamaan telfon genggam
miliknya berbunyi , tertulis nama Adinda imoet di layarkacanya , dengan cepat Mery mengangkatnya.
" Mery,,,,kau bisa ke datang Rumahku sekarang, ini gawat Mer,,,, cepat ya !! aku tunggu ." Dinda mematikan telfonnya.
Belum sempat Mery membalas ucapan Adinda , sambungan sudah keburu
terputus. Mery bingung harus berbuat apa
jika tidak datang nanti Adinda pasti marah
dan jika dia datang pasti nanti dia akan
bertemu dengan kak Roy di sana .
Mery mondar-mandir di dalam kamarnya,
dia kaget dengan bunyi hp nya yang
berbunyi , dalam pikiran yang kacau Mery
mengangkat telfonnya dengan tidak melihat dulu siapa yang menghubunginya dia langsung saja bicara .
" Iya Din ,,,, aku pasti datang ," teriak Mery
dan mematikan telfonnya tanpa dia tahu ternyata yang menghubunginya bukan
Adinda melainkan Roy .
Roy yang masih memegang hp nya ,merasa
tak percaya bila Mery mematikan telfonnya,
" Dasar Mery , pasti dia mengira aku ini
Adinda ." seketika Roy meletakkan Hpnya
diatas nakas , dan berjalan masuk kedalam kamar mandi .
***
Di dalam kamar Roy yang sudah selesai mandi , tapi masih memakai kimono
berjalan mencari sesuatu yang di belinya
kemarin malam .
Roy dengan cepat mengambil isinya , dia
terkejut tidak menemukan barang miliknya.
Roy merentangkan barang yang di
pegangnya tadi . Barang itu berwarna hitam , ada sedikit renda dan tak lupa di sudutnya terdapat bordir berwarna merah bergambar kucing .
** Apa ini ?? tidak mungkin ini milik Adinda,
karena dia takut dengan kucing , ini pasti
milik Mery .** Roy mengangkat ujung
bibirnya , dia tersenyum nakal membayangkan jika Mery memakainya .
Roy masih hanyut dalam lamunannya ,
di kagetkan dengan bunyi ketukan di luar pintu kamarnya .
Tok ,,,tok,,,tok,,,,
" Kak ,,, ini aku Mery , apa kak Roy ada di dalam ? ." terdengar suara Mery lirih
di luar pintu .
Roy yang mendengar suara Mery di depan
pintu , segera dia membuka pintu dan
terlihat Mery yang menatapnya . Di saat bersamaan terdengar suara mama Roy
yang baru keluar dari kamarnya menanyakan
keadaan Roy pada pembantunya .
Mery yang takut ketahuan jika dirinya
mencari Roy , dengan refleks mendorong
dan masuk kedalam kamar Roy .
" Roy ,,, kenapa kau dari tadi belum juga
keluar? , cepat keluar Roy dan ajak nak
David untuk sarapan ." ucap Tante Puspita
cepat keluar .
" Iya ma,,, sebentar lagi aku akan keluar ,"
Roy menjawab dengan manik matanya
yang memandang Mery di depannya
dengan jarak yang sangat dekat .
"A,,aku kesini cuma ingin menyerahkan ini"
Mery tergagap , tangannya gemetar menyerahkan sebuah tas kecil yang
berisikan barang milik Roy yang tertukar dengannya untuk di kembalikan pada Roy .
Roy melihat tangan Mery yang gemetaran,
dia segera meraihnya dan menggenggam
nya , matanya masih menatap wajah Mery
intens . Mata mereka bertemu , Roy
mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit
ke wajah Mery sepertinya dia hendak menciumnya .
Mery diam , detak jantungnya berdetak tak beraturan di saat dirinya menatap wajah
Roy yang semakin mendekati wajahnya .
Mery segera tersadar saat wajah mereka
berjarak cuma beberapa Senti saja , dia
segera mendorong tubuh Roy agar menjauh
darinya , Mery dengan cepat membuka
gagang pintu kamar Roy dan berlari keluar
dari sana .
" Mery...kau mau kemana ? dari tadi aku
menunggumu , ayo cepat ke kamarku ada
yang ingin aku tunjukkan padamu." Dinda
mengejar Mery yang ingin keluar dari
rumahnya , lalu mengajaknya kembali
masuk kedalam rumah menuju kamarnya .
Mery yang tak bisa menolak keinginan Adinda, hanya bisa mengikutinya saat
pergelangan tangannya di tarik oleh Dinda.
Di kamar Roy tersenyum jail , jika mengingat
saat dia menggoda Mery , Roy sadar jika
Mery masih remaja yang seumuran dengan
adiknya , dia senang melihat Mery yang
slalu takut dan salah tingkah jika dia
menggodanya , seperti sebuah hiburan
baru baginya .
***
Pagi - pagi sekali Andreas sudah di mintai
tolong oleh David untuk menjemput Oma
di Bandara . Di sana sudah ada pengawal
Oma yang slalu setia menemani kemana
pun Oma pergi , Andreas segera
menghampiri Oma dan memeluknya .
Andreas masuk kedalam mobil Oma dan
menyerahkan kunci mobilnya kepada pengawal untuk membawanya kembali
ke Hotel tempat Andreas menginap .
Di dalam mobil Andreas dan Oma bercengkrama , Oma menceritakan tentang
kedatangannya kemari karena permintaan
David .
" Oma sudah tahu siapa wanita yang
di sukai David ? ,"
" Oma belum tahu Andreas,,, kata David
dia sangat menyukai wanita itu, dan
sekarang kata David wanita itu sedang mengandung anaknya , ini adalah berita
yang menggembirakan meskipun Oma
belum mengenal wanita itu." jelas Oma .
" Memangnya David belum menceritakan
nya pada Oma ? ." Oma menggelengkan kepalanya .
" Kalau begitu Andreas akan langsung
mengajak Oma untuk menemui wanita itu
pasti Oma suka ."
" Memangnya siapa wanita itu ?." Oma
terlihat biasa saja , tapi masih penasaran
dengan ucapan Andreas.
Andreas mengarahkan sopir ke alamat
Toko kue milik ibu Joy , tanpa menunggu
lama , mobil itu berhenti tepat di depan
toko , kemudian Andreas mengajak Oma
untuk turun dari mobil .
" Apa ini tempat wanita itu berada ?". Oma
melihat sebuah Toko kue di depannya.
Di Toko , Joy yang sedang asyik bersantai
dengan Anggi , di kagetkan dengan kedatangan Andreas yang membawa
sebuah kejutan untuknya.
Andreas membuka pintu dan masuk ke
dalam Toko .Joy melihat Andreas dan
terkejut dengan orang yang ada di belakangnya .
" Oma,,,, ." teriak Joy kegirangan , seakan
tak percaya jika Oma sekarang ada di
hadapannya ,
_
_
_
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Maaf ya karena lama up nya πππ
langsung aja
next*****